Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Trichoderma

No description
by

Gumbira Wangsaputra

on 16 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Trichoderma

Bioteknologi Pertanian
Fungi/ J amur "Trichoderma sp"
Trichoderma sp
Klasifikasi dan Deskripsi Trichoderma sps
Outline
Habitat Trichoderma sp
Sistem Reproduksi Trichoderma
Manfaat Trichoderma sp
Disusun oleh Kelompok 2
Mustika 150510120043
Yoga 150510120044
Nurul 150510120045
Febbi 150510120046
R Gumbira 150510120047

Komposisi Kimia dan Kandungan Nutrisi Trichoderma sp
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Devisio : Amastigomycota,
Class : Deutromycetes
Ordo : Moniliales
Famili : Moniliaceae
Genus : Trichoderma
Spesies : Trichoderma spp.
Trichoderma spp. merupakan jamur antagonis yang mampu menghambat perkembangan
patogen melalui proses, mikroparasitisme, antibiosis dan kompetesi.

Morfologi
Koloni Trichoderma berwarna putih, kuning, hijau muda, dan hijau tua. Pada edium OA (200) semula berwarna hialin, keudian menjadi putih kehijauan dan selanjutnya hijau redup terutama pada bagia yang banyak terdapat konidia. Susunan sel Trichoderma bersel banyak berderet membentuk benang halus yang disebut dengan hifa. Hifa pada jamur ini berbentuk pipih, bersekat, dan bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium. Miseliumnya dapat tumbuh dengan cepat dan dapat memproduksi berjuta-juta spora, karena sifatnya inilah Trichoderma dikatakan memiliki daya kompetitif yang tinggi. Jamur Trichoderma memiliki bagian yang khas antara lain miselium berseptat, bercabang banyak, konidia spora berseptat dan cabang yang paling ujung berfungsi sebagai sterigma. Konidiofornya bercabang berbentuk verticillate. Pada bagian ujung konidiofornya tumbuh sel yang bentuknya menyerupai botol (fialida), sel ini dapat berbentuk tunggal maupun berkelompok. Konidia berbentuk semi bulat hingga oval berwarna hijau cerah, berukuran (2,8-3,2) x (2,5-2,8) μm, dan berdinding halus.
Fisiologi
Trichoderma adalah salah satu jamur
tanah yang tersebar luas (kosmopolitan), yang hampir dapat ditemui di lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Trichoderma bersifat saprofit pada tanah, kayu, dan beberapa jenis bersifat parasit pada jamur lain. Trichoderma bersifat kosmopolit, dan dapat diisolasi dari tanah, biji-bijian, kertas, tekstil, rhizofer kentang, gandum, gula bit, rumput, jerami, serta kayu. Memiliki suhu pertumbuhan optimum 15o – 30o (35o C) dan maksimum 30o – 36o C.
Ekologi
Trichoderma sp. tergolong jamur yang banyak terdapat pada lapisan olah yang mengandung banyak lahan organik. Jamur Trichoderma dapat berkembang biak dengan baik pada kondisi tanah yang asam, netral maupun alkalin, akan sangat baik pada kondisi asam karena persaingannya dengan bakteri dan actinomycetes sangat terbatas. Selanjutnya jamur Trichoderma memiliki kemampuan untuk dapat menghancurkan sellulosa, zat pati, lignin, gum dan senyawa-senyawa organik yang mudah larut seperti protein dan gula (Soepardi, 1983).
Habitat
Trichoderma spp. adalah jenis cendawan yang tersebar luas di tanah, dan mempunyai sifat mikoparasitik. Mikoparasitik adalah kemampuan untuk menjadi parasit cendawan lain. Sifat inilah yang dimanfaatkan sebagai biokontrol terhadap jenis-jenis cendawan fitopatogen. Beberapa cendawan fitopatogen penting yang dapat dikendalikan oleh Trichoderma spp. antara lain : Rhizoctonia solani, Fusarium spp, Lentinus lepidus, Phytium spp, Botrytiscinerea, Gloeosporium gloeosporoides, Rigidoporus lignosus dan Sclerotium roflsii yang menyerang tanaman jagung, kedelai, kentang, tomat, dan kacang buncis, kubis, cucumber, kapas, kacang tanah, pohon buah- buahan, semak dan tanaman hias (Wahyudi, 2002 dalam Tindaon, 2008)
Komposisi Kimia dan Kandungan Nutrisi
Trichoderma memiliki aktivitas sellulotik yang tinggi, jamur ini memiliki enzim sellulase yang terdiri dari enzim eksoglukonase dan sellubiase. Trichoderma merupakan jamur parasit yang dapat menyerang dan mengambil nutrisi dari jamur lain. Selain itu jamur ini dapat menghasilkan enzim yang dapat melarutkan dinding sel patogen. Jamur ini juga menghasilkan toksin trichodermin, racun ini akan menyeran dan menghancurkan propagul yang berisi spora-spora patogen di sekitarnya. Selain itu jamur ini juga menghasilkan antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit rebah kecambah.
Trichoderma berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk spora di ujung fialida atau cabang dari hifa (Gandjar et al, 1999).
Salah satu jenis trichoderma sp adalah Trichoderma harzianum merupakan salah satu jenis jamur yang mampu berperan sebagai pengendali hayati karena mempunyai aktivitas antagonis yang tinggi terhadap jamur patogen tular tanah. Mikroorganisme antagonis adalah mikroorganisme yang mempunyai pengaruh yang merugikan terhadap mikroorganisme lain yang tumbuh dan berasosiasi dengannya. Antagonis meliputi :
a. Kompetisi nutrisi atau sesuatu yang lain dalam jumlah terbatas tetapi tidak diperlukan oleh OPT
b. Antibiosis sebagai hasil dari pelepasan antibiotik atau senyawa kimia yang lain oleh mikroorganisme dan berbahaya bagi OPT
c. Predasi, hiperparasitisme, dan mikroparasitisme atau bentuk yang lain dari eksploitasi langsung tehadap OPT oleh mikroorganisme yang lain (Istikorini , 2002 dalam Gultom,2008).

