Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Mengenal Budaya Lokal Masyarakat Minangkabau

No description
by

Alfira Rizky Ayuputri

on 23 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Mengenal Budaya Lokal Masyarakat Minangkabau

Mengenal Budaya Lokal Masyarakat Minangkabau
Sistem Kekerabatan Suku Bangsa Minangkabau
Rumah Gadang yang ada di Nagari Pandai Sikek dengan dua buah Rangkiang di depannya . (WIkimedia Commons)
Tari piring (ANTARA SUMBAR/Eko Fajri)
Saluang (Wikimedia Commons)
Kesimpulan
Suku Bangsa Minangkabau
Suku bangsa Minangkabau adalah salah satu suku besar di nusantara. Suku bangsa Minangkabau sering disebut orang padang. Hal ini merujuk pada ibukota Sumatera Barat, tempat komunitas suku ini berasal. Salah satu keunikan Suku bangsa Minangkabau ini adalah sistem kekeluargaan yang melalui jalur matrilineal, jalur perempuan, dan tercatat sebagai penganut matrilineal terbesar di dunia. Istilah suku pada masyarakat ini tidak sama dengan “suku bangsa”, suku lebih setara dengan marga pada orang batak.
Rumah Gadang Nimbong Salayan Sungai Jariang, Ampek Koto, Agam
Sistem Kepercayaan/Religi Suku Minangkabau
Sebagian besar masyarakat Minangkabau beragama Islam. Masyarakat desa percaya dengan hantu, seperti kuntilanak, perempuan menghirup ubun-ubun bayi dari jauh, dan menggasing (santet), yaitu menghantarkan racun melalui udara. Upacara-upacara adat di Minangkabau meliputi :

Sistem Religi Suku Minangkabau di Zaman Kontemporer Sekarang Ini
Pada masa sekarang boleh dikatakan seluruh orang minangkabau telah memeluk agama islam, akan tetapi sisa-sisa kepercayaan lama yang animistik dan dinamistik masih bisa di temui di beberapa tempat, sebagian masih percaya kepada tempat atau benda-benda tertentu sebagai keramat (Dihuni oleh Roh tertentu), percaya kepada adanya Hantu, kuntilanak, sijundal, Orang bunian ( orang halus dan lain-lain.
Sistem Kesenian Suku Minangkabau
1. Seni Bangunan
Rumah adat Minangkabau disebut rumah gadang. Rumah gadang terdiri atas biliek sebagai ruang tidur, dan didieh sebagai ruang tamu. Ciri utama rumah itu adalah bentuk lengkung atapnya yang disebut gonjong yang artinya tanduk rebung. Antara atap dan lantai terdapat pegu. Di desa Balimbing lebih kurang 10 km dari timur kota Batu Sangkar banyak dijumpai rumah gadang yang berumur 300 tahun.




Bahasa Suku Minangkabau
Bahasa minangkabau termasuk kedalam rumpun bahasa melayu Austronesia dengan aturan tata bahasa yang amat dekat dengan bahasa Indonesia, karena itu dekat pula dengan bahasa melayu lama yang mendasari bahasa Indonesia, kata-kata Indonesia dalam bahasa minangkabau hanya mengalami sedikit perubahan bunyi, seperti tiga menjadi Tigo, lurus menjadi Luruih, Bulat menjadi Bulek, Empat menjadi ampek Dan sebagainnya.
Sistem Ekonomi Suku Minangkabau
Mata pencaharian masyarakat Minangkabau sebagian besar sebagai petani. Bagi yang tinggal di pinggir laut mata pencaharian utamanya menangkap ikan. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak masyarakat Minangkabau yang mengadu nasib ke kota-kota besar. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini.

Masyarakat Minangkabau juga banyak yang menjadi perajin. Kerajinan yang dihasilkan adalah kain songket. Hasil kerajinan tersebut merupakan cenderamata khas dari Minangkabau.
Sistem kekerabatan dalam masyarakat Minangkabau adalah matrilineal (garis keturunan ibu), sehingga sistem kekerabatan memerhitungkan dua generasi di atas ego laki-laki dan satu generasi di bawahnya. Urutannya sebagai berikut:

Ibunya ibu.
Saudara perempuan dan laki-laki ibunya ibu.
Saudara laki-laki ibu.
Anak laki-laki, perempuan saudara perempuan ibu ibunya ego.
Saudara laki-laki dan perempuan ego.
Anak laki-laki dan perempuan saudara perempuan ibu.
Anak laki-laki dan perempuan saudara perempuan ego.
Anak laki-laki dan perempuan anak perempuan saudara perempuan ibunya ibu.


Kesatuan keluarga kecil seperti di atas disebut paruik, pada sebagian masyarakat ada kesatuan yang disebut kampueng yang memisahkan paruik dengan suku. Kepentingan keluarga diurus oleh laki-laki yang bertindak sebagai niniek mamak.

Dalam hal jodoh masyarakat Minangkabau memilih dari luar suku, tetapi pola itu kini mulai hilang. Bahkan akibat pengaruh dunia modern, perkawinan endogami lokal tidak lagi dipertahankan.
Bagan sistem kekerabatan masyarakat Minangkabau.
2. Seni Tari
Tari-tarian yang ada adalah tari silat kucing dan tari silat tupai malompek yang masih dijumpai di daerah-daerah Payakumbuh. Lagu yang digunakan dalam tari itu adalah Cak Din Din, Pado-Pado, Siamang Tagagau, Si Calik Mamenjek, Capo, dan Anak Harimau dalam Gauang. Selain itu juga terdapat tari piring, tari Lilin, tari payung, dan tari serampang dua belas.
3. Seni Musik
Alat-alat musik tradisonal dari suku bangsa Minangkabau adalah saluang dan talempong. Saluang biasa dikenal dengan seruling, sedangkan talempong mirip dengan gamelan yang dibunyikan dengan pemukul.

Songket benang emas (dok. Putri/detikTravel)

1) upacara Tabuik adalah upacara peringatan kematian Hasan dan Husain di Padang Karabela;

2) upacara Kitan dan Katam berhubungan dengan lingkaran hidup manusia, seperti:

a) upacara Turun Tanah/Turun Mandi adalah upacara bayi menyentuh tanah pertama kali,
b) upacara Kekah adalah upacara memotong rambut bayi pertama kali.

3) Upacara selamatan orang meninggal pada hari ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000.
Kebudayaan minang memiliki ragam budaya yang memiliki potensi besar bagi kekayaan kebudayaan Indonesia.
Orang melayu umumnya diidenditaskan sebagai orang yang tinggal di tanah melayu, beragama islam, dan melaksanakan adat istiadat melayu, namun sebenarnya melayu sendiri ibarat rumah yang di isi oleh berbagai macam penghuni dengan berbagai macam jenis pandangan hidup pula dan tidak harus orang yang mendiami daerah melayu. Dikarenakan dalam perkembangan zaman melayu memiliki berbagai macam versi. Namun keanekaragaman yang ada dapat memberi warna baru bagi kekayaan kebudayaan Indonesia yang perlu ketahui dan kita lestarikan.
Kelompok 6:
Alfa Kumala (05)
Alfira Rizky Ayuputri (06)
Dwi Rama Surya Mustika (24)
Full transcript