Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Diagnosis Untuk Perawatan Endodontik

Konservasi 2- kelompok B
by

Hanna Utami

on 11 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Diagnosis Untuk Perawatan Endodontik

Diagnosis Untuk Perawatan Endodontik Kelompok B/Ganjil Perawatan endodontik adalah salah satu tindakan dalam kedokteran gigi yang dilakukan sebagai usaha mempertahankan gigi geligi agar tetap dapat berada di dalam lengkung gigi. Diagnosis kondisi pasien sebelum perawatan endodontik meliputi anamnesa , pemeriksaan intra oral, pemeriksaan ekstra oral, pemeriksaan radiografi, dan pemeriksaan diagnostik seperti palpasi, perkusi, mobilitas, dan tes vitalitas. Diagnosis dilakukan untuk menegakan jenis penyakit yang diderita agar perawatan yang tepat dapat ditentukan. Rangsangan dingin pada diagnosis pulpa:
1. Pulpa normal
2.Pulpitis reversibel
3.Pulpitis irreversibel : Simptomatik/Asimptomatik
4.Nekrosis pulpa
5.Pulpless tooth F. Electric Pulp Test Tes pulpa merupakan instrumen yang menggunakan gradasi arus listrik untuk merangsang respon dari jaringan pulpa. Respon positif menunjukkan vitalitas pulpa Terima Kasih Pertanyaan? A. Chief Complain Keluhan utama merupakan alasan spesifik kunjungan pasien ke klinik, kantor atau rumah sakit, dicatat dalam bahasa apa adanya menurut pasien, dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien karena menyediakan informasi tentang gejala atau hal patologis apa yang akan kita cari dalam tes-tes berikutnya B. Medical History Tidak ada kondisi medis yang secara spesifik menjadi kontraindikasi perawatan endodontik, namun ada beberapa yang membutuhkan perhatian khusus. Kondisi paling relevan adalah alergi, tendensi perdarahan, penyakit jantung, kelainan imun atau pasien yang mengkonsumsi obat terkait endokrin atau sistem saraf pusat. Kesimpulan H. Anasthetic Test A. Pemeriksaan Visual
dan Taktil Subjective and Objective Symptoms Pemeriksa menggunakan mata, jari-jari tangan, eksplorer, dan prob (probe) periodontal. Gigi dan periodonsium pasien harus diperiksa dibawah sinar terang dalam keadaan kering,mengandalkan pada pemeriksaan “three Cs“ : color, contour dan consistency (warna, kontur dan konsistensi) B. Perkusi Metode yang sangat berguna untuk memastikan kondisi inflamasi pada apikal periodontium gigi. Tangkai dari instrumen tangan, biasanya kaca mulut, digunakan untuk menekan gigi dalam arah vertikal. @nhanami Definisi dan Tujuan Pemeriksaan Riwayat Kesehatan Subjective
Symptoms Chief Complain
Medical History
Dental History Pemeriksaan visual dan taktil
Perkusi
Palpasi
mobilitas dan depresibilitas
radiografi
uji listrik pulpa
uji termal
uji anastetik
uji kavitas Objective Symptoms Diagnosa yaitu mempelajari gejala dan riwayat penyakit , untuk menegakkan jenis penyakit (Gihandhono, 2010). Diagnosis biasanya dibuat cepat dan tepat dari pemeriksaan klinis dan dari riwayat subjektif yang diberikan oleh pasien (Grossman, 1995) Perawatan endodontik dapat didefinisikan sebagai perawatan atau tindakan yang diambil untuk mempertahankan gigi vital, gigi yang rusak atau non vital dalam keadaan berfungsi di lengkung gigi. (Bence,1990) Diagnosis itu penting, karena:
• untuk menentukan perawatan yang tepat pada pasien
•Pendekatan pada pemeriksaan klinik harus dilakukan
•Pemeriksaan radiografi untuk mendapatkan informasi yang cukup
•Perawatan saluran akar tidak hanya dari prognosis yang diharapkan tetapi juga dari kondisi gigi, harapan, dan keinginan pasien (Carrotte, 2004) Memahami dental history adalah langkah penting ketika memperoleh informasi yang terkait dengan chief complain untuk mengetahui apakah pasien telah melakukan perawatan dental baru-baru ini pada bagian dimana dia mengalami ketidaknyamanan. C. Dental History Dilakukan dengan ujung jari menggunakan tekanan ringan untuk memeriksa konsistensi jaringan dan respon rasa sakit. Mengevaluasi integritas attachment apparatus di sekeliling gigi.
Tes terdiri dari menggerakkan suatu gigi ke arah lateral dalam soketnya dengan menggunakan jari atau, lebih diutamakan, menggunakan tangkai dua instrumen.
Tujuan tes ini adalah untuk menentukan apakah gigi terikat kuat atau longgar pada alveolusnya. Jumlah gerakkan menunjukkan kondisi periodonsium; makin besar gerakannya, makin jelek status periodontalnya. D. Tes Mobilitas-Depresibilitas E. Radiografi Radiograf adalah salah satu alat klinis paling penting untuk membuat diagnosis Radiograf dapat menunjukkan jumlah, bagian, bentuk, panjang dan lebar saluran akar, adanya material mengapur di dalam rongga pulpa atau saluran akar, resorpsi dentin yang mulai dari dalam saluran akar, resorpsi dentin yang mulai dari dalam saluran akar (resorpsi internal) atau dari permukaan akar (resorpsi eksternal), kalsifikasi/penyumbatan kavitas pulpa, penebalan ligamen periodontal, resorpsi sementum, dan sifat serta perluasan perusakan periapikal dan tulang alveolar C. Palpasi G. Thermal Test Tes ini meliputi aplikasi dingin dan panas pada gigi, untuk menentukan sensitivitas terhadap perubahan termal Tes ini terbatas bagi pasien yang sedang merasa sakit pada waktu dites, bila tes yang biasanya digunakan gagal untuk memungkinkan seseorang mengidentifikasi gigi. Tujuannya adalah untuk menganestesi gigi tunggal berturut-turut sampai rasa sakitnya hilang dan terbatas pada gigi tertentu I. Test Cavity Tes ini memungkinkan seseorang menentukan vitalitas pulpa. Tes ini dilakukan bila cara diagnosis lain telah gagal. Tes kavitas dilakukan dengan mengebur melalui pertemuan email dentin gigi tanpa anestesi.
Full transcript