Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUDAYA SEKOLAH

No description
by

Sholihan Sameno

on 26 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUDAYA SEKOLAH

INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUDAYA SEKOLAH
Oleh Sholihan
Latar Belakang
Pendidikan karakter sebagai bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya
(Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia) Kanzul ‘Ummal , 31969 :11 : 240/.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU Pendidikan :Pasal 3: Th 2003)
Realitas
proses pendidikan di Indonesia yang berorientasi pada Pembentukan karakter individu belum dapat dikatakan tercapai karena dalam prosesnya pendidikan di Indonesia terlalu mengedepankan penilian pencapaian individu dengan tolak ukur tertentu terutama logik-matematik sebagai ukuran utama yang menempatkan seseorang sebagai warga kelas satu.( Komaruddin Hidayat : 2008;191)
Prosesnya pendidikan karakter yang berorientasi pada moral sering dikesampingkan,akibatnya kegagalan terasa pada dimensi pembentukan karakter individu contohnya Indonesia terkenal di pentas dunia karena kisah yang buruk seperti korupsi dengan moralitas yang lembek. ( Komaruddin Hidayat : 2008;192) ,
Penawaran
bagaimana integrasi pendidikan karakter dalam budaya sekolah
Bentuk-bentuk prilaku apa saja yang dapat dikembangkan dan dibudayakan sekolah sehingga dapat menumbuhkan kartakter siswa

A. Devinisi

Menurut ;(Kamus Besar Bahasa Indonesia:on line )Integrasi pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik; karakter berarti tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yg membedakan seseorang dengan yang lain; Budaya adat istiadat: 3 sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju): dari kajian kamus Besar Bahasa Indonesia:on line penyaji menyimpulkan yang dimaksud dengan integrasi pendidikan karakter dalam budaya sekolah adalah proses pengubahan sikap sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran yang dijadikan kesatuan dalam tradisi (adat istiadat)sekolah.

Teori
Undang-undang no 23 tahun 2003 Bab II pasal 3 secara nyata menghendaki pendidikan berkarakter sebagaimana “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
suatu budaya muncul akibat dari visi, dan strategi serta pengalaman yang telah dimiliki orang-orang dalam mengimplementasikannya. (Kotter dan Heskett 1992: 8)
Proses pendidikan terarah pada peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik, (Sukmadinata, 2007: 25);
Menurut Thomas Lickona(2012:141-),
berdasarkan sebuah pengalaman dari seorang guru bahasa Inggris yang bernama Nona shields dengan muridnya Alvin yang sering ketinggalan dalam pelajaranannya, akhirnya ia berkesimpulan bahwa pendidikan karakter disekolah dimulai dari kegiatan dikelas dan dilingkungan sekolah , adapun budaya yang dapat dilaksanakan di kelas untuk mendidik karakter siswa antara lain;
1. Ajarkan pentingnya hubungan yaitu menanamkan pentingnya hubungan baik guru dan siswa seperti
2. Gunakan kekuatan jabat tangan sebelum masuk kelas
3. Kenali murid sebagai individu dengan cara dengarkan dan perhatikan masalah yang dihadapi siswa
4. Gunakan ikatan untuk memperbaiki prilaku yaitu berusaha melihat permasalahan dari sudut pandang siswa kemudian diberi wawasan dengan kedewasaan guru
5. Gunakan kekuatan contoh / guru dan tenaga pendidik sebagai teladan
6. Gunakan Inventarisasi-Sendiri untuk berfokus pada peneladanan peran dengan disiapkan instrumen untuk introspeksi diri guru dan siswa
7. Undanglah pembicara tamu yang merupakan model peran positif (khususnya alumni yang telah sukses.

Pendidikan karakter di sekolah-sekolah umumnya belum mendapat perhatian serius dari guru-gurunya setelah siswa mengalami kasus baru secara khusus pengamatan terhadap sikap siswa tersebut secara kusus mendapat perhatian ketika suasana belajar berjalan normal kebanyakan sekolah lebih menitik beratkan pada pencapaian kemampuan kognitif untuk mengejar keberhasilan kelulusan dalam ujian nasional , Oleh karenanya harus ada perubahan sistem kelulusan siswa dengan menjadikan ujian nasional sekedar untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu lembaga sekolah dan mendapatkan gambaran objektif atas kemampuan peserta didik tanpa haru ada yang dipermalukan karena ada yang tidak lulus.
Full transcript