Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of konsep diri

gerontik
by

fina fridayanti

on 1 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of konsep diri

Kelompok 3 Gangguan Konsep Diri Pada Lansia 1. Menjelaskan konsep diri pada lansia
2. menjelaskan tugas perkembangan lansia
3. Menjelaskan konsep berduka dan kehilangan
4. Menjelaskan teori pengkajian konsep diri lansia
5. Menganalisis kasus I pada kakek B
6. Menentukan Asuhan Keperawatan terkait kasus Tujuan Presentasi Definisi, Komponen dan Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri pada Lansia
Berduka dan Kehilangan sebagai Stressor Konsep Diri pada Lansia
Pengkajian Konsep Diri Pada Lansia
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Lansia Dengan Gangguan Konsep Diri
Renpra Asuhan Keperawatan Keluarga Sistematika Anggota:
Azizah Resti P.
Fanuva Endang T.S.
Puput Wulandari
Rosiana
Tika Widowati
Very unggul P. Kasus 1 : Kakek B Kakek B (76 tahun) terlihat duduk sendiri di ruang tamu rumahnya, istri kakek B satu bulan lalu meninggal dunia karena sakit. Rumah kakek B tampak gelap, berantakan, dan kotor. Kakek B terlihat menggunakan baju dan sarung yang tidak rapi, tercium bau kurang sedap ketika berdekatan dengan kakek B. Dirumah, selain Kakek B ada juga anaknya yang terakhir tinggal disana, namun selalu pergi pagi hari dan pulang malam hari karena bekerja. Semenjak istrinya meninggal, disiang hari kakek B hanya sendirian, terkadang cucunya datang untuk mengantar makanan. Kakek B merasa kesepian dan malas melakukan aktivitas. Konsep Diri Definisi Komponen Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Faktor Biologis Transisi Peran Budaya Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart & Sundeen, 1995) Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh fisikal, emosional intelektual, sosial, dan spiritual (Beck, William, & Rawlin, 1994). Konsep diri adalah keseluruhan  pikiran dan perasaan dari individu tentang dirinya sendiri sebagai suatu obyek (Rosenberg cit. Fuller, 2000) Harga Diri Gambaran Diri Peran Identitas Diri Ideal Diri Penyakit, trauma, dan operasi Tahap perkembangan Sumber internal dan eksternal Sejarah kesuksesan dan kegagalan Berduka dan Kehilangan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Lansia Konsep diri yang terganggu dapat termanifestasikan pada banyak hal (Carpenito, 2008) Data Subjektif berupa verbal: pertanyaan langsung dan pembicaraan yang dilakukan Fokus pengkajian konsep diri:
komponen konsep diri: identitas, gambaran diri, harga diri, dan peran.
Perlu dikaji pula faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri Data Objektif: nonverbal, observasi Pengkajian Konsep Diri Pada Lansia Pengkajian Keluarga Diagnosa dan Skoring Renpra Asuhan Keperawatan Keluarga Pengkajian Keluarga (Friedman) (cc) photo by tudor on Flickr Renpra Dx 1: KOPING INDIVIDU TIDAK EFEKTIF PADA KELUARGA KAKEK B Renpra Dx 2 Daftar Pustaka Carpenito, L. J, Moyet. (2008). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice 12th edition. USA: Lipponcott
Crisp, dan Jackie. (2001). Potter Perry’s Fundamentals of Nursing. Australia: Harcout Health Science
Kozier, B., Erb, G., Berman, A.J., dan Snyder. (2004). Fundamental of Nursing: Concept, Process dan Practice seventh edition. New Jersey: Pearson Education Tujuan Tujuan Umum (Jangka Panjang) Tujuan Umum (Jangka Panjang) Setelah dilakukan pertemuan sebanyak 5 kali kunjungan, keluarga mampu membantu kakek B melewati masa dan proses berduka 5 Tugas Perkembangan Keluarga Intervensi Menjelaskan tahapan berduka Pertemuan I Menyebutkan karakteristik berduka Mengidentifikasi anggota keluarga yang mengalami berduka Menyebutkan definisi berduka disfungsional Renpra Keluarga
(Dx 2: Defisit Perawatan Diri) Dibuktikan dengan: Kakek B terlihat menggunakan baju dan sarung yang tidak rapi, tercium bau kurang sedap ketika berdekatan dengan kakek B.

Tujuan Umum: Setelah dilakukan pertemuan sebanyak 5 kali Kakek B mampu dan mau melakukan perawatan diri. serta keluarga dapat memahami pentingnya perawatan diri serta mampu memotivasi kakek B untuk melakukan perawatan diri. Diagnosa 2: Defisit Perawatan Diri (Mandi, Berpakaian, dan Makan Tujuan Khusus:
Pertemuan 1 (TUK1): 2 x 45 menit, keluarga mampu mengenal masalah :
Menyebutkan macam-macam dan manfaat perawatan diri
 Menyebutkan akibat defisit perawatan diri
 Mengidentifikasi anggota keluarga yang mengalami defisit perawatan diri
Pertemuan 2 (TUK 2): 1 x 45 menit, keluarga mampu
mengambil keputusan yang tepat untuk merawat anggota keluarga dengan masalah perawatan diri
Mengambil keputusan untuk mengatasi masalah anggota keluarga yang mengalami defisit perawatan diri (makan, berpakaian, mandi) Tujuan Khusus:
Pertemuan 3 (TUK 3): 1 x 45 menit, keluarga mampu:
Merawat anggota keluarga dengan defisit perawatan diri
Menyebutkan dan mendemostrasikan langkah-langkah mengatasi masalah kurangnya motivasi untuk mandi, berganti pakaian dan juga makan.
Pertemuan 4 (TUK 4) Setelah dilakukan pertemuan 1 x 60 menit, keluarga mampu:
Memodifikasi lingkungan pada keluarga dengan masalah defisit perawatan diri menyebutkan cara memodifikasi lingkungan.
Pertemuan 5 (TUK5) 1 x 60 menit, keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan, dan meyebutkan pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan
Memberi dukungan pada keluarga untuk menggunakan pelayanan kesehatan dan memanfaatkan fasilitas kesehatan Berduka merupakan respon emosi yang diekspresikan terhadap kehilangan yang dimanifestasikan adanya perasaan sedih, gelisah, cemas, susah tidur, dan lain-lain. Kehilangan merupakan suatu keadaan dimana individu berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada menjadi tidak ada, baik sebagian ataupun seluruhnya. Berduka merupakan respon yang normal, natural, respon yang adaptif tehadap suatu kehilangan. Tipe Kehilangan Kehilangan Aktual
Kehilangan Persepsi
Kehilangan Fisik
Kehilangan Psikologis Jenis-jenis Kehilangan Kehilangan objek eksternal
Kehilangan lingkungan yang sudah sangat dikenal
Kehilangan aspek personal
Kehilangan kehidupan/meninggal Tahapan berduka
Menurut Kubler Rose Denial
Anger
Bargaining
Depresion
Acceptance Anticipatory grief
Acute grief
Chronic grief
Disfranchised grief Tipe Berduka Analisa Masalah Koping individu tidak efektif pada keluarga Kakek B, khususnya Kakek B (NANDA, 2012) Defisit perawatan diri: berpakaian pada keluarga Kakek B, khususnya Kakek B (NANDA, 2012) Diagnosa dan Skoring
Full transcript