The Internet belongs to everyone. Let’s keep it that way.

Protect Net Neutrality
Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Strategi

No description
by

Abay Ho'oh

on 2 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Strategi

Budapest
San
Francisco
SEMINAR MANAJEMEN STRATEJIK
PT. VALE INDONESIA --
4AM Consultant

Internal Environtment
PT Vale Indonesia Tbk (Vale Indonesia)sebelumnya dikenal sebagai PT International Nickel Indonesia, Tbk (PTI), adalah sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang mendapatkan izin usaha dari pemerintah Indonesia untuk melakukan eksplorasi, kegiatan penambangan, pengolahan dan produksi nikel. Perusahaan ini didirikan pada Juli 1968.
BALANCED SCORECARD
STRATEGY FORMULATION
B.1. Mapping Of The Implemented Strategy
Corporate Strategy
Growth / Expansion Strategy
PT Vale menerapkan strategi
Growth-Concentration-Horizontal
Growth Project
, yaitu perluasan operasional di dalam wilayah Kontrak Karya. PT Vale Indonesia membangun beberapa pabrik di sekitar pulau Sulawesi dan berikut rincian tempat yang dijadikan lokasi pabrik dari PT Vale Indonesia :
Delay / Stability Strategy
Retrenchment Strategy
Dalam hal ini dikarenakan bisnis dari PT Vale Indonesia ini adalah bisnis dengan bentuk Kontrak Karya dengan para pelanggannya, maka dari itu Perseroan tidak melakukan strategi retrenchment.
Business Strategy
Review of the strategic Business Unit
Bidang usaha PT Vale adalah pertambangan. Berikut unit usaha yang dimiliki oleh PT Vale adalah Nikel dalam matte, yang merupakan produk intermediate, dari bijih laterik pada fasilitas-fasilitas penambangan dan pengolahan terpadu di dekat Sorowako di Pulau Sulawesi. Seluruh produksi PT Vale dijual berdasarkan kontrak jangka panjang dalam denominasi dollar AS kepada pabrik pemurnian Jepang dan Canada.
Review of the Porter’s Strategy
PT Vale Indonesia Tbk menerapkan strategi Cost Leadership, yaitu strategi bersaing biaya rendah yang ditujukan untuk pasar luas dan mengharuskan “membangun secara agresif fasilitas skala efisien, pengurangan harga yang gencar, pengendalian biaya dan ongkos yang ketat, dan minimisasi biaya seperti pelayanan, tenaga penjual, iklan dan sebagainya.
STRATEGY CONTROL & EVALUATION
STRATEGY MAP
Marketing Performance
HRM Performance
Operation Management Performance
Financial Management Performance
Indikator yang dapat dijadikan acuan kinerja keuangan antara lain Cash Ratio, ROA, ROE. Peningkatan dari rasio-rasio tersebut merupakan indikator kesuksesan kinerja keuangan perusahaan.
Customer Satisfaction Survei
Karena PT. Vale Indonesia memproduksi nikel laterit (bijih nikel) menjadi nikel matte yang merupakan barang antara, yang kemudian akan diolah lebih lanjut oleh perusahaan Vale Canada Limited dan Sumimoto yang di mana kedua perusahaan tersebut merupakan konsumen tetap PT. Vale Indonesia, hal tersebut merupakan kesepakatan jangka panjang antara kedua belah pihak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa karena produk yang dijual oleh PT. Vale Indonesia merupakan produk nikel matte yang berkualitas tinggi, maka kedua perusahaan tersebut yang bertindak sebagai konsumen tetap, tidak pernah menunjukkan “ketidakpuasan” akan kualitas produk yang dihasilkan oleh PT. Vale Indonesia. Kemudian selama masa kontrak perjanjian penjualan antar PT. Vale Indonesia dengan konsumen tetapnya, kedua belah pihak tetap mengikuti kode etik dan tidak pernah melakukan suatu pelanggaran kontrak jangka panjang tersebut.
Pada awal 2011, PT Vale mengadakan survei karyawan yang ekstensif dan focus group discussion se-perusahaan untuk mengukur tingkat kepedulian karyawan.Setelah menganalisa hasil survei, beberapa inisiatif telah diluncurkan, mulai dari peningkatan kondisi kerja, sampai perbaikan kejelasan dalam organisasi, dan peninjauan ulang sistem upah dan tunjangan.Hasil dari inisiatif tersebut dikomunikasikan kepada karyawan secara teratur lewat temu karyawan dan buletin perusahaan.Sepanjang tahun 2012 perusahaan melakukan survei karyawan dan mengadakan focus group discussion di berbagai tingkatan organisasi untuk mengevaluasi tingkat keterlibatan karyawan.
Employee Satisfaction Survei
Other Surveys/studies
1. Survey cadangan nikel oleh ahli geologi perseroan
2. Survey cadangan mineral oleh ahli geologi perseroan
Cadangan mineral
Jumlah cadangan nikel pada tanggal 31 Desember 2011
TAHUN 2011
1. Penjualan kepada VCL (Vale Canada Limited)
adalah sebesar AS$996,6 juta
2. Penjualan kepada Sumitomo
adalah sebesar AS$245,9 juta
3. Rata-rata harga realisasi penjualan
Nikel dalam Matte adalah AS$18.296 per ton
5. Jumlah pengiriman Nikel dalam Matte
sebesar 67.916 ton
4. Produksi Nikel dalam Matte sebesar
66.900 ton
6. Total penjualan Nikel dalam Matte
sebesar AS$1.242,6 juta
TAHUN 2012
1. Penjualan kepada VCL (Vale Canada Limited)
adalah sebesar AS$773,1 juta
2. Penjualan kepada Sumitomo
adalah sebesar AS$194,2 juta
3. Rata-rata harga realisasi penjualan
Nikel dalam Matte adalah AS$13.552 per ton
5. Jumlah pengiriman Nikel dalam Matte
sebesar 71.379 ton
4. Produksi Nikel dalam Matte sebesar
70.717 ton
6. Total penjualan Nikel dalam Matte
sebesar AS$967,3 juta
SCANNING ENVIRONMENT (SWOT ANALYSIS)
Tabel Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan
Past Corporate Performance
(Financial)
Financial Highlight PT Vale Indonesia Tbk
Strategic Posture
Current Vision and Mission
PT Vale Indonesia Tbk memiliki visi yaitu :
“Menjadi perusahaan sumber daya alam nomor satu di Indonesia yang menggunakan standar global dalam menciptakan nilai jangka panjang, melalui keunggulan kinerja dan kepedulian terhadap manusia dan alam”.

