Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Gas Mulia dan Halogen

Gas Halogen dan Logam Mulia
by

M. RIZQAN AFIFI

on 9 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Gas Mulia dan Halogen

Halogen
KIMIA UNSUR
Gas Mulia dan Halogen
Sifat Fisis dan Kimia
Sifat fisis
Oksihalogen
Klorin, bromin dan iodin dapat membentuk senyawa-senyawa oksihalogen. Flourin tidak dapat membentuk senyawa oksihalogen sebab keelektronegatifan flourin lebih besar daripada oksigen.
Klorin, bromin dan iodin dapat membentuk senyawa-senyawa oksihalogen. Flourin tidak dapat membentuk senyawa oksihalogen sebab keelektronegatifan flourin lebih besar daripada oksigen.
Oksihalida
Halida ( Halogen yang bermuatan ion negatif) bereaksi dengan asam ( H+ ). . Dalam sistem periodik, semakin ke bawah, dalam satu golongan, jari-jari atom akan semakin besar, sehingga gaya tarik inti akan semakin berkurang. Akibatnya, sebagai berikut.
Ikatan terhadap atom H akan melemah atau mudah terlepas, sehingga semakin banyak H'1' yang terlepas.
Semakin sulit menangkap elektron atau sulit direduksi, karena reduktor semakin kuat.
Halogen
Gas Mulia
Asam Oksihalogen
Asam yang oksida asamnya berupa halogen disebut asam oksi halogen. Cara penmaan asam oksi halogen didasarkan pada perbedaan bilangan oksidasi atau jumlah oksigen yang ada. Urutan penamaan asam oksi halogen adalah sebagai berikut:

hipo it, it, at, per at
Sejarah Gas Mulia
Pada tahun1895 Ramsay
a. mengisolasi Helium
b. menemukan Kripton dan xenon dalam residu yang habis bereaksi
c. Neon dengan mencairkan udara, pemisahan zat lain dan penyulingan bertingkat

Pada tahun 1900 Ernst Friedrich
a. menemukan radon
Unsur-unsur Gas Mulia
Sifat Gas Mulia
Unsur-unsur gas mulia merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Gas mulia adalah satu-satunya kelompok gas yang partikel-partikelnya berwujud atom tunggal (monoatomik).
sifat fisis
Sifat Kimia
gas mulia bersifat inert (lembam). Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia. Gas-gas mulia terdapat sebagai molekul monoatomik Kestabilan gas mulia tercermin dari harga energy pengionan yang besar menunjukkan sukarnya unsur-unsur itu untuk melepas electron Jadi, unsure gas mulia tidak berkecenderungan untuk melepas maupun menyerap electron. Oleh karena itu unsur-unsur gas mulia tidak mudah terlibat dalam reaksi kimia.
Isolasi Unsur Gas Mulia
He dan Rn dibuat melalui reaksi peluruhan zat radioaktif Thorium dan Uranium :
92U 90Th + He
90Th 88Ra + He
88Ra 86Rn + He

Ne, Ar, Kr, Xe dibuat melalui destilasi bertingkat udara cair berdasarkan perbedaan titik didihnya.
2
2
2
90
88
86
dalam Jagad Raya modern hampir seluruh helium baru diciptakan dalam proses fusi nuklir hidrogen di dalam bintang. Di Bumi, unsur ini diciptakan oleh peluruhan radioaktif dari unsur yang lebih berat
kegunaan
Campuran gas helium dan gas oksigen dengan perbandingan 4 : 1 digunakan untuk mengisi tabung udara digunakan oleh para penyelam
Helium cair digunakan untuk mendinginkan magnet superkonduktor dalam MRI scanners
Neon termasuk kelompok gas mulia yang tak berwarna dan lembam (inert). Zat ini memberikan pendar khas kemerahan jika digunakan di tabung hampa (vacuum discharge tube) dan lampu neon
kegunaan
Selain sebagai pengisi bola lampu listrik, neon cair digunakan sebagai pendingin pada reaktor atom
argon membentuk 1% dari atmosfer bumi. sebuah referensi untuk fakta bahwa elemen hampir tidak mengalami reaksi kimia. Oktet lengkap (delapan elektron) di kulit atom terluar membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur-unsur lainnya
kegunaan
Penggunaan argon paling banyak yaitu untuk menyediakan atmosfer yang inert dalam pengelasan logam (mencegah reaksi perkaratan).
Kripton adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36. Gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa.
Xenon adalah suatu unsur dalam sistem periodik yang memiliki lambang Xe dan nomor atom 54. Tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak beracun.

