Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel

No description
by

Aguz Putra Putra

on 8 October 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel

Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel
Oleh : Kelompok 4
Agus Putradana Amertha (03)
Dwi Chandra Prayoga (10)
Irwanto (12)
Agus Megantara (17)
Christoper Thierry W (34)

GOAL!
Any Question?
Thank you!
Hukum Pewarisan Mendel
Hukum Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan oleh
Gregor J. Mendel
(1822-1884) dalam karyanya 'Percobaan mengenai Persilangan Tanaman'.
Hukum Mendel II
Hukum Mendel II ( Hukum Asortasi/Pengelompokan gen-gen secara bebas). Hukum Mendel II menyatakan bahwa apabila dua individu memiliki dua pasang sifat atau lebih maka diturunkanna sepasang sifat secara bebas tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain.

Hukum ini berlaku untuk persilangan Dihibrid (dua sifat beda atau lebih).
Hukum Mendel I (Hukum Segregasi/Pemisahan gen-gen sealel). Menurut Hukum Mendel I, tiap organisme memiliki dua alel untuk setiap sifat. Jika 2 gamet bertemu pada saat fertilisasi, keturunan yang terbentuk mengandung dua alel yang mengenalikan satu sifat.

Hukum Mendel I dapat dibuktikan dengan persilangan Monohibrid (Persilangan dengan satu sifat beda)
Persilangan Monohibrid
Hukum Pewarisan Sifat
Hukum ini terdiri dari :

1. Hukum Mendel I

2. Hukum Mendel II
Hukum Mendel I
Persilangan
= hibridasi adalah proses menyilangkan 2 individu berbeda sifat (varietas) tapi masih satu jenis (spesies)

Hibrid
= hasil hibridasi

Genetika
= Ilmu yang mempelajari tentang penurunan sifat atau ciri induk/orang tua/parental kepada anak-anaknya/turunannya.
-
Parental
= Induk = Tetua = Orang Tua.
-
Filial
= Zuriat = Turunan = Anak.
-
Gen
= Pembawa sifat menurun = Sifat Beda.
-
Gen Dominan
= Sifat beda dominan apabila sifat tersebut terlihat adpada turunannya. Biasanya dinyatakan dalam simbol huruf besar (kapital).
-
Gen Resesif
= sifat beda resesif apabila sifat tersebut tidak terlihat pada turunannya. Biasanya dinyatakan dalam simbot huruf kecil.
Contoh :
1. Sifat rambut keriting => gen K (domninan)
2. Sifa rambut lurus => gen k (resesif)
-
Genotip
= sususnan gen yang terdapat pada suatu individu yang akan menentukan fenotip.
Genotip dibagi menjadi 2 jenis:
1. Homozigot : Susunan gen bersimbol huruf sama (KK, kk)
2. Heterozigot : Susunan gen bersimbol huruf beda (Kk)
-
Fenotip
= Ciri yang dimiliki suatu individu yang merupakan ekspresi dari gen yang dimilikinya.
Persilangan Dihibrid
Backcross
Backcross atau Perkawinan balik adalah perkawinan antara F1 (Anakan pertama) dan Induk Jantan atau Betina (Parental). Backcross membuktikan bahwa individu yang memiliki fenotipe sama dapat memiliki genotipe berbeda.

P1 : Tikus Hitam >< Tikus Putih
HH hh
G1 : H h
F1 : Hh (Tikus HItam)
Backcross
dengan induk jantan:
P2 : Tikus Hitam >< Tikus Hitam
HH Hh
G2 : H H
h

F2 : HH (Tikus Hitam), Hh (Tikus Hitam)
Test Cross
Test Cross atau Uji Silang adalah perkawinan antara F1(Anakan pertama) dan individu yang Homozigot Resesif. Test Cross digunakan untuk menguji kemurnian suatu galur.


Test cross
dengan induk betina:
P2 : Tikus Putih >< Tikus Hitam
hh Hh
G2 : h H
h
F2 : Hh (Tikus Hitam), hh (Tikus putih)
Penyimpangan Semu Hukum Mendel
Penyimpangan Semu Hukum Mendel
adalah penyimpangan yang tidak keluar dari aturan Hukum Mendel, meskipun terjadi perubaha rasio F2-nya karena gen memiliki sifat berbeda-beda.

