Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

TUGAS EKONOMI

No description
by

elisabeth lalita

on 18 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TUGAS EKONOMI

TUGAS EKONOMI
Sebagai alat untuk mendorong efisisensi ekonomi.



Lembaga yang memproses sistem pembayaran di Indonesia
Berbagai lembaga terkait dalam sistem pembayaran mulai dari lembaga yang menyelenggarakan sistem pembayaran, lembaga yang memberikan jasa pelayanan pembayaran, lembaga yang mengatur dan mengawasi sistem pembayaran, sampai kepada lembaga yang mendukung. Sistem pembayaran dapat diselenggarakan oleh bank sentral atau lembaga independen (milik pemerintah atau swasta) yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan system pembayaran.

Cek Digital
Sistem Pembayaran
Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

Transaksi Irving Fisher
Teori ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa seseorang memegang uang kas, tetapi lebih kepada peranan uang dalam perekonomian. Irving Fisher merumuskan teori kuantitas uang sebagai berikut:

Nilai barang yang diperdagangkan sama besar dengan jumlah uang beredar  dikalikan kecepatan perputaran uang. Persamaan ini bisa diubah sedimikian rupa sehingga menunjukkan persamaan permintaan uang dengan mengganti volume barang yang diperdagangkan (T) dengan output riil perekonomian (Q) sehingga persamaan tersebut menjadi sebagai berikut :

Dengan ansumsi nilai Q tidak berubah, nilai V tetap,  maka M (jumlah uang beredar) hanya dipengaruhi oleh P (harga barang) dan pengaruhnya proposional. Artinya M naik dua kali maka P juga akan naik dua kali.


Evolusi Alat Pembayaran
Alat pembayaran berkembang sangat pesat dan maju. Awal mula alat pembayaran itu dikenal, sistem barter antarbarang yang diperjualbelikan adalah kelaziman di era pra modern. Dalam perkembangannya, mulai dikenal satuan tertentu yang memiliki nilai pembayaran yang lebih dikenal dengan uang.  Hingga saat ini uang masih menjadi salah satu alat pembayaran utama yang berlaku di masyarakat. Selanjutnya alat pembayaran terus berkembang dari alat pembayaran tunai (cash based) ke alat pembayaran nontunai (non cash) seperti alat pembayaran berbasis kertas (paper based), misalnya, cek dan bilyet giro. Selain itu dikenal juga alat pembayaran paperless seperti transfer dana elektronik dan alat pembayaran memakai kartu (card-based) (ATM, Kartu Kredit, Kartu Debit dan Kartu Prabayar).

Komponen Sistem Pembayaran
Pengguna
adalah konsumen yang memanfaatkan Sistem Pembayaran.

Jenis-jenis Uang
Menurut Sheppard (1996) peran penting sistem pembayaran dalam perekonomian adalahsebagai berikut :
Usaha Bank Indonesia
Komponen-komponen yang membangun sebuah sistem pembayaran terdiri dari Regulator, Penyelenggara, Infrastruktur, Instrumen, dan Pengguna.
Regulator
berwenang mengatur aturan main, ketentuan, dan kebijakan yang mengikat seluruh komponen sistem pembayaran.
Penyelenggara
adalah lembaga yang memastikan penyelesaian akhir dari seluruh transaksi yang terjadi di penggunanya.
Infrastrukur
adalah sarana fisik yang mendukung operasional sistem pembayaran.
Instrumen
adalah alat pembayaran baik tunai maupun non-tunai yang disepakati oleh para pengguna dalam melakukan transaksi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan peranan system pembayaran penting dalam suatusystem perekonomian, yaitu untuk menjaga sistem stabilitas keuangan perbankan, sebagaisarana transmisi kebijakan moneter, serta sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi ekonomisuatu negara
Sebagai elemen penting dalam infrastruktur keungan suatu perekonomian untuk mendukung stabilitas keuangan.
Sebagai Chanel “saluran penting dalam mengendalikan ekonomi yang efektif, khususnya melalui kebijakan moneter.
Untuk menjaga stabilitas rupiah itu perlu disokong pengaturan dan
pengelolaan akan kelancaran Sistem Pembayaran Nasional (SPN).
Kelancaran SPN ini juga perlu didukung oleh infrastruktur yang handal
(robust). Jadi, semakin lancar dan hadal SPN, maka akan semakin lancar pula transmisi kebijakan moneter yang bersifat time critical. Bila
kebijakan moneter berjalan lancar maka muaranya adalah stabilitas
nilai tukar.