PT Vale Indonesia Tbk memiliki misi yang hendak dicapai yaitu :
“Mengubah sumber daya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan yang berkelanjutan”.
Current Objectives
1. PT Vale Indonesia Tbk menjadi perusahaan yang memperhatikan kepentingan semua
pihak.
2. Mengutamakan keselamatan di atas segalanya.
3. Mencari solusi inovatif untuk memperbaiki dan memperluas bisnis dengan cara yang
bertanggung jawab secara sosial maupun lingkungan hidup.
4. Bertindak berdasarkan etika dan transparan.
5. Bekerjasama mengubah tantangan berat menjadi peluang.
6. Memberikan hasil terbaik bagi pemegang saham dengan tetap berpegang pada
nilai-nilai yang membimbing karyawan dan perusahaan.
Strategic Posture
Strategi yang diterapkan oleh PT Vale Indonesia Tbk saat ini adalah sebagai berikut :

1.Memaksimalkan potensi pendapatan melalui peningkatan produksi.
2.Mengoptimalkan efisiensi melalui inovasi dan kebersamaan.
3.Mengelola biaya untuk meningkatkan margin.
4.Berinvestasi pada proses, sumber daya manusia, dan komunitas perusahaan untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan
Current Strategies
Current Policies
Corporate Governance
(Board Of Directors & Top Mgt)
Business Ethics & Code Of Conduct
Corporate Social Responsibility
Pedoman Perilaku
Kontraktor/Pemasok Vale
1. Kepatuhan/ketaatan terhadap standar -
standar yang etis.
Sebagai Kontraktor/pemasok yang merupakan bagian dari Vale, menyatakan akan melakukan kegiatan bisnisnya dengan Vale sesuai dengan standar-standar tertinggi dari perilaku yang etis.
2. Kepatuhan/ketaatan terhadap Hukum yang
berlaku.
Sebagai Kontraktor/pemasok yang merupakan bagian dari Vale, menyatakan akan melakukan kegiatan bisnisnya sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku dari yurisdiksi dimana Vale beroperasi.
Tujuan Pelaksanaan Panduan Perilaku bagi Pemasok (supplier) dan Kebijakan Praktek Etis
a. Menciptakan kondisi dan mekanisme yang memastikan semua karyawan akan berperilaku etis dalam menjalin relasi dengan para
pemangku kepentingan.

