Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

MANAJEMEN PENDIDIKAN ACTUATING

No description
by

fajar triatmojo

on 23 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of MANAJEMEN PENDIDIKAN ACTUATING

MANAJEMEN PENDIDIKAN ACTUATING
Pengertian Actuating
Actuating merupakan fungsi manajemen yang kompleks dan merupakan ruang lingkup yang cukup luas serta sangat berhubungan erat dengan sumber daya manusia yang pada akhirnya actuating merupakan pusat sekitar aktivitas-aktivitas manajemen. Actuating pada hakekatnya adalah menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Actuating merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan kegairahan, kegiatan, pengertian, sehingga orang lain mau mendukung dan bekerja dengan sukarela untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga pendidikan Islam sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya.
kepemimpinanan
Kepemimpinan bisa diartikan suatu upaya menanamkan pengaruh dan bukan paksaan untuk memotivasi karyawan sehingga mereka bekerja sesuai dengan yang manajer kehendaki yaitu pencapaian tujuan.
Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan ini (untuk menggerakkan para anggota organisasinya) diperlukan keterampilan atau pengetahuan tentang komunikasi serta faktor-faktor yang menimbulkan dan mendorong seseorang untuk bekerja (motivasi). Oleh karena itu pemimpin harus mampu untuk berkomunikasi secara baik dengan orang lain dan kemudian menimbulkan dorongan bagi orang lain untuk melaksanakan suatu pekerjaan
Ada tiga variabel dalam kepemimpinan, yaitu:
Setiap kepemimpinan harus melibatkan orang lain.
Kepemimpinan selalu terkait dengan kekuasaan.
Kepemimpinan selalu berupaya menanamkan pengaruhnya kepada orang lain atau pengikut agar termotivasi untuk bekerja.

Menggerakkan adalah tugas pemimpin. Pemimpin yang efektif menurut Hoy dan Miskel cenderung mempunyai hubungan dengan bawahan yang sifatnya mendukung dan meningkatkan rasa percaya diri menggunakan kelompok membuat keputusan. Keefektifan kepemimpinan menunjukkan pencapaian tugas pada rata-rata kemajuan, keputusan kerja, moral kerja, dan kontribusi wujud kerja.
Fadilla Ambar Kusuma
Fajar Triatmojo
Himatul Khusna
Ika Rositasari


