Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

LEASING

No description
by

Hana Nur Aulia

on 7 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of LEASING

design by Dóri Sirály for Prezi
OUTLINE
1. Sejarah leasing atau sewa guna
2. Pengertian leasing atau sewa guna
3. Pihak yang terlibat
4. Metode dan proses pembayaran
5. Perbedaan leasing dengan pembiayaan lainnya
6. Kekurangan dan kelebihannya
1. SEJARAH LEASING
Leasing disebut juga dengan “lease” yang artinya sewa menyewa. Pranata hukum sewa menyewa yang dikembangkan sebagai ilmu pengetahuan telah terekam dalam sejarah, yaitu kurang lebih 4500 tahun SM, yakni sewa menyewa yang dipraktekkan oleh orang-orang Sumeria. Leasing pertama kali berkembang di AS dan kemudian menyebar ke Eropa bahkan seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Eksistensi pranata hukum leasing di Indonesia baru terjadi di awal dasawarsa 1970-an.
PENGERTIAN LEASING
PELAKU PELAKU LEASING
Setiap transaksi leasing sekurang-kurangnya melibatkan 4 (empat) pihak yang berkepentingan, yaitu : lessor, lessee, supplier , dan bank atau kreditor.
PERKEMBANGAN LEASING
DI INDONESIA
LEASING
Adapun peraturan yang merupakan tonggak sejarah perkembangan hukum leasing di Indonesia antara lain:

1. SKB MenKeu, Menteri Perindustrian dan MenDag RI No. KEP-122/ MK/IV/2/1974, No. 32/M/SK/2/1974, No. 30/Kpb/I/1974 Tertanggal 7 februari 1974 tentang perizinan usaha leasing.
2. SK MenKeu RI No. KEP. 649/MK/IV/5/1974 tentang usaha perizinan usaha leasing.
3. SK MenKeu RI No. KEP 650/MK/IV/5/1974 tentang penegasan ketentuan pajak penjualan dan besarnya bea materai terhadap usaha leasing.
Pengumuman DirJen Moneter No. Peng-307/DJM/III.1/7/1974, tanggal 8 juli 1974 tentang pedoman pelaksanaan peraturan leasing.


Leasing atau sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang – barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

Menurut keputusan bersama Menteri Keuangan, Meneteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan Nomor Kep. 122/MK/TV/74, Nomor 32/M/SK/2174, Nomor 30/Kpb/1/74 Tanggal 7 januari 1974, Leasing adalah setiap kegiatan pembiyaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

Secara umum leasing artinya Equipment funding, yaitu pembiayaan peralatan barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
1. Lessor adalah perusahaan leasing atau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lessee dalam bentuk barang modal.
2. Lessee adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor.
3. Supplier adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang untuk dijual kepada lessee dengan pembayaran secara tunai oleh lessor.
4. Bank dalam suatu perjanjian atau kontrak leasing , pihak bank atau kreditor tidak terlibat secara langsung dalam kontrak tersebut, namun pihak bank memegang peranan dalam hal penyediaan dana kepada lessor.
JENIS-JENIS
LEASING
1. Independent Leasing Company
Perusahaan leasing jenis ini mewakili sebagian besar dari industri leasing . Perusahaan tipe ini berdiri sendiri atau independent dari supplier yang mungkin dapat sekaligus sebagai pihak produsen barang dan dalam memenuhi kebutuhan barang modal nasabahnya ( lessee ).
2. Captive Lessor
Captive lessor akan tercipta apabila supplier atau produsen mendirikan perusahaan leasing sendiri untuk membiayai produk-produknya. Hal ini dapat terjadi apabila pihak supplier berpendapat bahwa dengan menyediakan Supplier (Manufacturer), Lessor Independent (Lessor) .
Perbedaan Pembiayaan Leasing dan Pembiayaan lainnya
Adapun perbedaan leasing dengan pembiayaan lainnya adalah sebagai berikut:
(dalam tabel)

KELEBIHAN LEASING:
a. Pembiayaan penuh (100%) tanpa uang muka.
b. Persyaratan relatif tidak ketat, tanpa syarat jaminan tertentu.
c. Pembayaran angsuran relatif fleksibel.
d. Tidak harus dicantumkan dalam neraca.
e. Terlindung dari resiko keusangan.
f. Pembiayaan proyek berskala besar.
g. Tigkat keamanan pembiayaan lebih besar.

KEKURANGAN LEASING:
1. Hak kepemilikan barang hanya akan berpindah apabila kewajiban lease telah diselesaikan dan hak opsi digunakan.

2. Seandainya terjadi pembatalan perjanjian sewa guna usaha, maka kemungkinan biaya yang ditimbulkan cukup besar.

3. Barang modal yang diperoleh tidak dapat dijadikan untuk memperoleh kredit.

4. Resiko yang melekatpada peralatan atau barang modal itu sendiri. Kemungkinan adanya kenakalan penyewa guna usaha melakukan jual atau sewa kepada pihak sewa guna usaha yang lain.



PELAKU-PELAKU LEASING
Secara formal leasing dikenal tahun 1974 berdasarkan SKB Menteri Keuangan, Meenteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan.

Hadirnya lembaga lesing, memungkinkan perusahaan menggunakan barang modal sesuai yang dibutuhkan tanpa harus terlebih dahulu memiliki barang modal yang bersangkutan.


Annisa Cendikiawaty
Della Ama Natelasari
Grace Helena
Hana Nur Aulia
Luthfi Radhifan

KELOMPOK 5
PROSEDUR DAN MEKANISME LEASING
Leasing pada prinsipnya merupakan industri multidisiplin yang meliputi antara lain bidang perpajakan, keuangan dan konsep akuntansi. Mekanisme leasing tersebut merupakan dasar-dasar dalam suatu transaksi leasing (basic lease ).
Jenis transaksi leasing yang secara garis besar dapat dibagi dua kategori pembiayaan yaitu:
1. Finance Lease
Teknik pembiayaan menurut finance lease ini, perusahaan leasing sebagai lessor adalah pihak yang membiayai penyediaan barang modal.
2. Operating Lease
Dalam leasing bentuk ini, lessor sengaja membeli barang modal dan selanjutnya di-lease -kan. Berbeda dengan finance lease , dalam operating lease jumlah seluruh pembayaran berkala tidak mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang modal tersebut berikut dengan bunganya.
Full transcript