Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PRESENTASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

No description
by

Natiqoh Restia

on 29 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PRESENTASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

PSAP 10 KOREKSI, KESALAHAN, PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, DAN PERISTIWA LUAR BIASA Tujuan Perubahan Kebijakan Akuntansi Menigkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding Laporan Keuangan.
Mengatur perlakuan akuntansi atas koreksi kesalahan, perubahan kebijakan akuntansi dan peristiwa luar biasa. PERIODE PENYUSUNAN KOREKSI KESALAHAN. Apabila terdapat kesalahan yang terjadi pada periode sebelumnya atau periode berjalan yang bersifat material terhadap posisi aset, kewajiban dan ekuitas, maupun pendapatan, belanja dan pembiayaan harus diungkapkan dalam CALK secara memadai sehingga pengguna laporan dapat memahami kejadian itu. PENGUNGKAPAN DALAM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Kebijakan akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari waktu ke waktu.
Kebijakan akuntansi yang digunakan harus diuangkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) sebelum menjelaskan pos-pos laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dapat berbeda dengan periode sebelumnya. Oleh :
Kevin Starly (2009130050)
Samuel Budi (2010130050)
Andre Moses Agathon (2011130160)
Natiqoh Restia Abadi (2012130065)
Virginia Gina Trisnawati (2012130071)
Dalam menyusun dan menyajikan suatu laporan keuangan, HARUS menerapkan Pernyataan Standar untuk melaporkan pengaruh kesalahan, perubahan kebijakan akuntansi dan peristiwa luar biasa. Pernyataan Standar berlaku untuk entitas pelaporan dalam menyusun laporan keuangan. DEFINISI Kebijakan akuntansi
prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan. KESALAHAN
penyajian pos-pos yang secara signifikan tidak sesuai dengan seharusnya yang mempengaruhi Laporan Keuangan periode berjalan atau periode sebelumnya. KOREKSI
tindakan pembetulan akuntansi agar pos-pos yang tersaji dalam Laporan Keuangan entitas menjadi sesuai dengan seharusnya. PERISTIWA LUAR BIASA
kejadian atau transaksi yang secara jelas berada dari aktivitas normal entitas dan karenanya tidak diharapkan terjadi dan berada diluar kendali atau pengaruh entitas sehingga memiliki dampak yang signifikan terhadap realisasi anggaran atau posisi aset atau kewajiban. LAPORAN KEUANGAN menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh entitas pelaporan harus bebas dari kesalahan pada pisah tanggal tertentu, terhadap laporan keuangan pemerintah, mengikuti periode tahun anggaran yaitu meliputi masa satu tahun mulai tanggal 1 Januari sampai 31 Desember. UU Bidang Keuangan :
Laporan Keuangan Pemerintah harus disampaikan kepada DPR paling lambat 6 bulan setelah tahun tutup buku, setelah dilakukan audit oleh BPK. 1. Periode waktu sebelum laporan keuangan disusun dan disajikan, atau tahun berjalan. 2. Periode waktu setelah laporan keuangan sudah diterbitkan dan disajikan, atau tahun berjalan. 3. Periode waktu setelah laporan audit oleh BPK disampaikan ke DPR/DPRD dan telah ditetapkan dengan UU atau Perda. KAPAN KESALAHAN ITU TERJADI??? Kesalahan menyusun Laporan Keuangan terjadi bisa pada satu atau beberapa periode sebelumnya dan mungkin baru ditemukan pada periode berjalan atau pada periode setelah Laporan Keuangan disahkan dan telah diterbitkan UU dan atau Perda. APAKAH PENYEBABNYA??? 1. Keterlambatan penyampaian bukti transaksi keuangan oleh Pengguna Anggaran. 2. Kesalahan perhitungan matematis. 3. Kesalahan Pencatatan. 4. Kesalahan dalam interprestasi fakta. 5. Kecurangan atau kelalaian 6. Kesalahan dalam penerapan standar dan kebijakan akuntansi. ADAKAH PENGARUHNYA?? Dalam situasi tertentu suatu kesalahan mungkin mempunyai pengaruh signifikan bagi suatu atau lebih Laporan Keuangan periode sebelum-sebelumnya sehingga laporan-laporan keuangan periode sebelumnya tidak dapat diandalkan. CARA MENGATASINYA? Agar informasi Laporan Keuangan bebas dari unsur kesalahan, maka PSAP No. 10 mengatur perlakuan tentang koreksi kesalahan. KESIMPULAN -Agar informasi Laporan Keuangan bebas dari unsur kesalahan, maka PSAP No. 10 mengatur perlakuan tentang koreksi kesalahan.