Ada beberapa macam peristiwa yang dikategorikan sebagai Penyimpangan Semu Hukum Mendel, yaitu
atavisme (interaksi)
,
kriptomeri
,
epistatis
dan
hipostasis
,
komplementer
, serta
polimeri
.
*Dominan sempurna *Intermediet/Semi dominan
P1 : Biji Bulat >< Biji Kisut P1 : Merah >< Putih
BB bb MM mm
G1 : B b G1 : M m
F1 : Bb (Bulat) F1 : Mm (Merah muda)

P2 : Bb >< Bb P2 : Mm >< Mm
G2 : B B G2 : M M
b b m m
F2 : P2 B b F2 : P2 B b

B BB Bb B BB Bb

b Bb bb b Bb bb

F2 = 3 Bulat : 1 Kisut F2 = 1Merah : 2 Pink : 1 Putih
P1 : Buah Manis, Batang Tinggi >< Buah masam, Batang rendah
RRTT rrtt
G1 : R r
T t
F1 : RrTt (Buah Manis, Batang Tinggi)

P2 : RrTt >< RrTt
G2 : RT RT
Rt Rt
rT rT
rt rt
F2 :





F2 = 9 Manis Tinggi : 3 Manis Pendek : 3 Masam Tinggi : 1 Masam
Pendek
Atavisme
Atavisme
adalah munculnya suatu sifat sebagai akibat adany interaksi beberapa gen, contohnya bentuk jengger atau pial ayam. Pada ayam terdapat beberapa macam bentuk pial, contohnya pial mawar(
rose
), pial ercis(
pea
), pial walnut dan pial tunggal (
single
).


- Pial Tunggal bergenotipe pprr
- Pial Ercis bergenotipe PPrr atau Pprr
- Pial Mawar bergenotipe ppRR atau ppRr
- Pial Walnut bergenotipe PPRR atau PPRr atau PpRR atau PpRr
Kriptomeri
Kriptomeri adalah gen yang tersembunyi dimana fenotipnya baru diketahui biola bertemu dengan gen lain.

Contoh kriptomeri :
Linnaria maroccana
merah disilangkan dengan
Linnaria maroccana
putih.
F1 berbunga ungu karena anthocyanin merah bertemu dengan basa yang berasal dari parental yang putih.
P1 : Merah >< Putih
AAbb aaBB
F1 : AaBb (Ungu)
F2 :




Jadi rasio fenotip pada F2 = 9 ungu : 3 merah : 4 putih
Epistasis dan Hipostasis
Epistasi
adalah gen yag pengaruhnya menutupi pengaruh gen lain
yang bukan
alelanya.
Ada epistasi Dominan, ada pula epistasi Resesif.
Hipostasi
adalah gen yang dikalahkan pengaruhnya oleh gen lain
yang bukan
alelanya.
Contoh epistasi dominan: Contoh epistasi resesif:
Gandum gen Hitam (H) dan alelanya h. Anjing gen Hitam (H)da alelanya h.
Gen kuning (K) dan alelanya k. Gen albino (I) dan alelanya i.
Gen H epistasi terhadap gen K Gen H epistasi terhadap gen I
P1 : Hitam >< Kuning P1 : Hitam >< Albino
(HHkk) (hhKK) (iiHH) (IIhh)
F1 : Hitam(HhKk) F1 : Hitam(IiHh)
F2 : F2 :




F2 = 12 hitam : 3 Kuning : 1 Putih F2 = 9 Hitam : 3 Coklat : 4 Putih
Gen-Gen Komplementer
Komplementer
merupakan interaksi gen yang saling melengkapi.
Ditemukan oleh W. Bateson dan R.C. Punnet pada persilangan kacang (
Lathyrus odoratus).
Gen komplementernya gen C dan P akan menimbulkan warna ungu, yang hanya akan terjadi jika ada kedua gen tersebut.

P1 : Putih >< Putih
(CCpp) (ccPP)
F1 : Ungu (CcPp)
F2 :





F2 = 9 Ungu : 7 Putih

Polimeri
Polimeri
adalah interaksi kumulatif (kerja sama yang saling menambah).
Polimeri
merupakan banyak gen yang bekerja sama secara kumulatif untuk mutu atau ukuran sifat.
Untuk membedakan gen satu dengan lainnya diberi tanda 1-2-3 dst. sebanyak gen polimer.
Pembentukan satu sifat oleh lebih dari satu gen ini disebut
Poligen.
Contoh Polimeri:
Bila sifat merah pada biji gandum disebabkan oleh 2 pasang gen polimer yaitu gen M1 dan gen M2.
P1 : M1M2M1M2 >< m1m2m1m2
(Merah) (Putih)
F1 : M1m1M2m2 (Merah)
F2 :




F2 = 15 Merah : 1 Putih
Full transcript