Xenon diperoleh dari destilasi udara cair.
Kegunaan Xenon

Xenon biasa digunakan untuk mengisi lampu blizt pada kamera.
Isotop-nya dapat digunakan sebagai reaktor nuklir.
Sebagai obat bius pada pembedahan.
sebagai pengisi bola lampu disko yang berwarna-warni.
Digunakan dalam pembuatan tabung elektron.
Radon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki nomor atom 86. Radon termasuk Gas Mulia dan radioaktif. Radon adalah gas yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan.

Kegunaan Radon

Radon terkadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik. Radon juga digunakan dalam pendidikan hidrologi, yang mengkaji interaksi antara air bawah tanah dan sungai pengikatan radon dalam air sungai merupakan petunjuk bahwa terdapat sumber air bawah tanah.
Unsur-unsur kimia yang berada pada golongan 17/VII A di dalam tabel periodik dikelompokan sebagai golongan Halogen. Golongan tersebut dinamakan “Halogen” yang artinya “pembentuk garam” (berasal dari bahasa yunani: Halos: Garam; Genes : Pembentuk). Unsur-unsur pembentuk garam tersebut terdiri dari: Flourin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Yodium (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium (Uus) yang belum ditemukan.
Konfigurasi elektron di kulit terluarnya ns2 np5, mempunyai elektron valensi 7, merupakan unsur nonlogam yang sangat elektronegatif.
Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin.
Antara molekul-molekul halogen padat dan cair terdapat ikatan Van der Waals yang lemah. Dari fluorin sampai iodin ikatan itu bertambah kuat maka dari fluorin sampai iodin bertambah besar pula titik didih dan titik lelehnya.
sifat kimia
Dalam keadaan bebas membentuk molekul diatomik.
Pada suhu kamar : F2 dan Cl2 fasanya gas, Br2 : cair dan I2, At2 fasanya padat.
Warna halogen :
F2 : kuning muda
Cl2 : hijau muda
Br2 : merah tua
I2 : merah coklat (padatan), ungu (uap)


Reaksi dengan hidrogen

Halogen berikatan dengan hidrogen untuk membentuk hidrogen halida.
H2 + X2 2HX (X mewakili satu-satu halogen)
Kereaktifan ikatan berkurang apabila semakin menurun kerana ukuran atom yang semakin besar. Hidrogen klorida meletup jika terkena sinaran ultraviolet tetapi H dan Br hanya akan berikatan dengan perlahan . Iodin juga akan berikatan dengan H jika diberikan energi, namun ikatan ini tidak lengkap.

F2 + H2 2HF (bereaksi kuat di tempat gelap)
Cl2 + H2 2HCl (bereaksi di tempat terang)
Br2 + H2 2HBr (bereaksi pada suhu 500oC)
I2 + H2 2HI (bereaksi dengan pemanasan katalis Pt )

