Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

POST-POSITIVISME

No description
by

Fauzan Askar

on 13 January 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of POST-POSITIVISME

POST-POSITIVISME
design by Dóri Sirály for Prezi
POST-POSITIVISME = INERPRETATIF
POSITIVISME >< POST-POSITIVISME
TENTANG POST-POSITIVISME
SEJARAH POST-POSITIVISME
Positivisme di nilai hanya mengandalkan kemampuan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti
KELEMAHAN POSITIVISME
Fakta tidak bebas nilai, melainkan bermuatan teori.
ASUMSI POST-POSITIVISME
Interpretatif menitik beratkan pada peranan bahasa, interpreatsi dan pemahaman dalam ilmu sosial.
Memfokuskan pada sifat subjektif dari dunia sosial dan berusaha memahami dari kerangka objek yang sedang di pelajari
Dengan tujuan menganalisis realita sosial dan bagaimana realita sosial itu terbentuk.
Schutz, 1967 dalam Ghozali dan Chariri, 2007
Karl R. Ropper, Thomas Kuhn, para filsuf mahzab Frankfurt pada tahun 1970-1980 menentang paradigma positivisme dengan asumsi bahwa :
"Tidak mungkin menyamaratakan ilmu-ilmu tentang manusia dengan ilmu alam, karena tindakan manusia tidak bisa di prediksi dengan satu penjelasan yang mutlak pasti, sebab manusia selalu berubah."
Karl R Ropper
Thomas Kuhn
FIlsuf Mahzab Frankfurt
Salah satu penentangan terhadap Positivisme ada Post-positivisme bersifat critical realism dan menganggap bahwa realitas memang ada dan sesuai dengan kenyataan dan hukum alam tapi mustahil realitas tersebut dapat dilihat secara benar oleh peneliti
Kritikan atas perubahan Positivisme ke Post-Positivisme :
Observasi sebagai unsur utama metode penelitian
Hubungan yang kaku antara teori dan bukti
Tradisi keilmuan yang terus berkembang dan dinamis (Salim, 2001).
Post-positivisme merupakan perbaikan positivisme. Secara ontologis aliran postpositivisme bersifat critical realism artinya realitas itu memang ada, tetapi tidak akan pernah dapat dipahami sepenuhnya artinya. Post positivisme bergantung pada konteks value, kultur, tradisi,kebiasaan, keyakinan, natural dan lebih manusiawi. Indikator pembeda keduanya adalah post positivisme lebih mempercayai proses verifikasi terhadap suatu temuan hasil observasi melalui berbagai macam metode.
KESIMPULAN
Fakta tidak bebas melainkan penuh dengan nilai.
Interaksi antara subjek dan objek penelitian.
Fokus kajian post-positivis adalah tindakan-tindakan (actions) manusia sebagai ekspresi dari sebuah keputusan.
ASUMSI MENURUT GUBA
Asumsi ontologi: "Critical realist"
Asumsi epistomologi: "Modified objectivist"
Asumsi metodologi: "Modified experimental/manipulative"
PARADIGMA POST-POSITIVISME
KONSEP POST-POSITIVISME
Paradigma adalah sistem keyakinan dasar yang berlandaskan asumsi ontologi, epistomologi, dan metodologi atau dengan kata lain paradigma adalah sistem keyakinan dasar sebagai landasan untuk mencari jawaban atas pertanyaan apa itu hakikat realitas, apa hakikat hubungan antara peneliti dan realitas, dan bagaimana cara peneliti mengetahui realitas.
Ontological
Epistomological
Methodological
GUBA
Metode penelitian : Kualitatif
Sifat Metode yang Subjektif
Penalaran : Induktif
Interpretatif
PERBEDAAN POSITIVISME DAN POST-POSITIVISME
ASUMSI
ASUMSI
POSITIVISME
POST-POSITIVISME
POST-POSITIVISME
POSITIVISME
AUGUST COMTE
by
-Anggi-Fauzan-Diana-Hesty-
Kamil-Septian-Tebe-
Full transcript