b. Untuk mendorong mitra-mitra bisnis, secara langsung maupun tak langsung, mendukung penerapan praktik-praktik terbaik dalam menjalankan bisnis mereka.
Corporate Governance
Profil Dewan Komisaris – Board Of Commisioner
Profil Dewan Direksi – Board Of Director
*Additional :
Ibu Febriany Eddy menjabat sebagai direktur hingga bulan Oktober tahun 2010, kemudian digantikan oleh Fabio Bechara
Corporate Resources (IFAS TABEL)
Corporate Resources (Value Chain Analysis)
Tangible, Intangible Resources& Organisational Capabilities Analysis
Keterangan :
Competitive dis- advantage (CDA) : Bila sumber daya perusahaan tidak bernilai dan tidak dapat digantikan, maka perusahaan dalam posisi yang tidak memiliki daya saing (tidak unggul).

Competitive Parity (CP) : Bila sumber daya perusahaan memiliki kriteria bernilai, namun tidak memiliki keunikan, maka perusahaan dalam posisi sejajar dengan pesaing.

Temporary Competitive Advantage (TCA) : Bila sumber daya perusahaan memiliki kriteria bernilai dan unik/ langka, namun mudah ditiru, maka perusahaan dalam posisi memiliki daya saing yang sementara.

Sustainable Competitive Advantage (SCA) : Bila sumber daya perusahaan memiliki empat kriteria (bernilai, unik/jarang,tidak dapat ditiru, dan tidak dapat digantikan), maka perusahaan dalam posisi memiliki daya saing yang berkelanjutan
TABEL EFAS PT Vale Indonesia
Analysis of Strategic Factor
(SFAS Table)
STRATEGY IMPLEMENTATION
(PROGRAM, PEOPLE, PROCEDURE & BUDGET)
Job Description
Dewan Komisaris (Board of Commissioner)

job description dari jabatan Dewan Komisaris PT Vale, yaitu melakukan pengawasan manajemen perseroan dalam menjalankan bisnis Perseroan, yang terkait dengan keuangan, operasional serta lingkungan dan tanggung jawab sosial. Selain itu, Dewan Komisaris memiliki kewajiban untuk memberikan teladan dalam mempraktikkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Direksi (Board of Directors)

adapun uraian tugas dan wewenangnya yaitu sebagai berikut :
1). Memimpin dan memastikan tercapainya sasaran perusahaan berdasarkan maksud dan tujuan, visi, dan misi, rencana jangka panjang perseroan, serta bertanggung jawab atas jalannya perseroan.
2). Memimpin dan memastikan terlaksananya pengelolaan dan pengendalian fungsi sekertaris perusahaan, fungsi pengawasan, dan fungsi manajemen resiko.
3). Melakukan perumusan dan pengawasan kebijakan serta prosedur – prosedur yang diterapkan oleh perusahaan.
4). Bertanggung jawab terhadap manajemen keuangan di dalam perusahaan, termasuk adopsi dan pengawasan anggaran tahunan.
5). Bertanggung jawab terhadap pengawasan, perencanaan, dan evaluasi program.
Sekretaris

Sekretaris Perusahaan berperan sebagai penghubung antara Perseroan, organ-organ perusahaan, dan para pemangku kepentingan Perseroan. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab atas berbagai fungsi terkait dengan kepatuhan dan pengungkapan informasi, khususnya yang menyangkut pasar modal, Bapepam-LK, pemegang saham dan masyarakat.

Project Manager

a). Bertanggung jawab dalam pengaturan setiap proyek yang akan dikerjakan oleh perusahaan.
b). Mengatur waktu pengerjaan dalam setiap proyek, dari awal pengerjaan proyek hingga proyek tersebut selesai.

