Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Value Stream Mapping

No description
by

Nindy Mirola

on 8 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Value Stream Mapping

Value Stream Mapping

Tentang Value Stream Mapping
Value Stream Mapping merupakan suatu metode dalam melakukan mapping/pemetaan berkaitan dengan aliran produk dan aliran informasi mulai dari supplier, produsen dan konsumen dalam satu gambar utuh meliputi semua proses dalam suatu sistem. Value Stream Mapping dikembangkan oleh Hines & Rich (1997) untuk mempermudah pemahaman terhadap value stream yang ada dan mempermudah untuk membuat perbaikan berkenaan dengan waste yang terdapat di dalam value stream. VALSAT merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dengan melakukan pembobotan waste-waste, kemudian dari pembobotan tersebut dilakukan pemilihan terhadap tool dengan menggunakan matrik.
Value Stream Analysis Tools
Langkah - Langkah Pembuatan Value Stream Mapping
Contoh VSM
Tujuan
Tujuan dari pemetaan ini adalah untuk mendapatkan suatu gambaran utuh berkaitan dengan waktu proses, sehingga dapat diketahui value adding dan non value adding activity. Sering kali Value Stream Mapping dianalogikan sebagai Big Picture Mapping.
Mengapa Harus Digunakan?
Dengan menggunakan VSM ini kita dapat meudah mengetahu waste/muda/pemborosan proses dalam sistem perusahaan, selain itu juga dengan adanya VSM kondisi aktual sekarang, seorang manajer dapat melakukan perbaikan dengan baseline/pijakan dari VSM tersebut, apakah waste/pemborosannya sudah hilang atau masih ada.
Identifikasi Stream Nilai
Mengidentifikasi value stream dalam proses bisnis, dapat dibantu dengan pertanyaan "apakah pelanggan akan membayar lebih untuk produk atau jasa atau memiliki preferensi atas produk atau jasa yang dihasilkan dalam proses tersebut?". Hal ini untuk menilai apakah proses tersebut memberikan nilai tambah/value added (VA) atau tidak/non-nilai tambah (NVA). Untuk melakukan hal ini, informasi yang akurat tentang harapan pelanggan terhadap kualitas produk dan jasa.
Identifikasi Famili Produk
Produk yang dihasilkan oleh sistem yang sekarang anda atur dan kembangkan apa? Ban mobil? Pesawat Terbang, Jasa, atau Makanan. Semuanya harus dikelompokkan dalam satu famili baik berdasarkan ukuran ataupun berdasarkan pertimbangan yang lainnya. Pengelompokkan tersebut dapat dilakukan dengan mudah, caranya lihat kesamaan proses, bentuk dan bahan baku dari produk anda. Kemudian buat tabel seperti tabel untuk memudahkan dengan menggunakan cara matriks. Tujuan dari identifikasi ini adalah agar proses mapping fokus pada produk yang memiliki proses yang kurang bagus dan menyederhanakannya sehingga effort untuk proses collecting data lebih mudah dan cepat.
Develop VSM untuk Kondisi Aktual
Develop Future State VSM
Kondisi aktual sekarang kalo sudah anda mapping, sekarang saatnya anda berkreasi sekuat tenaga untuk menciptakan future state. Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam membuat future state, sebelum ke sana perlu dipahami bahwa future state merupakan kondisi ideal yang ingin dicapai oleh sistem dalam melakukan prosesnya, contohnya seperti lead time produksi yang cepat, jika current 2jam/produk future state 1 jam/produk.

Apa saja yang harus anda perhatikan untuk membuat future state? KPI perusahaan, capability perusahaan, dan pastinya people. Dengan pertimbangan tiga hal di atas harapannya future state yang dibuat merupakan refleksi dari tujuan perusahaan.

