Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

No description
by

Valentania Ratna Sari

on 25 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
PRRI/ Permesta dibentuk tanggal
15 Februari 1958
.
Gerakan memisahkan diri dari RI dipimpin
Letnan Kolonel Ahmad Husein
.
Terjadi di
Padang, Sumatera Barat
.
Kemudian gerakan ini mendapat sambutan dari wilayah
Sulawesi Utara

dan

Sulawesi Tengah
, dimana pada tanggal
17 Februari 1958
kawasan tersebut menyatakan mendukung
PRRI
.
Latar Belakang
Ketidakpuasan sebagian daerah yang menganggap pembangunan hanya terjadi di
Jawa
.
Ketidakpuasan didukung oleh beberapa panglima militer.
Panglima-panglima militer tersebut antara lain :
a.
Dewan Banteng
di Sumatra Barat yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein
(20 Desember 1956)
.
b.
Dewan Gajah
di Sumatra Utara yang dipimpin oleh Kolonel Maludin Simbolan
(22 Desember 1956)
.
c.
Dewan Garuda
di Sumatra Selatan yang dipimpin oleh Letkol Barlian.
d.
Dewan Manguni
di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Kolonel Ventje Sumual
(18 Februari 1957)
.

Ultimatum tersebut ditolak, pemerintah bertindak tegas dengan memecat secara tidak hormat
Ahmad Hussein, Simbolon, Zulkifli Lubis, dan Dahlan Djambek
yang memimpin gerakan tersebut.
15 februari 1958
diumumkan dibentuknya
PRRI
dan kabinetnya.

TERIMA KASIH!!!
Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta)
Desy Jessica
Kristiana Tan
Valentania R.S
XII IPS 2

Pada
9 Januari 1958
, diselenggarakan suatu pertemuan di
Sungai Dareh, Sumatera Barat
yang dihadiri oleh
Letkol Ahmad Husein, Letkol Ventje Sumual, Kolonel Dahlan Djambek, Kolonel Zulkifli Lubis, Mohammad Nasir, Sjarif Usman dan Burhanudin Harahap
. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan kemungkinan pembentukan pemerintahan baru serta hal-hal lain yang berhubungan.
10 februari 1958
, diadakan rapat raksasa di Padang.
Letkol Ahmad Husein

mengeluarkan ultimatum :

1. Dalam waktu 5 x 24 jam Kabinet Djuanda menyerahkan mandat kepada Presiden.

2. Meminta Presiden menugaskan Drs.Moh.Hatta dan Sultan Hamengkubuwono IX untuk membentuk kabinet yang baru.

3. Meminta kepada Presiden supaya kembali kepada kedudukannya sebagai Presiden Konstitusional.

Kabinet PRRI ;
Mr. Sjafruddin Prawiranegara
sebagai Perdana Menteri,
Mr. Assaat Dt. Mudo
sebagai Menteri Dalam Negeri,
Maluddin Simbolon
sebagai Menteri Luar Negeri,
Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo
sebagai Menteri Perhubungan dan Pelayaran,
Muhammad Sjafei
sebagai Menteri PPK dan Kesehatan,
J.F. Warouw
sebagai Menteri Pembangunan,
Saladin Sarumpaet
sebagai Menteri Pertanian dan Perburuhan,
Muchtar Lintang
sebagai Menteri Agama,
Saleh Lahade
sebagai Menteri Penerangan,
Ayah Gani Usman
sebagai Menteri Sosial,
Dahlan Djambek
sebagai Menteri Pos dan Telekomunikasi.

Pemerintah pusat manjalankan operasi militer gabungan sebagai berikut :
a. Operasi 17 Agustus dipimpin
Kolonel.
b. Operasi Tegas dipimpin
Letkol Kaharudin Nasution.
c.Operasi Saptamarga untuk mengamankan daerah Sumatera Utara yang dipimpin
Brigjen Djatikusumo.
d. Operasi Sadar dipimpin
Letkol Dr. Ibnu Sutowo.
e. Operasi gabungan dengan nama
Merdeka
di bawah pimpinan
Letkol Rukminto Hendraningrat
,
yang terdiri dari :

1)
Operasi Saptamarga I

dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah, dipimpin oleh
Letkol Sumarsono.
2)
Operasi Saptamarga II
dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan, dipimpin oleh
Letkol Agus Prasmono.
3)
Operasi Saptamarga III

dengan sasaran Kepulauan Sebelah Utara Manado,dipimpin oleh
Letkol Magenda.
4)
Operasi Saptamarga IV

dengan sasaran Sulawesi Utara, dipimpin oleh
Letkol Rukminto Hendraningrat.
5)
Operasi Mena I
dipimpin
Letkol Pieters
dengan sasaran Jailolo.
6)
Operasi Mena II

dipimpin
Letkol Hunholz
untuk merebut lapangan udara Morotai.

Operasi sulit dilakukan karena permesta memiliki pengalaman tempur yang tinggi, peralatan mereka juga lengkap. Gerakan ini ternyata mendapatkan bantuan dari negara asing. Ini terbukti setelah menembak jatuh pesawat udara yang dipiloti oleh
A.L. Pope
warga
Amerika Serikat
pada tanggal
18 Mei 1958
di atas Ambon. Pemberontakan kemudian dapat dilumpuhkan pada
Agustus 1958
walaupun sisa-sisanya masih ada sampai tahun
1961
.

Akan tetapi, melalui operasi yang terus menerus yang dilakukan oleh pasukan RI, akhirnya pimpinan PRRI menyerah satu per satu. Misalnya
Ahmad Hussein tanggal 29 Mei 1961
melaporkan diri beserta pasukannya, dan diikuti yang lain. Dengan demikian pemberontakan PRRI dapat dipadamkan.

Hubungan PRRI dengan Permesta
PRRI dengan Permesta tidak menunjukkan hubungan apa-apa. PRRI itu adalah pemberontakan, sedangkan Permesta hanyalah suatu program untuk pembangunan Indonesia Timur. Pemerintah kemudian ingin memecah belah, jadi seolah-olah ada dua pemberontakan, PRRI di Sumatera dan Permesta di Sulawesi.
Hubungan Amerika dengan Permesta
Pihak Amerika tidak membantu Permesta, tetapi hanya memanfaatkan Permesta untuk kepentingannya sendiri. Setelah terbukti bahwa Jakarta masih kuat dan perwira Angkatan Darat seperti Nasution dan Yani bukanlah komunis, mereka meninggalkan begitu saja. Tujuan mereka hanya mencegah blok komunis semakin berkuasa di dunia.
Full transcript