Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KOLONIALISME SEBELUM LA

No description
by

sri wahyuni

on 8 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KOLONIALISME SEBELUM LA

Interests
Education
Skills
Experience
References
XI MIA 8
.
.
fokus kajian :
Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka. Selanjutnya, Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Maluku yang merupakan daerah sumber utama rempah-rempah di Indonesia. Pada tahun 1513, bangsa Portugis mendarat di kepulauan Ambon yang merupakan penghasil cengkeh, tempat ini sekaligus juga merupakan pintu masuk wilayah tersebut . Kemudian dibangunlah sebuah benteng Portugis berikut dengan adanya beberapa peraturan keamanan, yang dibantu oleh sekelompok pemeluk baru agama Kristen yang berfungsi pula sebagai penyangga, dimana mereka bermukim dan berpusat disekitar benteng tersebut, yang kemudian menjadi kota Ambon (ibukota propinsi Maluku yang sekarang).
kebijakan pemerintah kolonial yang memicu perlawanan lokal pada masa pemerintahan Portugis terutama dalam hal monopoli perdagangan rempah-rempah, penyebran agama kristen
kebijakan pemerintah kolonial Belanda dalam hal monopoli perdagangan rempah-rempah dan campur tangan dalam masalah internal kerajaan-kerajaan
Work Experience
PLATFORMS
Social
SOCIAL
SEO
CMS
Kelompok 1 :
SRI WAHYUNI KASNAWI A (25)
HUSNUL KHATIMA TALIB (34)
HERSYAH AINUN (15)
DIAZTY NINGSI (5)
FIRSHA AMALA (14)
AHMAD NURFAUZI KADIR (4)
AHMAD MUSAWWIR (24)
KEBIJAKAN PEMERNTAH KOLONIAL PORTUGIS
Selain mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku,Portugis juga aktif menyebarkan agama Katolik. Salah seorang tokoh Portugis yang giat menyebarkan agama Katolik adalah Fransiscus Xaverius. Setelah mempunyai kedudukan di Maluku, Portugis mengincar Sumatra yang kaya akan lada. Kehadiran Portugis di Sumatra mendapat tentangan, terutama dari Kerajaan Aceh. Sementara itu, di Jawa, Portugis hanya dapat berdagang di Pasuruan dan Blambangan. Di daerah lainnya Portugis tidak dapat berdagang, sebab sebagian besar Jawa dikuasai oleh Kerajaan Demak.


Kekuasaan Portugis di Maluku berlangsung cukup lama, sekitar tahun 1512 sampai 1641. Kebijakan-kebijakan yang dipraktikkan selama itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
Berbagai kebijakan pemerintah kolonial Portugis.
a. Berusaha menanamkan kekuasaan di Maluku.
b. Menyebarkan agama Katolik di daerah-daerah yang dikuasai.
c. Mengembangkan bahasa dan seni musik keroncong Portugis.
d. Sistem monopoli perdagangan cengkih dan pala di Ternate.
Pengaruh dari kebijakan ini ternyata tertanam pada rakyat Indonesia khususnya rakyat Maluku. Ada yang bersifat negatif dan ada yang positif. Berikut ini berbagai pengaruh yang ditimbulkan dari kebijakan-kebijakan Portugis.
a. Terganggu dan kacaunya jaringan perdagangan.
b. Banyaknya orang-orang beragama Katolik di daerah pendudukan Portugis.
c. Rakyat menjadi miskin dan menderita.
d. Tumbuh benih rasa benci terhadap kekejaman Portugis.
e. Munculnya rasa persatuan dan kesatuan rakyat Maluku untuk menentang Portugis.

f. Bahasa Portugis turut memperkaya perbendaharaan kata/ kosakata dan nama keluarga seperti da Costa, Dias, de Fretes, Mendosa, Gonzalves, da Silva, dan lain-lain.
g. Seni musik keroncong yang terkenal di Indonesia sebagai peninggalan Portugis adalah keroncong Morisco.
h. Banyak peninggalan arsitektur yang bercorak Portugis dan senjata api/meriam di daerah pendudukan termasuk keberadaan benteng Nossa Senhora da Anunciada yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1575, kemudian pada saat kekuasaan jatuh ke tangan Kolonial Belanda (VOC) nama benteng tersebut diganti menjadi Fort Nieuw Victoria pada tahun 1614
VOC adalah badan / kongsi perdagangan Belanda yang berdiri sejak tahun 1602.
KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA
Pada masa Gubernur Jenderal J.P. Coen (1619–1623, 1627–1629) diberlakukan berbagai kebijakan di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Memonopoli perdagangan di Maluku.
b. Menjadikan Batavia sebagai pelabuhan dan pusat kekuasaan VOC.
c. Menjalankan politik devide et impera (adu domba) antara raja-raja di Jawa dengan kepulauan Nusantara lainnya.
d. Mendatangkan keluarga-keluarga Belanda untuk mengelola pertanian di Indonesia.
e. Proses westernisasi pada budaya-budaya pribumi.
f. Memonopoli perdagangan rempah-rempah.

Salah satu kebijakan Coen yang paling keras yaitu dihancurkannya Pulau Banda. Penduduk Banda dibantai, sedangkan yang hidup dijadikan budak.



PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KOLONIALISME SEBELUM LAHIRNYA KESADARAN NASIONAL
Untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, VOC menerapkan hak monopoli, menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan membangun benteng-benteng. Benteng-benteng yang dibangun VOC adalah :
1. Di Banten disebut benteng Kota Intan ( Fort Pellwijk ).
2. Di Ambon disebut benteng Victoria.
3. Di Makasar disebut benteng Retterdam.
4. Di Ternate di sebut benteng Orange.
5. Di Banda disebut benteng Nasao.
Dengan keunggulan senjata, juga memanfaatkan kompetisi dan konflik di antara penguasa lokal (kerajaan ), VOC berhasil memonopoli perdagangan pala dan cengkeh di Maluku. Satu persatu kerajaan-kerajaan di Indonesia dikuasai VOC.
Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain :

a).Verplichte Laverantie

Yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yg telah ditetapkan oleh VOC,dan

melarang rakyat menjual hasil buminya selain kepada VOC.

b).Contingenten

Yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.

c).Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh

ditanam.

d).Ekstirpasi

Yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi over

produksi yg dapat menyebabkan harga rempah-rempah merosot.

e).Pelayaran Hongi

Yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi

pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.

Hasil bumi yang wajib diserahkan yaitu lada, kayu manis, beras, ternak, nila, gula, dan kapas. Selain itu, VOC juga menerapkan Prianger stelsel, yaitu aturan yang mewajibkan rakyat Priangan menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada VOC.
Ada beberapa bukti politik adu domba VOC yang berhasil menguasai kerajaan Nusantara.

a. VOC berhasil membantu Sultan Haji dalam merebut Banten dari tangan Sultan Ageng Tirtayasa.

b. Dalam permusuhan antara Aru Palaka (Raja Bone) dan Hasanuddin (Sultan Makassar), VOC membantu Aru Palaka sehingga terjadilah Perjanjian Bongaya yang menyebabkan Makassar jatuh ke tangan VOC.

c. VOC berhasil memecah belah Mataram menjadi tiga: kasunanan, kesultanan, dan mangkunegaran.
THANK YOU FOR YOUR
ATTENTION ;;) :D
Full transcript