Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

SISTEM PANGAN DAN GIZI

No description
by

Laylaa Ramadhani

on 14 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of SISTEM PANGAN DAN GIZI

SISTEM PANGAN DAN GIZI
Sistem Ketahanan Pangan
Secara umum, ketahanan pangan mencakup 4 aspek, yaitu Kecukupan (sufficiency), akses (access), keterjaminan (security), dan waktu (time) (Baliwaty , 2004). Dengan adanya aspek tersebut maka ketahanan pangan dipandang menjadi suatu sistem, yang merupakan rangkaian dari tiga komponen utama yaitu ketersediaan dan stabilitas pangan (food availability dan stability), kemudahan memperoleh pangan (food accessibility) dan pemanfaatan pangan.
Subsistem distribusi dan konsumsi
Kelancaran distribusi sangat tergantung pada kondisi sarana transport dan perdagangan. Kita bedakan distribusi makro dari distribusi mikro bahan makanan tersebut. Distribusi makro menyangkut perdagangan pangan di pasaran dan antar daerah maupun antar Negara, sedangkan ditribusi mikro berhubungan dengan ditribusi bahan makana tersebut diantara para anggota dalam satu keluarga. Distribusi makro bahan pangan sangat erat kaitannya dengan penyediaan serta perdagangan pangan bagi suatu masyarakat. Mungkin suatu jenis bahan pangan diproduksi secara melimpah di suatu daerah, tetapi karena sarana transport dan dengan demikian distribusinya ke daerah konsumen lain tidak lancar, maka bahan makanan tersebut sukar didapat di daerah konsumen.

Subsistem Produksi
Susunan hidangan (menu)
kesimpulan
PENGERTIAN SISTEM
Sistem Pengadaan Pangan
Lingkungan tempat hidup penduduk, bersama dengan hubungan-hubungan kolektif yang berbentuk secara alam,teknologi dan interaksi manusia, disebut sistem ekologis. Kadang-kadang istilah ini dipersingkat menjadi satu kata, suatu “ekosistem”. Sistem pengadaan pangan, atau lingkungan di mana pangan diproduksikan dan distribusikan, paling baik dipahami dalam kontek sistem ekologis yang meliputi ekosistem alami maupun ekosistem buatan manusia. Bersama dengan bagian-bagian alam lainnya, sistem alami itu meliputi kekuatan-kekuatan cuaca, jenis-jenis tanah, hama/penyakit, dan penyiaran dari matahari. Sistem buatan manusia itu meliputi komponen-komponen dasar seperti hubungan-hubungan budaya, organisasi-organisasi politik dan ekonomi di mana rumahtangga-rumahtangga masyarakat pedesaan dan bangsa-bangsa memproduksi, mendistribusi, dan mengkonsumsi pangan. Ekosistem-ekosistem yang dibuat manusia juga mengandung berbagai bentuk teknologi dan industrialisasi yang berhubungan dengan perubahan dalam organisasi-organisasi politik,ekonomi dan sosial.
Analisa Sistem Pengadaan Pangan

Hubungan pokok yang berpengaruh pada sistem pengadaan pangan dan pengelolaannya dikelompokkan dalam bagian yang saling berkaitan, yang disebut modul sistem “monitoring”. Modul-modul ini meliputi hubungan-hubungan berikut.
1) Modul “monitoring” 1 ( M1 ) :
Pengaruh masukan-masukan dasar (cuaca dan tanah) pada persediaan pangan dan pengelolaannya.
2) Modul “monitoring” 2 ( M2 ) :
Pengaruh masukan-masukan sekunder (sistem produksi dan ekosistem pedesaan ) pada persediaan pangan.
3) Modul “monitoring” 3 ( M3 ) :
Pengaruh hambatan-hambatan luar (kebijakan nasional, penyakit tanaman, hama tanaman dan hama lapangan) pada persediaan pangan.
4) Modul “monitoring” 4 ( M4 ) :
Pengaruh operasi pertanian pada persediaan pangan.
5) Modul “monitoring” 5 ( M5 ) :
Pengaruh hasil produksi pangan pada persediaan pangan.
6) Modul “monotoring’ 6 ( M6 ) :
Pengaruh konsumsi rumah tangga dan perdangangan pada persediaan
pangan. dengan menganalisa modul-modul “ monitoring” yang saling berkaitan ini, faktor-faktor utama yang diperlukan untuk memahami dan mengendalikan penyediaan pangan bergizi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat pedesaan, dapat ditentukan. Akibatnya, ahli pertanian menjadi orang penting sebagai pemberi informasi berharga kepada para perencana dan penjabat- pejabat pemerintah yang bertanggung jawab untuk pengembangan program-program pemerintah yang bertanggung jawab untuk pengembangan program-program pangan dan gizi.