Manager Departemen Maintenance and Utilities Support.

a). Mengelola dan memimpin segala hal yang berhubungan dengan perawatan rutin peralatan
b). Bertanggung jawab terhadap segala pengadaan barang dan bahan yang diperlukan dalam aktivitas bisnis perusahaan
c). Bertanggung jawab atas pemeliharaan, segala jenis dukungan teknis, pengendalian yang berhubungan dengan hal mekanik.
Manager Departemen Engineering, Technological Development and Support

1). Memimpin, mengelola, dan mengendalikan operasional aktifitas Departemen Engineering, Technological Development, and Support.
2). Bertanggung jawab dan memberikan arahan dalam segala hal yang berhubungan dengan proyek pengembangan teknologi yang digunakan dalam rangka membantu aktivitas bisnis perusahaan agar menjadi lebih baik.
3). Memberikan solusi efisien dalam proses pengolahan bijih nikel menjadi nikel matte. Kemudian melakukan berbagai langkah pengembangan untuk merancang dan memproduksi berbagai hal yang berhubungan dengan operasi di dalam perusahaan.

Manager Departemen Mines and Exploration

1). Mengelola dan memimpin segala hal yang berhubungan dengan aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan.
2). Bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan di sekitar daerah pertambangan.
3). Melakukan pengawasan dalam aktivitas penambangan, serta menjaga aktivitas penambangan yang dilakukan oleh perusahaan agar prosesnya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.
4). Bertanggung jawab atas keselamatan kerja para pekerja di area pertambangan.

Manager Departemen Process Plant

1). Memimpin, mengelola, mengendalikan, dalam perencanaan dan pengelolaan staff dibawahnya (SDM, sarana dan prasarana) perusahaan guna mendukung kelancaran dari seluruh kegiatan perusahaan.
2). Menterjemahkan segala strategi dasar dan arah pengembangan bidang-bidang sumber daya, yang ditetapkan perusahaan, kedalam bentuk rencana, program, dan pola kerja.
Manager Departemen Finance and Control

a). Mengelola, mengendalikan, dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan dan bagian-bagian dibawahnya.
b). Menterjemahkan segala strategi dasar dan arah pengembangan bidang Keuangan(financial) yang ditetapkan perusahaan, ke dalam bentuk rencana, program dan pola kerja, yang mengarah kepada pencapaian tujuan peningkatan pendapatan dan target keuntungan yang ‘rasional’, serta produktifitas layanan administrasi keuangan yang unggul.

Manager Departemen Operations Excellence

a). Mengelola dan memimpin semua lini/ departemen Operations Excellence
Ikut bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekitar perusahaan serta lingkungan sekitar area pertambangan.
b). Membantu dalam implementasi segala strategi yang akan diterapkan dalam aktivitas operasi perusahaan.

Manager Departemen Operations Support

a). Bertanggung jawab dalam penjagaan keamanan di sekitar area pabrik dan area tambang perusahaan
b). Membantu dalam pengelolaan medical service yang tersedia dalam perusahaan.
c). Menjaga pemeliharaan segala fasilitas – fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan dalam aktivitas operasi perusahaan.

Manager Departemen Corporate Service
a). Mengelola dan memimpin segala aktivitas yang berhubungan dengan logistic perusahaan.
b). Bertanggung jawab atas kontrak pengadaan barang serta peralatan yang diperlukan oleh perusahaan dalam aktivitas bisnisnya.
c). Mengelola sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan, serta menyalurkan sumber daya tersebut agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Types of cross functional team
PT Vale memiliki operasional di beberapa lokasi yang terpencil di Indonesia dan berinteraksi secara erat dengan pemasok, kontraktor, masyarakat dan aparat pemerintahan di berbagai wilayah dimana PT Vale Indonesia beroperasi. Interaksi-interaksi tersebut dapat memiliki implikasi positif maupun negatif, sehingga terdapat potensi kolusi dan konflik antara Perseroan, karyawan serta pihak-pihak lain yang terlibat disana.

Perseroan mempekerjakan lebih dari 3.100 karyawan, sebagian besar diantaranya berada di wilayah Sorowako. Populasi yang sebesar ini rentan terhadap konflik hubungan industrial, praktik-praktik yang menyimpang, tindakan kriminal, dan/atau permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja. Pada gilirannya, hal-hal tersebut dapat berdampak pada operasional perseroan.

