Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

sistem kepercayaan manusia praaksara

No description
by

Rachel Fidelia

on 23 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of sistem kepercayaan manusia praaksara

Sistem Kepercayaan Manusia Praaksara
kelompok 6 :
3 Sistem Kepercayaan
Dinamisme
Sistem kepercayaan telah berkembang pada masa manusia praaksara. Mereka menyadari bahwa ada kekuatan lain di luar mereka. Oleh sebab itu, mereka berusaha mendekatkan diri dengan kekuatan tersebut. Caranya ialah dengan mengadakan berbagai upacara, seperti pemujaan, pemberian sesaji, atau upacara ritual lainnya.
jelaskan kaitan natara manusia yang sudah bertempat tinggal tetap dengan adanya sistem keercayaan
Animisme
Totemisme
cicilia
rachel
wira
michelle
apa saja sistem kepercayaan di jaman praaksara
apa sih media penyembahan nya
jawaban uji kompetesi hal 45
Animisme adalah kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda. Manusia purba percaya bahwa roh nenek moyang masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya pohon, batu, gunung, dsb.
contoh kegiatan animisme:
Agar manusia tidak diganggu roh jahat, mereka memberikan sesaji kepada roh-roh tersebut.
Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka.
Contoh: keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.
Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.
sistem kepercayaan masyarakat praaksara telah melahirkan tradisi (megalitik=zaman batu besar) mereka mendirikan batu besar seperti:
menhir
digunakan di jaman megalitikum
berguna untuk pemujaan roh
menandakan kesuburan
punden berundak
sarkofagus
keranda batu/ peti mayat
menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup
menurut masyarakat bali memiliki kekuatan gaib
terbuat dari batu
bertingkat
tempat untuk meletakan sesaji
sumber:
buku paket
internet
Thank you
Nenek moyang kita mengenal kepercayaan kehidupan setelah mati.
Mereka percaya pada kekuatan lain yang maha kuat di luar dirinya.
Mereka selalu menjaga diri agar setelah mati tetap dihormati.
· Perwujudan kepercayaannya dituangkan dalam berbagai bentuk diantaranya karya seni.
Satu diantaranya berfungsi sebagai bekal untuk orang yang meninggal.
· Tentu kita masih ingat tentang perhiasan yang digunakan sebagai bekal kubur.
Seiring dengan bekal kubur ini, maka pada zaman purba manusia mengenal penguburan mayat.
Pada saat inilah manusia mengenal sistem kepercayaan.
· Sebelum meninggal manusia menyiapkan dirinya dengan membuat berbagai bekal kubur, dan juga tempat penguburan yang menghasilkan karya seni cukup bagus pada masa sekarang.
Untuk itulah kita mengenal dolmen, sarkofagus, menhir dan lain sebagainya.
· Masyarakat zaman praaksara terutama periode zaman neolitikum sudah mengenal sistem kepercayaan.
Mereka sudah memahami adanya kehidupan setelah mati.
Mereka meyakini bahwa roh seseorang yang telah meninggal akan ada kehidupan di alam lain.
Oleh karena itu, roh orang yang sudah meninggalakan senantiasa dihormati oleh sanak kerabatnya.
proyek belajar dengan penelitian tentang tradisi megalitik dan kepercayaan animisme yang sekarang masih tersisa di daerah mu

Ciri-cirinya Mesolitikum :
- Berburu dan menangkap ikan
- Hidup mulai menetap (semi sedenter) digua-gua (Abris souc Roche)
- Meninggalkan sampah dapur (kjokken moddinger)

