Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Presentasi Sejarah

No description
by

Ryznar Faisal

on 18 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Presentasi Sejarah

photo credit Nasa / Goddard Space Flight Center / Reto Stöckli
Presentasi
Sejarah

Sedenter
Pola yang bersifat "Sedenter" atau menetap, yaitu pola kehidupan dimana manusia sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam serta sudah mulai mengenal norma dan adat yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan.

Manusia purba pada zaman berburu dan mengumpulkan makanan selalu
berpindah - pindah mencari daerah baru yang dapat memberikan makanan
yang cukup. Pada umumnya mereka bergerak tidak terlalu jauh dari sungai-
sungai, danau atau sumber-sumber air yang lain, karena binatang buruan
selalu berkumpul di dekat sumber air.

Nomaden
Pola yang bersifat "Nomaden" atau yang biasa disebut hidup berpindah-pindah,yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan.

Pola kehidupan manusia purba
memiliki dua karakter khas yaitu:

1. Kedekatan dengan sumber air.

2. kehidupan di alam terbuka.


Pola hunian itu dapat dilihat dari letak geografis
situs-situs serta kondisi lingkungannya.
Di tempat-tempat yang demikian itu
kelompok manusia prasejarah menantikan binatang buruan mereka. Selain
itu, sungai dan danau juga merupakan sumber makanan, karena terdapat
banyak ikan di dalamnya. Lagi pula di sekitar sungai biasanya tanahnya
subur dan ditumbuhi tanaman yang buahnya atau umbinya dapat dimakan.
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, mereka telah mulai lebih lama tinggal di suatu tempat. Ada kelompok-kelompok yang bertempat tinggal di daerah pantai, ada pula yang memilih tempat tinggal di daerah pedalaman. Mereka yang tinggal di daerah pantai makanan utamanya berupa kerang dan ikan laut.
Bekas tempat tinggal mereka dapat ditemukan kembali, karena dijumpai sejumlah besar kulit-kulit kerang serta alat-alat yang mereka gunakan. Ada pun sisa alat-alat yang ditemukan dalam gugusan kulit kerang antara lain berupa anak panah atau mata tombak yang berbentuk khusus untuk menangkap ikan.

Mengenal Api
Bagi manusia purba, proses penemuan api merupakan inovasi yang sangat penting.Berdasarkan data arkeologi,penemuan api kira-kira terjadi pada 400.000 tahun yang lalu.
Penemuan diperkirakan terjadi pada periode manusia Homo erectus.Di samping untuk menghangatkan diri dari cuaca dingin, dengan api kehidupan menjadi lebih bervariasi dan berbagai kemajuan akan dicapai. Teknologi api dapat dimanfaatkan manusia untuk berbagai hal.

Di samping itu penemuan api juga memperkenalkan manusia pada teknologi memasak makanan, yaitu memasak dengan cara membakar dan menggunakan bumbu dengan ramuan tertentu.

Manusia juga menggunakan api sebagai senjata. Api pada saat itu digunakan manusia untuk menghalau binatang buas yang menyerangnya. Api dapat juga dijadikan sumber penerangan. Melalui pembakaran pula manusia dapat menaklukkan alam, seperti membuka lahan untuk garapan dengan cara membakar hutan.
Pada awalnya pembuatan api dilakukan dengan cara membenturkan dan menggosokkan benda halus yang mudah terbakar dengan benda padat lain,misalnya batu api jika dibenturkan ke batuan keras lainnya akan menghasilkan percikan api.Percikan tersebut kemudian ditangkap dengan dedaunan kering, lumut atau material lain yang kering hingga menimbulkan api.
Pada dasarnya pola hunian pada zaman praaksara terdiri atas 2 macam, yaitu :

Pola Hunian
Manusia Purba
Beberapa contoh yang menunjukkan pola hunian seperti itu adalah situs-situs purba disepanjang aliran sungai bengawan solo (sangiran,sambung macan,trinil,ngawi,dan ngandong) merupakan contoh-contoh dari adanya kecenderungan manusia purba menghuni lingkungan di pinggir sungai.
Pembuatan api juga dapat dilakukan dengan menggosok suatu benda terhadap benda lainnya, baik secara berputar, berulang, atau bolak-balik. Sepotong kayu keras misalnya, jika digosokkan pada kayu lainnya akan menghasilkan panas karena gesekan itu, kemudian menimbulkan api.
Kesimpulan
Pola hunian manusia purba terdiri dari 2
macam yaitu nomaden dan sedenter.


Pola hunian itu dapat dilihat dari letak geografis
situs-situs serta kondisi lingkungannya.

Pola kehidupan manusia purba memiliki dua karakter khas yaitu kedekatan dengan sumber air dan kehidupan di alam terbuka.
Berdasarkan data arkeologi,
penemuan api kira-kira terjadi
pada 400.000 tahun yang lalu.
Pada periode manusia
homo erectus
Penemuan api dimanfaatkan untuk
banyak hal diantaranya untuk
menghangatkan diri,untuk memasak,
untuk berburu,sebagai sumber
penerangan,sebagai senjata dan untuk
membuka lahan garapan.
pembuatan api pada zaman manusia praaksara masih sangat sederhana yaitu dengan membenturkan 2 benda halus yang mudah terbakar dan menggosokkan suatu benda terhadap benda lainnya.
Full transcript