Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PONDASI adalah struktur bangunan bagian bawah yang berfungsi

No description
by

Dicky Ritonga

on 3 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PONDASI adalah struktur bangunan bagian bawah yang berfungsi

Results
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA!
Drive
Fungsi pondasi adalah sebagai perantara untuk meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah dan gaya-gaya lain yang bekerja ke tanah pendukung bangunan tersebut.
Core
Phase 1
PONDASI DANGKAL
Phase 2
PONDASI DALAM
Foundation
PONDASI
adalah
struktur bangunan bagian bawah
yang berfungsi meneruskan gaya dari segala arah bangunan di atasnya ke tanah.
Ada 2 jenis pondasi, yaitu:
1. Pondasi Dangkal
2. Pondasi Dalam

Pondasi Dangkal : dipakai untuk bangunan bertanah keras atau bangunan-bangunan sederhana. Pada pondasi tipe ini beban diteruskan oleh kolom/tiang, selanjutnya diterima pondasi dan disebarluaskan ke tanah. Dasar tanah yang menerima beban tidak lebih dari 1 sampai 2 meter dari permukaan tanah. Disini tembok-tembok, kolom, maupun tiang bangunan berdiri dengan pelebaran kaki diatas tanah dasar yang keras dan padat.
Yang termasuk Pondasi dangkal antara lain:
-
Pondasi Sarang Laba-Laba
-Pondasi batu kali setempat
-Pondasi lajur batu kali
-Pondasi beton lajur
-Pondasi tiang pancang kayu.
Konstruksi Sarang Laba-Laba
(KSLL) adalah sistem kontruksi bangunan bawah yang memadukan antara kekuatan beton dengan sistem konstruksi perbaikan tanah yang digunakan pada daerah yang daya dukungnya berkisar antara 0,15 – 0,4 kg per cm .Ini juga Jenis pondasi dangkal dan menerus, yang mengutamakan perilaku pelat pengaku (rib) dengan tanah pengisi.
Pola tulangan dan rib disusun sedemikian rupa, sehingga memiliki pola seperti sarang laba-laba.
Pondasi ini memiliki kelebihan
jika dibandingkan dengan pondasi konvensional yang lain, diantaranya yaitu, KSLL
memiliki kekuatan lebih baik
dengan penggunaan bahan bangunan yang hemat dibandingkan dengan pondasi rakit (full plate) lainnya, mampu
memperkecil penurunan bangunan
karena dapat membagi rata kekuatan pada seluruh pondasi dan mampu membuat tanah menjadi bagian dari struktur pondasi.
Metode Pelaksanaan Konstruksi Sarang Laba-Laba
1. Pekerjaan galian tanah.
2. Pekerjaan lantai kerja, untuk RIB dan beton dekking.
3. Pekerjaan ajuan untuk RIB
4. Pekerjaan pembesian untuk RIB.
5. Pekerjaan pengecoran untuk RIB

6. Pekerjaan urugan dan pemadatan.
7. Pekerjaan urugan pasir dan pemadatan.
8. Pekerjaan lantai kerja untuk plat penutup.
9. Pekerjaan pembesian untuk plat penutup.
10. Pekerjaan pengecoran beton dan plat penutup

Pondasi Sarang Laba-Laba
Pondasi Dalam
dipakai untuk bangunan bertanah lembek, bangunan berbentang lebar (memiliki jarak kolom lebih dari 6 meter), dan bangunan bertingkat. Pada pondasi tipe ini, beban diteruskan oleh kolom/tiang melalui perantaraan tumpuan (poer pondasi, rooster kayu/balok kayu ataupun beton bertulang) yang dipancangkan dalam tanah. Kedalaman tanah keras pada pondasi jenis ini mencapai 4 sampai 5 meter dari permukaan tanah.
Yang termasuk Pondasi Dalam antara lain :
-
Pondasi tiang pancang (beton, besi, pipa baja)
-Pondasi sumuran
-
Pondasi Bored Pile

Pondasi tiang pancang (pile foundation)
adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang bentuknya panjang dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam.
METODE PELAKSANAAN TIANG PANCANG
PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Perencanaan jalan masuk ke lokasi proyek untuk mobilisasi alat pancang dan tiang pancang.
2. Perencanaan lokasi penempatan tiang pancang.
3. Pembuatan denah titik tiang pancang beserta nomor urut tiang pancang.
4. Pematokan titik pancang dengan menggunakan potongan besi yang diberi simpul tali plastic pada ujung atasnya kemudian dibenamkan ke dalam tanah ± 5 – 10 cm.

5. Pemeriksaan tanggal pembuatan tiang pancang setiap kedatangan tiang pancang → sebaiknya tiang pancang dimobilisasi ke proyek setelah melewati umur lebih dari 14 hari sejak tanggal pembuatan untuk menghindari keretakan pada tiang pancang tersebut.

6. Marking tiang pancang dengan cat setiap interval 0,5 meter.

7. Buatlah lot vertical dengan benang yang diikat beban pada tripot dari kayu pada jarak kurang lebih 10 m dari titik tiang pancang.

PELAKSANAAN TIANG PANCANG
1. Angkat tiang pancang pada titik angkatnya.
2. Periksa arah horizontal posisi tiang pancang pada koordinat titik tiang pondasi dan periksa arah vertical dengan lot vertical.
3. Apabila semua control vertical dan horizontal sudah memenuhi syarat pemancangan dapat dilaksanakan.
4. Buat kalendering untuk mengukur jumlah rebound pukulan hammer per 1 meter penurunan tiang.
5. Untuk mini pile setiap kelipatan 6.0 meter (3.0 meter untuk akhir) dilakukan penyambungan tiang (pengelasan base plate).

6. Pemancangan dihentikan apabila : Ram stroke dan setting telah mendekati table yang diinginkan, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan final set pada 10 pukulan terakhir (umumnya < 10 mm untuk tiang pancang ukuran 40 x 40 cm dan < 15 mm untuk tiang pancang ukuran 30 x 30 cm) sesuai dengan yang disyaratkan dan dicatat pada kertas grafik (pondasi jenis end bearing pile) dan Tiang pancang telah mencapai kedalaman tertentu sesuai dengan yang disyaratkan (pondasi jenis friction pile).

7. Apabila final set belum tercapai tetapi tiang pancang telah terbenam ke dalam tanah maka pemancangan dapat dilanjutkan dengan menggunakan dolly hingga final set, namun apabila setelah dilakukan pemancangan dengan dolly final set belum juga tercapai maka pemancangan dianggap gagal.

PONDASI TIANG PANCANG
DISUSUN OLEH:

SEPTIAN IVANRI PRAMANA 090404002
MUHAMMAD RIZKI 090404007
DICKY DWI ABDILLAH R. 090404016
Full transcript