Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

UNI EROPA

No description
by

sarah widya

on 23 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of UNI EROPA

UNI EROPA
PENDAHULUAN
Setiap negara di dunia memiliki kepentingan yang harus dipenuhi. Kepentingan itu bisa dicapai dengan cara saling bekerja sama antara satu sama lain. Bentuk kerja sama dapat diwujudkan dengan membentuk unit-unit organisasi. Selama ada kesepakatan dan perjanjian yang mengatur jalannya kerja sama, maka tujuan yang dicapai akan maksimal.
Saat ini globalisasi menuntut terbentuknya kerjasama-kerjasama di berbagai bidang sebagai konsekuensi pasar global. Kerjasama tersebut dapat berupa kerjasama ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan, lingkungan, dan berbagai bidang lainnya. Namun, yang saat ini sangat banyak ditemui adalah kerjasama di bidang ekonomi yang tidak terlepas di dalamnya isu politik, pertahanan dan keamanan, lingkungan, dan sosial. Sehingga, banyak yang membahas kerjasama ekonomi namun tetap masih mengupas motif dibaliknya. Salah satu bentuk kerja sama antar negara yang terjalin adalah Uni Eropa (UE) atau European Union (EU).

RUMUSAN
MASALAH
Bagaimana sejarah terbentuknya UNI EROPA?
Apa maksud dan tujuan negara-negara di bagian Eropa membentuk organisasi supranasional UNI EROPA?
Bagaimana struktur organisasi UNI EROPA?
Negara mana saja yang tergabung di dalam UNI EROPA?
Regulasi dan kebijakan apa saja yang ada di dalamnya?
Apa saja masalah yang muncul seiring perkembangan UNI EROPA?
STRUKTUR ORGANISASI EROPA
Struktur organisasi Uni Eropa dipayungi oleh tiga pilar kerjasama:
Komunitas Eropa (”European Community”) merupakan kerangka hukum yang mewadahi kebijakan komunitas yang berhubungan dengan pasar tunggal (“single market), perdagangan international, bantuan pembangunan, kebijakan moneter, pertanian, perikanan, lingkungan, pembangunan daerah, energi dstnya.
Kebijakan keamanan dan hubungan luar negeri (“Common Foreign and Security Policy/CFSP”);
Peradilan dan masalah dalam negeri (“Justice and Home Affairs”) yang menangani kerjasama di bidang hukum perdata dan pidana, kebijakan keimigrasian dan asylum, pengawasan perbatasan, pengawasan lalu lintas obat terlarang, kerjasama kepolisian dan pertukaran informasi.
Ketiga pilar ini diarahkan pada tujuan-tujuan utama dan diatur menurut prinsip-prinsip dasar dan sebagian dengan satu kerangka institusi.

TUJUAN UNI EROPA
Tujuan-tujuan utama dari Uni Eropa adalah
meningkatkan kemajuan ekonomi dan sosial, terutama dengan penciptaan pasar bebas
,
pemerataan ekonomi dan social serta melalui pendirian integrasi ekonomi dan moneter termasuk mata uang tunggal (EURO)
.
Untuk hubungan eksternal keluar, tujuan utama Uni Eropa adalah untuk
lebih menonjolkan identitas ataupun peranan Uni Eropa dalam percaturan internasional, khususnya kebijakan bersama di bidang keamanan dan hubungan luar negeri termasuk pembangunan kebijakan pertahanan bersama.
SEJARAH TERBENTUKNYA UNI EROPA
1.) 1952 : The Treaty of Paris (ECSC)