Untuk memitigasi risiko-risiko ini, PT Vale telah mengembangkan beberapa mekanisme pelaporan bagi karyawan maupun pihak-pihak lain untuk menyampaikan keluhan atau mengkomunikasi sesuatu kepada Perseroan dan manajemen. PT Vale menyediakan beberapa jalur komunikasi di bawah ini untuk melaporkan dugaan atas suatu ketidak-wajaran:

1). Industrial Relations
2). Security department
3). Internal audit
4). Forum interaksi langsung
5). Melalui menu ‘call me’
Scheduling of the selected program to be implemented
1. Risk Management Optimalization
2. Strategi Growth integrasi Horizontal
3. Profit Strategy
4. Strategi optimalisasi pelaksanaan sistem
penilaian kinerja SDM berbasis kompetensi
5. Penerapan International TQM
PT Vale Indonesia, PT Vale adalah perusahaan yang menggunalan strategi first mover di Indoensia. Hal ini bisa dilihat bahwa PT Vale ini merupakan produsen nikel terbesar di Indonesia dan menyumbang 5% pasokan nikel dunia.
Timing Tactics
Market Location Tactic
PT Vale Indonesia lakukan PT Vale menggunakan market location defensive tactic.Yaitu strategi untuk bereaksi terhadap perubahan dan taktik untuk mengantisipasi perubahan. Hal ini terlihat dari bagaimana perusahaan mampu beradaptasi dengan perubahan harga nikel di LME dan pasar nikel yang berubah.
Cooperative Strategy
1). Strategi kerjasama yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk adalah strategic alliance (kemitraan strategis).

2). Hal ini terbukti dengan adanya kerjasama dengan perusahaan yang menjadi konsumen tetap Vale untuk mengolah nikel matte lebih lanjut
Functional Strategy
Marketing Strategy
Segmenting
Konsumen dari produk PT Vale Indonesia
hanya ada dua yakni Vale Canada Limited
dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. Kedua
perusahaan ini merupakan pemegang
saham terbesar di PT Vale Indonesia
Targeting
Dalam hal ini, PT Vale Indonesia menjual seluruh produksi nikelnya kepada dua pemegang saham terbesar , yakni Vale Canada Ltd. Dan Sumitomo Metal Mining Co.Ltd. Ini berarti cakupan pasar yang dimiliki oleh Vale adalah konsentrasi segmen tunggal.
Positioning
PT Vale Indonesia memposisikan diri sebagai produsen terbesar nikel di Indonesia. Selain itu juga PT Vale menyumbang sebesar 5% pasokan nikel di dunia.
Finance Strategy
1. Obtaining / Funding (Keputusan Pendanaan)

a). Struktur ekuitas modal Perseroan terdiri dari modal dasar sebesar AS$ 136,4 juta dan tambahan modal disetor sebesar AS$277,8 juta di tahun 2011 dan di tahun 2012.
b). pinjaman sebesar AS$ 300,00 juta ,Ltd sebesar AS$200,00 juta.

2. Allocating dan Investing

a). Investasi untuk pengoptimalan pabrik peleburan di Sorowako sebesar US$147,5 juta pada tahun 2012.
b). Sebanyak US$ 3.8 juta telah dialokasikan Karebbe
c). sekitar US$ 63.1 juta telah dibukukan ke dalam pos aset tetap untuk proyek konversi batu bara dan transportasi
d). sekitar US$ 9.6 juta telah dikeluarkan untuk proyek peningkatan jalan umum Bahodopi dan jalan Angkutan Tambang Petea dan sekitar US$15.5 juta telah dibukukan dalam pos aset tetap.