-Perubahan Kebijakan Akuntansi maupun adanya peristiwa luar biasa, diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Paragraf 16 PSAP 10 menjelaskan bahwa Laporan Keuangan dianggap sudah diterbitkan apabila sudah ditetapkan dengan Undang-Undang atau Perda. SIFAT KEJADIAN KESALAHAN
TIDAK BERULANG KESALAHAN YANG BERULANG DAN SISTEMIK 1. Menurut paragraf 11, menetapkan bahwa koreksi kesalahan yang tidak berulang yang terjadi pada periode berjalan, baik yang mempengaruhi kas maupun yang tidak, dilakukan dengan pembetulan pada akun yang bersangkutan dalam periode berjalan. Pada tanggal 15 Mei 2006, dibayar gaji pegawai dengan menerbitkan SPMU-BT dengan nilai Rp 513.000.000, namun dibukukan Rp 531.000.000.
Jurnal yang salah:
Belanja pegawai 531.000.000
Kas di Kas Daerah 531.000.000
Jurnal Koreksi:
Kas di Kas Daerah 18.000.000
Belanja Pegawai 18.000.000 CONTOH KESALAHAN YANG MEMPENGARUHI KAS DALAM BERJALAN CONTOH YANG TIDAK MEMPENGARUHI KAS DALAM PERIODE BERJALAN Pada tanggal 15 Mei 2006, dibayar gaji pegawai dengan menerbitkan SPMU-BT dengan nilai Rp 531.000.000, namun dibukukan sebagai belanja barang.
Jurnal yang salah:
Belanja Barang 531.000.000
Kas di Kas Daerah 531.000.000
Jurnal koreksi:
Belanja Pegawai 531.000.00
Belanja Barang 531.000.000 2. Menurut paragraf 12 PSAP 10, menetapkan bahwa koreksi kesalahan yang tidak berulang yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan mempengaruhi posisi kas apabila Laporan Keuangan periode itu belum diterbitkan, dilakukan dengan pembetulan pada akun pendapatan atau akun belanja dari periode yang bersangkutan. Pada tanggal 20 April 2005, diterima setoran atas pendapatan Retribusi Parkir dengan STS No. 123 sebesar Rp 13.000.000, namun dibukukan sebesar Rp 31.000.000
Jurnal yang salah:
Kas di Kas Daerah 31.000.000
Pendapatan retribusi 31.000.000
Jurnal Koreksi:
Pendapatan Retribusi 18.000.000
Kas di Kas Daerah 18.000.000 CONTOH 1 PARAGRAF 12 PSAP 10 CONTOH PARAGRAF 13 PSAP 10 3. Menurut Paragraf 13 PSAP 10 Koreksi kesalahan atas pengeluaran belanja (sehingga mengakibatkan penerimaan kembali belanja) yang tidak berulang yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan mempengaruhi posisi kas serta mempengaruhi secara material posisi aset selain kas, apabila Laporan Keuangan periode itu sudah diterbitkan, dilakukan dengan pembetulan pada akun pendapatan lain-lain, akun aset, serta akun ekuitas dana yang terkait. Pada tanggal 20 Oktober 2005, dibayar belanja modal atas pengadaan mobil dinas Rp 550.000.000, dan pada hari yang sama telah dibukukan.
Pada bulan Juni 2006 Laporan Keuangan tahun anggaran 2005 telah diterbitkan dan telah disampaikan ke DPRD, kemudian diketahui bahwa ada kesalahan dalam penerbitan dan pembayaran SPMU-BT atas pengadaan mobil dinas pada tanggal 20 April 2005 yang seharusnya berjumlah Rp 510.000.000.