Reaksi dengan Non Logam

Halogen bereaksi dengan non-logam membentuk asam halida/senyawa halide. Halogen dapat bereaksi dengan oksigen,fosfor, dan beberapa unsur lain. Contoh :
Xe + F2 XeF2
2Kr + 2F2 KrF4
2P + 3Cl2 2PCl3

e. Reaksi dengan basa

Reaksi halogen dengan basa enser dingin menghasilkan halida (X-) dan hipohalida (XO-), sedangkan reaksi halogen dengan basa pekat panas menghasilkan halida (X-) dan halat (XO3-). Contoh :
X2 + 2NaOH ( aq, encer) NaX +NaXO + H2O ( X = Cl, Br, I )
X2 + 2NaOH ( aq, pekat) NaX +NaXO + H2O ( X = Cl, Br, I )
2F2 + 2NaOH ( encer, dingin ) 2NaF + OF2 + H2O
2F2 + 2NaOH ( pekat, panas ) NaX + O2 + H2O
Reaksi pendesakan Halogen

F2 > Cl2 > Br2 > I2
Halogen
Flour
digunakan untuk
a. mengukir (mengetsa) gelas.
b. bahan campuran  pasta gigi.
c. sebagai insulator.
d. bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium.
e. zat pendingin pada kulkas dan AC.
Teflon (tetrafluoroetena) digunakan sebagai lapisan pada peralatan mesin.
Klor
a. mengekstrasi logam tersebut.
b. garam dapur.
c. pupuk tanaman.
d. pengisi batu baterai.
e. digunakan sebagai pengelantang ( bleaching agent ) untuk kain dan kertas.
f. serbuk pengelantang atau kapur klor.
g. zat disinfektan pada air ledeng.
h. pembuat mercon dan korek api.
i. bahan pematri (solder).
Natrium bromida (NaBr)sebagai obat penenang saraf
Perak bromide(AgBr) disuspensikan dalam gelatin untuk film fotografi
Metil bromida (CH3Br) zat pemadam kebakaran
Etilen dibromida(C2H4Br2)ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2
Brom
Sebagai obat antiseptik
Mengidentifikasi amilum
Kalium Iodat(KIO3)ditambahkan pada garam dapur
Perak Iodida (AgI) digunakan dalam film fotografi
Iod
Terima kasih
Semoga Bermanfaat
M. Rizqan Afifi
@rizmuhaf
No Rumus molekul Bilangan oksidasi Nama
1 HClO +1 Asam hipoklori
2 HClO2 +3 Asam klorit
3 HClO3 +5 Asam klorat
4 HClO4 +7 Asam perklorat
Astatine
membantu untuk mengendalikan kadar glukosa darah dengan membiarkan sel-sel pankreas untuk membuat jumlah insulin yang tepat bila diperlukan. astaxanthin dapat mengurangi stres oksidatif dalam sel-sel beta pankreas (sel-sel dalam tubuh yang memproduksi insulin) yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi kronis. Dalam diabetes
1) Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima elektron dan bertindak sebagai oksidator kuat dalam satu golongan. Makin ke atas, oksidator makin kuat.
2) Keelektronegatifan halogen dalam satu golongan makin ke atas makin besar. Unsur yang paling elektronegatif dibanding unsur lain dalam sistem periodik adalah fluor (perhatikan data keelektronegatifan).
3) Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin kecil (perhatikan data). Ini berarti makin ke atas ukuran molekul makin kecil, maka gaya tarik-menarik antar-molekul (gaya Van der Waals) akan makin kecil. Perhatikan juga titik didih dan titik lelehnya, makin ke atas makin kecil. Unsur halogen sangat berbahaya terhadap mata dan tenggorokan. Unsur halogen mempunyai
bau yang merangsang dan berwarna. Walaupun brom berwujud cair, tetapi brom mudah sekali menguap. Begitu juga iodium, mudah
sekali menyublim.
Sifat kimia
semakin negatif nilai afinitas elektron menunjukkan semakin besar kecenderungan menarik elektron, berarti kereaktifan bertambah. Kereaktifan halogen menurun dari flourin ke iodin.
Andryian Febriadi
Ilham Fatrzi
M. Ridho Firdaus
Mutiara Putri Muskha
Putri Melinda
Nama Kelompok I
Full transcript