Sebelum melakukan pengeluaran uang Rupiah, terlebih dahulu
dilakukan perencanaan agar uang yang dikeluarkan memiliki kualitas yang baik sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Perencanaan yang dilakukan Bank Indonesia meliputi perencanaan pengeluaran emisi baru dengan mempertimbangkan tingkat pemalsuan, nilai intrinsik serta masa edar uang. Selain itu dilakukan pula perencanaan terhadap jumlah serta komposisi pecahan uang yang akan dicetak selama satu tahun kedepan. Berdasarkan perencanaan tersebut kemudian dilakukan pengadaan uang baik untuk pengeluaran uang emisi baru maupun pencetakan rutin terhadap uang emisi lama yang telah dikeluarkan. Uang Rupiah yang telah dikeluarkan tadi kemudian didistribusikan atau diedarkan di seluruh wilayah melalui Kantor Bank Indonesia. Uang Rupiah yang telah dikeluarkan tadi kemudian didistribusikan atau diedarkan di seluruh wilayah melalui Kantor Bank Indonesia.

Adanya suatu sistem transaksi
di Internet, yang berdasarkan pada alur transaksi cek bilyet. Cek bilyet adalah cek yang tidak bisa diuangkan dengan kas, hanya bisa dipergunakan untuk transfer ke rekening lain saja.

Dompet Digital
Perangkat lunak komputer yang
digunakan untuk menyimpan rincian rekening bank, nama, alamat, dll, yang memungkinkan orang untuk melakukan pembayaran otomatis ketika melakukan pembelian di Internet.

a. Berdasarkan Bahan (Material)
Jika dilihat dari bahan untuk membuatnya, jenis uang terdiri atas dua macam, yaitu uang logam dan uang kertas.
b. Berdasarkan Iembaga atau Badan Pembuatnya
Uang menurut lembaga yang menerbitkan atau membuatnya dapat dibedakan menjadi uang kartal dan uang giral.
Uang giral yang beredar di masyarakat terdiri atas :

A. Cek
B. Giro
C. telegrafic transfer

c. Berdasarkan Nilainya

Pada sebuah uang, kita mengenal nilai nominal dan nilai intrinsik.
Nilai nominal adalah nilai yang tertera pada uang tersebut, sedangkan nilai intrinsik yaitu nilai pembuatan uang itu sendiri.
Berdasarkan nilai nominal dan nilai intrinsiknya, uang dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Uang bernilai penuh (full bodied money) artinya uang yang nilai
intrinsiknya sama dengan nilai nominal. Contohnya uang logam dari
emas, di mana nilai bahan untuk membuat uang tersebut sama
dengan nominal yang tertulis pada uang tersebut.
2) Uang yang tidak bernilai penuh (representative full bodied money)
atau uang bertanda (token money), artinya uang yang nilai
intrinsiknya lebih kecil daripada nilai nominalnya. Nilai intrinsik
uang kertas jauh lebih rendah dari nilai nominal yang tertulis di atas
uang.

d. Berdasarkan Kawasan/Daerah Berlakunya
Jenis uang berdasarkan kawasan dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Uang domestik artinya uang yang berlaku hanya di suatu negara tertentu, di
luar negara tersebut mungkin berlaku dan mungkin tidak berlaku.
2) Uang internasional yaitu uang yang berlaku tidak hanya dalam suatu negara,
tetapi juga berlaku dan diakui di berbagai negara di dunia. Misalnya uang
dolar, poundsterling, yen, euro, dan sebagainya.

M.V = P.T
Keterangan:
M = jumlah uang beredar
V  = perputaran uang dari suatu tangan lain dalam
satu periode
P = harga barang
T  = volume barang yang diperdagangkan

M.V =  PQ = Y
Keterangan:
M  = jumlah uang beredar
V   = perputaran uang dari satu tangan ke tangan lain
dalam satu periode
PQ= nilai GNP nominal
Kelemahan
Sistem Kurs Mengambang Terkendali
Perlunya otoritas moneter memiliki cadangan dana yang cukup untuk menjaga kestabilan nilai tukar mata uangnya.
Tidak selamanya mampu mengatasi ketidakseimbangan pada neraca pembayaran
Otoritas moneter bisa jadi tidak berada pada posisi yang tidak baik ketimbang para spekulan, investor dan pedagang uang professional dalam menduga-duga kecenderungan kurs dalam jangka panjang.

