Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perkembangan Kepribadian Dewasa Awal Hingga Usia Lanjut

No description
by

Randy Prawita Putra

on 13 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perkembangan Kepribadian Dewasa Awal Hingga Usia Lanjut

Perkembangan Kepribadian Dewasa Awal Hingga Usia Lanjut
Anggota Kelompok :
Indiraprana Katnia Amani 111211132018
Vania Galih Prinasti 111211132030
Vania Ardelia 111211132043
Randy Prawita Putra 111211132044
Gazhella Stefy Pertiwi 111211132053

Pengertian Kepribadian
Allport : Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas
The Big Five Theory
1. Neuroticism
Karakteristik manusia pada tipe ini :
*mudah marah
*penakut
*susah bergaul
*susah mengatasi stress
*pesimis
2. Ekstraversion
Karakteristik manusia pada tipe ini :
*Banyak bicara
*Mudah bergaul
*Asertif
*pandai memimpin
*tidak bisa diam
3. Openess
Karakteristik manusia pada tipe ini :
*Imajinasi tinggi
*Sangat ingin mencoba dan melakukan hal baru
*Haus akan pengetahuan
*Open Minded
4. Agreableness
*Sabar
*Baik
*Simpatik
*Koorperatif
5. Conscientiousness
Karakteristik manusia pada tipe ini :
*Pekerja keras
*Ambisius
*Rajin
Kritik Terhadap The Big 5 Theory
1) Kurang empirisnya metodologi yang dilakukan
2) Dispositional traits kurang mendeskripsikan inti dari manusia itu sendiri dan tidak menyediakan prediktor yang baik pada tingkah laku.
3) Perspektif intrapersonal juga berpengaruh pada stabilitas kepribadian
Traits, Stability, or Change?
Menurut hasil Baltimore longitudinal study yang dikemukakan oleh Costa&McCrae, traits/ sifat berhenti berubah/stabil pada saat usia 30. Studi ini juga didukung penelitian longitudinal yang dilakukan Martin, dkk dimana ia mengemukakan bahwa tidak ada perubahan kepribadian yang signifikan saat manusia menjadi lebih dewasa. Kecuali ketertarikan yang berubah pada saat manusia itu lebih tua
Dispositional Traits
Pada saat manusia dewasa, kelima tipe kepribadian ini sangat berhubungan satu sama lain. Hal ini terkait pada 2 dimensi kepribadiaan yaitu penyesuaiaan dan kematangan
Pada masa dewasa, neurotisicm akan menurun dan tingkat agreeableness dan conscientiusness akan bertambah. Hal ini berhubungan dengan penyesuaian diri .Berbeda dengan teori lain yaitu Teori Staudinger, Staudinger berasumsi bahwa openess terkait pada kematangan manusia yang sangat berkorelasi dengan pengembangan ego, kebijakan dan emosi yang lebih kompleks. Juga ditemukan bukti bahwa tiga aspek dari kepribadian tersebut tidak meningkat sejalan dengan bertambahnya usia
Berkeley Studies
Pada penelitian ini, beberapa orangtua diteliti secara longitudinal selama 30 tahun. Dari usia 40 - 70 tahun untuk mengetahui kepuasan hidup pada masa tua. Hasilnya yaitu kepuasan yang didapat lebih tinggi pada saat mereka lebih muda dibanding masa tua mereka. Dan menurut perbedaan gender, gaya hidup lebih mempengaruhi wanita sementara laki - laki dipengaruhi kepribadiannya
Pokok Bahasan
9.1 Sifat dasar perkembangan kepribadian lintas masa dewasa
9.2 Kepedulian pribadi dan tahapan-tahapan kualitatif pada masa dewasa awal hingga lanjut
9.3 Perkembangan Self dan Identitas
9.1
Pembahasan
1. McAdam's Life-Story Model
2. Whitbourne's Identity Theory
3. Self-Concept
4. Possible Selves
5. Religiousity and Spiritual Support

9.3
McAdams's Life-Story Model
1. Fokus bagaimana memahami seseorang melihat dirinya dan bagaimana mereka beradaptasi dengan dunia
2. Komponen life story : awal, pertengahan, akhir
3. Setiap orang mempunyai tujuan. Tema tujuan paling umum : agency & communion
4. Ada episode tertentu dalam hidup yang memberikan pencerahan / Insight
5. Metode "Autobiographical Memory"
Whitbourne's Identity Theory
Setiap orang memiliki konstruk rentang hidup yang merupakan gabungan yang sinergi antara masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

