Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pengukuran Kinerja Manajer Pusat Biaya, Pusat Pendapatan, Pu

No description
by

delia norma

on 26 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pengukuran Kinerja Manajer Pusat Biaya, Pusat Pendapatan, Pu

Pengukuran Kinerja Manajer Pusat Biaya, Pusat Pendapatan, Pusat Laba,
dan Pusat Investasi

b. Laporan kinerja manager dalam sebuah perusahaan itu berjenjang maksudnya adalah laporan kinerja manager disesuaikan dengan jenjang atau tingkatan yang ada dalam struktur organisasi sebuah perusahaan tersebut. Jenjang yang ada pada sebuah perusahaan akan berkaitan dengan dengan informasi (laporan keuangan) yang dihasilkan dan wewenang yang dimiliki oleh manager. Semakin rendah jenjang suatu unit organisasi, semakin terinci informasinya, begitu pula sebaliknya. Sedangkan untuk wewenangnya , semakin tinggi jenjang, semakin luas wewenang dan tanggungjawabnya, begitu pula sebaliknya.
c. Ukuran kinerja yang bersifat kuantitatif lebih penting dikarenakan pengukuran kinerja kuantitatif berisikan data-data keuangan misalnya laporan keuangan dan anggaran perusahaan.
Biasanya kinerja yang dengan mudah dapat diukur secara kuantitatif akan memperoleh perhatian yang lebih besar dari manajemen puncak.Padahal eskipun secara kuantitatif sulit untuk diukur, kinerja yang bersangkutan dengan keunggulan produk dipasar, pemanfaatan sumber daya manusia, dan lain-lain sama pentingnya dengan kinerja yg dapat diukur dengan mudah secara kuantitatif.

Kasus S9-4
c. Selisih underbudget sebesar Rp 8.000.000 tidak dapat diarikan sebagai efisiensi. Hal tersebut karena hubungan antara output dan input dari biaya yang keluarkan pada bagian pengembangan dan penelitian tidak dapat ditentukan dengan jelas.
Tidak dapat dipastikan dengan menggunakan biaya yang lebih sedikit maka akan menghasilkan hasil dari pengembangan dan penelitian yang lebih banyak atau bernilai lebih optimal. Nilai underbudget yang dihasilkan hanya menunjukkan bahwa manager mampu mengelola biaya yang dianggarkan dengan baik sehingga tidak menyebabkan terjadinya overbudget.

b. Konsep- konsep laba yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja manager pusat laba :
c. Kinerja ekonomik dapat diukur dengan menggunakan konsep laba bersih. Sebagai kesatuan ekonomik, pusat lab akan dibandingkan bukan dengan anggaran labanya, tetapi dengan laba yang diperoleh oleh competitor. Kriteria lain yang dapat digunakan sebagai pembanding kinerja pusat laba adalah (i) laba pusat laba tersebut tahun lau (ii) laba korporat secara keseluruhan (iii) laba pusat laba sejenis (iv) laba perusahaan lain yang beroperasi di industry yang sama, menghasilkan produk yang sama, atau menghasilkan jasa yang sama.
Buku Slamet Sugiri
Kasus S9-2
a. Mengukur kinerja ekonomik :
Pengukuran dilakukan kinerja mencukupi seluruh biaya yang terjadi di unit tersebut. Baik biaya yang terkendali maupun untuk yang tidak terkendali.
Mengukur kinerja manager :
Pengukuran kinerja hanya mengukur elemen-elemen yang dapat manager kendalikan. Memasukkan biaya takterkendali (uncontrollable cost) akan mengaburkan perhatian manager kepada biaya terkendali yang seharusnya dia perhatikan.

