Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PPT SEJARAH

No description
by

Felicia Barnessa

on 9 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PPT SEJARAH

Djakarta
Korban
Kronologis kejadian
Tahap Persiapan Partai Komunis Indonesia (PKI)
G 30 S PKI
Madiun
Rekonstruksi dan Rasionalisme Angkatan Perang dan Jalan Baru Musso
Biro Perjuangan sebagai TNI Sayap Kiri
Lokasi
Awal Pemberontakan
Awal Pemberontakan
Pepolit
Biro Perjuangan
Kelompok 4
September - Oktober 1948
Madiun
Peristiwa Madiun
Kronologis
Awal Pemberontakan
PKI Madiun
Membentuk ormas-ormas, seperti : SOSBI (Kaum Buruh), BTI (Kaum Tani), GERWANI, dan LEKRA.
Mengusulkan terbentuknya angkatan ke-5.
Memfitnah AD dengan isu Dewan Jenderal.
Merebut sarana penting, seperti : Stasiun RRI, Pusat Telekomunikasi, dan Bandara Halim Perdanakusumah.
Menculik dan membunuh para Jenderal dari AD.
Mengingatkan pemerintah tentang tindak-tanduk kegiatan PKI.
Menolak terbentuknya angkatan ke-5 (petani yang dipersenjatai).
Menyampaikan kepada pemerintah bahwa yang dibentuk AD bukan Dewan Jenderal tetapi Wanjakti (Dewan Jabatan Kepangkatan Tinggi).
Menjaga dan mengamankan pemerintah dari situasi politik PKI

Usaha Angkatan Darat Menghadapi Persiapan PKI
30 September 1965 : PKI menyusun kekuatan dengan mempersiapkan pasukan-pasukannya di daerah Lubang Buaya.
01 Oktober 1965 : Pasukan PKI mengadakan penculikan para Jenderal.
02 Oktober 1965 : Pemerintah mengadakan operasi militer dengan menurunkan pasukan kostrad di bawah Mayjen Soeharto.
02 Oktober 1965 : Pasukan RPKAD berhasil merebut kembali sarana penting : Stasiun RRI, Pusat Telekomunikasi
03 Oktober 1965 :Berhasil merebut Halim Perdana Kusumah dan dilanjutkan dengan pencarian para Jenderal atas petunjuk Brigadir Polisi Sukitman.
04 Oktober 1965 : Dilakukan penggalian mayat para Jenderal di sumur tua Lubang Buaya.
05 Oktober 1965 : Dilakukan pemakaman para Jenderal di Kalibata, taman makam pahlawan.
06-09 Oktober 1965 : Diadakan operasi militer pembersihan G30S/PKI baik di Jakarta, Jatim dan Jateng.
11 Oktober 1965 : Letkol Untung Sutopo tertangkap di Tegal dan tertembaknya D. N Aidit di Boyolali.

Kronologi singkat peristiwa g30s/pki

Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)
Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.


nama korban
30 September 1965
Kelompok 4
24 Mei 1946: Badan Pendidikan Tentara berubah jadi Staf Pendidikan Politik dan Tentara (Pepolit)
Pimpinan: Sukono Djojopratingnjo (letjen)
Dimanfaatkan Amir Syarifuddin menjadi seperti Angkatan Perang Uni Soviet
Hasil reorganisasi Pepolit
Ada di bawah Kementrian Pertahanan jadi tentara dapat dipersatukan pemerintah
Pimpinan: Amir Syarifuddin (komunis)
September 1946 Biro Perjuangan diberi wewenang untuk koordinasi barisan cadangan
Terjadi dualisme
Disatukan sebagai TNI, yang setuju komunis jadi TNI Bagian Masyarakat
Moh. Hatta membentuk kabinet koalisi dgn mengikutsertakan semua partai
Presiden menunjuk WaPres Moh. Hatta untuk membentuk kabinet baru
Kabinet Amir Syarifuddin jatuh
Moh. Hatta menyediakan 3 kursi tanpa portofolio untuk kelompok sayap kiri
Sayap kiri menuntut 4 kursi serta jabatan menteri pertahanan
Moh. Hatta tidak setuju kabinet tanpa sayap kiri
Pelaksanaan Perundingan Renville
Mempercepat pembentukan NIS
Melaksanakan rasionalisasi di dalam negeri
Pembangunan
Program
Kabinet Hatta terus ditentang
Pemberontakan :
- FDR
- Pemogokan kaum buruh (5 Juli 1948)
- Pemberontakan STII (10 Juli 1948)


