Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kerajaan Mataram Kuno

No description
by

Raihanah Zahrah

on 28 August 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno berdiri pada abad ke-8. Kerajaan ini pada awalnya berdiri di jawa tengah juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, kerajan ini berpindah pada abad ke-10. Kerajaan bercorak Hindu-Buddha ini diperintah oleh 2 dinasti yaitu Syailendra & Sanjaya.
Bidang Ekonomi
Pusat kerajaan Mataram Kuno terletak di Lembah sungai Progo, meliputi daratan Magelang, Muntilan, Sleman, dan Yogyakarta. Daerah itu amat subur sehingga rakyat menggantungkan kehidupannya pada hasil pertanian. Hal ini mengakibatkan banyak kerajaan-kerajaan serta daerah lain yang saling mengekspor dan mengimpor hasil pertaniannya. Usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan hasil pertanian telah dilakukan sejak masa pemerintahan Rakai Kayuwangi.
Usaha perdagangan juga mulai mendapat perhatian ketika Raja Balitung berkuasa. Raja telah memerintahkan untuk membuat pusat-pusat perdagangan serta penduduk disekitar kanan-kiri aliran Sungai Bengawan Solo diperintahkan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas perdagangan melalui aliran sungai tersebut. Sebagai imbalannya, penduduk desa di kanan-kiri sungai tersebut dibebaskan dari pungutan pajak. Lancarnya pengangkutan perdagangan melalui sungai tersebut dengan sendirinya akan menigkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Mataram Kuno.
Bidang Sosial
Kerajaan Mataram Kuno meskipun dalam praktik keagamaannya terdiri atas agama Hindu dan agama Buddha, masyarakatnya tetap hidup rukun dan saling bertoleransi. Sikap itu dibuktikan ketika mereka bergotong royong dalam membangun Candi Borobudur. Masyarakat Hindu yang sebenarnya tidak ada kepentingan dalam membangun Candi Borobudur, tetapi karena sikap toleransi dan gotong royong yang telah mendarah daging turut juga dalam pembangunan tersebut.
Keteraturan kehidupan sosial di Kerajaan Mataram Kuno juga dibuktikan adanya kepatuhan hukum pada semua pihak. Peraturan hukum yang dibuat oleh penduduk desa ternyata juga di hormati dan dijalankan oleh para pegawai istana. Semua itu bisa berlangsung karena adanya hubungan erat antara rakyat dan kalangan istana.

Bidang Politik
Bidang Budaya
Semangat kebudayaan mataram kuno sangat tinggi. Hal itu dibuktikan melalui bangunan prasati atau candi. Mereka juga telah mengenal bahasa sansekerta dan huruf palawa. Selain itu, masyarakat mataram kuno juga telah mampu membuat syair.
Aspek Keagamaan
Kerajaan Mataram Kuno meskipun dalam praktik keagamaannya terdiri dari agama Hindu-Buddha, masyarakatnya tetap saling hidup rukun dan bertoleransi. Sikap itu dibuktikan ketika mereka bergotong royong dalam membangun Candi Borobudur.
Untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya, mataram kuno menjalin kerja sama dengan negara tetangga misalnya Sriwijaya, Siam dan India. Mataram kuno juga mengadakan sistem perkawinan politik. Misalnya pada masa pemerintahan samaratungga yang berusaha menyatukan kembali Wangsa Syailendra & Sanjaya dangan cara anaknya yg bernama Pramodyawardani (Wangsa Syailendra) dinikahkan dengan Rakai Pikatan (Wangsa Sanjaya)

Wangsa Sanjaya merupakan penguasa awal dikerajaan Mataram Kuno, sedangkan Dinasti Syailendra muncul setelahnya yaitu mulai akhir abad ke-8 M. Dengan adanya perkawinan politik ini, maka jalinan kerukunan beragama Hindu-Buddha semakin erat
Dinasti Sanjaya
Candi Dieng
Candi Prambanan
Candi Gedong Songo
Candi Arjuna
Candi Sewu
Dinasti Isyana
Candi Lor
Candi Belahan
Candi Songgoroti
Candi Tegowangi
Candi Gunung Gangsir
Dinasti Sailendra
Candi Ngawen
Candi Mendut
Candi Borobudur
Candi Pawon
Candi Kalasan
Urutan Raja Mataram Kuno adalah:

1) Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya,
2) Sri Maharaja Rakai Panangkaran,
3) Sri Maharaja Rakai Panunggalan,
4) Sri Maharaja Rakai Warak,
5) Sri Maharaja Rakai Garung,
6) Sri Maharaja Rakai Pikatan,
7) Sri Maharaja Rakai Kayuwangi,
8) Sri Maharaja Rakai Watuhumalang,
9) Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung.
Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno
Kemunduran kerajaan Mataram Kuno disebabkan karena kedudukan ibukota kerajaan yang semakin lama semakin lemah dan tidak menguntungkan. Hal ini disebabkan oleh:

Tidak memiliki pelabuhan laut sehingga sulit berhubungan dengan dunia luar
Sering dilanda bencana alam oleh letusan Gunung Merapi
Mendapat ancaman serangan dari kerajaan Sriwijaya
Full transcript