Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Nadya Anwar

on 3 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Timeline 2013 2009 2010 2011 2012 Team 0 + - = 9 8 7 1 2 3 4 5 6 c SEMINAR MAGANG INDUSTRI
PT. PERTAMINA (PERSERO) RU IV CILACAP Dosen Pembimbing :
Dr. Ir. Ahmad Rifandi, MSc.
Ir. Heriyanto, MT Disusun oleh :
Nadya Anwar (091424018) Sekilas mengenai PT. Pertamina (Persero) RU I Pangakalan Brandan (Sumatra Utara), sudah tidak beroperasi sejak tahun 2006
RU II Dumai dan Sungai Pakning (Riau), Kapasitas 170.000 barrel/ hari
RU III Plaju dan Sungai Gerong (Sumatera Selatan), kapasitas 135.000 barrel/hari
RU IV Cilacap (Jawa Tengah), kapasitas 348.000 barrel/hari
RU V Balikpapan (Kalimantan Timur),kapasitas 270.000 barrel/hari
RU VI Balongan (Jawa Barat), kapasitas 125.000 barrel/hari
RU VII Kasim (Papua Barat), kapasitas 10.000 barrel/hari Unit Pengolahan Minyak dan Gas Bumi yang dikelola oleh PT. Pertamina : Lokasi Pabrik PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap Tata Letak Kilang Kilang I
Fuel Oil Complex I
Lube Oil Complex I
Utilities I
Kilang II
Fuel Oil Complex II
Lube Oil Complex II/III
Utilities II
KPC (Kilang Paraxylene Cilacap)
Kilang LPG dan SRU (Sulphur Recovery Unit) KILANG DI PT. PERTAMINA RU IV CILACAP  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Diagram Blok Proses Pengolahan Minyak Mentah
di PT. PERTAMINA RU IV Cilacap  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Diagram Blok Proses Pengolahan Minyak Mentah
di PT. PERTAMINA RU IV Cilacap Kilang minyak ini merupakan kilang I RU IV yang dibangun tahun 1974 dengan kapasitas 100.000 barrel/hari dan mulai beroperasi sejak tanggal 24 Agustus 1976. Pada tahun 1997 dilaksanakan Debottlenecking Project Cilacap (DPC) kapasitas kilang ini naik menjadi 118.000 barrel/hari. Kilang ini dirancang untuk memproses minyak mentah dari Timur Tengah dengan tujuan selain untuk mendapatkan produk BBM juga penyediaan umpan (feed) untuk proses di LOC. Sekilas Mengenai Fuel Oil Complex I MEROX
UNIT 16.00 HDS
UNIT 13.00 PMF
UNIT
1500 PLTF
UNIT
14.00 HDT
UNIT
12.00 CDU
UNIT
11.00 ALC,
BLC,
ILC LONG RES. HGO DLGO LGO KEROSENE AVTUR PLATFORMATE BUTANE PROPANE L. NAPHTA FGS OFF GAS FUEL OIL COMPLEX I Bahan Baku, Produk & Spesifikasi, dan Over View Operasi di FOC I UNIT 11.00 (CDU)
Feed : ALC
BLC
ILC
Kapasitas : 118.000 BPSD atau
16.094 TPSD
Tujuan : Mengolah Crude / minyak
mentah menjadi produk BBM
dan feed untuk Lube Plants.
Garis Besar Operasi : Pemisahan Crude menjadi
fraksi-fraksi (product) berdasar
kan perbedaan titik didih. Spesifikasi Produk :

Light Hidrotreated Naphta (ex. Naphta Splitter)

Sg 60/60 oF min 0,63 max 0,70
Distillation (ASTM D 86)
IBP, oC min 30
FBP, oC max 80
RVP pada 100 oC, psia max 14
Total Sulfur, wt ppm max 1,0
Total Nitrogen, wt ppm max 1,0
Water content, wt ppm max 0,5 Heavy Hidrotreated Naphta (ex. Naphta Splitte)

