Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENENTUAN KANDUNGAN ALUMINIUM DAN MAGNESIUM

No description
by

Timothius Rheno

on 19 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENENTUAN KANDUNGAN ALUMINIUM DAN MAGNESIUM

Daftar Pustaka
© Day, JR dan Underwood. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta
© Harjadi, W. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Erlangga. Jakarta.
© Keenan, C. W, dkk. 1998. Kimia untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.
© Khopkar. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI Press. Jakarta.
© Vogel, A.I. 1994. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik Edisi 4. EGC. Jakarta

PENENTUAN KANDUNGAN ALUMINIUM DAN MAGNESIUM
DALAM OBAT MAAG

Alat dan Bahan
A. Alat
1. Pipet volum 25,00 ml
2. Buret 50,0 ml
3. Labu ukur 250 ml
4. Labu ukur 100 ml
5. Labu Erlenmeyer 250,0 ml
6. Gelas kimia 500 ml
7. Corong
8. Statif & Klem
9. Pipet tetes
10. Spatula
11. Timbangan
12. Mortar
13. Kaca arloji
14. Gelas ukur 50 ml

Prinsip Pecobaan
Obat maag mengandung senyawa magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida. Untuk menentukan kandungan Magnesium dalam obat maag dilakukan titrasi pembentukan kompleks dengan EDTA
Pers Reaksi: : Mg2+(aq) + H2Y2-(aq)  MgY2-(aq) + 2H+(aq)
EDTA adalah bukanlah larutan baku primer sehingga perlu dibakukan terlebih dahulu. Reaksi pembakuan EDTA yaitu :
Mg2+(aq) + H2Y2-(aq)  MgY2-(aq) + 2H+(aq)
dengan indikator EBT/NaCl.
Cara Kerja
PERHITUNGAN
Tujuan Percobaan
Menentukan kandungan aluminium dan magnesium dalam obat maag melalui titrasi asam-basa dengan larutan baku NaOH dan titrasi kompleksometri dengan larutan baku EDTA.
Nama Anggota:
Nurul Avika 10512006
Christian Marveolus 10512016
Timothius Rheno 10512028
Nurlaela Rahmawati 10512036
Laila Nur Najmi Fathiyah 10512056
Untuk menentukan kandungan Aluminium dalam obat maag dilakukan titrasi asam basa dimana dengan titrasi balik dapat ditentukan konsentrasi OH- pada obat maag. Jika kandungan OH- sudah diketahui maka kandunga Al dapat ditentukan
Pers Reaksi: 5HCl(aq) + Mg(OH)2(aq) + Al(OH)3(aq) MgCl2(aq) + 5H2O(l) + AlCl3(aq)
Sisa HCl akan dititrasi dengan NaOH.
Pers Reaksi: HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
NaOH yang akan digunakan bukan standar primer sehingga perlu dibakukan dahulu. Dalam percobaan ini pembakuan dilakukan dengan Asam Oksalat (H2C2O4).
Pers Reaksi: 2NaOH(aq) + H2C2O4(aq)  Na2C2O4(aq) + 2H2O(l)
Indikator yang digunakan adalah Phenolphtalein dengan rentang pH 8,3-10,6
Bahan:
1. HCl 0,5M
2. EDTA 0,05M
3. MgSO4.7H2O
4. Larutan buffer pH 10
5. H2C2O4.2H2O
6. Sample obat maag (Mylanta)
7. Larutan fenolftalein
8. EBT/NaCl
9. NaOH 0,5M

Pembakuan Larutan EDTA
A. Tempatkan 20 ml larutan EDTA 0,05 M dalam gelas kimia 500 ml dan encerkan hingga 200 ml
B. Tempatkan larutan ini ke dalam buret
C. Timbang dengan tepat padatan MgSO4.7H20 (±0,2 gram) kemudian larutkan dalam labu takar 100 ml
D. Pipet 25 ml larutan ini ke dalam labu titrasi, tambahkan 10 ml larutan buffer pH 10, satu sendok kecil EBTA/NaCl dan aqua DM
E. Titrasi larutan ini dengan larutan EDTA sehingga warna larutan berubah menjadi biru. Duplo dilakukan
F. Tentukan konsentrasi larutan EDTA dengan tepat


Penentuan Kadar Mg dalam Sampel
A. Timbang dengan tepat sampel obat maag (± 0,1 gram) kemudian larutkan dalam labu takar 250 ml
B. Pipet 25 ml larutan ini ke dalam labu titrasi, tambahkan 10 ml larutan buffer pH 10, satu sendok kecil EBTA/NaCl dan aqua DM
C. Titrasi larutan ini dengan larutan EDTA sehingga warna larutan berubah menjadi biru. Duplo dilakukan
D. Tentukan kadar Mg dengan tepat


Pembakuan larutan NaOH
A. Tempatkan larutan NaOH 0,5M dalam gelas kimia 500 ml dan encerkan hingga 200ml
B. Tempatkan larutan ini ke dalam buret
C. Timbang dengan tepat padatan H2C2O4.2H2O (±0,64 g) kemudian larutkan dalam labu takar 100,0 ml
D. Pipet 25,00 ml larutan H2C2O4 tersebut ke dalam labu titrasi, kemudian tambahkan tiga tetes fenolftalein dan tambahkan aqua dm
E. Titrasi dengan larutan NaOH sampai warna larutan berubah menjadi merah muda, lakukan duplo