Ada beberapa ciri-ciri pemimpin yang baik, yaitu:
Bisa menyampaikan konsep-konsep, ide-ide, gagasan, serta pengaturan-pengaturan yang ada padanya kepada orang lain.
Memberikan suri tauladan yang baik kepada anak buah (bawahan).
Kaderisasi.
Menunjukkan adanya rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
Jujur.
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan adalah:
Kepribadian, pengalaman masa lalu dan harapan pimpinan hal ini mencakup nilai-nilai, latar belakang dan pengalamannya akan mempengaruhi pilihan akan gaya.
Pengharapan dan perilaku atasan.
Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan, mempengaruhi terhadap gaya kepemimpinan manajer.
Kebutuhan tugas, setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin.
Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan.
Fungsi kepemimpinan antara lain, yaitu
Manajer, direktur, ketua, presiden, kepala, dan istilah lainnya, yaitu pengelola dan penyelenggara organisasi yang berkaitan dengan fungs-fungsi manajemen.
Pengawas, yaitu yang mengontrol seluruh pelaksanaan tugas dan kewajiban bawahannya.
Pembina, yaitu memberikan pengarahan dan memberikan contoh dalam melaksanakan tugas organisasi.
Pengambilan keputusan, yang menetapkan alternative pemecahan masalah yang dihadapi oleh organisasi yang dipimpinnya.
Penanggung jawab untuk semua pelaksanaan program organisasi.
Gaya kepemimpinan itu berbeda-beda. Menurut Sondang P. Siagian, ada empat gaya kepemimpinan, yaitu:
1.
Gaya Kepemimpinan Otokratis
Pemimpin otokratis adalah pemimpin yang memiliki wewenang tunggal.
Ciri-ciri pemimpin yang bergaya otokratis adalah:
a. Menjadikan organisasi sebagai milik pribadi
b. Menetapkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
c. Memandang bawahan sebagai alat yang tidak berdaya
d. Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat
e. Bergantung pada kekuasaan formal yang dimilikinya
f. Memimpin dengan cara paksa
2.
Gaya Kepemimpinan Militeristis
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut:
a. Instruksional
b. Pangkat dan jabatan menjadi alat utama memaksa bawahannya untuk melaksanakan tugas
c. Serba formalistik
d. Disiplin yang kaku
e. Tertutup bagi kritik
f. Formal seremonial yang pelaksanaan tugas
3.
Gaya Kepemimpinan Paternalistis
Gaya paternalistis ialah:
a. Menyepelekan kemampuan bawahan
b. Over protective, terlalu memanjakan bawahan dan terlalu melindungi
c. Tertutup bagi pengembangan kaderisasi
d. Kretivitas bawahan tertekan oleh sikap god father-nya
e. Mahatahu, jadi anak buah belum banyak tahu
f. Close management bagi anak buahnya
g. All handle untuk seluruh rencana kerja.
4. Gaya Kepemimpinan Demokrasi
Dalam melaksanakan, semua anggota diajak berpartisipasi menyumbangkan piiran dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Ciri-ciri pemimpin yang bertipe demokrasi adalah:
a. Pengembangan sumber daya dan kretivitas bawahan
b. Pengembanagan partisipasi bawahan
c. Musyawarah dan mufakat
d. Kaderisasi yang sistematis
e. Pendelegasian normatif yang konstruktif
f. Regenerasi kepemimpinan.
Komunikasi
Komunikasi adalah merupakan suatu proses penyampaian ide, konsep, gagasan atau informasi dari si pengirim kepada si penerima informasi. Informasi yang diterima oleh si penerima diharapkan sama dengan informasi yang disampaikan atau diberikan oleh si pengirim. Proses komunikasi dapat dipergunakan oleh pemimpin sebagai alat oleh pemimpin untuk menyampaikan aturan-aturan atau keputusan-keputusan yang dibuat serta upaya untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan. Tanpa komunikasi yang baik segala rencana, aturan-aturan, keputusan ataupun konsep-konsep yang telah dirancang secara matang tidak akan dapat ditangkap, dicerna, ataupun diproses oleh para bawahan.
lanjutan...
Dengan komunikasi yang baik maka segala rencana tersebut akan dapat ditangkap dengan baik oleh bawahan dan kemudian akan memberikan jaminan yang lebih besar akan keberhasilan pelaksanaannya.
Jadi dengan komunikasi inilah pemimpin menjabarkan semua fungsi yang dipangkunya; mulai dari penyusunan rencana, penyampaian keputusan-keputusan, pembagian tugas-tugas ke seluruh bagian, koordinasi tugas antar bagian atau instansi yang terkait, sampai dengan pengawasan yang berupa perbaikan-perbaikan apabila terjadi penyimpangan.
Pentingnya Komunikasi
Komunikasi yang efektif dan komunikatif merupakan hal yang penting karena:
Komunikasi merupakan alat bagi pemimpin untuk melaksanakan fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungi kepemimpinan dan fungsi pengendalian.
Komunikasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap pemimpin disetiap harinya dan memakan waktu yang paling banyak dari waktu kerja yang tersedia.
Hambatan Komunikasi
Adanya perbedaan persepsi antara pemberi informasi dengan penerima informasi.
Adanya perbedaan bahasa.
Adanya ketidakstabilan emosionalitas seseorang.
Adanya perbedaan status.
Adanya beban komunikasi yang terlalu berat.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi hambatan komunikasi
Pesan atau informasi dibuat sejelas mungkin sehingga dapat dimengerti oleh penerima yang mempunyai pandangan dan pengalaman yang berbeda.
Pergunakan bahasa yang biasa dipakai, sederhana sehingga mudah diterima, dimengerti oleh penerima pesan atau penerima informasi.
Hilangkan kegaduhan atau kebisingan yang ada.
Buat suasana akrab dan bersahabat, sebagai bagian dari tercapainya proses komunikasi.
Untuk hal-hal atau bagian-bagian yang penting harus dijelaskan beberapa kali atau berulang kali dengan bentuk yang lain.
Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang.
Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang manusia pasti memiliki sesuatu faktor yang mendorong perbuatan tersebut.
Di dalam manajemen harus terjadi adanya kerja sama antar individu atau bagian agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai, sedangkan setiap individu memiliki tujuan sendiri-sendiri yang mungkin berlainan atau tak seiring dengan tujuan bersama. Oleh karena itu kita harus selalu menciptakan usaha-usaha guna mendorong para individu yang terlibat untuk selalu bersedia untuk bekerja sama sehingga tujuan bersama dapat tercapai.
Motivasi untuk bekerja sangat penting bagi tinggi rendahnya produktivitasnya perusahaan. Pemimpin harus selalu menimbulkan dorongan kerja atau motivasi kerja yang tinggi kepada karyawan guna melaksanakan tugas-tugasnya.
Motivasi
Motivasi atau dorongan kepada karyawan untuk bersedia bekerja bersama demi tercapainya tujuan bersama ini terdapat dua macam, yaitu:
Motivasi finansial
yaitu dorongan yang dilakukan dengan memberikan imbalan finansial kepada karyawan.
Motivasi non finansial
yaitu dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial, akan tetapi berupa hal-hal seperti pujian ataupun penghargaan.
Hal yang penting untuk diperhatikan dalam actuating adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika:
Merasa yakin akan mampu mengerjakan.
Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya.
Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting atau mendesak.
Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan.
Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.
TERIMA KASIH
LANJUTAN....
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa
actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Sedangkan menurut Keith Davis,
actuating ialah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.
Dari pengertian di atas,

actuating tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.


Fungsi actuating berhubungan erat dengan sumber daya manusia, oleh karena itu seorang pemimpin pendidikan Islam dalam membina kerjasama, mengarahkan dan mendorong kegairahan kerja para bawahannya perlu memahami faktor-faktor manusia dan pelakunya. Pada suatu lembaga pendidikan Islam, kepemimpinan efektif hendaknya memberikan arah kepada usaha dari semua personil dalam mencapai tujuan lembaga pendidikan Islam
.
Tanpa kepemimpinan atau bimbingan, hubungan antara tujuan perseorangan dengan tujuan organisasi bisa kendur.
Dalam menjalankan fungsi actuating, maka perlu adanya kepemimpinan, komunikasi dan motivasi.
Full transcript