Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of PROPOSAL TESIS

UNISBA
by

Anis Mohammad

on 21 July 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of PROPOSAL TESIS

PENCITRAAN BUPATI PURWAKARTA
DALAM MENGAHADAPI PEMILUKADA 2012

(Studi Dramaturgis mengenai Pengelolaan Kesan Bupati Purwakarta)
Tidak semua orang dapat menyadari bahwa persepsinya tentang orang lain mungkin salah. Padahal, berusaha memahami orang lain sebagai makhluk yang secara terus menerus berubah adalah salah satu kunci keberhasilan komunikasi. Makin dapat memahami seseorang, makin besar kemungkinan untuk menafsirkan pesan dari orang itu secara benar. Akibatnya, tingkat keberhasilan komunikasi semakin tinggi. Proses dalam persepsi ini terjadi karena manusia yang menjadi objek stimuli seringkali melakukan impression management (pengelolaan kesan).
Latar Belakang
Menurut Goffman, Impression Management erat kaitannya dengan sebuah permainan drama, dimana aktor pelakunya dibentuk oleh lingkungan dan target penontonnya. Tujuannya tak lain ialah untuk memberikan penonton sebuah kesan yang konsisten yang dilandasi tujuan yang diinginkan oleh aktor itu sendiri. Kehidupan yang dijalani oleh seorang individu dengan berbagai peran yang dijalaninya setiap hari, memiliki kesamaan dengan sebuah pementasan drama.
Kehidupan diibaratkan sebuah teater, dimana interaksi sosial di atas panggung menampilkan peran-peran yang dimainkan oleh para aktor tersebut. Seringkali sang aktor tersebut tanpa sadar melakukan pengelolaan kesan (impression management), namun tak jarang pula aktor tersebut dengan sengaja melakukan pengelolaan kesan tersebut.
Pengelolaan Kesan (impression management) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Bupati Purwakarta, yakni Dedi Mulyadi. Pencitraan Bupati Purwakarta ini dilakukannya semenjak Dedi Mulyadi menjabat untuk pertama kalinya sebagai Bupati Purwakarta periode 2007–2012.
Pada awal kepemimpinan Dedi Mulyadi banyak mengalami penolakan oleh sebagian masyarakat Purwakarta. Penolakan–penolakan dari kalangan ormas islam tertentu mengenai pembangunan patung–patung pewayangan di Purwakarta. Bahkan dilakukan aksi pembakaran bagi patung–patung tersebut.
Penolakan-penolakan itu dilakukan, karena pembangunan patung-patung yang dilakukan oleh Bupati, dikhawatirkan dapat menyebabkan perbuatan yang merusak aqidah umat islam masyarakat Purwakarta. Tetapi pada akhirnya masyarakat yang menolak tersebut dapat memahami, bahwa pembangunan tersebut hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kebudayaan sunda dari Bupati.
Dedi Mulyadi menyadari bahwa periode pemerintahan dirinya merupakan panggung politik dimana citra positif harus dikedepankan. Mendekati pemilukada Kabupaten Purwakarta tahun 2012. Bupati Purwakarta semakin gencar melakukan pengelolaan kesan.
Penelitian ini terfokus pada upaya pembangunan pencitraan politik yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta melalui pengelolaan kesan. Bentuk dari pencitraan itu dilakukan melalui pengelolaan kesan. Pencitraan yang dilakukan oleh Bupati adalah,
Pertama, Bupati selalu mengenakan pakaian hitam dan putih serta mengenakan ikat kepala sunda. Kedua, pembangunan infrastruktur dengan mengedepankan konsep budaya sunda, seperti pembangunan gapura indung rahayu di seluruh instansi pemerintahan dan tapal batas kota serta pembangunan patung–patung pewayangan. Ketiga, seluruh kantor instansi pemerintahan di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta dilakukan penyeragaman warna yakni hitam dan putih.
Keempat, penciptaan lagu–lagu sunda yang dilakukan oleh Bupati yang dikemas dalam sebuah cakram padat. Kelima, setiap hari senin seluruh PNS diwajibkan memakai pakaian hitam dan putih, serta hari rabu pakaian kampret khas budaya sunda. Keenam, dalam setiap kesempatan Bupati selalu menyapa ke masyarakat dengan kata “sampurasun”.
Ketujuh, dalam periode 2007–2012 Bupati mempunyai tagline dalam pembangunan Purwakarta yakni “Digjaya Purwakarta”, serta untuk periode selanjutnya yakni 2013–2018, Bupati mempunyai tagline “Purwakarta Istimewa”. Dan juga dalam pembentukan koalisi dalam pemenangan kembali, dicanangkan tagline “koalisi sahate”.
Kedelapan, dalam rangka Hari Jadi Purwakarta (Juni 2012) Dedi Mulyadi memberi tema dengan nama “Tangga Cinta Purwakarta Istimewa”, dimana event ini berisi tentang kegiatan-kegiatan budaya kesundaan antara lain; festival kaulinan budak lembur dan ngaliweut, pagelaran handaru budaya “bihari nyanding kiwari”, pasanggiri ibing, fashion show pakaian kampret, festival 10 ribu egrang, festival congcot, festival 1001 bedug, dll.
Disini sangat jelas sekali upaya–upaya yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta dalam membangun pencitraan politik melalui program–program yang berlatar belakang budaya sunda, dimana supaya masyarakat mempunyai kesan khusus terhadap sosok Dedi Mulyadi. Bahkan seperti yang tertera di dalam buku karya Dedi Mulyadi yakni buku “mengayuh negeri dengan cinta”, disini Bupati menetapkan kebijakan pembangunan menggunakan filosofis kesundaan
Pencitraan yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi, dikemas dalam sebuah rancangan program-program kerja yang berbasiskan kebudayaan sunda. Disamping itu Dedi Mulyadi tidak pernah menggunakan symbol-simbol agama tertentu sebagai perisai pencitraan dirinya, karena apabila hal itu dilakukan maka kerapkali menjadi pertentangan ideologis-politis di antara umat islam , sehingga muncul pelbagai friksi yang mengancam persatuan dan kesatuan umat islam
Maka penulis merumuskan masalah penelitian adalah “Bagaimana studi dramaturgis mengenai pencitraan Bupati Purwakarta dalam menghadapi pemilukada Kabupaten Purwakarta 2012?.”
1.Bagaimana Pengelolaan Kesan pada Front Stage (Panggung Depan)
Bupati Purwakarta dalam menghadapi Pemilukada Kabupaten Purwakarta 2012?

2.Bagaimana Pengelolaan Kesan pada Back Stage (Panggung Belakang)
Bupati Purwakarta dalam menghadapi Pemilukada Kabupaten Purwakarta 2012?

Identifikasi Masalah
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.Untuk mengetahui Pengelolaan Kesan pada Front Stage (Panggung Depan) Bupati Purwakarta dalam menghadapi Pemilukada Kabupaten Purwakarta 2012
2.Untuk mengetahui Pengelolaan Kesan pada Back Stage (Panggung Belakang) Bupati Purwakarta dalam menghadapi Pemilukada Kabupaten Purwakarta 2012.

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Full transcript