Analisa….
Berburu dan menangkap ikan bukanlah suatu keharusan di zaman modern ini, maka dari itu berburu dan menangkap ikan sekarang hanya menjadi suatu kegiatan untuk mengisi waktu luang atau hobby karena manusia zaman modern sudah memikirkan tentang cara bagaimana dapat menghasilkan produksi makanan dengan cara diternak, jadi bedanya adalah masyarakat megalitik melakukan food collecting ( hanya mengambil begitu saja dari alam ) sedangkan masyarakat modern melakukan food producing ( mengambil dari alam kemudian dibudidayakan..
Hidup mulai menetap dilakukan manusia sejak mengenal food producing karena mereka tidak harus berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan makanan dengan cara berburu karena mereka bisa menernak dan bercocok tanam di sekitar area rumah mereka ( atau langsung beli di pasar hahaha… ), Hampir seluruh manusia dewasa ini hidup menetap ( terkecuali beberapa suku pedalaman yang tetap mempertahankan kebudayaannya ) bedanya dengan masyarakat megalitik adalah mereka tinggal di gua – gua ( Abris Sous Roche ) sedangkan masyarakat modern tinggal di rumah buatan mereka sendiri.
Jika masyarakat zaman megalitik. sampah dapur ( kjokkenmoddinger ) hanya dibuang “sembarangan” sehingga menumpuk, Manusia Modern juga meninggalkan sampah dapur hanya saja manusia modern sudah mengenal system pengelolaan sampah.

Untuk kebudayaan Animisme yang masih bertahan di kota Surakarta
Pada acara sekaten dibelakang kerbau kyai slamet ada se-pasukan abdi dalem yang membawa tombak dan mereka melakukan long-march untuk mencuci tombak tersebut menurut saya kebiasaan itu adalah Animisme yang masih dipelihara masayarakat modern dalam bentuk tradisi
Terakhir, dalam tradisi Gunungan masyarakat berusaha keras untuk medapat salah satu isi gunungan tersebut ( saya tidak tahu namanya apa ), Karena diyakini bila mendapatkan gulungan itu bisa mendatangkan berkah.


tinggal di dataran: bercocok tanam padi sawah
tinggal di lahan miring landai : bersawah, berkebun
tinggal di lahan miring: berkebun sayur
tinggal di lahan terjal: berkebun tanaman keras / tahunan

c. Sistem kepercayaan Manusia Purba Masa perundagian
Pada masa perundagian memiliki sistem kepercayaan yang tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Praktek kepercayaan yang mereka lakukan masih berupa pemujaan terhadap leluhur. Hal yang membedakannya adalah alat yang digunakan untuk praktek kepercayaan. Pada masa perundagian, benda-benda yang digunakan untuk praktek kepercayaan biasanya terbuat dari bahan perunggu. Sistem kepercayaan yang dilakukan oleh manusia pada zaman perundagian masih memelihara hubungan dengan orang yang meninggal. Pada masa ini, praktek penguburan menunjukkan stratifikasi sosial antara orang yang terpandang dengan rakyat biasa. Kuburan orang-orang terpandang selalu dibekali dengan barang-barang yang mewah dan upacara yang dilakukan dengan cara diarak oleh orang banyak. Sebaliknya, apabila yang meninggal orang biasa, upacaranya sederhana dan kuburan mereka tanpa dibekali dengan barang-barang mewah.
Upacara sebagai bentuk ritual kepercayaan mengalami perkembangan. Mereka melakukan upacara tidak hanya berkaitan dengan leluhur, akan tetapi berkaitan dengan mata pencaharian hidup yang mereka lakukan. Misalnya ada upacara khusus yang dilakukan oleh masyarakat pantai khususnya para nelayan. Upacara yang dilakukan oleh masyarakat pantai ini, yaitu penyembahan kekuatan yang dianggap sebagai penguasa pantai. Penguasa inilah yang mereka anggap memberikan kemakmuran kehidupannya. Sedang di daerah pedalaman atau pertanian ada upacara persembahan kepada kekuatan yang dianggap sebagai pemberi berkah terhadap hasil pertanian.

adakah hubungan antara sistem kepercayaan masyarakat dengan pola mata pencaharian?
contoh: suku di papua nugini
Contohnya, fetisyen panji Kiai Tunggul Wulung
dan Tobak Kiai Plered dari Keraton Yogyakarta.
Nias mempercayai bahwa seekor tikus yang keluar masuk dari rumah merupakan roh dari wanita yang telah mati beranak. Roh-roh orang yang telah mati juga bisa memasuki tubuh babi atau harimau dan dipercayai akan membalas dendam orang yang menjadi musuh bebuyutan pada masa hidupnya.
Full transcript