Alasan memiliki uang tunai
menurut J.M Keynes
1. Alasan Transaksi
Alasan menahan uang didasarkan pada keinginan untuk membiayai transaksi kebutuhan hidup sehari-hari (transacsion motive). Dengan tersedianya uang, segala kebutuhan atau keperluan usaha setiap hari dapat dipenuhi dengan cepat. Keperluan untuk transaksi tergantung pada pendapatan. Makin tinggi pendapatan, makin tinggi pula keperluan untuk transaksi.

2. Alasan Berjaga-jaga
Alasan berjaga-jaga (precautionary motive) adalah alasan transaksi untuk menghadapi keadaan darurat dan terjadi tanpa diduga-duga. Misalnya, salah satu anggota keluarga kita mendadak sakit. Keperluan uang untuk alasan berjaga-jaga (darurat) tergantung pada besarnya pendapatan.

3. Alasan Spekulasi
Alasan spekulasi (speculative motive) timbul karena adanya keinginan memperoleh keuntungan berdasarkan ramalan dan perhitungan pada masa yang akan datang. Misalnya, seseorang membeli saham sekarang dan menjualnya pada masa akan datang.

Faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam mengatur Penawaran Uang
A.   Tingkat Bunga
Jika tingkat Bunga terlalu tinggi, dunia usaha akan lesu. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga kembali turun.
B.   Tingkat Inflasi
Jika tingkat inflasi tinggi, akan melumpuhkan perekonomian, daya beli masyarakat rendah. Untuk itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga turun.
C. Tingkat Produksi dan Pendapatan Nasional                                     
Dalam tingkat produksi dan pendapatan nasional yang rendah, pemerintah mungkin akan memperbanyak jumlah uang beredar, dengan tujuan untuk menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha.    
D. Kondisi Kesehatan Dunia Perbankan
Bank Indonesia menetapkan tingkat cadangan tertentu, yang sekaligus menjadi pengukur kesehatan Bank. Jika Bank kekurangan cadangan, biasanya mereka meminjam sejumlah uang kepada Bank Indonesia dengan tingkat bunga tertentu yang disebut tingkat diskonto. Jika dunia Perbankan tidak sehat, biasanya Bank Indonesia akan menaikan tingkat diskonto untuk menurunkan tingkat cadangan dibank – bank dan menurunkan jumlah uang beredar.
E.   Nilai Tukar Rupiah
Jika nilai tukar Rupiah menurun, Pemerintah akan menurunkan jumlah Rupiah yang beredar, sehingga sesuai hokum keseimbangan permintaan dan penawaran, tingkat bunga akan naik, dan nilai Rupiah pun terangkat.

Standar Mata Uang
Standar Mata Uang adalah Benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding
atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat
satuan hitung. Standar uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas.

Sistem Moneter
A. Standar Emas
Standar Emas pernah menjadi standar moneter di seluruh dunia. Setiap Negara
mengeluarkan koin emas dengan segel Negara untuk menjamin kemurnian dan beratnya.

B. Sistem Kurs Tetap dan Terkendali
Karena kegagalan standar emas, para banker dan menteri keuangan dari berbagai nmegara bertemu untuk membentuk sistemyang baru. Ini dikenal dengan Bretton Woods System, dengan nama badan IMF. Tujuan IMF adalah mempertahankan tingkat kurs yang stabil dan menghindari penurunannilai mata uang.

C. Sistem Kurs Mengambang Bebas
Sejak runtuhnya Bretton Woods System, meskipun ada pihak yang menginginkan kembali berlakunya standar emas, berbagai Negara maju didunia menganut system kurs mengambang bebas. System ini menyerahkan sepenuhnya nilai tukar mata uang pada mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah.

D. Sistem Kurs Mengambang Terkendali
Beberapa Negara, termasuk Indonesia, memang membiarkan nilai mata uangnya mengambang dengan bebas. Namun, Negara melakukan intervensi untuk mencegah fluktuasi nilai tukar yang terlalu besar, atau bahkan mempertahankan suatu paritas. Dalam system nilai tukar mengembang terkendali, Negara – Negara yang menerapkannya cenderung melakukan intervensi kapanpun pasar menjadi “tidak terkendali”. Keunggulan Sistem mengambang terkendali adalah Nilai tukar mata uang tidak terus tyurun, meskipun sebenarnya keadaan perekonomian Negara tersebut belum baik.

Penawaran Uang
Penawaran Uang adalah Jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. Kebijakan Moneter
bertujuan mengatur Penawaran Uang, atau dengan kata lain, mengatur jumlah uang beredar. Oleh sebab itu, boleh dikatakan bahwa Penawaran Uang merupakan tugas Pemerintah melalui Bank Indonesia.

