Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sistem Pertahanan Tubuh (Non Spesifik)

No description
by

Azhari Ridha

on 2 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sistem Pertahanan Tubuh (Non Spesifik)

Sistem Pertahanan Tubuh (Non Spesifik)
Pertahanan tubuh nonspesifik bertujuan untuk menangkal masuknya segala macam zat atau bahan asing ke dalam tubuh yang dapat menimbulkan kerusakan tubuh tanpa membedakan jenis zat atau bahan asing tersebut.

A. Pertahanan eksternal merupakan pertahanan tubuh sebelum mikroorganisme atau zat asing memasuki jaringan tubuh.
B. Pertahanan internal merupakan pertahanan tubuh yang terjadi di dalam jaringan tubuh setelah mikroorganisme atau zat asing masuk ke dalam tubuh.

Pertahanan tubuh non spesifik
Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal  kulit & membran mukosa.
Pertahanan Tubuh Nonspesifik Internal  Fagositosis & Respons Peradangan, Sel Natural Killer, Senyawa Antimikroba

Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal
Pertahanan Tubuh nonspesifik eksternal terdiri dari kulit dan membran mukosa.
Kulit berfungsi melindungi dari panas, dingin, & sinar matahari.
Sel-sel kulit mampu menghasilkan keratin yang sulit didekomposisi oleh mikroorganisme patogen. Keratin terdapat dalam pada sel-sel mati.
Kulit menghasilkan minyak dan keringat yang dapat mencegah tumbuhnya mikroorganisme patogen pada kulit.

Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal
Lapisan mukosa terdapat pada beberapa saluran yaitu, saluran pencernaan, pernapasan, eksresi dll.
Pada saluran pencernaan, mikroba yang masuk bersama makanan akan mendapat kejutan berupa HCL atau asam lambung yang dihasikan lapisan mukosa lambung.
Lapisan mukosa pada saluran respirasi misalnya trake menghasilkan mukus yang berguna menjerat mikroba yang masuk bersama udara.
Pada mata terdapat kelenjar penghasil air mata yang banyak mengandung enzim lisozim. Enzim ini dapat merusak dinding sel bakteri sehingga bakteri tidak masuk menginfeksi mata.
Pertahanan Nonspesifik Internal

Fagositosis merupakan mekanisme penelanan benda asing, terutama mikroba oleh sel-sel tertentu khususnya sel darah putih.

Peradangan adalah tanggapan terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh tergigit, tersengat atau infeksi mikroorganisme.

Pertahanan Nonspesifik Internal

Sel Natural Killer adalah suatu limfosit glanular yang berespons terhadap mikroba dengan cara membunuh sel yang terinfeksi.
Senyawa Antimikroba:
Protein Komplemen
Interferon

Penyakit Sistem Imun
Penyakit Autoimun Kulit adalah penyakit yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan (sistem imun) tubuh pada kulit dimana sel darah putih atau antibodi tubuh yang terlalu kuat sehingga melawan jaringan tubuh sendiri atau protein ekstraselular. Sistem imun tubuh terdiri atas sel darah putih, antibodi, dan substansi lainnya yang berfungsi untuk melawan infeksi atau protein asing. Sistem imun tubuh memiliki kemampuan untuk membedakan sel tubuh sendiri dan sel asing. Namun, pada individu yang terkena penyakit auto-imun, sistem imun kehilangan kemampuan untuk membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga sistem imun akan menyerang sel tubuh sendiri. Penyakit autoimun menyerang organ yang bervariasi. Salah satu organ yang dapat diserang pada kasus autoimun adalah kulit. Penyakit autoimun pada lapisan dasar epidermis ditandai dengan kerusakan pada jaringan ikat dan formasi vesikula pada lapisan subepidermis.


Penyakit Sistem Imun
Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Penyakit Sistem Imun
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
Full transcript