Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

1. Kelompok Societa

No description
by

adiestia clara

on 8 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of 1. Kelompok Societa

Kelompok Societa / Kemasyarakatan

Kelompok societa memiliki kesadaran akan kesamaan jenis, seperti jenis kelamin, warna kulit, kesatuan tempat tinggal, tetapi belum ada kontak dan komunikasi di antara anggota dan tidak terlihat dalam organisasi.
Ciri:
Tidak direncanakan
Kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu
Kemungkinan terjadi interaksi, interrelasi, komunikasi
Contoh :
kelompok pengajian, kelompok sahabat, teman, teman sepermainan
K

Kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal.
Ciri :
- Direncanakan atau sengaja dibentuk
- Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah
- Ada interaksi dan interrelasi (hubungan) & komunikasi secara terus-menerus
- Adanya kesadaran kelompok yang kuat
- Kehadirannya konstan (tetap tidak berubah)
Contoh : lembaga pendidikan/sekolah, kesatuan angkatan bersenjata, Negara
E
l
O
m
P
O
K
Adiestia Clara S.
Ita Kurata
Linna Puji R.
Tania Amarthani
Kelompok Statistik
Kelompok statistik adalah kelompok sosial yang dibentuk tanpa harus diketahui oleh anggota kelompok. Hal itu karena mereka tidak menyadari sebagai bagian dari kelompok. Selain itu, kelompok statistik ini biasanya dibentuk untuk kepentingan sensus penelitian.
Ciri :
Tidak direncanakan, tidak disengaja, tidak mendadak, melainkan sudah terbentuk
dengan sendirinya
Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam wadah tertentu
Tidak ada interaksi, interelasi, dan komunikasi secarfa terus menerus
Tidak ada kesadaran berkelompok & kehadirannya konstan.


Gerakan Pramuka
OSIS

Pengertian kelompok sosial menurut;
a) Soerjono Soekanto
Kelompok Sosial adalah himpunan atau kesatuan – kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi
b) Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
Kelompok Sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
c) Merton
Kelompok Sosial adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola – pola yang telah mapan.
Dari definsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang memiliki kesamaan ciri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang – ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya
Ciri :
Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain
Memiliki struktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
Memiliki norma – norma yang mengatur hubungan di antara para anggotanya.
Memiliki kepentingan bersama.
Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya.
kelompok teman
kerabat
Kelompok Sosial


Satuan hidup yang ditandai dengan hubungan yang akrab dan mesra di antara anggota – anggotanya. Orang – orang dalam kelompok primer biasanya bersama-sama dalam jangka waktu yang lama melaksanakan kegiatan yang sama dan merasa sebagai bagian dari kelompok yang sama. Hubungan yang mesra dan akrab dalam kelompok primer dimungkinkan dengan adanya dua hal. Pertama rasa solidaritas yang tinggi antar sesama anggota. Kedua perasaan senasib karena memiliki latar belakang sejarah yang sama.
Perasaan senasib dan sejarah yang sama dalam kelompok primer dapat menyebabkan keterikatan yang begitu kuat sehingga mereka dapat hidup secara berdampingan dalam jangka waktu yang relatif lebih lama demikian juga dengan tingkat solidaritas yang tinggi diantara mereka memperkuat pertalian yang telah ada.


Kelompok Sekunder
Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan antar anggotanya tidak akrab. Batas keanggotaan dalam kelompok sekunder tidak terlalu tegas. Anggota kelompok sekunder tidak mempunyai kesetiaan dan perasaan yang kuat karena masing –masing anggota melihat anggota lain dalam rangka mencapai tujuan – tujuan tertentu.
Contoh :
Koperasi, Perseroan Terbatas / PT, Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ),Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI).

keluarga
rukun tetangga
Kelompok Primer
Gemeinschaft
Gemeinschaft of mind
Bentuk kehidupan bersama yang terjadi karena mempunyai persamaan jiwa dan pikiran/ideologi
Contoh: Partai politik yang mempunyai ideologi agama yang sama


Gemeinschaft by blood
Bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan darah atau keturunan
Contoh: Keluarga dan kelompok kekerabatan
Gemeinschaft of place

Bentuk kehidupan bersama karena berdekatan tempat tinggalnya sehingga saling menolong
ContoH: RT & RW
Kelompok yang didasari ikatan lahiriah yang jangka waktunyat erbatas dan hubungan didasarkan karena adannya kepentingan pribadi diatas kepentingan kelompok

Contoh:Ikatan antar pedagang dan organisasi buruh
Gesselschaft
KELOMPOK NYATA
KELOMPOK SEMU
Kelompok semu timbul ditengah-tengah pergaulan hidup manusia, bersifat sementara, tidak mempunyai kemungkinan membentuk tradisi ataupun ikatan sebagai anggota. Kelompok semu biasa disebut khalayak ramai atau khalayak umum. Kelompok semu tidak memiliki aturan-aturan sebagai pengendali. Berikut ini adalah ciri-ciri kelompok semu:
- Tidak terencana, terjadinya tidak sengaja, sangat mendadak, atau spontan.
- Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu.
- Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi dan tidak ada komunikasi secara terus menerus.
- Tidak ada kesadaran berkelompok dan ehadirannya tidak konstan.
Atas dasar ciri-ciri tersebut, kelompok semu dapat dibedakan menjadi kerumunan (crowd), massa (mass), dan publik.
3. Inconvenient causal crowds, kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama. Misalnya, orang-orang antri karcis, orang-orang yang menunggu bis. Dalam kerumunan ini kehadiran orang luar menjadi halangan terhadap tercapainya maksud anggota kelompok.