L= M1 + M2 +M + near money dan M2 = M1 + uang kuasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
A. Tingkat Bunga
Jika tingkat Bunga terlalu tinggi, dunia usaha
akan lesu. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga kembali turun.

B. Tingkat Inflasi
Jika tingkat inflasi tinggi, akan melumpuhkan
perekonomian, daya beli masyarakat rendah. Untuk itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga turun

Permintaan Uang
Permintaan Uang adalah Jumlah unit moneter
(berupa uang kartal dan uang giral) yang ingin dipegang sebagai harta tunai (yang mudah untuk dibelanjakan segera).

Faktor-faktor yang mempengaruhi
A. Kebutuhan Transaksi :    
Jika pendapatan naik, nilai barang yang kita beli akan naik sehingga kita
membutuhkan lebih banyak uang untuk bertransaksi.

B. Kebutuhan Berjaga-jaga :
Tingkat bunga tabungan lebih tinggi daripada tingkat keuntungan
menggunakan uang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi seperti berwirausaha, menyewakan rumah, atau membeli saham perusahaan.

C. Kebutuhan Berspekulasi :
Melakukan suatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan.
Devisa
Devisa adalah semua barang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional.
Devisa terdiri atas valuta asing, yaitu mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (seperti US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling Inggris), emas, surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional, dan lainnya.

BY :
X IPA 2
Elisabeth Lalita A ( 10 )
Kirana Smartya A ( 14 )
Mega Hayu M ( 15 )
Sandy Alfyanto P ( 23 )
A. Standar Logam
Standar Logam adalah suatu penetapan logam tertentu sebagai standar dalam keuangan. Logam tersebut dapat berupa emas atau perak. Standar Logam dapat dibedakan atas beberapa system berikut.


B.  Sistem Standar Tunggal
Sistem ini menggunakan satu jenis logam menjadi mata uang dan biasanya berupa emas atau perak, tetapi lebih lazim digunakan emas. Itu sebabnya sering disebut Standar Emas.

C.  Sistem Standar Kembar
Sistem ini menggunakan 2 jenis logam, yaitu Emas & Perak. Jika
perbandinganh nilai antara emas dan perak tidak ditentukan, melainkan tergantung pada pasar, maka disebut Standar Emas Paralel.

D.  Sistem Standar Pincang
Pada standar pincang, pemerintah menetapkan uang emas
sebagai mata uang standar. Tetapi mata uang perak juga beredar dalam jumlah yang tidak terbatas, tetapi masyarakat umum tidak dapat secara bebas mencetaknya.

B. Standar Kertas
Apabila dalam suatu Negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas, dan uang itu tidak dijamin atau tidak bisa ditukar dengan emas, maka Negara tersebut menganut standar kertas. Standar ini banyak dianut Negara – Negara di dunia. System Moneter Internasional terkait dengan penentuan kurs(nilai tukar)mata uang. Oleh karena itu, kita bisa menyebut standar moneter sebagai system strandar kurs.
Pembahasan Soal No 18
Diketahui uang sebesar Rp 12.000.000.000,- . Jumlah barang yang diperdagangkan 6.000.000 unit. Harga per unit Rp 400.000,- Hitung kecepatan peredaran uang!

Diket : M = 12.000.000.000
P = 400.000
T = 6.000.000
Ditanya : V?
Jawab :

M x V = P x T
12.000.000.000 x V = 400.000 x 6.000.000
V = 2.400.000.000.000
12.000.000.000
V = 200 kali


Pembahasan Soal No. 20
Rama ingin ke Singapura dengan membawa uang sebesar Rp 50.000.000,- . Selama disana berbelanja sebanyak 350 dollar Singapura. Berapa rupiah sisa uang Rama, bila ...
Kurs Jual 1 $ = Rp 7500,-
Kurs beli 1 $ = Rp 7200,-

Diket : Uang awal = Rp 50.000.000
Total Belanja = 350 $ Singapura
Kurs Jual 1 $ = Rp 7500,-
Kurs beli 1 $ = Rp 7200,-
Ditanya : sisa uang Rama dalam rupiah
Jawab :
1) Mengubah rupiah ke dollar
50.000.000 : 7500 = 20.000
3
2) Mengurangi dengan total belanja
20000 - 350 = 18950
3 3
3) Mengubah dollar ke rupiah
18950 x 7200 = 45.480.000
3
Full transcript