Kabinet Hatta terus ditentang
Pemberontakan :
- FDR
- Pemogokan kaum buruh (5 Juli 1948)
- Pemberontakan STII (10 Juli 1948)
Kabinet Hatta dikecam keras oleh Musso
Partai Sosialis dan Partai Buruh berfusi dengan PKI
Menyusun doktrin bagi kekuatan komunis (Jalan Baru)
Musso kembali ke Jakarta (Agustus 1948)
Penghematan
Memerangi inflasi
Menyederhanakan serta menertibkan Angkatan Perang

Tujuan Rera

Pemberontakan PKI Madiun

PKI dan TNI

September – Oktober 1948

Jawa Timur
Republik Soviet
Indonesia

Latar Belakang G30S PKI

Pengertian

sebuah kejadian yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha kudeta yang dituduhkan kepada anggota Par Komunis Indonesia

Latar belakang

Pada awal tahun 1965 Bung Karno mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI.
Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara Aktivis massanya dan polisi dan militer.
Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. 
Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS. 

Isu sakitnya Bung Karno
Isu Masalah Tanah dan Bagi Hasil
Faktor Malaysia
Faktor Amerika

Akibat

a. Presiden Soekarno kehilangan kewibawaan di mata rakyat Indonesia.

b. Kondisi politik Indonesia semakin tidak stabil sebab muncul pertentangan dalam lembaga tinggi negara.

c. Sikap pemerintah yang belum dapat mengambil keputusan untuk membubarkan PKI sehingga menimbulkan kemarahan rakyat.

d. Munculnya aksi demonstrasi secara besar-besaran yang dilakukan rakyat beserta mahasiswa yang tergabung dalam KAMI, KAPPI, dan KAPI menuntut pembubaran terhadap PKI beserta ormas-ormasnya. Tuntutan mereka dikenal dengan istilah tritura atau tiga tuntutan rakyat, yaitu

1) Pembubaran PKI.
2) Pembersihan kabinet Dwikora dari unsur- unsur PKI.
3) Penurunan harga-harga barang.


PKI Masa Demokrasi Liberal

DN Aidit Kembali ke Indonesia dengan konsep baru
23 Februari 1952
-Persetujuan MSA  Ahmad Subarjo
-Comite Central  Wilopo
Jatuhnya Wilopo
Dibentuknya PSI
Masa Kabinet Sastroamijoyo
Pemilu 1955 PKI masuk top 4
Dibentuk Font Nasional

Mempengaruhi Soekarno membekukan partai Murba
Kongres Nasional VII April 1962
PKI menggunakan cara kekerasan

Mempengaruhi Soekarno membekukan partai Murba
Kongres Nasional VII April 1962
PKI menggunakan cara kekerasan

Aksi digelar  menuntut pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini

Aksi dipelopori: KAPPI, KAMI, KAPI, KABI, KASI, KAWI, KAGI

Kesatuan Aksi membiat barisan : Front Pancasila


Perasaan tidak puas pemuda  Tri Tuntuntan Hati Nurani Rakyat(Tritura)

12 Januari 1966, KAMI, KAPPI mendatangi DPR-GR & mengajukan 3 tuntutan:
Pembubaran PKI
Pembersihan Kabinet dari unsur PKI
Penurunan harga


21 Februari 1966: Soekarno melakukan reshuffle kabinet menjadi Kabinet Dwikora yang Disempurnakan

Mahasiswa menamakannya Kabinet Gestapu

25 Februari 1966: Soekarno membubarkan KAMI

Soekarno memanggil Front Pancasila, PNI-Asu, Partindo, tapi hasilnya pembubaran PKI tidak berhasil

11 Maret 1966: Sidang Paripurna




3 orang perwira tinggi TNI AD: Mayjen Basuki Rachmat, Brigjen M.Jusuf, Brigjen Amir

Mereka mengadakan pembicaraan di Istana Bogor. Lahirlah Supersemar.

