Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

BAGUS SUYANTO

on 20 August 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI INDONESIA
PASCA SATU DEKADE REFORMASI ADMINISTRASI PERPAJAKAN:
PENGUKURAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS

Penelitian Terdahulu
Outline
Permasalahan Penelitian
Kerangka Teori
Metodologi Penelitian
Hasil Penelitian
Kesimpulan & Saran

Oleh :
Bagus Suyanto
NPM 1121090405 / MEP

Pembimbing :
Drs. R.N. Afsdy Saksono, M.Sc.

Pokok Permasalahan
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Pokok Permasalahan
Bagaimana Kinerja Kantor Pelayanan Pajak di Indonesia Pasca Satu Dekade Reformasi Administrasi Perpajakan
???
Tujuan Penelitian
Untuk menunjukkan penerapan metode pengukuran kinerja dalam mengukur efisiensi KPP di lingkungan DJP pasca satu dekade reformasi administrasi perpajakan dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA).
Di samping itu, penelitian ini juga akan membandingkan skor efisiensi di antara KPP di Indonesia, sehingga dapat diketahui persebaran tingkat efisiensi di antara KPP-KPP tersebut.

Manfaat Penelitian
Manfaat bagi dunia akademik
Permasalahan Penelitian
Latar Belakang
Latar Belakang
Kinerja DJP sebagai pengumpul pajak negara sangat bergantung pada kinerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
Belum ditemukan kajian ilmiah terstruktur yang mengukur kinerja Kantor Pelayanan Pajak pasca reformasi administrasi perpajakan dalam konteks efisiensi
Belum ditemukan kajian ilmiah terstruktur yang mengukur kinerja Kantor Pelayanan Pajak dengan melibatkan seluruh KPP di Indonesia
Masih terbatasnya literatur tentang Data Envelopment Analysis dalam mengukur unit kerja pada institusi publik, khususnya Direktorat Jenderal Pajak

Manfaat bagi dunia praktis
Kerangka Teori
Keuangan Negara
Pajak
Reformasi Perpajakan
Kinerja
Keuangan Negara
Keuangan Negara merupakan studi tentang pengaruh-pengaruh dari APBN terhadap perekonomian, terutama pengaruh-pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan-tujuan kegiatan ekonomi, stabilitas harga-harga, distribusi penghasilan yang merata dan peningkatan efisiensi serta penciptaan kesempatan kerja (Suparmoko, 1992).
Pajak
Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (UU No.16 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat Atas UU No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan)
Reformasi Perpajakan
Lledo, Schneider dan Moore dalam Bird (2004), mengemukakan bahwa ada empat pendekatan yang dapat digunakan dalam reformasi pajak, yaitu:
1) Pendekatan Ekonomi Publik (kesejahteraan sosial, efisiensi, adil)
2) Pendekatan Makro Ekonomi (mendukung pertumbuhan ekonomi)
3) Pendekatan Administrasi (kesederhanaan)
4) Pendekatan Politik (kontrak sosial)
Kinerja
Kinerja dapat didefinisikan sebagai kombinasi yang memadai antara efisiensi dan efektivitas. Efisiensi umumnya merujuk pada penggunaan minimum sejumlah input tertentu guna menghasilkan sejumlah output tertentu.
..oOo..
Efisiensi dalam konteks perpajakan memiliki arti bahwa sebuah Kantor Pelayanan Pajak dituntut mampu memberikan pelayanan pada tingkatan tertentu berdasarkan standar kualitas yang membatasinya, dengan menggunakan kombinasi minimum sumber daya yang dimilikinya.
Teori Kinerja
1. Penelitian tentang Ukuran Efisiensi dan Produktivitas Menggunakan Data Envelopment Analysis (Forsund, Kittelsen, & Lindseth: 2005)

2. Penelitian tentang Analisis Kinerja Large Taxpayers Office (LTO) menggunakan Data Envelopment Analysis (I Made Agus Hari Sentana : 2006)

Model Penelitian
Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana kinerja KPP di Indonesia dalam konteks administrasi perpajakan pasca satu dekade reformasi administrasi perpajakan?
..oOo..
2. Bagaimana perbandingan kinerja (yang diukur melalui skor efisiensi) antar KPP yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia?
Metode Penelitian
Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kuantitatif dengan menggunakan metode perhitungan Data Envelopment Analysis.
Data yang digunakan adalah data 331 KPP di seluruh Indonesia selama periode 4 tahun dari 2008 - 2011
DEA
DEA merupakan teknik pemrograman linear yang digunakan untuk mengukur kinerja/efisiensi relatif dari sejumlah unit pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi, yang memungkinkan penggunaan beberapa variabel input dan output.