Current State
Future State
Process Activity Mapping
Supply Chain Response Matrix
Tool ini merupakan sebuah diagram sederhana yang berusaha menggambarkan the critical lead-time constraint untuk setiap bagian proses dalam supply chain, yaitu cumulative lead-time di dalam distribusi sebuah perusahaan baik supplier-nya dan downstream retailer-nya. Diagram ini terdapat dua axis dimana untuk vertical axis menggambarkan rata-rata jumlah inventory (hari) dalam setiap bagian supply chain. Sedangkan untuk horizontal axis menunjukan cumulative lead-timenya.
Production Variety Funnel
Pendekatan ini sama dengan metode analisa IVAT yang melihat operasi internal perusahaan sebagai aktivitas yang disesuaikan ke I, V, A atau T. Merupakan teknik pemetaan visual yang mencoba memetakan jumlah variasi produk tiap tahapan proses manufaktur. Tools ini dapat digunakan untuk mengidentifikasikan titik dimana sebuah produk generis diproses menjadi beberapa produk yang spesifik. Tool ini dapat digunakan untuk membantu menentukan target perbaikan, pengurangan inventory dan membuat perubahan untuk proses dari produk.
Quality Filter Mapping
Quality filter mapping merupakan tool untuk mengidentifikasi dimana terdapat problem kualitas. Hasil dari pendekatan ini menunjukan dimana tiga tipe defects terjadi. Ketiga tipe defects tersebut adalah: product defect (cacat fisik produk yang lolos ke customer), service defect (permasalahan yang dirasakan customer berkaitan dengan cacat kualitas pelayanan), dan internal defect (cacat masih berada dalam internal perusahaan, sehingga berhasil diseleksi dalam tahap inspeksi). Ketiga tipe defects tersebut digambarkan secaralatitudinaly sepanjang supply chain.
Demand Amplification
Merupakan diagram yang menggambarkan bagaimana demand berubah-ubah sepanjang jalur supply chain dalam interval waktu tertentu. Informasi yang dihasilkan dari diagram ini merupakan dasar untuk mengatur fluktuasi dan menguranginya, membuat keputusan berkaitan dengan value stream configuration. Dalam diagram ini vertical axis menggambarkan jumlah demand dan horizontal axis menggambarkan interval waktu, grafik didapatkan untuk setiap chain dari supply chain configuration yang ada.
Decision Point Analysis
Merupakan tool yang digunakan untuk menentukan titik dimana aktual demand dilakukan dengan sistem pull sebagai dasar untuk membuat forecast pada sistem push pada supply chain atau dengan kata lain titik batas dimana produk dibuat berdasarkan demand aktual dan setelah titik ini selanjutnya produk harus dibuat dengan melakukan forecast. Dengantool ini dapat diukur kemampuan dari proses upstream dan downstream berdasarkan titik tersebut, sehingga dapat ditentukan filosofi pull atau push yang sesuai. Selain itu juga dapat digunakan sebagai skenario apabila titik tersebut digeser dalam sebuah value stream mapping.
Physical Structure
Tool ini digunakan untuk memahami kondisi dan fungsi-fungsi bagian-bagian dari supply chain untuk berbagai level industri. Dengan pemahaman tersebut dapat dimengerti kondisi industri tersebut, bagaimana beroperasi dan dapat memberikan perhatian pada level area yang kurang diperhatikan. Untuk level yang lebih kecil tool ini dapat menggambarkan inbound supply chain di lantai produksi.
Based on Jim Harvey's speech structures
Develop Improvement
Setelah future state dibuat langkah selanjutnya adalah bagaimana anda dan tim anda membuat sebuah langkah atau program untuk mengubah current menjadi future. Contohnya untuk membuat lead time menjadi lebih cepat dan sesuai dengan future state dapat dilakukan dengan menerapkan cellular manufacturing, mengelompokan proses yang mempunyai kemiripan untuk mengurangi travel time dan work in process.

Setelah anda mempunyai program yang jelas dan terstruktur yang harus anda lakukan adalah menerapkannya dengan baik, bagaimana caranya? Buat semua orang menyadari bahwa current state perlu dilakukan perbaikan dengan future state yang sudah dibuat oleh tim. Ajak diskusi seluruh stakeholder, buat sebuah komitmen pencapaian dari program tersebut. Selanjutnya tim harus mampu menjaga program tersebut menjadi sebuah SOP dan budaya di perusahaan atau sistem tersebut.