Proses integrasi Eropa bermula dari dibentuknya “Komunitas Batu Bara dan Baja Eropa” (European Coal and Steel Community/ECSC), yang Traktat-nya ditandatangani tanggal 18 April 1951 di Paris dan berlaku sejak 25 Juli 1952 sampai tahun 2002. Tujuan utama ECSC Treaty adalah penghapusan berbagai hambatan perdagangan dan menciptakan suatu pasar bersama dimana produk, pekerja dan modal dari sektor batu bara dan baja dari negara-negara anggotanya dapat bergerak dengan bebas.
Traktat ini ditandatangani oleh Belanda, Belgia, Italia, Jerman, Luksemburg dan Perancis.
SEJARAH TERBENTUKNYA UNI EROPA
2.) 1957 : The Treaty of Rome (Euratom dan EEC)

Pada
tanggal
1-2 Juni 1955, para menlu 6 negara penandatangan ECSC Treaty bersidang di Messina, Itali, dan memutuskan untuk memperluas integrasi Eropa ke semua bidang ekonomi. Pada tanggal 25 Maret 1957 di Roma ditandatangani European Atomic Energy Community (EAEC), namun lebih dikenal dengan Euratom dan European Economic Community (EEC).
SEJARAH TERBENTUKNYA UNI EROPA
3) 1985 : Schengen Agreement

Pada tanggal 14 Juni 1985, Belanda, Belgia, Jerman, Luksemburg  dan Perancis menandatangani Schengen Agreement, sepakat untuk secara bertahap menghapuskan pemeriksaan di perbatasan mereka dan menjamin pergerakan bebas manusia, baik warga mereka maupun warga negara lain. Perjanjian ini kemudian diperluas dengan memasukkan Itali (1990), Portugal dan Spanyol (1991), Yunani (1992), Austria (1995), Denmark, Finlandia, Norwegia dan Swedia (1996).
Keuntungan
: tidak ada batas yang merepotkan untuk melakukan perjalanan antar negara anggota Schengen, sekaligus memudahkan masyarakat Uni Eropa untuk bekerja, bermigrasi maupun berwisata ke negara anggota Schengen lainnya.
Kerugian
: memudahkan para kriminal untuk bersembunyi di negara lain bahkan melakukan operasi lintas negara.

INSTITUSI UNI EROPA
Uni Eropa memiliki tujuh institusi: Parlemen Eropa, Dewan Uni Eropa, Komisi Eropa, Dewan Eropa, Bank Sentral Eropa, Mahkamah Eropa, dan Mahkamah Audit Eropa.
Wewenang untuk meneliti dan mengamandemen legislasi dibagi antara Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa, sementara tugas eksekutif ditangani oleh Komisi Eropa dan, secara terbatas, oleh Dewan Eropa (tidak boleh disamadengankan dengan Dewan Uni Eropa yang disebut terlebih dahulu).
Kebijakan moneter eurozone diatur oleh Bank Sentral Eropa. Penafsiran dan penerapan hukum Uni Eropa dan perjanjian-perjanjian dipastikan oleh Mahkamah Eropa. Disamping itu, terdapat juga badan-badan tambahan yang bertugas untuk memberikan saran bagi Uni Eropa atau beroperasi dalam area yang spesifik.

REGULASI UNI EROPA
Regulasi Fish Labelling
Regulasi UE mengenai label produk ikan (fish labelling) – Regulation No 1379/2013 – baru akan diberlakukan pada tanggal 14 Desember 2014.
Latar belakang regulasi tersebut adalah untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai produk ikan

kepada konsumen.
ECHA Reach Regulation
merupakan regulasi yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Bahan Kimia Uni Eropa Europe Chemicals

Agency- ECHA
.
Peraturan ini diterapkan di Uni Eropa untuk meningkatkan perlindungan kesehatan manusia dan lingkungan dari risiko yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia, sekaligus meningkatkan daya saing industri kimia Uni Eropa.
Hal ini juga mempromosikan metode alternatif untuk penilaian bahaya zat untuk mengurangi jumlah tes pada hewan.
REGULASI UNI EROPA
Pada tanggal 23 Januari 2008, Komisi Eropa (KE) mengesahkan satu paket lengkap yang berisi usulan-usulan untuk melaksanakan komitmen-komitmen Dewan Eropa untuk mengatasi perubahan iklim dan meningkatkan
penggunaan
energi terbarukan. Peraturan Uni
Eropa (UE)
yang disebut Renewable Energy Directive (RED) dikeluarkan pada bulan April 2009.
Peraturan
Produk EC
Disusun oleh
Uni

