Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Tarikat Naqsabandiyah

No description
by

Dinda S

on 22 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Tarikat Naqsabandiyah

Tarikat Naqsabandiyah
Tokoh Pendirinya
Istilah Naqsabandiyah pertama kali diperkenalkan oleh Muhammad bin Muhammad Baha’ al-Din al-Uwaisi al-Bukhari Naqsyabandi, yang juga sekaligus sebagai pendiri Tarekat Naqsabandiyah. Beliau dilahirkan pada tahun 1318 di desa Qasr-i-Hinduvan (yang kemudian bernama Qasr-i Arifan) di dekat Bukhara, yang juga merupakan tempat di mana ia wafat pada tahun 1389. Sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di Bukhara, Uzbekistan serta daerah di dekatnya, Transoxiana. Ini dilakukan untuk menjaga prinsip “melakukan perjalanan di dalam negeri”, yang merupakan salah satu bentuk “laku” seperti yang ditulis oleh Omar Ali-Shah dalam bukunya “Ajaran atau Rahasia dari Tariqat Naqsyabandi”. Perjalanan jauh yang dilakukannya hanya pada waktu ia menjalankan ibadah haji dua kali.
Dari awal, ia memiliki kaitan erat dengan Khwajagan, yaitu para guru dalam mata rantai Tariqat Naqsyabandi. Sejak masih bayi, ia diadopsi sebagai anak spiritual oleh salah seorang dari mereka, yaitu Baba Muhammad Sammasi. Sammasi merupakan pemandu pertamanya dalam mempelajari ilmu tasawuf. tepatnya ketika ia menginjak usia 18 tahun, dan yang lebih penting lagi adalah hubungannya dengan penerus (khalifah) Sammasi, yaitu Amir Sayyid Kulal al-Bukhari (w. 772/1371). Dari Kulal inilah ia pertama kali belajar terekat yang didirikannya.

Sejarah penggbungan tarekat qadiriyah dan naqsabandiyah
Sejarah perkembangan tarekat naqsabandiyah
Tarekat Naqsabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebaran nya, dan terdapat banyak di wilayah Asia Muslim serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Dagestan, Russia.
Bermula di Bukhara pada akhir abad ke-14, Naqsyabandiyah mulai menyebar ke daerah-daerah tetangga dunia Muslim dalam waktu seratus tahun. Perluasannya mendapat dorongan baru dengan munculnya cabang Mujaddidiyah, dinamai menurut nama Syekh Ahmad Sirhindi Mujaddidi Alf-i Tsani ("Pembaru Milenium Kedua").
Pada akhir abad ke-18, nama ini hampir sinonim dengan tarekat tersebut di seluruh Asia Selatan, wilayah Utsmaniyah, dan sebagian besar Asia Tengah. Ciri yang menonjol dari Tarekat Naqsyabandiyah adalah diikutinya syari'at secara ketat, keseriusan dalam beribadah menyebabkan penolakan terhadap musik dan tari, serta lebih mengutamakan berdzikir dalam hati, dan kecenderungannya semakin kuat ke arah keterlibatan dalam politik (meskipun tidak konsisten).

Ajaran dasar dan amalan pokok
1. Huwasy dardam (menjaga diri dari kealpaan mengingat Allah ketika keluar masuknya napas).
2. Nazhar barqadam (orang yang sedang menjalani khalwat, ketika berjalan harus memandang ke bawah dan ketika duduk tidak boleh menengok kiri kanan, karena warna dan ukiran dapat melalaikan hati dari mngingat Allah).
3. Safar darwathan (berpindah dari sifat manusia yang rendah kepada sifat malaikat yang terpuji).
4. Khalwat dar anjaman (berkhalwat, mengasingkan diri).
5. Ya dakrad (berdzikir terus menerus).
6. Baz kasyat (sesudah menghela napas, orang yang berdzikir kembali munajat dengan kalimat yang mulia “Illahi anta maqsudi wa ridlaka mathlubi”).
7. Nakah dasyat (menjaga hatinya dari sesuatu yang melintas walau sekejap).
8. Bad dasyat (tawajjuh, menghadapkan diri pada Allah tanpa berkata-kata).
9. Wuquf zamani (orang yang berkhalwat memperhatikan keadaan dirinya setiap dua atau tiga jam sekali).
10. Wuquf adadi (memelihara bilangan ganjil pada dzikir).
11. Wuquf qalbi (kehadiran hati dalam setiap dzikir).
Nama Anggota:
Dinda sariana
Miftahul jannah
Neyli maulidia
Yaumil fadhihillah
Dalam perkembangannya Tarekat Naqsabandiyah sudah menyentuh lapisan masyarakat muslim di berbagai wilayah, dengan dampak dan pengaruhnya Tarekat ini pertama kali berdiri di Asia Tengah kemudian meluas ke Turki, Suriah, Afganistan, dan India. Di Asia Tengah bukan hanya di kota-kota penting, melainkan di kampung-kampung kecil pun tarekat ini mempunyai Zawiyah (padepokan sufi) dan rumah peristirahatan Naqsabandi sebagai tempat berlangsungnya aktivitas keagamaan yang semarang Disamping itu tarekat ini juga berkembang Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Volga Ural.
Pengaruh mereka mungkin paling kuat di Turki dan wilayah Kurdistan, dan yang paling lemah adalah di Pakistan. Pada masa pemerintahan Soviet, pengaruh Naqsyabandiyah sangat terasa pada gerakan “Islam bawah tahan” di Kaukasus Asia Tengah. Namun, pada akhirnya pemerintahan Soviet tidak diikuti perkembangan Naqsyabandiyah di permukaan.

Tarekat Naqsabandiyah dan ajarannya
. Pada dasarnya tarekat ini bersumber dari Abu Ya’qub Yusuf al-Hamdani, seorang sufi yang hidup sezaman dengan Abdul Qadir Jailani.
Sejarah tarekat naqsabandiyah
1. Rasulullah SAW
2. Abu Bakar Ash Shiddiq
3. Salman Al Farisi
4. Qasim bi Muhammad
5. Imam Ja’far Shadiq
6. Abu Yazid Busthami
7. Abu Hasan Ali bin Ja’far al Kharqani
8. Abu Ali Al Fadhal bin Muhammad Al Thusi Al Farmadi
9. Abu Ya’kub Yusuf Al Hamdani bin Ayyub bin Yusuf bin Husin
10. Abdul Khaliq Al Fajduwani bin Imam Abdul Jamil
11. Arif Al Riyukuri
12. Mahmud Al Anjiru Al Faghnawi
13. Ali Al Ramituni atau Syekh Azizan
14. Muhammad Baba As Samasi
15. Amir Kulal bin Sayid Hamzah
16. Bahauddin Naqsyabandi
Full transcript