Penagihan kepada pemasok sudah berhasil dilakuan dan disetorkan pada tanggal 25 Juni 2006 sebesar Rp 40.000.000 Jurnal tanggal 20 Oktober 2005
Belanja modal peralatan dan mesin 550.000.000
Kas di Kas Daerah 550.000.000
Peralatan dan Mesin 550.000.000
Diinvestasikan dalam aset tetap 550.000.000
Jurnal Koreksi Tanggal 25 Juni 2006
Kas di Kas Daerah 40.000.000
Pendapatan Lain-lain 40.000.000
Diinvestasikan dalam aset tetap 40.000.000
Peralatan dan mesin 40.000.000 4. Paragraf 14, menetapkan bahwa koreksi kesalahan atas pengeluaran belanja (sehingga mengakibatkan penerimaan kembali belanja) yang tidak berulang yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan mempengaruhi posisi kas dan tidak mempengaruhi secara material posisi aset selain kas, apabila Laporan Keuangan periode itu sudah diterbitkan, dilakukan dengan pembetulan pada akun pendapatan lain-lain. CONTOH PARAGRAF 14 PSAP 10 Pada tanggal 12 maret 2005, disahkan SPJ belanja modal atas pengadaan AC seharga 2.250.000.
Pada bulan Agustus 2006, diketahui ada kesalahan dalam pengesahan SPJ pengadaan AC tanggal 12 maret 2005, dimana harga beli AC menurut faktur sebesar Rp 2.225.000 Jurnal Tanggal 15 Mei 2005
Belanja Modal Peralatan dan Mesin 2.250.000
Kas di Kas Daerah 2.250.000
Perlatatan dan Mesin 2.250.000
Diinvestasikan dalam aset tetap 2.250.000
Jurnal Koreksi
Kas 25.000
Pendapatan Lain-lain 25.000 5. Menurut paragraf 15 PSAP 10, koreksi kesalahan atas penerimaan pendapatan yang tidak berulang yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan mempengaruhi posisi kas, apabila Laporan Keuangan itu sudah diterbitkan, dilakukan dengan pembetulan pada akun ekuitas dana lancar. CONTOH PARAGRAF 15 PSAP 10 Pada tanggal 9 Februari 2005, diterima pendapatan sewa gedung pertemuan dengan bukti STS sejumlah Rp 3.575.000. Dan salah di bukukan sebesar Rp 3.275.000.
Kesalahan atas pencatatan itu ditemukan pada tahun 2006 dimana Laporan Keuangan tahun anggaran 2005 telah diterbitkan. Jurnal tanggal 9 Februari 2005
Kas di Kas Daerah 3.275.000
Lain-lain PAD yang sah
pendapatan sewa 3.275.000
Jurnal Koreksi
Kas di Kas Daerah 300.000
SILPA/SIKPA 300.000 6. Paragraf 20 PSAP 10 menyatakan : Koreksi kesalahan yang tidak berulang yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan tidak mempengaruhi posisi kas, baik sebelum maupun setelah Laporan Keuangan periode itu diterbitkan, dilakukan dengan pembetulan pos-pos neraca terkait pada periode ditemukan kesalahan. CONTOH PARAGRAF 20 PSAP 10 Belanja modal atas Peralatan Mesin sebesar Rp 5.000.000 pada waktu mencatat aset tetap salah dibukukan sebagai aset tetap Jalan, Irigasi, dan Jaringan. Jurnal yang salah:
Belanja Modal Peralatan dan Mesin 5.000.000
Kas di Kas Daerah 5.000.000
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 5.000.000
Diinvestasikan dalam aset tetap 5.000.000
Jurnal Koreksi:
Peralatan dan Mesin 5.000.000
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 5.000.000 Paragraf 22 menyatakan: kesalahan berulang dan sistemik seperti yang dimaksud pada paragraf 9, tidak memerlukan koreksi, melainkan dicatat pada saat terjadi.
Paragraf 9 menjelaskan bahwa kesalahan yang berulang dan sistemik adalah kesalahan yang disebabkan oleh sifat alamiah dan jenis-jenis transaksi tertentu yang diperkirakan akan terjadi berulang Contoh Kesalahan Berulang dan Sistemik Pada bulan Maret 2006, Wajib pajak menerima SKPT kurang bayar pajak untuk tahun 2005 sebesar Rp 5.000.000, dan wajib pajak membayar pada bulan April 2006.
