Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Malpraktik

Pengertian, tindakan, jenis-jenis, standar pelayanan, dan aturan hukum malpraktek
by

Julia Tungga Dewi

on 12 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Malpraktik

•Malpraktek adalah praktek kedokteran yang salah atau tidak sesuai dengan standar profesi atau standar prosedur operasional. Untuk malpraktek dokter dapat dikenai hukum kriminal dan hukum sipil. Malpraktek kedokteran kini terdiri dari 4 hal :
a.Tanggung jawab criminal
b.Malpraktik secara etik
c.Tanggung jawab sipil
d.Tanggung jawab publik

•Malpraktek Medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lasim dipergunakan dalam mengobati pasien atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama. DEFINISI DAN PENGERTIAN MALPRAKTEK Menurut Hubert W. Smith tindakan malpraktek meliputi 4D yaitu: TINDAKAN MALPRAKTEK Secara garis besar standar pelayanan medik diatur dalam Pasal 53 ayat (2) UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menentukan bahwa dalam melakukan tugasnya, tenaga kesehatan berkewajiban mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien. Dokter termasuk dalam kelompok tenaga kesehatan sebagaimana yang ditentukan dalam penjelasan ketentuan tersebut. Salah satu bentuk kegiatan dokter dalam melaksanakan profesinya adalah melakukan tindakan medis. Dalam pelaksanaan tugasnya melakukan perawatan atau tindakan medis harus mengikuti standar profesi serta menghormati hak-hak pasien. STANDAR PELAYANAN MEDIK Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
ATURAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA YANG BERKAITAN DENGAN MALPRAKTEK JENIS-JENIS MALPRAKTEK MALPRAKTEK Created by:
Ni Luh Kurnia Dharma Pertiwi (1203005002)
I Gusti Ayu Julia Tungga Dewi (1203005003)
Ni Putu Ari Seni Antari (1203005004)
I Gusti Ayu Pitriani (1203005005)
Anak Agung Ketut Raiyani (1203005006) •Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Malpraktek Medik adalah suatu tindakan atau perbuatan medik yang dilakukan atau diselenggarakan dengan jalan yang tidak baik atau salah atau tidak sesuai norma. Tidak ada kelalaian jika tidak ada kewajiban untuk mengobati. Hal ini berarti bahwa harus ada hubungan hukum antara pasien dan dokter/rumah sakit. Dengan adanya hubungan hukum, maka implikasinya adalah bahwa sikap tindak dokter/perawat rumah sakit itu harus sesuai dengan standar pelayanan medik agar pasien jangan sampai menderita cedera karenanya.

Dalam hubungan perjanjian dokter dengan pasien, dokter haruslah bertindak berdasarkan:
a.Adanya indikasi medis.
b.Bertindak secara hati-hati dan teliti.
c.Bekerja sesuai standar profesi.
d.Sudah ada informed consent. Duty (Kewajiban) Dereliction of Duty
(Penyimpangan dari Kewajiban) Apabila sudah ada kewajiban (duty), maka sang dokter atau perawat rumah sakit harus bertindak sesuai dengan standar profesi yang berlaku. Jika seorang dokter melakukan penyimpangan dari apa yang seharusnya atau tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan menurut standard profesinya, maka dokter tersebut dapat dipersalahkan Direct Causation (Penyebab Langsung) Penyebab langsung yang dimaksudkan dimana suatu tindakan langsung yang terjadi, yang mengakibatkan kecacatan pada pasien akibat kealpaan seorang dokter pada diagnosis dan perawatan terhadap pasien. Secara hukum harus dapat dibuktikan secara medis yang menjadi bukti penyebab langsung terjadinya malpraktek dalam kasus manapun. Damage (Kerugian) Damage yang dimaksud adalah cedera atau kerugian yang diakibatkan kepada pasien. Walaupun seorang dokter atau rumah sakit dituduh telah berlaku lalai, tetapi jika tidak sampai menimbulkan luka/cedera/kerugian (damage, injury, harm) kepada pasien, maka ia tidak dapat dituntut ganti-kerugian. Istilah luka (injury) tidak saja dalam bentuk fisik, namun kadangkala juga termasuk dalam arti ini gangguan mental yang hebat (mental anguish). Juga apabila tejadi pelanggaran terhadap hak privasi orang lain. Malpraktek Medik
(Medical Malpractice) John. D. Blum merumuskan, malpraktek medik merupakan bentuk kelalaian professional yang menyebabkan terjadinya luka berat pada pasien/penggugat sebagai akibat langsung dari perbuatan ataupun pembiaran oleh dokter/terguguat. Malpraktek Etik
(Ethical Malpractice) Malpraktik etik adalah tindakan dokter yang bertentangan dengan etika kedokteran, sebagaimana yang diatur dalam kode etik kedokteran Indonesia yang merupakan seperangkat standar etika, prinsip, aturan, norma yang berlaku untuk dokter. Malpraktek Yuridis
(Juridical Malpractice) Malpraktek yuridik adalah pelanggaran ataupun kelalaian dalam pelaksanaan profesi kedokteran yang melanggar ketentuan hukum positif yang berlaku. Malpraktek Perdata
(Civil Malpractice) Malpraktek perdata terjadi jika dokter tidak melakukan kewajiban (ingkar janji) yaitu tidak memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati.
Tindakan dokter yang dapat dikategorikan sebagai malpraktek perdata antara lain :
a.Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatan wajib dilakukan
b.Melakukan apa yang disepakati dilakukan tapi tidak sempurna
c.Melakukan apa yang disepakati tetapi terlambat
d.Melakukan apa yang menurut kesepakatan tidak seharusnya dilakukan Malpraktek Pidana
(Criminal Malpractice) Malpraktek pidana terjadi, jika perbuatan yang dilakukan maupun tidak dilakukan memenuhi rumusan undang-undang hukum pidana. Perbuatan tersebut dapat berupa perbuatan positif (melakukan sesuatu) maupun negatif (tidak melakukan sesuatu) yang merupakan perbuatan tercela (actus reus), dilakukan dengan sikap batin yang salah (mens rea) berupa kesengajaan atau kelalaian. Malpraktek Administrasi Negara (Administrative Malpractice) Malpraktek administrasi terjadi jika dokter menjalankan profesinya tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan hukum administrasi Negara. Misalnya:
a.Menjalankan praktek kedokteran tanpa ijin
b.Menjalankan praktek kedokteran tidak sesuai dengan kewenangannya
c.Melakukan praktek kedokteran dengan ijin yang sudah kadalwarsa.
d.Tidak membuat rekam medik. Pasal 359–360 KUHP Pidana Pasal 359 KUHP
"Barang siapa karena kesalahan (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun" Pasal 360 KUHP (1) Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun (2) Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjadikan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan bulan atau denda paling tinggi tiga ratus rupiah.
Full transcript