4. Panic causal crowds atau kerumunan panik, yaitu orang-orang dalam keadaan penik yang sedang berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya. Dorongan dalam diri individu cenderung mempertinggi kepanikan.





5. Spectator causal crowds atau kerumunan penonton, terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu peristiwa tertentu. Kerumunan ini hampir sama dengan khalayak penonton, tetapi kerumunan penonton tanpa direncanakan.



6. Acting lawless crowds disebut juga actings mods atau kerumunan emosional. Kerumunan ini mempunyai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma sosial.





7. Immoral lawless crowds atau kerumunan tak bermoral, yaitu segala tindakannya berlawanan dengan norma-norma pergaulan hidup, tetapi tanpa tujuan tertentu. Contohnya : orang-orang yang mabuk.

Kerumunan terbagi menjadi beberapa bentuk, seperti berikut ini :
1. Formal audience atau khalayak penonton, bisa juga pendengar resmi merupakan kerumunan yang mempunyai suatu pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya sangat pasif.
Contohnya : Penonton bioskop dan hadirin pada suatu khotbah






2. Planned expressive group adalah kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tercermin dalam kegiatan kerumunan serta kepuasan yang dihasilkan. Fungsinya sebagai pelepas ketegangan-ketegangan yang dialami orang kerena pekerjannya sehari-hari. Contohnya : orang-orang yang berdansa, berpesta, dan berekreasi.



Kerumunan (Crowd)
Massa atau mass merupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja dan direncanakan dengan persiapan sehingga tidak bersifat spontan.

Misalnya, kelompok yang dikumpulkan untuk berdemonstrasi
Massa (Mass)
Publik
Publik sebagai kelompok semu mempunyai ciri-ciri terbentuknya yang hampir sama dengan massa, perbedaannya adalah publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatu tempat yang sama. Terbentuknya karena ada perhatian yang disatukan oleh alat-alat komunikasi, seperti radio, televisi, dan pengeras suara. Alat-alat komunikasi memungkinkan publik berkembang jauh lebih besar jumlahnya, bahkan, meliputi sebagian dunia. Namun, dengan jumlah yang membesar tidak terbatas, akibatnya perhatian publik semakin tidak tajam.
Untuk memudahkan membentuk publik, biasanya digunakan cara-cara yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial atau kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Dalam penggunaan sehari-hari, kata publik biasanya disalahartikan dengan kata hadirin atau audience. Intinya hadirin adalah kelompok semu yang menempati suatu tempat yang sama sehingga mudah bertatap muka, sedangkan publik tidak harus dalam suatu tempat yang sama. Kerancuan istilah ini biasanya disebabkan kelompok semu dari salah satu bentuk kerumunan sekaligus bergabung dengan bentuk massa atau publik, misalnya kelompok yang mendengarkan pidato disuatu tempat, sekaligus pidatonya juga disiarkan melalui radio atau televisi.
FORMAL GROUP dan INFORMAL GROUP
Ketika beberapa kelompok saling berhubungan, maka terjadi perkembangan organisasi sosial, walaupun tidak semua kolektivisasi menjadi organisasi formal.
Formal Group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesama.
Contohnya, Organisasi atau Lembaga seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)








Informal Group tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau pasti. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulang kali yang didasari oleh kepentingan dan pengalaman yang sama.
Contohnya perkumpulan pecinta kucing, fans club suatu Idol grup,


IN GROUP & OUT GROUP

Kelompok sosial adalah tempat dimana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai in-groupnya, dan tergantung pada situasi-situasi sosial tertentu . In Group adalah kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya.

Sedangkan out group selalu ditandai dengan suatu kelainan yang berwujud antagonisme atau antipati. Out Group adalah kelompok sosial oleh individu diartikan sebagai lawan dalam groupnya. Perasaan in group atau out group didasari dengan suatu sikap yang dinamakan etnosentris, yaitu adanya anggapan bahwa kebiasaan dalamkelompoknya merupakan yang terbaik disbanding dengan kelompok lainnya.

Contoh : Istilah “kita” atau “kami” menunjukkan adanya artikulasi in group, sedangkan “mereka” berartikulasi out group.
4
Kelompok asosiasi
t
e
r
i
m
a
k
a
s
i
h
Full transcript