Pengolahan pangan di dalam dapur keluarga
Sebelum dikonsumsi, sebagian besar bahan makanan diolah dahulu didapur, sehingga menjadi hidangan yang bercita rasa lezat. Hal ini akan menimbulkan nafsu makan dan menghadapi hidangan merupakan sesuatu yang menyenangkan.
Dengan memasaknya, bahan makanan menjadi lebih mudah dicerna dan zat-zat makanan menjadi tersedia untuk diserap dan dipergunakan oleh tubuh. Tetapi mengolah dan memasak bahan makanan dapat pula menyebabkan kehilangan sebagian dari zat-zat gizi, terutama vitamin-vitamin. Beberapa jenis vitamin mudah larut di dalam air pencuci, sehingga hilang terbuang dan beberapa lagi dapat rusak oleh pemanasan dan penyinaran matahari. Penanganan ketika memasak bahan makanan terdiri atas membuang bagian yang tidak dapat dimakan, memotong-motong dan mencucinya, sebelum dilakukan pemasakan yang sebenarnya untuk membuat hidangan. Bagian yang tidak dapat dimakan misalnya bagian kulit dan biji-biji tertentu, bonggol jagung juga termasuk bagian yang tidak dapat dimakan. Pada umumnya bagian yang tidak dapat dimakan, hanya sedikit saja mengandung zat-zat gizi yang berguna, sehingga tidak terlalu merugikan. Cara penanganan bahan makanan terbuang percuma. Pada cara menangani dan memasak makanan yang umum dikerjakan oleh para ibu rumah tangga, ternyata cukup baik, dan tidak terlalu banyak zat gizi yang ikut terbuang atau rusak percuma.
Ketahanan Pangan
Subsistem Konsumsi Pangan
Perhidangan dan distribusi dalam keluarga
Pengertian sistem menurut para ahli :

PILECKI
Sistem adalah sekumpulan objek dan menghubungkan objek itu dengan atributnya atau dengan kata  lain, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian, atribut dari bagian dan hubungan antara bagian dengan atribut.

ROBERT ALLEN & MARK VICTOR HANSEN
Sistem adalah prosedur yang terorganisir dan mapan yang membuahkan hasil.

DJEKKY R. DJOHT
Sistem adalah agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi, atau bergerak dalam satu kesatuan.

Dalam undang undang No : 7 tahun 1996 tentang pangan, pengertian ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan yang cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Dari pengertian tersebut, tersirat bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional harus lebih dipahami sebagai pemenuhan kondisi kondisi : (1) Terpenuhinya pangan dengan kondisi ketersediaan yang cukup, dengan pengertian ketersediaan pangan dalam arti luas, mencakup pangan yang berasal dari tanaman, ternak dan ikan dan memenuhi kebutuhan atas karbohidrat, vitamin dan mineral serta turunan, yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. (2) Terpenuhinya pangan dengan kondisi aman, diartikan bebas dari pencemaran biologis, kimia, dan benda lain yang lain dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia, serta aman untuk kaidah agama. (3) Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang merata, diartikan bahwa distribusi pangan harus mendukung tersedianya pangan pada setiap saat dan merata di seluruh tanah air. (4) Terpenuhinya pangan dengan kondisi terjangkau, diartikan bahwa pangan mudah diperoleh rumah tangga dengan harga yang terjangkau.