Komponen dalam Life Span
a. Scenario (Harapan Masa Depan)
b. The Life Story (Cerita Masa Lalu)
Bagaimana identitas orang dapat berubah seiring berjalannya waktu
a. Asimilasi
b. Akomodasi
(Berdasarkan teori Piaget)
Self Concept
Adalah pola tentang persepsi diri yang terorganisasi, koheren, dan terintegerasi. Didalamnya terdapat gagasan mengenai harga diri (self esteem) dan gambaran diri (self-image)
Possible Selves
Adalah bagaimana cara kita mendeskripsikan diri kita di masa depan dengan membuat kemungkinan diri yang menggambarkan kita mau menjadi apa, akan menjadi apa, dan tidak mau menjadi apa nantinya.
Menurut Cross & Marcus (1991) :
Pada dewasa awal, possible selves cenderung lebih berorientasi pada keluarga dan memulai sebuah karir
Pada dewasa tengah, possible selves cenderung lebih berorientasi pada diri sendiri, seperti menjadi pribadi yang lebih baik dan perduli terhadap sesama. Keluarga menjadi prioritas terakhir.
Pada dewasa akhir, keluarga dan diri sendiri menjadi perhatian paling penting bagi mereka.
Religiousity and Spiritual Support
Seseorang yang berada pada usia dewasa akhir cenderung berpedoman pada agama dan spiritualnya untuk menghadapi masalah dalam hidupnya.
Komponen Possible Selves
1. Self Acceptance
2. Positive Relation With Others
3. Autonomy
4. Enviromental Mastery
5. Purpose In Life
6. Personal Growth
Self-Esteem
Menurut Stuart dan Sundeen (1991), mengatakan bahwa harga diri ( self esteem ) adalah penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku tersebut sesuai dengan apa yang diidealkan. Dapat diartikan bahwa harga diri menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Self-Image
Adalah mengenai diri kita yang kita buat sendiri baik secara fisik maupun psikis
Pembahasan
9.2
1. Personal Concerns
2. Teori Jung
3. Teori Erikson
4. Teori Loevinger
5. Transisi Kehidupan Berdasarkan Teori

Teori Jung
Jung theory
Jung mematahkan pendapat freud bahwa kepribadian berhenti berkembang setelah remaja, jung percaya adanya perkembangan kepribadian saat dewasa.
Jung menegaskan bahwa kepribadian cenderung menghasilkan 2 orientasi mengenai ego:
Ekstravert: berpusat pada dunia eksternal
Introvert: berpusat pada dunia internal mengenai pengalaman pribadi
Dua keterkaitan usia dalam perkembangan kepribadian:
1. Perbedaan ektravert dan introvert
Dewasa muda lebih ekstravet di banding dewasa yang lebih tua, karena orang yang lebih muda butuh mencari pasangan, memiliki karir, dll.
2. Feminin dan maskulin aspek
Setiap orang memiliki aspek feminin dan maskulin dalam diri mereka. Pada dewasa muda, banyak dari kita menunjukkan hanya salah satunya sementara biasanya bekerja keras untuk menekan yang lain.
Teori Erikson
Tahapan Perkembangan Erikson
Tahap 6 : Dewasa Awal
Intimacy vs Isolation
Individu mengembangkan hubungan intim. Dan jika individu tidak mampu mengembangkannya, individu akan merasa terisolasi
Tahap 7 : Dewasa Tengah
Generativity vs stagnation
Generativity: keinginan individu meninggalkan suatu hal dari dirinya untuk generasi selanjutnya
Stagnation: individu tidak melakukan apapun untuk generasi selanjutnya
(Kotre 1984) cara mengembangkan generativity
1. Biological
2. Parental
3. Work
4. Culture
Tahap 8 : Dewasa Akhir
Integrity vs despair
Individu melakukan refleksi diri mengenai masa lalunya
Integrity: individu individu memiliki gambaran kehidupan yang baik dan merasa puas akan hal tersebut
Despair: individu pernah menghabiskan masa hidupnya secara negatif
Loevinger Theory
Loevinger mengajukan 8 tahapan perkembangan ego.
6 diantaranya dapat terjadi pada masa dewasa, yaitu:
conformist: perkembangan karakternya ditandai dengan konformitas dengan lingkungannya
conscientious-conformist: perkembangan karakter ditandai dengan perbedaan perbedaan perkembangan norma dan tujuan.
conscientious: ditandai dengan gaya berpikir individu untuk memulai memahami kekompleksitasan dunia
individualistic: yang diperoleh dari level ini adalah menghargai individu
autonomous: memiliki karakteristik menghargai satu sama lain
integrated: konflik dari dalam bukan hanya untuk dihadapi tapi harus juga didamaikan dan diselesaikan
Pada setiap tahapannya, loevinger mengidentifikasi empat area yang dia anggap penting dalam kemajuan perkembangan:
-Character development
-Interpersonal style
-Conscious preoccipations
-Cognitive style
Personal Concerns
• Kepentingan pribadi mempengaruhi perkembangan seseorang dan membedakan antara "memiliki" suatu sifat dan "melakukan" suatu perilaku sehari-hari.
• Kepentingan pribadi mencakup deskripsi mengenai apa yang orang-orang capai dan tujuan yang mereka buat.
Transisi Kehidupan Berdasarkan Teori
1. Secara umum, teori-teori transisi kehidupan mengemukakan periode transisi yang bergantian dengan periode stabilitas. Teori-teori ini cenderung melebih-lebihkan kesamaan transisi usia-terkait.
2. Bukti Penelitian menunjukkan bahwa krisis terkait dengan usia 30 atau krisis paruh baya tidak terjadi bagi kebanyakan orang. Namun, kebanyakan orang setengah baya melakukan titik untuk kedua keuntungan dan kerugian, yang bisa dilihat sebagai perubahan
3. Kesimpulanya, Baik teori dan penelitian yang ada setuju adanya perubahan pada masalah pribadi tiap orang yang terjadi di berbagai waktu di masa dewasa.
4. Data menunjukkan tidak ada hubungan antara perubahan tertentu yang terpatok dengan usia spesifik. Perubahan dapat terjadi kapan saja tergantung beberapa factor, termasuk konteks sosial-budaya seseorang tersebut.
Gender-Role Identity
Adalah keyakinan seseorang pada orang lain terhadap apa yang seharusnya dia lakukan, dalam hal ini maskulinitas pada pria dan feminitias pada wanita
Full transcript