Sg 60/60 oF min 0,71 max 0,76
Distillation (ASTM D 86)
IBP, oC min 67
FBP, oC max 180
Total Sulfur, wt ppm max 0,5
Total Nitrogen, wt ppm max 1,0
Water content, wt ppm max 3,0
Straight Run Kerosene (ex. CDU I)

Sg 60/60 oF min 0,77 max 0,81
Distillation (ASTM D 86)
IBP, oC min 140
FBP, oC max 250
Flash point (IP 170 oC) min 38 Light Gasoil (ex. CDU I)

Sg 60/60 oF min 0,81 max 0,85
Distillation (ASTM D 86)
IBP, oC min 170
FBP, oC target 315
Heavy Gasoil (ex. CDU I)

Sg 60/60 oF min 0,85 max 0,89
Distillation (ASTM D 86)
IBP, oC min 205
FBP, oC max 425
Long Residu (ex. CDU I)

TBP 350 oC minus fraction (wt %) max 6,5
TBP 370 oC minus fraction (wt %) max 10,0 2. UNIT 1200 (HDT)
Feed : Unstabillized Naphta dari coalescer unit
1100
Kapasitas : Lama : 2275 Ton/stream day
Baru : 2805 Ton/stream day
Tujuan : Menyiapkan feed untuk unit 1400
Garis Besar Operasi :
Penghilangan racun katalis dengan hidrogen :
Konversi senyawa organik sulfur menjadi H2S
Konversi senyawa Nitrogen menjadi NH3
Konversi senyawa Oksigen menjadi H2O
Penjenuhan Olefin
Penghilangan senyawa organometallic
Spesifikasi Produk :
Sweet Naphta dengan kandungan :
Sulfur, wt ppm max 0,5
Nitrogen, wt ppm max 0,5
Water, wt ppm max 5,0 UNIT 1300 (HDS)

Feed : LGO, HGO
Kapasitas : 2300 Ton/stream day
Tujuan : Mereduksi kandungan sulfur dari
LGO dan HGO
Garis Besar Operasi : Senyawa sulfur dalam aliran feed
dikonversi menjadi H2S.
H2S di flash off dalam seri separator
dan produk akhir ditripping steam dan dikeringkan.
Spesifikasi Produk :

Sulfur content
1. feed LGO 0,06-0,10 % wt
2. feed HGO 1,7 % wt UNIT 1400 (PLTF)
Feed : Heavy Hydrotreated Naphta.
Kapasitas : 1650 Ton/stream day
Tujuan : Menaikkan angka oktan feed
Menghasilkan HOMC (High Octane Mogas Comp.)
Garis Besar Operasi :
Merubah struktur molekul dari komponen feed parafinic dan naphene menjadi aromatic.
Penambahan Chemical :
Dalam unit ini ditambahkan IPA (Iso Propil Alcohol) dan DPC (Chloride) untuk menjaga konsentrasi air dan
chloride pada recycle gas tetap yang diperlukan untuk
menjaga performance katalis pada kondisi optimum.
Spesifikasi Produk :
Oktane Number : - Low severity 92 RON
- High severity 96 RON 5. UNIT 1500 (PMP/Propane Manufacture Plant)

Feed : Platformer Stab. Overhead Liquid
Kapasitas : 43,5 Ton/stream day
Tujuan : Menghasilkan propane untuk LOC
Garis Besar Operasi: Pemisahan feed berdasarkan titik
didihnya melalui dua kolom distilasi,
depropanizer dan deethanizer.
Spesifikasi Produk :

Propane : min 95 % wt
Ethane : max 2,5 % wt
Iso-butane : max 4 % wt 6. UNIT 1600 (MEROX)

Feed : Kerosene ex CDU I
Kapsitas : Lama : 1970 Ton/stream day
Baru : 2119 Ton/stream day
Tujuan : Memproduksi avtur dengan mengoksidasi mercaptans menjadi disulfida
Garis Besar Operasi:
Kerosene dikontakkan dengan NaOH untuk mengambil H2S, kemudian dioksidasi dengan udara.
Hal ini bertujuan untuk mengubah mercaptans menjadi Disulfida yang tak berbau dan tidak terlalu korosif. Spesifikasi Produk :