Setelah dimasak, makanan dihidangkan dan didistribusikan diantara para anggota keluarga untuk dikonsumsi. Menghidangkan makanan harus menarik, sehingga mereka yang menyantapnya akan merasa senang, bahkan puas, sehingga meningkatkan selera dan gairah untuk makan. Hidangan harus dapat merangsang secara menarik sebanyak mungkin panca indera, agar timbul selera dan nafsu makan.
Distribusi makanan diantara para anggota keluarga, ada yang dijatahkan, tetapi ada pula yang secara bebas dapat memilih dan mengambil makanan yang disukainya sendiri. Pada umumnya anak-anak yang masih kecil (balita) mendapat makanannya secara dijatah oleh ibunya atau kakaknya yang mengurusnya, dan tidak memilih serta mengambil sendiri mana yang disukainya.
Semakin banyak pengetahuan gizinya, semakin diperhitungkan jenis dan kwantum makanan yang dipilih untuk dikonsumsinya. Awam yang tidak mempunyai cukup pengetahuan gizi, akan memilih makanan yang paling menarik pancaindera, dan tidak mengadakan pilihan berdasarkan nilai gizi makanan. Sebaliknya mereka yang semakin banyak pengetahuan gizinya, lebih banyak mempergunakan pertimbangan rasional dan pengetahuan tentang nilai gizi makanan tersebut.


Susunan hidangan yang disajikan diatas meja sesuatu keluarga dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk masyarakat awam susunan hidangan lebih ditentukan oleh kebiasaan turun-menurun dan menurut kebutuhan kepuasan psikis. Hidangan yang menuruti citarasa dan mempunyai nilai sosial tinggi akan lebih banyak dipilih dibandingkan dengan makanan yang tidak menarik dan dianggap tidak mempunyai nilai sosial yang memuaskan.
Untuk masyarakat yang berpendidikan dan cukup pengetahuan tentang nilai gizi, pertimbangan kebutuhan fisiologis lebih menonjol dibandingkan dengan kebutuhan kebutuhan psikis. Tetapi umumnya akan terjadi kompromi antara kebutuhan psikis dan kebutuhan fisiologis tubuh, sehingga terdapat komposisi hidangan yang memenuhi kepuasan psikis maupun kebutuhan fisiologis tubuh. Maka hidangan akan mempunyai sifat lezat disamping mempunyai nilai gizi yang tinggi.
Di Indonesia susunan hidangan yang demikian disebut susunan hidangan seimbang atau susunan hidangan adekwat, dan dinyatakan dalam slogan “empat sehat, lima sempurna”. Hidangan empat sehat terdiri atas makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan buah-buah. Hidangan yang memperlihatkan adanya keempat komonen ini dalam kwantum yang mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh, dianggap akan memberikan kesehatan gizi yang memuaskan bagi seorang dewasa. Untuk golongan rentan gizi, ditambah dengan sejumlah susu yang mencukupi, menjadi lima sempurna. Susu merupakan bahan makanan sumber protein berkualitas tinggi dan mudah dicerna, dan akan meningkatkan nilai gizi protein yang terdapat di dalam hidangan.

Produksi dalam pengertian sederhana adalah keseluruhan proses dan operasi yang dilakukan untuk menghasilkan produk atau jasa. Sistem produksi merupakan kumpulan dari sub sistem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentransformasi input produksi menjadi output produksi. Input produksi ini dapat berupa bahan baku, mesin, tenaga kerja, modal dan informasi. Sedangkan output produksi merupakan produk yang dihasilkan berikut sampingannya seperti limbah, informasi, dan sebagainya.
Sub sistem–sub sistem dari sistem produksi tersebut antara lain adalah Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pengendalian Kualitas, Penentuan Standar-standar Operasi, Penentuan Fasilitas Produksi, Perawatan Fasilitas Produksi, dan Penentuan Harga Pokok Produksi.
Sub sistem–sub sistem dari sistem produksi tersebut akan membentuk konfigurasi sistem produksi. Keandalan dari konfigurasi sistem produksi ini akan tergantung dari produk yang dibuat serta bagaimana cara membuatnya (proses produksinya).
Untuk melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, operasi dan pemeliharaan, perusahaan manufaktur harus memiliki organ pelaksana. Sistem produksi pada suatu perusahaan manufakturing harus memiliki bagian-bagian atau organ.