DEA mengidentifikasi secara relatif unit yang menggunakan input dalam memproduksi output tertentu dengan cara yang paling optimal. DEA menggunakan informasi ini untuk membentuk pembatasan (frontier) efisiensi dari data unit-unit organisasi yang tersedia.

Kurva DEA
Teknik dan Instrumen
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah dokumen dan studi kepustakaan. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah panduan telaah dokumen
Hasil Penelitian
Gambaran Umum
Konstruksi Model
Data
Analisis dan Pembahasan
Keterbatasan Penelitian
Gambaran Umum
Reformasi Adm Perpajakan di Indonesia
Tahap I (2002 – 2005) merupakan tahap reformasi administrasi (administrative reform) yang meliputi restrukturisasi organisasi, perbaikan proses bisnis dan penyempurnaan sistem manajemen sumber daya manusia.
..oOo..
Tahap II (2006 - Juni 2009) merupakan tahap reformasi kebijakan (policy reform) yang meliputi amandemen undang-undang perpajakan (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan/KUP dan Pajak Penghasilan/PPh), serta pemberian stimulus fiskal untuk meningkatkan investasi.
Konstruksi Model DEA
Ada 8 variabel yang berhasil diidentifikasi sebagai feeding data model DEA, terdiri dari:
Variabel output, yaitu: (1) rasio penerimaan pajak terhadap target penerimaa, (2) tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi, dan (3) tingkat kepatuhan wajib pajak badan.
..oOo...
Variabel input, yaitu: (1) anggaran belanja, (2) jumlah pegawai, (3) jumlah wajib pajak orang pribadi, (4) jumlah wajib pajak bendaharawan, dan (5) jumlah wajib pajak badan yang terdaftar di masing-masing KPP.
Konstruksi Model DEA
Metode pengukuran diterapkan menggunakan model Data Envelopment Analysis dengan pendekatan Variable Return to Scale berorientasi output.
Tahun Jumlah DMU
2008 330
2009 330
2010 331
2011 331

Analisis & Pembahasan
Uji Statistik Deskriptif
Skor Efisiensi KPP
Perbandingan per wilayah
Analisis Sumber Inefisiensi
Uji Stat Deskriptif
Berdasarkan data perhitungan IBM Stat Ver 20, diketahui bahwa nilai rata-rata (Mean) dari seluruh variabel, baik input maupun output berada di atas nilai standar deviasinya. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa tidak banyak terjadi gejolak/perubahan pada variabel-variabel tersebut selama periode penelitian.
Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif, maka disimpulkan bahwa seluruh variabel input dan output dapat digunakan dalam model perhitungan DEA.
Skor Efisiensi
Grafik 2008
Grafik 2009
Grafik 2010
Grafik 2011
Sample Hasil DEA
Year : 2011
Results for firm : DMU–330 (KPP Wajib Pajak Besar Dua)
Technical efficiency = 1.000
Scale efficiency = 1.000 (crs)
PROJECTION SUMMARY:
variable original radial slack projected
value movement movement value
output 1 110.000 0.000 0.000 110.000
output 2 1.000 0.000 0.000 1.000
output 3 100.000 0.000 0.000 100.000
input 1 8902.000 0.000 0.000 8902.000
input 2 115.000 0.000 0.000 115.000
input 3 1.000 0.000 0.000 1.000
input 4 1.000 0.000 0.000 1.000
input 5 184.000 0.000 0.000 184.000