11 Maret 1966: Lahirnya Orde Baru

Tindakan Soeharto setelah menerima surat:
Membubarkan PKI berlindung di RI
Keputusan Presiden No.5

Sidang Umum MPRS IV : iklim politik yang stabil tercapai

Supersemar menjadi Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966.

MPRS membentuk Kabinet Ampera

Program Kabinet Ampera: Catur Karya
Memperbaiki kehidupan rakyat
Melaksanakan pemillihan umum dlm batas waktu tertentu
Melaksanakan politik LN bebas aktif
Melanjutkan perjuangan antiimperialisme dan kolonialisme
Tugas: Stabilisasi politik dan ekonomi


Sidang Umum MPRS IV: Soekarno menyampaikan amanat Nawaksara.

MPRS meminta presiden untuk melengkapi pidato itu.

10 Januari 1967: Presiden menyampaikan naskah, diberi nama Pelengkap Nawaksara.

7 Februari 1967 : Soeharto menerima surat dari presiden
8 Februari 1967 : Soeharto membahas konsep tsb dan membicarakanny bersama 4 panglima bersenjata
10 Februari 1967 : Soeharto menghadap presiden dan membicarakan masalah penugasan

11 Februari 1967 : Soeharto mengajukan konsep untuk membantu penyelesaian konflik
12 Februari 1967 : Soeharto bertemu kembali dengan presiden
13 Februari 1967 : Para panglima berkumpul untuk membicarakan konsep yg tlh disusun sblm diserahkan kpd presiden
20 Februari 1967 : Konsep ditandatangani presiden
23 Februari 1967 : Resmi penyerahan kekuasaan


Pertimbangan

Pidato presiden berjudul Nawaksara dan pelengkapnya tidak memenuhi harapan rakyat
Presiden telah menyerahkan kekuasaan pemerintahan
Terdapat petunjuk-petunjuk bawah Presiden Soekarno telah melakukan kebijaksanaan yang secara tidak langsung menguntungkan G-30-S/PKI dan melindungi tokoh-tokohnya

Melepaskan tentara bagi mereka yang ingin kembali ke pekerjaanya semula
Menyerahkan penampungan kepada Kementerian Pembangunan dan Pemuda
Mengembalikan 100000 orang ke dalam masyarakat desa

Cara-Cara Pemwujudan Rera

Melepaskan tentara bagi mereka yang ingin kembali ke pekerjaanya semula
Menyerahkan penampungan kepada Kementerian Pembangunan dan Pemuda
Mengembalikan 100000 orang ke dalam masyarakat desa

Cara-Cara Pemwujudan Rera

Pemimpin pemberon-
takan terbunuh

Pemberontak
kabur & dikejar

Madiun direbut
kembali

GOM I

Soekarno- Hatta
Vs
Muso- Amir

Penumpasan PKI Madiun

Melepaskan tentara bagi mereka yang ingin kembali ke pekerjaanya semula
Menyerahkan penampungan kepada Kementerian Pembangunan dan Pemuda
Mengembalikan 100000 orang ke dalam masyarakat desa

Cara-Cara Pemwujudan Rera

Pemimpin pemberon-
takan terbunuh

Pemberontak
kabur & dikejar

Madiun direbut
kembali

GOM I

Soekarno- Hatta
Vs
Muso- Amir

Penumpasan PKI Madiun

Rekonstruksi dan Rasionalisme Angkatan Perang dan Jalan Baru Musso
Kabinet Moh. Hatta
Awal Pemberontakan
Full transcript