Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Penerapan penurunan titik beku pada kehidupan sehari-hari

No description
by

firda marantika

on 24 March 2017

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Penerapan penurunan titik beku pada kehidupan sehari-hari

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan, dan tidak dipengaruhi oleh sifat dari zat terlarut.
✳✱*
add logo
here
Tugas Kesetimbangan Kimia
oleh:
Firda Marantika Fikri
15630070
Larutan merupakan campuran homogen antara dua atau lebih zat. Adanya interaksi antara zat terlarut dan pelarut dapat berakibat terjadinya perubahan sifat fisis dari komponen-komponen penyusun larutan tersebut. Salah satu sifat yang diakibatkan oleh adanya interaksi antara zat terlarut dengan pelarut adalah sifat koligatif larutan
Hukum Raoult merupakan dasar bagi empat sifat larutan encer yang disebut sifat koligatif ( dari bahasa latin colligare, yang berarti “mengumpul bersama”) sebab sifat-sifat itu tergantung pada efek kolektif jumlah partikel terlarut, bukannya pada sifat partikel yang terlibat. Keempat sifat itu ialah :
1. Penurunan tekanan uap larutan relatif
terhadap tekanan uap pelarut murni
2. Peningkatan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Gejala tekanan osmotik

Penerapan sifat koligatif pada kehidupan sehari-hari
Proses pembekuan suatu zat cair terjadi bila suhu diturunkan, sehingga jarak antarpartikel sedemikian dekat satu sama lain dan akhirnya bekerja gaya tarik menarik antarmolekul yang sangat kuat. Adanya partikel-partikel dari zat terlarut akan mengakibatkan proses pergerakan molekul-molekul pelarut terhalang, akibatnya untuk dapat lebih mendekatkan jarak antarmolekul diperlukan suhu yang lebih rendah. Jadi titik beku larutan akan lebih rendah daripada titik beku pelarut murninya. Perbedaan titik beku akibat adanya partikel-partikel zat terlarut disebut penurunan titik beku (ΔTf).
Penurunan titik beku larutan
Penurunan titik beku larutan sebanding dengan hasil kali molalitas larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut (Kf), dinyatakan dengan persamaan :

ΔTf = Kf m atau ΔTf = Kf (n x 1000/p)

Titik beku larutan merupakan titik beku pelarut murni dikurangi dengan penurunan titik bekunya atau :

Tf = Tf0 - ΔTf.
Penerapan penurunan titik beku
Zat terlarut lebih suka berada pada fasa cair dibandingkan dengan fasa padat, akibatnya pada saat proses pendinginan berlangsung larutan akan mempertahankan fasanya dalam keadaan cair, sebab secara energi larutan lebih suka berada pada fasa cair dibandingkan dengan fasa padat, hal ini menyebabkan potensial kimia pelarut dalam fasa cair akan lebih rendah (turun) sedangkan potesnsial kimia pelarut dalam fasa padat tidak terpengaruh. Maka akan lebih banyak energi yang diperlukan untuk mengubah larutan menjadi fasa padat karena titik bekunya menjadi lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya..
Rumus untuk mencari penurunan titik beku larutan adalah sebagai berikut:

ΔTf = Kf . m. I

Keterangan:
ΔTf = Penuruan titik beku
Δm = molalitas larutan
Kf = Tetapan konstantat titik beku larutan

Pada awalnya, suhu es itu akan kurang dari 0°C (dicek untuk membuktikan dengan cara mengukur suhu es yang keluar dari lemari pendingin). Namun, permukaan es yang berkontak langsung dengan udara akan segera naik suhunya mencapai 0°C dan sebagiannya akan mencair. Suhu campuran es dan air tadi akan tetap 0°C selama esnya belum semuanya mencair.
Dari pembuatan es krim dapat dijelaskan bahwa campuran es krim tidak membeku pada suhu 00C ini merupakan akibat dari sifat koligatif penurunan titik beku larutan.

Apabila campuran es dan air ditambahkan garam akan didapat hasil yang berbeda. Air lelehan es akan dengan segera melarutkan garam dan kristal es akan terapung dalam larutan garam. Karena garam mempunyai titik beku yang lebih rendah daripada es, maka es akan membeku sampai titik beku garam tercapai. Dengan kata lain, campuran es krim dikelilingi oleh larutan garam yang temperaturnya lebih rendah dari 0°C sehingga es krim akan dapat membeku.

Pembuatan es krim
Pembuatan es krim sebenarnya sederhana saja, yakni mencampurkan bahan-bahan dan kemudian mendinginkannya. Air murni pada tekanan 1 atmosfer akan membeku pada suhu 0°C. Namun, bila ke dalam air dilarutkan zat lain, titik beku air akan menurun. Sehingga, untuk membekukan adonan es krim pun memerlukan suhu di bawah 0°C. Misalkan adonan es krim dimasukkan dalam wadah logam, kemudian di ruang antara ember kayu dan wadah logam dimasukkan es.

Pada es batu
Es batu di dalam gelas dengan adanya garam akan lebih cepat mencair daripada es batu tanpa adanya garam. Garam yang ditambahkan pada es batu akan dapat menurunkan titik leleh es batu. Karena itu, es batu dengan adanya garam akan lebih cepat mencair daripada es batu tanpa adanya garam. Es batu tanpa danya garam akan tetap mencair akibat panas yang berasal dari lingkungan. Panas ini juga mempengaruhi mancairnya es batu dengan garam. Akibatnya, air yang ada di dalam gelas yang berisi es batu dan garam lebih banyak daripada gelas yang berisi es batu tanpa adanya garam.

Selain pembuatan es krim, penerapan lain dari penurunan titik beku larutan sebagai berikut :
1. Antibeku pada radiator mobil
2. Antibeku dalam tubuh hewan
3. Antibeku untuk mencairkan salju
4. Es batu pengawet ikan

Ini adalah salah satu pemanfaatan sifat koligatif dari penurunan titik beku larutan dalam kehidupan sehari-hari.
Lanjutan........
Lanjutan........
Lanjutan........
Lanjutan........
Lanjutan........
Lanjutan........
Lanjutan........
Lanjutan........
Lanjutan........
Full transcript