Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Psychological Ethic Codes

group work
by

Sumaiyah Rafi

on 14 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Psychological Ethic Codes

Sandy KiKit Lia Yuliani Ali Rahayu Sellen Syifa Sumaiyah BAB VIII
PENDIDIKAN & ATAU PELATIHAN PASAL 37 Pendidikan : adalah proses pengubahan sikap & tingkah laku indidvidu/ kelompok/komunitas yang bertujuan membawa ke arah yang lebih baik melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Bergelar yaitu:
program pendidikan yang dilaksanakan oleh
Perguruan Tinggi Non Gelar kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh:
Perguruan Tinggi, HimPsi, Asosiasi/Ikatan Minat dan/atau Praktik Spesialisasi Psikologi atau lembaga lain yang kegiatannya mendapat pengakuan dari HimPsi. Pelatihan: adalah kegiatan yang bertujuan membawa ke arah yang lebih baik yang dapat dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi, HimPsi, Asosiasi/ Ikatan Minat dan/atau Praktik Spesialisasi Psikologi atau lembaga lain yang kegiatannya mendapat pengakuan dari HimPsi Pasal 44
Keakraban Seksual dengan Peserta Pendidikan dan/atau Pelatihan atau Orang yang di Supervisi Istilah keakraban seksual pada pasal ini tidak dijelaskan secara spesifik sehingga menimbulkan pemahaman yang berbeda. Selain itu, gambaran yang spesifik tersebut akan membantu psikolog dan ilmuwan psikologi dapat mengidentifikasi dengan tepat perilaku-perilaku yang tergolong ke dalam keakraban seksual. A adalah psikolog di sebuah perusahaan yang mendapat tugas memberikan pelatihan terhadap karyawan di perusahaan tesebut.
Ia adalah suami dari Z. Z adalah salah seorang karyawan perusahaan yang mengadakan pelatihan. Kekurangan: Contoh Kasus : Pasal 45 BAB IX
PENELITIAN dan PUBLIKASI Tidak menjelaskan dengan lengkap apa yang dimaksud dengan etika penelitian. Kekurangan: (1)Penjelasan mengenai definisi penelitian. (2)Psikolog dan/atau ilmuwan psikologi harus memperhatikan proses dalam penelitiannya. Yang dimaksud dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan di atas adalah termasuk objek dari penelitian yang akan dilakukan. Psikolog dan/atau ilmuwan psikologi harus menemui objek yang diteliti dan menjelaskan tujuan penelitian, jangka waktu dan prosedur, antisipasi dari keikutsertaan, yang bila diketahui mungkin dapat mempengaruhi kesediaan untuk berpartisipasi, seperti risiko yang mungkin timbul, ketidaknyamanan, atau efek sebaliknya; keuntungan yang mungkin diperoleh dari penelitian; hak untuk menarik diri dari kesertaan dan mengundurkan diri dari penelitian setelah penelitian dimulai, konsekuensi yang mungkin timbul dari penarikan dan pengunduran diri; keterbatasan kerahasiaan; insentif untuk partisipan; dan siapa yang dapat dihubungi untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Jika partisipan penelitian tidak dapat membuat persetujuan karena keterbatasan atau kondisi khusus, Psikolog dan atau Ilmuwan Psikologi melakukan upaya memberikan penjelasan dan mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang yang mewakili partisipan, atau melakukan upaya lain seperti diatur oleh aturan yang berlaku. Ilmuan psikologi atau psikolog harus membuat perjanjian dengan pihak yang dilibatkan, sebelum dilakukan riset, melalui penjelasan tentang macam kegiatan riset dan tanggungjawab masing-masing pihak. Psikolog tidak boleh menipu atau menutupi, yang kalau peserta itu sendiri tau maka akan mempengaruhi niatnya untuk ikut serta dalam penelitian, misalnya kemungkinan mengalami cedera fisik, rasa tidak menyenangkan, atau pengalaman emosional yang tidak disukai. Penjelasan tersebut harus diberikan sedini mungkin, dalam bentuk uraian tentang maksud dan tujuan riset, prosedur, proses yang akan dijalani, agar calon/peserta dapat mengambil kesimpulan dari riset tersebut dan memahami kaitannya dengan dirinya. Keakuratan dalam Pendidikan dan/atau Pelatihan Pasal 39
Akan lebih baik bila ditambahkan keterangan bahwa perkembangan pengetahuan harus diikuti oleh psikolog dan ilmuwan psikologi agar dapat mendatangkan keuntungan dan tidak merugikan pihak lain Kewajiban Peserta Pendidikan dan/atau Pelatihan untuk Mengikuti Program Pendidikan yang disyaratkan Pasal 42 Judul pasal ini berbeda dengan penjelasan pasal sehingga menyebabkan kebingungan dalam memahaminya. Penjelasan pasal tidak mencantumkan tentang kewajiban peserta pendidikan dan pelatihan, melainkan kewenangan psikolog dan ilmuwan psikologi yang memiliki tanggung jawab dalam menyusun program pelatihan dan pendidikan. Kelemahan
Informed Consent dalam Pendidikan dan/atau Pelatihan Pasal 40 Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi harus memperoleh persetujuan untuk melaksanakan pelatihan sebagaimana yang dinyatakan dalam standar informed consent, kecuali jika a) Pelaksanaan pelatihan diatur oleh peraturan pemerintah atau hukum;