Eropa (UE)

untuk mendapatkan pergerakan bebas terhadap barang dan jasa.
Peraturan-perat
uran tersebut di
buat sebagai hasil dari Perjanjian Roma,
1957
.
Pedoman tersebut dibuat untuk mengatasi kendala dalam melakukan perdagangan di seluruh wilayah Eropa yang disebabkan oleh beragam pengujian dan pengesahan terhadap barang dan peralatan guna mematuhi regulasi dari pasar tunggal negara-negara yang menjadi anggota Uni Eropa. 
Reneweble Energy Directive
P
ERKEMBANGAN UNI EROPA
Seiring per
kembangan zaman organisasi Uni eropa (UE)
mengalami su
atu proses perkembangan dan perluasan, tetapi

perkembangan t
ersebut dinilai mengalami masalah krisis
,
karena rancangan
konstitusi Eropa tidak didukung oleh
keseluruhan Negara
anggota.

Hasil referendum rakyat Pe
ra
ncis, 29 Mei 2005, menunjukkan
bahwa rakyat Perancis menolak meratifikasi konstitusi UE (Uni Eropa). Tak lama kemudian, masih dalam jangka waktu satu tahun yang lalu, rakyat Belanda pun menolak untuk meratifikasi konstitusi UE.

Kegagagalan ratifikasi konstitusi UE di Perancis dan Belanda menyebabkan proses ratifikasi kostitusi UE menghadapi jalan buntu. Akhirnya, karena terjadi kebuntuan dalam ratifikasi konstitusi UE, pembahasan mengenai konstitusi UE ditunda hingga tahun 2007.
Tujuan untuk membentuk konstitusi Eropa adalah upaya untuk mewujudkan intergrasi politik, tetapi isi dari konstitusi Eropa ini dinilai menghilangkan hak-hak rakyat anggota untuk

berde
mokrasi, m
aksudnya

adalah bahwa adanya

Erop
anisasi proses p
embuatan kebijakan publik cenderung teknokratis dimana rakyat kehilangan kontrol terhadapa berbagai kebijakan yang mana kebijakan tersebut menentukan kehidupan mereka.
Intinya dapat dikatakan bahwa Uni Eropa sedang mengalami sebuah krisis legitimasi karena adanya demokrasi terbatas.
Hal-hal yang dinilai bahwa konstitusi Eropa ini tidak layak diratifikasi
1. Pencapaian integrasi politik UE menyinggung masalah kedaulatan nasional, karena sesuai dengan isi konstitusi UE, parlemen Eropa akan memiliki kekuasaan lebih besar dalam proses pembuatan hukum, sedangkan parlemen negara akan mengalami pengurangan kekuasaan.