SISTEM PRODUKSI
Develop VSM untuk Kondisi Aktual
Setelah anda sudah bisa membuat mapping produk, selanjutnya tugas anda adalah untuk membuat VSM kondisi aktual. Proses ini dengan bantuan mapping product yang sudah dilakukan di atas tadi, maka yang perlu anda lakukan adalah hanya fokus pada yang critical dan berdampak besar. Sebagai manager anda pastinya paham produk mana saja yang perlu dilakukan analisa segera.

Langkah selanjutnya adalah, lakukan brainstorming dengan pakar dan key person yang bertanggung jawab terhadap proses tersebut mulai dari design product sampai produk tersebut sampai di tangan konsumen. Dapatkan informasi sebanyaknya mungkin, buat list yang perlu ditanyakan dan aneh, biasanya hal tersebut identik dengan pemborosan.

Kemudian, turun ke lapangan dengan melihat proses secara langsung, amati proses secara langsung dengan bekal list yang sudah kita dapat dari key person tersebut. Selanjutnya buat koreksi dan fakta di lapangan seperti apa, baik berkaitan dengan waktu, inventory dan item-item sekiranya penting seperti jumlah pekerja, waktu tunggu dll. Buat tabel untuk memudahkan investigasi lapangan anda.

Lanjutkan dengan membuat kesepakatan berkaitan dengan simbol yang akan anda pakai dalam pembuatan VSM. Lakukan pembuatan draft VSM dan pastikan dengan melakukan diskusi kembali dengan key person dan lihat, proses mana saja yang perlu dilakukan tindak lanjut lebih.

Untuk memudahkan mapping current state anda dapat menggunakan VALSAT (Value Stream Analysis Tools) dan menggunakan tool mapping yang lainnya.
Value Stream Analysis Tools
Value Stream Analysis Tools
Pada dasarnya tool ini digunakan untuk merecord seluruh aktivitas dari suatu proses dan berusaha untuk mengurangi aktivitas yang kurang penting, menyederhanakannya, sehingga dapat mengurangi waste. Dalam tool ini aktivitas dikategorikan dalam beberapa kategori seperti: operation, transport, inspection, dan storage/delay.

Dalam proses penggunaan tool tersebut peneliti harus memahami dan melakukan studi berkaitan dengan aliran proses, selalu berpikir untuk mengidentifikasi waste, berpikir untuk tentang aliran proses yang sederhana, efektif, dan smooth dimana hal tersebut dapat dilakukan melalui mengubah urutan proses atau process rearrangement. (Hines&Rich, 1997)

Value Stream Analysis Tools
Value Stream Mapping bertujuan untuk:
Mengurangi modal kerja (inventory, ruang lantai produksi
Meningkatkan kapasitas produksi
Mengurangi biaya (Biaya produksi, biaya tenaga kerja langsung maupun tidak langsung,biaya administrasi)
Meningkatkan fleksibilitas
Mengurangi lead time
Meningkatkan kualitas
Meningkatkan kepuasan konsumen
Ketujuh alat pemetaan aliran nilai yang dirumuskan Hines & Rich (1997) didasarkan atas upaya merepresentasikan ketujuh jenis waste yang dirumuskan oleh Singo (1989). Ada 2 alat yang benar-benar baru dan berhasil dibuat oleh Hines P dan Rich N (1997) adalah quality filter mapping dan physical structure. Diharapkan alat pemetaan aliran nilai yang ada mampu memetakan minimal satu jenis waste dan waste yang ada diharapkan dapat dipetakan secara baik minimal satu alat pemetaan aliran nilai. Keterkaitan ketujuh alat pemetaan aliran nilai dengan ketujuh waste juga bisa digunakan untuk memilih tools yang paling terkait untuk memetakan waste yang ada. Ketujuh alat tersebut adalah sebagai berikut.
Simbol - Simbol dalam Value Stream Mapping
Full transcript