Trichoderma sp. Merupakan salah satu jamur antagonis yang telah banyak diuji coba untuk mengendalikan penyakit tanaman (Lilik, dkk, 2010). Sifat antagonis mikroorganisme Trichoderma sp. telah diteliti sejak lama. Inokulasi Trichoderma sp ke dalam tanah dapat menekan serangan penyakit layu yang menyerang di pesemaian, hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh toksin yang dihasilkan mikroorganisme ini (Khairul,2000). Selain itu Trichoderma sp. mempunyai kemampuan berkompetisi dengan patogen tanah terutama dalam mendapatkan Nitrogen dan karbon (Cook dan Baker,1983 dalam Djatmiko dan Rohadi, 1997)
Menurut Harman (1998) dan Gultom (2008), mekanisme utama pengendalian patogen tanaman yang bersifat tular tanah dengan menggunakan mikroorganisme Trichoderma sp dapat terjadi melalui :
a. Mikroparasit (memarasit miselium cendawan lain dengan menembus dinding sel dan masuk kedalam sel untuk mengambil zat makanan dari dalam sel sehingga cendawan akan mati).
b. Menghasilkan antibiotik seperti alametichin, paracelsin, trichotoxin yang dapat menghancurkan sel mikroorganisme melalui pengrusakan terhadap permeabilitas membran sel dan enzim kitin, laminarinase yang dapat menyebabkan lisis dinding sel.
c. Mempunyai kemampuan berkompetisi memperebutkan tempat hidup dan sumber makanan.
d. Mempunyai kemampuan melakukan interfensi hifa.

Disamping itu Tricoderma sp. Merupakan jamur parasit yang dapat menyerang dan mengambil nutrisi dari jamur lain. Peranan tricoderma sp yang mampu menyerang jamur lain sekaligus berkembang biak pada daerah perakaran menjadikan keberadaan jamur ini dapat berperan sebagai biocontrol dan memperbaiki pertumbuhan tanaman. Beberapa spesies Tricoderma seperti T.harzianum, T.viride , dan T.albun, telah diteliti peranannya sebagai bio-control. (setyowato et al, 2003)
Trichoderma Spp. Untuk Meningkatkan Ketahanan Terinduksi Bibit Pisang Terhadap Penyakit Layu Fusarium

Berdasarkan hasil penelitian, jamur endofit Trichoderma spp. Yang diperlakukan pada bibit pisang dengan cara merendam bongol pisang, perlakuan tanah dengan infestasi subdtrat dan perlakuan tanah dengan infestasi tablet dapat meningkatkan ketahanan bibit pisang terhadap penyakit layu fusarium . (I. M. Sudantha dan Laksmi Ernawati : Peranan jamur …)
Full transcript