Konsumsi pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air baik yang diolah maupan yang tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi manusia yang termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan atau pembuatan makanan dan minuman.
Konsumsi pangan merupakan informasi tentang jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi (dimakan) atau diminum seseorang atau kelompok orang pada waktu tertentu. Jenis dan jumlah pangan merupakan informasi yang penting dalam menghitung jumlah zat gizi yang dikonsumsi.
Secara umum, faktor faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan adalah faktor ekonomi dan harga dimana keadaan ekonomi keluarga relatif mudah diukur dan berpengaruh besar pada konsumsi pangan, terutama pada golongan miskin, selain pendapatan, faktor ekonomi yang mempengaruhi konsumsi pangan adalah harga pangan dan non pangan. Harga pangan yang tinggi menyebabkan berkurangnya daya beli yang berarti pendapatan riil berkurang. Keadaan ini menyebabkan konsumsi pangan berkurang sedangkan faktor sosio-budaya dan religi yaitu aspek sosial budaya berarti fungsi pangan dalam masyarakat yang berkembang sesuai dengan keadaaan lingkungan, agama, adat, kebiasaan dan pendidikan masyarakat tersebut. Kebudayaan suatu masyarakat mempunyai kekuatan yang berpengaruh terhadap pemilihan bahan makanan yang digunakan untuk dikonsumsi. Kebudayaan mempengaruhi seseorang dalam konsumsi pangan yang menyangkut pemilihan jenis bahan pangan, pengolahan, serta persiapan dan penyajiannya.

Faktor-faktor pendukung penganekaragaman
a. Pendapatan
Dengan meningkatnya pendapaytan perorangan, terjadilah perubahan-perubahan dalam susunan makanan. Akan tetapi, pengeluaran uang lebih banyak untuk pangan tidak terjamin lebih beragamnya konsumsi pangan. Kadang-kadang, perubahan utama yang terjadi dalam kebiasaan makanan ialah pangan yang dimakan itu lebih mahal.

b. Pertumbuhan ekspor-impor
Beberapa jenis pertumbuhan ekonomi adalah penting, apabila bangsa-bangsa lain ingin membangun situasi ekonomi yang mantap. Pertumbuhan ekonomi tergantung dari kenaikan dalam pendapatan perorangan, perusahaan-perusahaan dan korporasi-korporasi, tergantung dari dasar pajak yang dapat dipercaya, dan dari perdagangan internasional.


c. Perubahan pola pangan
Jika pendapatan naik di Asia Tenggara, pola-pola pangan juga ikut berubah. misalnya, persentase uang yang dikeluarkan untuk daging meningkat. Daging merupakan sumber protein yang mahal ditinjau dari sudut jumlah ternak yang dibutuhkan untuk menghasilkan daging itu dan jumlah tanah yang dibutuhkan untuk memeliharanya. Maka dari itu, dalam banyak hal, haruslah dilakukan usaha-usaha untuk menemukan sumber-sumber protein lain yang bernilai biologis tinggi.

d. Pengangkutan
Sistem pengangkutan di Asia Tenggara makin menjadi sempurna. Sistem itu menghasilkan perubahan-perubahan dalam pola perdagangan dan konsumsi pangan. Ini dapat membantu membuka pasaran pangan tambahan dan bersamaan dengan itu, memberikan kesempatan untuk penganekaragaman yang lebih besar. Sekarang bahan makanan lebih siap untuk mengalir kepada lebih banyak orang dan dalam jumlah yang lebih besar di hamper semua bagian dunia.

e. Tingkat pendapatan
Tingkat pendapatan penduduk desa makin meningkat, hal itu cenderung menaikkan tabungan dan investasi mereka. beberapa dari tabungan dan investasi mereka. beberapa dari tabungan dan investasi ini masuk ke usahatani dan ke pendidikan anak-anak dan anggota-anggota keluarga dewasa. Kedua investasi ini merupakan investasi-investasi penting untuk pengembangan pendapatan, penganekaragaman produksi pangan, dan perbaikan gizi pada waktu sekarang dan waktu mendatang.