Sample Hasil DEA
Year : 2011
Results for firm : DMU-58 (KPP Pratama Bangka)
Technical efficiency = 0.637
Scale efficiency = 0.994 (drs)
PROJECTION SUMMARY:
variable original radial slack projected
value movement movement value
output 1 95.000 54.184 0.000 149.184
output 2 54.000 30.800 0.000 84.800
output 3 28.000 15.970 0.000 43.970
input 1 4628.000 0.000 0.000 4628.000
input 2 58.000 0.000 -6.454 51.546
input 3 30252.000 0.000 -13964.734 16287.266
input 4 2653.000 0.000 -1356.306 1296.694
input 5 2828.000 0.000 -1111.713 1716.287
Analisis Sumber Inefisiensi
Simpulan
Rata-rata KPP yang mendapatkan skor efisensi 100% atau efisien sepenuhnya selama empat periode penelitian sebesar 20,50%. Data perbandingan skor efisiensi per Kanwil DJP menunjukkan bahwa skor efisiensi terdistribusi secara merata di seluruh wilayah Indonesia dengan rata-rata skor efisiensi selama empat periode penelitian sebesar 76,44%. Hal ini berarti reformasi administrasi perpajakan yang diimplementasikan Direktorat Jenderal Pajak telah dapat dinikmati secara merata oleh wajib pajak yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Penulis mengidentifikasi sejumlah penyebab inefisiensi yang masih dialami oleh sebagian KPP:
(1) rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak,
(2) alokasi sumber daya manusia (pegawai) yang belum optimal,
(3) penggunaan anggaran belanja yang belum efisien dalam mengumpulkan penerimaan pajak,
..oOo..
(4) belum optimalnya usaha DJP dalam memetakan potensi pajak dan menjadikan potensi tersebut menjadi realisasi penerimaan,
(5) adanya praktek korupsi yang masih dilakukan oleh oknum pegawai pajak.
Keterbatasan Penelitian
Oleh karena keterbatasan data, maka data terkait variabel input dan output yang dipergunakan dalam penelitian hanya terdiri dari lima variabel input dan tiga variabel output. Jumlah ini mungkin belum mencakup seluruh aspek kinerja KPP
Terdapat data pd tahun 2008 (89 dari 330) yang belum terdokumentasi dg baik shg memunculkan asumsi.
Jumlah wajib pajak dalam variabel input penelitian ini hanya mencakup wajib pajak yang bertindak sebagai pusat, tidak termasuk wajib pajak cabang
Kelebihan DEA
DEA dapat menangani multiple input & output
DMU dapat dibandingkan dengan peers yang memiliki kinerja terbaik dalam kapasitas yang identik
Variabel input dan output dapat memiliki unit/ukuran yg berbeda
DEA melakukan pemeringkatan berdasarkan data numerik, bukan opini subyektif

Kesimpulan
Sebagian besar KPP di Indonesia masih menunjukkan rata2 kinerja (efisiensi relatif) yang belum sepenuhnya efisien (SE<100%)
Terdapat 20,5% KPP yang secara relatif telah efisien sepenuhnya dalam periode 4 thn penelitian
Distribusi skor efisiensi untuk seluruh wilayah Indonesia menunjukkan sebaran yang merata. Hal ini berarti manfaat reformasi adm perpajakan telah dinikmati secara merata oleh wajib pajak
Kesimpulan
Adapun permasalahan yg masih menghambat tercapainya efisiensi penuh:
1) rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak, (2) alokasi sumber daya manusia (pegawai) yang belum optimal, (3) penggunaan anggaran belanja yang belum efisien dalam mengumpulkan penerimaan pajak, (4) belum optimalnya usaha DJP dalam memetakan potensi pajak dan menjadikan potensi tersebut menjadi realisasi penerimaan, (5) adanya praktek korupsi yang masih dilakukan oleh oknum pegawai pajak.
Saran
(a) melakukan upaya sosialisasi terkait pemenuhan kewajiban perpajakan, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak secara massive, (b) mengoptimalkan program Analisis Beban Kerja sebagai langkah untuk memastikan alokasi sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dan fungsi administrasi setiap unit kerja, (c) melakukan review secara berkala terhadap anggaran belanja KPP, (d) membentuk tim analis potensi pajak, baik di level Kantor Pusat, Kanwil hingga level KPP sehingga masing-masing memiliki pedoman yang jelas tentang potensi pajak di wilayah kerjanya, (e) melakukan penguatan monitoring dan pengawasan implementasi kode etik pegawai, baik dari internal DJP maupun kerja sama dengan pihak eksternal.
Rekomendasi Penelitian Selanjutnya
Menyertakan tingkat kepuasan wajib pajak ke dalam variabel output.
Menyertakan tingkat kenaikan wajib pajak baru ke dalam variabel output.
Menyertakan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) ke dalam variabel output.
Menyertakan tingkat pencairan tunggakan pajak ke dalam variabel output.
Menyertakan jam diklat pegawai ke dalam variabel input.
Memisahkan antara anggaran belanja KPP yang digunakan untuk operasional kantor dengan anggaran untuk gaji pegawai.
Jumlah WP v.s. Rasio Kepatuhan
Jumlah WP v.s.
Jumlah Pegawai
Anggaran Belanja v.s.
Penerimaan Pajak
TERIMA
KASIH
Penyajian Data
Full transcript