b) Pelaksanaan dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pendidikan, kelembagaan atau orgainsasi secara rutin misal: syarat untuk kenaikan jabatan. Kekurangan Penilaian Kinerja Peserta Pendidikan dan/atau Pelatihan atau Orang yang Disupervisi Pasal 43 Pasal ini tidak menjelaskan mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi pada mahasiswa, seperti proses membangun hubungan yang kondusif dalam melakukan penilaian. Aturan dan Izin Penelitian Pasal 47 (1) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi harus memenuhi aturan profesional dan ketentuan yang berlaku, baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan penulisan publikasi penelitian. Dalam hal ini termasuk izin penelitian dari instansi terkait dan dari pemangku wewenangdari wilayah dan badan setempat yang menjadi lokasi. Kekurangan Yang dimaksud aturan profesional tidak dijelaskan secara rinci Aturan di kodet ini tidak hanya pada perencanaan dan pelaksanaan penelitian, namun juga pada penulisan publikasi penelitian.
Ada penembahan pemangku wewenang dari wilayah dan badan setempat dalam izin penelitian. Kelebihan
Partisipan Penelitian Pasal 48 (1) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi mengambil langkah-langkah untuk melindungi perorangan atau kelompok yang akan menjadi partisipan penelitian dari konsekuensi yang
tidak menyenangkan, baik dari keikutsertaan atau penarikan diri/pengunduran dari keikutsertaan. (3) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi harus memberi kesempatan adanya pilihan kegiatan lain kepada partisipan mahasiswa, peserta pendidikan, anak buah/bawahan, orang yang sedang menjalani pemeriksaan psikologi bila ingin tidak terlibat/mengundurkan diri dari keikutsertaan dalam penelitian yang menjadi bagian dari suatu proses yang diwajibkan dan dapat dipergunakan untuk memperoleh kredit tambahan. (2) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi berinteraksi dengan partisipan penelitian hanya di lokasi dan dalam hal-hal yang sesuai dengan rancangan penelitian, yang konsisten dengan perannya sebagai peneliti ilmiah. Pelanggaran terhadap hal ini dan adanya tindakan penyalahgunaan wewenang dapat dikenai butir pelanggaran seperti tercantum dalam pasal dan bagian-bagian lain dari Kode Etik ini (misalnya pelecehan seksual dan bentuk pelecehan lain). Kekurangan Belum menjelaskan siapa yang dimaksud dengan partisipan penelitian dan apa yang membedakan antara partisipan, subjek, responden dan narasumber penelitian. Informed Consent dalam Penelitian Pasal 49
Tidak menyebutkan bentuk informed consent tertulis maupun infromed consent dalam bentuk lisan Kelemahan : Pengelabuan/Manipulasi dalam Penelitian Pasal 50 (1) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi tidak diperkenankan menipu atau menutupi informasi, yang mungkin dapat mempengaruhi calon niat partisipan untuk ikut serta, seperti kemungkinan mengalami cedera fisik, rasa tidak menyenangkan, atau pengalaman emosional yang negatif. Penjelasan harus diberikan sedini mungkin agar calon partisipan dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk terlibat atau tidak dalam penelitian. Kelemahan redaksi kalimat, khususnya poin (1), perlu diperbaiki. Pasal 51 (4) Jika Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menemukan bahwa prosedur penelitian telah mencelakai partisipan; Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi mengambil langkah tepat untuk meminimalkan bahaya.
Tidak dijelaskan batasan tentang yang disebut dengan mencelakai partisipan Kelemahan Penggunaan Hewan untuk Penelitian Pasal 52 Kelemahan Belum menyebutkan tentang bentuk/alasan penelitian seperti apa yang diperbolehkan menggunakan hewan Pasal 53 Pelaporan dan Publikasi Hasil Penelitian Kelemahan Perlu ditambahkan adanya koordinasi/ menyatukan persepsi tentang publikasi, hal ini perlu karena sangat mungkin terjadi perbedaaan, tergantung dari melihat sudut pandang permasalahan itu. Disebutkan diatas pentingnya informasi ini untuk masyarakat ”jangan menyesatkan” oleh sebab itu perlu adanya wadah yang menangani tentang publikasi. Pasal 54 Berbagi Data untuk Kepentingan Profesional (4) Profesional/sejawat lain yang memerlukan data penelitian tersebut wajib melindungi kerahasiaan
partisipan penelitian, dan
memperhatikan hak legal pemilik
data. Kelebihan Memuat aturan yang jelas antara psikolog dan atau Ilmuwan Psikologi dan Profesional/ sejawat lain. Kelemahan
Profesional/ sejawat lain yang memiliki kompetensi sama perlu dijelaskan lebih lanjut supaya tidak terjadi multi tafsir Pasal 55 Penghargaan dan Pemanfaatan Karya
Cipta Pihak Lain (1) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi wajib menghargai karya cipta pihak lain sesuai dengan undang-undang, peraturan dan kaidah ilmiah yang berlaku umum. Karya cipta yang dimaksud dapat berbentuk penelitian, buku teks, alat tes atau bentuk lainnya harus dihargai dan dalam pemanfaatannya memperhatikan ketentuan perundangan mengenai hak cipta
atau hak intelektual yang berlaku. Kelemahan
Belum terdapat mekanisme yang jelas sebagai penghargaan terhadap pemegang hak cipta
Full transcript