Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perlawanan Sultan Badaruddin dari Palembang ( 1817 )

No description
by

odelia laurencia

on 24 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perlawanan Sultan Badaruddin dari Palembang ( 1817 )

Perlawanan Sultan Badaruddin dari Palembang ( 1817 )
Tokoh dari Indonesia
Sultan Badaruddin
Sultan Ahmad Najamuddin
Ahmad Najamuddin (putra sulung Sultan Ahmad Najamuddin
Proses Perang
1. Peristiwa Loji Sungai Aur ( 1811 ) *penyembelihan massal*

2. Penyerbuan Inggris ke Palembang ( 1812 )
Raffles mengirim ekspedisi militer dibawah Mayor Jend. Gillespie (20/03-1812). Adik Sultan Badaruddin berkhianat dan memihak Inggris, akhirnya ia menyingkir ke Muara Rawas. Keesokan harinya, Najamuddin diangkat menjadi sultan.

Terjadi perjanjian Muara Rawas (29/06-1813) yang isinya Sultan Badaruddin dapat kembali ke Palembang dan menjadi sultan.
Dengan tertangkapnya Sultan Badaruddin II maka padam juga perlawanan kerajaan Palembang yang diganti dengan penguasa-penguasa yang tunduk kepada pemerintah Belanda

Latar Belakang
Raja Kerajaan Palembang yang anti campur tangan asing ini berulang kali memukul mundur pasukan Belanda dan Inggris. Karena perjuangannya melawan penjajah, ia hidup dalam pengasingan selama 31 tahun.

Bangsa asing yang pertama terlibat konflik dengan kesultanan adalah inggris, yang memegang mandat sementara atas koloni Belanda dinusantara sampaiperang melawan napoleon di eropa selesai. Sebuah peristiwa pembunuhan orang – orang Eropa di Palembang yang dikenal dengan “Palembang Massacre” membuat Raffles geram kepada pemimpin kesultanan saat itu, Sultan Baranuddin II (1803 – 1821). Raffles kemudian memerintahkan mayor jendral robert Gillispie untuk menghukum Palembang. Armada Gillispie akhirnya sampai ke Palembang dan menaklukkan kota Palembang pada 26 april 1812.
(14/09-1811) Sultan Badaruddin menyerang dan membantai 87 orang ( 24 orang Belanda ) di garnsium / kapal Belanda
Kapal kemudian ditenggelamkan di Muara Sungsang.
3. Perang Palembang I
Raffles mengirim ekspedisi militer 300 tentara ke Palembang karena tidak senang Sultan Badaruddin II berkuasa kembali, namun diusir oleh Belanda di Palembang.

Terjadi pertempuran tanggal 11 – 15 Juni 1819 (Perang Menteng) antara pasukan Sultan Mahmud Badaruddin II yang bertahan di Kraton (Benteng) dan pasukan Belanda di Kraton Lama Pasukan Mutinghe (Belanda) dapat dihancurkan, dari 500 orang pasukan tinggal 350, Mutinghe bersama sisa pasukan ini lari ke Batavia.
4. Perang Palembang II ( 1819 )
Karena sakit hati kalah perang, Belanda mengirim 20 kapal perang dan 1500 tentara Palembang. Belanda dipukul mundur dengan korban +- 500 tentara.
5. Perang Palembang III ( 1821 )
Kali ini, Belanda menyerang dengan pasukan yang lebih kuat dan sisat memecah belah kerabat kesultanan. Ekspedisi dilakukan lagi dengan 4000 tentara dan lebih dari 400 meriam.
(26/06-1821) Belanda memberi ultimatum agar menyerah, tetapi tidak diindahkan Sultan.
Ia akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Ternate selama 31th.

*Kelvin*Odelia*William* XI IPS 1
Full transcript