Penentuan kadar hidroksida dalam sample
A. Pipet 25,00ml larutan sampel yang telah dibuat ke dalam labu titrasi,kemudian tambahkan 25ml HCl,tiga tetes indikator fenolftalein dan sedikit aqua dm
B. Titrasi dengan larutan NaOH sampai warna larutan berubah, lakukan duplo
C. Tentukan Kadar OH- dalam sampel sehingga kadar Al dalam sampel dapat ditentukan

Pembakuan larutan EDTA
Molaritas MgSO4.7H2O = (Massa MgSO4.7H2O/Mr MgSO4.7H2O )x volume
=(0,2gram/246gram/ mol) / 0,1 L
= 0.00813 Molar
Volume 1 Titran EDTA yang digunakan : X ml
Volume 2 Titran EDTA yang digunakan : Y ml
Volume rata-rata Titran EDTA : ((X + Y) / 2) ml
Sesuai dengan persamaan:
Mg2+(aq) + H2Y2-(aq)  MgY2-(aq) + 2H+(aq)
Berlaku hubungan:
V EDTA . M EDTA = V MgSO4.7H2O . M MgSO4.7H2O
M EDTA = (25mL . 0,00813M) / ((X mL + Y mL) / 2)
= (0,20325/((X+Y)/2)) M


Pembakuan larutan NaOH
Molaritas H2C2O4.2H2O = {Massa H2C2O4.2H2O /Mr H2C2O4.2H2O }x volume
= (0,64 gram/126 gram/mol) / 0,1 L
= 0,0508 Molar
Volume 1 Titran NaOH yang digunakan : A ml
Volume 2 Titran NaOH yang digunakan : B ml
Volume rata-rata Titran NaOH : {(A + B) / 2} ml
Pada titrasi asam basa berlaku hubungan:
2NaOH(aq) + H2C2O4(aq)  Na2C2O4(aq) + 2H2O(l)
Pada titrasi asam basa berlaku hubungan:
V NaOH . M NaOH = 2[V H2C2O4.2H2O . M H2C2O4.2H2O]
M NaOH =[(2 (25mL . 0,0508M)) / ((A mL+ BmL) / 2) ]

Penentuan Kadar Mg dalam Sampel dengan Titrasi EDTA
Volume 1 Titran EDTA yang digunakan : C ml
Volume 2 Titran EDTA yang digunakan : D ml
Volume rata-rata Titran EDTA : ((C + D) / 2) ml

V EDTA . M EDTA = V Mg(OH)2 . M Mg(OH)2
((C mL + D mL) / 2) . [(25 mL . 0,00813 M) / ((X mL+ Y mL) / 2)] = 25 mL. M Mg(OH)2
M Mg(OH)2 = ((C + D) / 2) . [(25 . 0,00813) / ((X + Y) / 2)] / 25 Molar
Penentuan Kadar OH- dalam Sampel dengan Titrasi Balik Asam Basa
Volume 1 Titran NaOH yang digunakan : E ml
Volume 2 Titran NaOH yang digunakan : F ml
Volume rata-rata Titran NaOH : {(E + F) / 2} ml
Metode titrasi balik ini digunakan untuk mencari HCl berlebih dalam larutan.
Volume 1 Titran NaOH yang digunakan : E ml
Volume 2 Titran NaOH yang digunakan : F ml
Volume rata-rata Titran NaOH : {(E + F) / 2} ml
Persamaan reaksi:
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
Metode titrasi balik ini digunakan untuk mencari HCl berlebih dalam larutan.
V HCl . M HCl = V NaOH . M NaOH
V HCl . 0,5M = {(E + F) / 2} . 2(25 . 0,0508) / {(A + B) / 2}
V HCl = {(E + F) / 2} . 2(25 . 0,0508) / {(A + B) / 2} / 0,5 ml

Volume HCl yang bereaksi dengan Al(OH)3 dan Mg(OH)2 adalah
5 ml - [{(E + F) / 2} . 2(25 . 0,0508) / {(A + B) / 2} / 0,5 ]ml.

Mol HCl yang bereaksi dengan Al(OH)3 dan Mg(OH)2 adalah
(5 ml . 0,5M) – [{(E + F) / 2} . 2(25 . 0,0508) / {(A + B) / 2} / 0,5 ml] x 0,5 M] = N mol

Mol HCl yang bereaksi dengan Al(OH)3 :
Al(OH)3 + 3HCl ----> AlCl3 + 3H2O
Mol Al(OH)3 = 1/3 mol HCl yang bereaksi
= (1/3 x N)mol
Maka kandungan Al dalam sampel adalah [mol Al(OH)3 . Ar Al) / massa tablet] . 100%
= [(1/3xN)mol . 26,98 gr/mol / w gram ] .100%
Dan Kandungan Mg adalah {(C + D) / 2} . [(25 . 0,00813) / {(X + Y) / 2}]. Ar Mg x 100%
massa tablet
={(C + D) / 2} . [(25 . 0,00813) / {(X + Y) / 2}mol]. 24,31 gram/mol x 100%
W gram

Full transcript