2. Rakyat tidak puas dengan pemerintah dalam negeri
Contohnya: kasus kegagalan referendum di Perancis.
Masyarakat Perancis merasa tidak puas dengan pemerintahan Jaques Chirac. Pemerintah dinil
ai kurang
berhasil
dalam mengatasi masalah pengangguran. Tingkat pengangguran sangat tinggi, mencapai 10% dari total penduduk Perancis. Kemudian, kecenderungan ekonomi UE yang semakin mengarah pada pasar bebas dinilai hanya menguntungkan dunia bisnis semata, dan merugikan masyarakat Perancis. Ketidakpuasan masyarakat Perancis tersebut menjadi alasan untuk menolak konstitusi UE.
3. Masyarakat Eropa tidak puas dengan isi konstitusi UE
Isi konstitusi UE dinilai merugikan masyarakat Eropa. Konstitusi tersebut berisi antara lain;
a. pengaturan perihal perubahan mekanisme pengambilan suara;
b. pemberian kekuasaan yang lebih besar pada parlemen UE;
c. pembatasan terhadap hal-hal yang boleh diveto oleh negara anggota.
Pada dasarnya, konstitusi UE membuat negara anggota harus merelakan sebagian kekuasaannya kepada UE. Oleh karenanya, masyarakat Eropa menolak ratifikasi ko
nstitusi
tersebut.
4. Identitas Nasio
nal
Identitas Eropa
mulai tumbuh di
antara masayarakat Eropa. Tetapi pada kenyataannya
identitas nasional belu
m bisa dilepaskan begitu saja. Kebanyakan dari
masyarakat Eropa
yang telah merasa bahwa mereka adalah orang Eropa,
masih menempatkan
identitas nasional di atas identitas ke-Eropa-annya . Ketika
masyarakat Eropa belu
m menempatkan identitas Eropa di atas identitas nasion
al, sedangkan konstitu
si UE yang ada dinilai merugikan identitas nasional, maka
ratifikasi konstitusi UE
akan mengalami kesulitan.

5. Efek Domino
Perancis merupakan negara penting di dalam UE, tetapi Perancis gagal meratifikasi konstitusi UE. Kegagalan Perancis dalam meratifikasi konstitusi UE
tersebut menimbulkan kesan buruk
bagi upaya ratifikasi konstitusi UE.
Istilahnya, Perancis yang merupakan perintis UE itu ternyata gagal dalam meratifikasi konstitusi tersebut di dalam negeri. Momentum buruk ini akan menjalar ke negara lain, sehingga negara lain akan turut menolak ratifikasi konstitusi UE. Dengan kata lain, kegagalan Perancis tersebut dapat menimbulkan efek domino bagi negara Eropa lainnya.
KELOMPOK 7
-Ananta Judhistira (2011200059)
-Budi Maulana (2011200155)
-Yogi Herdiana (2011200188)
-Rizki Azizurahman (2011200216)
-Radityo Muhammad (2012200009)
-Sarah Widya (2012200018)
-Arrovy Erawan P. (2012200035)
-Adellina Syariffa (2012200191)
-Alexander Kafunius (2012200243)
-Rizka Aruman (2012200304)
KESIMPULAN
Uni Eropa adalah organisasi kerjasama di bidang ekonomi yang bertujuan menjadikan Eropa sebagai kekuatan ekonomi dan mengintegrasikan ekonomi Eropa di bawah satu wadah. Badan-badan yang terdapat di dalam Uni Eropa adalah Dewan Uni Eropa, Dewan Eropa, Komisi Eropa, Parlemen Eropa, Bank Sentral Eropa, Mahkamah Eropa, dan badan-badan lainnya yang saling menunjang untuk tercapainya tujuan Uni Eropa.
Kerjasama Uni Eropa tidak lagi terbatas pada bidang ekonomi namun juga sudah mencakup bidang politik, pertahanan dan keamanan, lingkungan, dan sosial. Integrasi yang dicapai di Uni Eropa adalah integrasi ekonomi yang telah menjadikan Uni Eropa sebagai satu kesatuan wilayah.
Sehingga, Uni Eropa bisa dikatakan sebagai satu entitas politik, namun hal itu tidak terlepas bahwa anggota-anggotanya adalah negara-negara yang berdaulat. Selain dalam internal Uni Eropa (antar negara Eropa), Uni Eropa juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk negara-negara berkembang sebagai tanggung jawabnya untuk menjalin perdamaian dunia dan kestabilan ekonomi. Saat ini, Uni Eropa sedang mengalami krisis, salah satunya mengenai ratifikasi Konstitusi Uni Eropa yang banyak ditolak oleh beberapa negara perintis Uni Eropa.
Full transcript