 Margin Kontribusi
Menunjukan dampak volume penjualan terhadap laba.
Margin Kontribusi = Pendapatan – Biaya Variabel

 Laba Langsung
Menunjukkan jumlah kontribusi pusat laba untuk menutup biaya overhead kantor pusat.
Laba Langsung = Margin Kontribusi – Biaya Langsung

 Laba Sebelum Pajak
Menunjukkan laba yang sudah memperhitungkan seluruh biaya kantor pusat tanpa memandang apakah biaya tersebut terkendali atau tidak oleh manager pusat laba.
Laba Sebelum Pajak = Laba Terkendali - Alokasi Biaya Kantor Pusat

 Laba Bersih
Menunjukkan laba yang sudah memperhitungkan pajak.
Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak - Pajak

 Laporan Kinerja Manager
Membandingkan kinerja sesungguhnya dengan kinerja menurut anggaran.
Laporan Kinerja Manager = Laba Trekendali Sesungguhnya – Laba Terkendali Menurut Anggaran.

 Laba Terkendali
Menunjukkan laba yang benar-benar dapat dikendalikan oleh manager pusat laba setelah mempertimbangkan baik biaya langsung maupun biaya alokasian terkendali.
Laba Terkendali = Laba Langsung – Biaya Kantor Pusat Terkendali

Pelaporan kinerja dilihat dari sudut pandang manfaat dan biaya :
Frekuensi pelaporan kinerja yang tinggi tentunya akan membutuhkan biaya yang juga tinggi. Oleh karena itu juga harus disesuikan dengan kebutuhan dan manfaat yang dihasilkan. Misalnya laporan kinerja harian bisa dijadikan satu atau direkap menjadi per minggu. Hal tersebut akan lebih menghemat biaya tetapi tidak mengurangi nilai manfaatnya karena jarak waktu pelaporannya juga tidak terlalu lama.
d. Pelaporan kinerja dari sudut pandang jenjang managemen :
Pada jenjang managemen yang tinggi, hanya memerlukan laporan kinerja dengan frekuensi yang lebih sedikit dibandingkan dengan laporan kinerja yang dibutuhkan oleh jenjang-jenjang di bawahnya. Contohnya, direktur hanya membutuhkan laporan kinerja untuk setiap bulan atau bahkan per tri semester. Sedngkan untuk manager mingguan memerlukan laporan kinerja yang frekuensinya lebih tinggi seperti setiap minggu atau bahkan setiap hari.
a. Pengukuran kinerja managemen pusat laba maupun investasi :
Pada konsep laba yang digunakan oleh kinerja managemen , laba yang dimaksud tidak selalu laba bersih seperti pada laporan rugi laba konvensional. Laba dapat diartikan sebagai margin kontribusi, laba langsung, laba terkendali dan laba sebelum pajak. Pengukuran kinerjanya dilakukan dengan membandingkan kinerja pusat lab sesungguhnya dengan kinerja menurut anggaran.

Pengukuran kinerja ekonomik pusat laba maupun investasi
:
Konsep laba yang dignakan oleh kinerja ekonomik merupakan konsep laba bersih. Laba yang dimaksud bukan seperti laba yang dimaksud pada pusat kinerja managemen melainkan laba bersih yang terdapat pada laporan rugi laba konvensional. Pengukuran kinerjanya dengan membandingkan kinerja pusat laba sesungguhnya dengan laba yang diperoleh oleh competitor, bukan dengan anggaran labanya.

d. Return On Investment (ROI)
Mengukur laba per rupiah investasi
ROI= Laba / Investasi

Residual Income (RI)
Selisih antara laba dengan kembalian minimal yang telah ditetapkan oleh korporat.


ROI memiliki keunggulan disbanding RI , ROI mendorong manager divisi untuk memperhatikan saling hubungan antar penjualan, biaya, dan investasi; ROI mendorong manager divisi untuk menghemat biaya; dan ROI mendorong divestasi pada investasi yang terlanjur berlebihan. Apabila ROI dari Investasi yang sedang berjalan semakin turun dari tahun ke tahun, maka manager divisi akan berusaha memberhentikan asset yang kurang atau tiak lagi produktif.


Untuk pengukuran kinerja, RI secara konseptual dipandang lebih baik daripada ROI. Alasannya, RI mendorong para manager untuk mengambil keputusan investasi yang menguntungkan perusahaan sebagai satu kesatuan. ROI sebaliknya dapat mendorong para manager untuk tidak mengambil keputusan investasi yang menguntu ngkan perusahaan secara keseluruhan hanya karena ROI divisinya turun.
Full transcript