Tidak ada kandungan air pada suhu 30oC.
Flash point, oC min 38
Sulfur Mercaptan, wt ppm max 10
Sg 60/60 oC min 0,77 max 0,81
IBP, oC min 140
FBP, oC max 250 UNIT 1700 (SWS)

Feed : Air buangan proses dari CDU I,
HDS, HVU I
Kapasitas : Lama: 688 Ton/stream day
Baru : 773 Ton/stream day
Tujuan : Mereduksi kandungan H2S & NH3 dalam
air buangan sebelum ke CPI dan
Desalter.
Garis Besar Operasi :
Pemisahan air dan minyak yang terikut.
Hidrolisis NH4HS di Sour Water menjadi NH3 & H2S yang selanjutnya distrip dengan LP steam menuju flare.
Spesifikasi Produk :

Kandungan H2S, wt ppm 20
Kandungan NH3, wt ppm 200 DESKRIPSI PROSES
UNIT 1300
HYDRODESULPHURIZER Proses hydrodesulphurization merupakan proses pemurnian secara katalitik dengan bantuan katalis metal aktif Cobalt Molibdenun (Co-Mo) on alumina (Al2O3) dan hydrogen rich gas untuk mendekomposisi senyawa impurities khususnya sulphur yang terkandung dalam minyak gasoil. UNIT 1300 HYDRODESULPHURIZER 1. Reactor Section
2. Separator Section
3. Compressor section
4. Stripping & Drying Section 1. Reactor Section Penghilangan sulfur (desulphurization)
Feed HDS (LGO) yang mengandung 0,73 % wt sulphur dihilangkan sulphurnya sesuai dengan spesifikasi yakni 0,07-0,10%wt sulphur. Kandungan sulfur dalam produk dapat menimbulkan pencemaran dan berperan dalam pembentukan carbon dan SO2. SO2 jika bereaksi dengan air dapat menjadi larutan asam kuat yang menimbulkan korosi pada peralatan. Umumnya operasi berlangsung pada suhu 315-340 oC. Tipikal reaksi penghilangan sulfur :
(Mercaptan) R – SH + H2 RH + H2S
(Sulphida) R – S – R’ + 2 H2 RH + H2S + R’H
(Cyclic sulphida)
CH2
/ \
CH2 CH – R
| | + 2 H2 C5H11 - R + H2S
CH2 CH2
\ /
S Reaksi utama yang terjadi di reactor unit HDS adalah : Penjenuhan Olefin
Olefin yang bersifat tidak stabil dijenuhkan menjadi rantai jenuh yang bersifat stabil. Pada reaksi ini akan terbentuk panas reaksi eksotermis. Proses penjenuhan perlu dilakukan karena olefin memiliki kecenderungan membentuk gum selama penyimpanan, sehingga dapat menimbulkan kebuntuan pada peralatan. Tipikal reaksi penjenuhan olefin :
CH3 – CH2 – CH = CH – CH3 + H2  CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
Hydrogenasi Aromat
Senyawa aromat bereaksi dengan hydrogen menjadi rantai karbon yang lebih stabil. Dengan menjadi rantai karbon yang lebih stabil maka kemungkinan timbulnya reaksi yang tidak diharapkan selama dalam masa penyimpanan dapat diminimalkan, Selain itu dalam hydrocarbon dengan kandungan aromat tinggi dapat menimbulkan asap yang banyak.
R – C6H5 + 3H2 R – C6H11 (Naphtene)
Hydrocracking
Proses hydrocracking yaitu perengkahan hydrocarbon menjadi dua komponen yang lebih kecil .Peristiwa hydrocracking menghasilkan formasi produk baru yang lebih ringan, sehingga meningkatkan yield loss dan juga menurunkan tekanan partial hydrogen dalam system. 2. Separator Section 3. Compressor Section 4. Stripping & Drying Section
Full transcript