Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENDIDIKAN INKLUSIF

No description
by

Imamfawzy Al-Apganie

on 14 June 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENDIDIKAN INKLUSIF

Interests
Education
Skills
Experience
References
Kelompok IX
Konsep-konsep MIPA
S2_1C_2015
.
.
PENGERTIAN PENDIDIKAN INKLUSIF
Pendidikan inklusif MIPA adalah pendidikan regular yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang memiliki kelainan dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa pada sekolah regular dalam satu kesatuan yang sistemik yang mengakomodasi semua anak berkebutuhan khusus yang mempunyai IQ normal, diperuntukan bagi yang memiliki kelainan, bakat istimewa, kecerdasan istimewa dan atau yang memerlukan pendidkan layanan khusus pada pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Menurut Para Ahli
menurut Smith (2006), pendidikan inklusif digunakan untuk mendeskripsikan penyatuan anak-anak berkelainan (penyandang hambatan/cacat) ke dalam program sekolah. Konsep inklusi memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerimaan anak-anak yang memiliki hambatan ke dalam kurikulum, lingkungan, dan interaksi sosial yang ada di sekolah.

Daniel P. Hallahan dalam Daniel (2009) mengemukakan pengertian pendidikan inklusif sebagai pendidikan yang menempatkan semua peserta didik berkebutuhan khusus dalam sekolah reguler sepanjang hari. Dalam pendidikan seperti ini, guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap peserta didik berkebutuhan khusus tersebut. Pengertian ini memberikan pemahaman bahwa pendidikan inklusif menyamakan anak berkebutuhan khusus dengan anak normal lainnya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 Tahun 2009 pasal 1disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

LANDASAN
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF
MODEL KEBUTUHAN MEDIA PENDIDIKAN

Berdasarkan karakteristiknya, model media pendidikan dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu:

Media dua dimensi
Media dua dimensi meliputi media grafis, media bentuk papan, dan media cetak

Media tiga dimensi
Media tiga dimensi dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup atau mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya.
Social
BENTUK KURIKULUM & MODEL PENDIDIKAN INKLUSIF

1. Model kurikulum regular penuh
2. Model kurikulum regular dengan modifikasi
3. Model kurikulum PPI
SEO
MANFAAT PENDIDIKAN INKLUSIF

Membangun kesadaran dan konsensus
Melibatkan dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan analisis situasi pendidikan lokal, mengumpulkan informasi semua anak pada setiap distrik dan mengidentifikasi alasan mengapa mereka tidak sekolah
Mengidentifikasi hambatan
Melibatkan masyarakat dalam melakukan perencanaan dan monitoring mutu pendidikan bagi semua anak
Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan ynag bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
1. Prinsip Pemerataan dan Peningkatan Mutu
2. Prinsip Kebutuhan Individual
3. Prinsip Kebermaknaan
4. Prinsip Keberlanjutan
6. Prinsip Keterlibatan
M I P A
PENDIDIKAN INKLUSIF
DIAN ANDRIANA
INDRAYANI SIAHAAN
IMAM FAUZI
SETYOWATI
KESIMPULAN
Landasan Filosofis
1. Pandangan Agama (khususnya Islam)
2. Keragaman dalam etnik, dialek, adat istiadat,
keyakinan, tradisi dan budaya
3. Pandangan Universal Hak Asasi Manusia
Landasan Yuridis
1. UUD 1945
2. UU Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat
3. UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia
4. UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
5. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
7. Surat Edaran Dirjen Dikdasmen No. 380/C.C6/MN/2003 Tanggal 20 Januari 2003 Perihal Pendidikan Inklusif: Menyelenggarakan dan mengembangkan di setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya 4 (empat) sekolah yang terdiri dari SD, SMP, SMA, dan SMK.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa Khusus untuk DKI Jakarta, landasan yuridis yang berlaku yaitu: Peraturan Gubernur Nomor 116 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif

Landasan Empiris
1. Deklarasi Hak Asasi Manusia 1948 (Declaration of Human Rights)
2. Konvensi Hak Anak 1989 (Convention of The Rights of Children)
3. Konferensi Dunia Tentang Pendidikan untuk Semua 1990 (World Conference on Education for All)
4. Resolusi PBB nomor 48/96 Tahun 1993 Tentang Persamaan Kesempatan Bagi Orang Berkelainan (the standard rules on the equalization of opportunitites for person with dissabilities)
5. Pernyataan Salamanca Tentang Pendidikan Inklusi 1994 (Salamanca Statement on Inclusive Education)
6. Komitmen Dakar mengenai Pendidikan Untuk Semua 2000 (The Dakar Commitment on Education for All)
7. Deklarasi Bandung 2004 dengan komitmen “Indonesia Menuju Pendidikan Inklusif”
8. Rekomendasi Bukittinggi 2005 mengenai pendidikan yang inklusif dan ramah.
TUJUAN PENDIDKAN INKLUSIF
PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN INKLUSIF
Adanya kerangka yang kuat
Pendidikan inklusif perlu didukung oleh kerangka nilai-nilai keyakinan, prinsip, dan indikator keberhasilan
Implementasi berdasarkan budaya
Pengalaman menunjukan bahwa solusi harus dikembangkan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada
FAKTOR-FAKTOR PENENTU UTAMA KEBERHASILAN DAN KEBERLANGSUNGAN PENDIDIKAN INKLUSIF
PENDIDIKAN INKLUSIF MIPA

Berikut ini beberapa media pembelajaran MIPA pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif diantaranya:

Buku pelajaran menggunakan huruf braille bagi tunarungu
Alat ukur fisika berhuruf braille
Anatomi tubuh manusia
Garputala
Cermin
Sikat getar
TV/ VCD/ DVD
Komputer
Kaset Rekaman
Laboratorium MIPA
Pengertian Secara Umum
Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya, selain menampung anak-anak yang memiliki kelainan juga menampung anak-anak yang memiliki bakat dan/atau kecerdasan luar biasa agar dapat belajar bersama-sama dalam satu kelas.
Partisipasi berkesinambungan
Perlu adanya monitoring yang berkesinambungan
Pengembangan kerangka
Pengembangan kerangka yang kuat yang merupakan komponen utama pendidikan inklusif yang berfungsi sebagai dasar program pendidikan inklusif.
Full transcript