Menghindarkan efek sampingan yang tidak diharapkan dalam sistem penganekaragaman pangan
Program penganekaragaman pangan hampir selalu menimbulkan akibat-akibat yang tidak diharapkan yang memerlukan penyesuaian cultural. Cara-cara yang berbeda yang digunakan oleh anggota keluarga untuk berperan serta dalam berbagai segi pengelolaan dan pelaksanaan usahatani, seringkali berubah. dalam berbagai hal, dibutukan lebih banyak pekerjaan atau sebaliknya sedikit pekerjaan. Tugas-tugas yang dilakukan oleh wanita, anak-anak, tenaga sewaan, dan tetangga sering kali berbeda. Misalnya, sumur-sumur baru atau sistem air yang disempurnakan dapat mengurangi perlunya mengangkut air dari tempat-tempat jauh. Di banyak daerah di dunia, wanita dan anak-anak memberikan banyak waktu setiiap minggunya untuk mengambil atau memompa air untuk penggunaan rumah tangga dan lapangan. Pola-pola kerja baru merupakan akibat dari pengenalan teknologi baru, tanaman baru, dan varietas-varietas baru dari tanaman-tanaman lama yang telah biasa dikenal.
Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu :
1. Sistem adalah sekumpulan objek dan menghubungkan objek itu dengan
atributnya atu dengan kata lain, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian, atribut dari bagian dan hubungan antara bagian dengan atribut.
2. Terwujudnya ketahanan pangan merupakan hasil kerja dari suatu sistem yang
terdiri dari berbagai subsistem yang saling berinteraksi, yaitu subsistem ketersediaan, subsistem distribusi dan subsistem konsumsi. Apabila ketiga subsistem diatas tidak tercapai, maka ketahanan pangan tidak mungkin terbangun dan akibatnya menimbulkan kerawanan pangan.
3. Dalam lingkup keluarga, Subsistem distibusi dan konsumsi dapat terwujud
melalui Pengolahan pangan di dalam dapur keluarga, Perhidangan dan distribusi dalam keluarga, dan Susunan hidangan (menu).
4. Sub sistem–sub sistem dari sistem produksi tersebut antara lain adalah
Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pengendalian Kualitas, Penentuan Standar-standar Operasi, Penentuan Fasilitas Produksi, Perawatan Fasilitas Produksi, dan Penentuan Harga Pokok Produksi
5. Secara umum, faktor faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan adalah
faktor ekonomi dan harga dimana keadaan ekonomi keluarga relatif mudah diukur dan berpengaruh besar pada konsumsi pangan, terutama pada golongan miskin, selain pendapatan, faktor ekonomi yang mempengaruhi konsumsi pangan adalah harga pangan dan non pangan. Harga pangan yang tinggi menyebabkan berkurangnya daya beli yang berarti pendapatan riil berkurang. Keadaan ini menyebabkan konsumsi pangan berkurang.
6. Faktor-faktor pendukung subsistem penganekaragaman pangan yaitu
Pendapatan, Pertumbuhan ekspor-impor, Perubahan pola pangan, pengangkutan dan tingkat pendapatan.

KELOMPOK 7

1. NOVITASARI
2. LAYLA RAMADHANI HUSAIN P.
3. WAYAN RATNA WIRAWATI
4. ARDINA TAMBUNG
5. ANDI IRGA SATRAWATI
6. ANDI NURBANI RAZAK
Full transcript