Jurnal:
Kas di Kas Daerah 5.000.000
Pendapatan Pajak 5.000.000 PERIODE BERJALAN
Periode sebelum Laporan Keuangan ditetapkan Perda PERIODE SEBELUMNYA
Periode akuntansi di mana Laporan Keuangan telah diterbitkan. Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus dilakukan hanya apabila penerapan suatu kebijakan akuntansi yang berbeda diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan atau standar akuntansi pemerintah yang berlaku, atau apabila diperkirakan bahwa perubahan itu akan menghasilkan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, atau arus kas yang lebih relevan dan lebih andal dalam penyajian laporan keuangan atau entitas.
MISAL : Paragraf 26 PSAP 10 perubahan metode penyusutan atau perubahan metode penilaian persediaan perubahan kebijakan terhadap penyusutan itu tidak mempengaruhi laporan realisasi anggaran. CONTOH : Pemkot Madiun membeli komputer dan pheriperalnya pada bulan Desember 2003 senilai Rp 200,000,000.00. Pada tahun 2003 Pemkot Madiun menetapkan kebijakan akuntansi dengan menerapkan penyusutan dengan garis lurus. Dengan estimasi masa manfaat komputer 5 tahun. Pada tahun 2006 Pemkot Madiun memutuskan untuk mengubah kebijakan akuntansi penyusutan peralatan dan mesin dan metode garis lurus menjadi metode penyusutan saldo menurun. Perhitungan menurut metode garis lurus: Perhitungan menurut metode saldo menurun: Pada tahun 2006 penyusutan menurut metode garis lurus sebesar Rp 120,000,000.00, berdasarkan metode saldo menurun sebesar Rp 156,800,000.00, terdapat selisih Rp 36,800,000.00
Diinvestasikan dalam aset tetap Rp 36,800,000.00
Akumulasi penyusutan peralatan dan mesin Rp 36,800,000.00 PENGUNGKAPAN Kebijakan akuntansi harus diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.
CONTOH
Pada Tahun 2006 Pemkot Madiun menetapkan perubahan kebijakan akuntansi khusus mengenai metode penyusutan aset tetap peralatan dan mesin, dari metode garis lurus menjadi metode saldo menurun, dengan alasan agar diperoleh nilai wajar yang mendekati sebenarnya, karena komputer pheriperalnya lebih cepat obsolet. Nilai wajar aset tetap komputer dan pheriperalnya pada 31 Desember 2006 adalah sebesar RP 43,200,000.00. Perbedaan sebesar Rp36,800,000.00 telah dikoreksi pada akun yang bersangkutan. Pengaruh perubahan kebijakan akuntansi: PERISTIWA LUAR BIASA Kejadian atau transaksi yang secara jelas berada dari aktivitas biasa/normal suatu entitas dan karenanya tidak diharapkan terjadi dan berada di luar kendali (pengaruh entitas) sehingga memiliki dampak yang signifikan terhadap realisasi anggaran (posisi aset/kewajiban) SYARAT Paragraf 35 PSAP 10 :
Tidak merupakan kegiatan normal dari entitas
Tidak diharapkan terjadi dan berulang
Berada di luar kendali / pengaruh entitas
Memiliki dampak yang signifikan terhadap realisasi anggaran / posisi aset / kewajiban PARAGRAF 36 PSAP 10
Hakikat, jumlah, dan pengaruh yang diakibatkan oleh peristiwa luar biasa harus diungkapkan secara terpisah dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. Pada bulan Mei 2006 terjadi gempa dengan skala 5,9 richter di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, dimana wilayah kabupaten Bantul mengalami kerusakan yang paling parah, yang mengakibatkan korban jiwa dan infra struktur pemerintah (jalan, jembatan, irigasi, perumahan, dsb) serta sentra-sentra industri dan perekonomian masyarakat.
Peristiwa tersebut menimbulkan menurunnya potensi Pendapatan Asli daerah (PAD) dan meningkatnya kebutuhan dana untuk bantuan sosial pada masyarakat dan rehabilitas serta rekonstruksi infra struktur di wilayah kabupaten Bantul. CONTOH KESALAHAN DAN KOREKSINYA TERIMA KASIH.
Full transcript