3. Dividend
Operation Strategy
a). PT Vale Indonesia memiliki standar manajemen resiko
b). PT Vale mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan standar terbaik dalam melakukan pengawasan produk
c). PT Vale juga berhasil mempertahankan status akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) atas pemenuhan kualitas produk dengan standar mutu sertifikasi ISO 9001 dan ISO 17025
d). Produk nikel PT Vale juga mengikuti Restriction of Hazardous Substance (RoHS) atau aturan pembatasan bahan berbahaya yang menjadi standar oleh pasar Uni Eropa.
Human Resources Strategy
1. Procurement

a). Lebih dari 80% karyawan PT Vale Indonesia adalah warga setempat dimana Perseroan beroperasi.
b). Selain itu juga karyawan Perseroan diperoleh dari lulusan Akademi Teknik Sorowako.
c). Pada tahun 2011 jumlah karyawan Perseroan sebanyak 3,210 orang dan jumlah Karyawan Kontraktor sebanyak 5,511 orang.
d). Sedangkan pada tahun 2012 jumlah Karyawan Perseroan sebanyak 3,161 orang dan jumlah Karyawan Kontraktor sebanyak 4,234 orang.

2. Development

a). PT Vale mengadakan program HR Defining
b). PT Vale sepanjang tahun 2012 mengadakan focus group discussion
c). PT Vale memiliki dua institusi pendidikan, yaitu Program Pelatihan Industri (PPI) dan Akademi Teknik Sorowako (ATS)
d). PT Vale telah meluncurkan program Mission Vision Values (MVV)

3. Maintenance

a). PT Vale berdiskusi dengan serikat kerja mengenai ketentuan – ketentuan bagi Perjanjian Kerja Bersama
b). PT Vale juga senantiasa memperbaiki kualitas komunikasi, tunjangan dan bonus karyawan, serta fasilitas karyawan di tempat kerja
Other Functional Strategy
Manajemen Resiko

Sistem yang digunakan oleh PT Vale Indonesia untuk manajemen resiko yakni sistem firm yang memberikan panduan dan perangkat untuk mengevaluasi dan mengelola resiko bagi tiap Risk Event strategis yang telah diidentifikasi dan ditetapkan sebelumnya
Manajemen risiko strategis
PT Vale memiliki sistem pengelolaan risiko strategis perusahaan yang disebut Framework for Integrated Risk Management (FIRM) yang sesuai dengan standar ISO 31000
Sistem FIRM digunakan untuk risiko-risiko yang bersifat strategis, yang berpengaruh pada keseluruhan organisasi PT Vale Indonesia dan berdampak negatif terhadap tujuan-tujuan usaha perseroan
Manajemen risiko operasional
a). HAZAN (Hazardous Analysis)
b). HAZOP (Hazardous Operations)
c). JSA (Job Safety Analysis)
d). Safety Talk
e). RAC (Critical Activity Requirements)
f). GIP (General Induction Program) dan SSIP (Site g). Specific Induction Program)
h). Audit/Inspeksi
Strategy Alternative Mapping
TOWS Matrix
Strategi SO : Growth-Horizontal Strategy
Dengan adanya kerjasama dengan Canada dan Jepang, serta perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka Perseroan dapat memanfaatkan keadaan tersebut dengan kekuatan yang dimiliki untuk menambah pabrik baru yang akan membantu Perseroan untuk lebih memperbesar volume produksinya
Strategi WO :
Strategi optimalisasi pelaksanaan sistem penilaian kinerja SDM berbasis kompetensi
PT Vale menjaga SDM nya agar tidak berpindah ke perusahaan lain dengan menerapkan sistem reward & punishment yang objektif, namun sebelumnya dilakukan penilaian kinerja
Strategi ST : Penerapan International TQM
Menjaga kualitas nikel dalam matte untuk eksport dan mampu bersaing dalam harga dengan nikel dari China dan Amerika. Selain itu untuk mengurangi pencemaran pada lingkungan dan minimisasi produk gagal
Strategi WT : Profit Strategy
Dengan kondisi Perseroan yang beroperasi dalam industry dengan kondisi daya tarik sedang dan hanya memiliki posisi kompetitif yang rata-rata sehingga menyebabkan mengalami penjualan rata-rata dan laba yang menurun, maka lebih baik PT Valemengkaji ulang seluruh aktivitas atau biaya yang tidak perlu agar mencapai efisiensi operasional.
GE Matrix
Alternatif strategi yang diusulkan:

Berdasarkan hasil pemetaan di atas, strategi yang sebaiknya dilakukan oleh PT Vale Indonesia adalah growth strategy konsentrasi via integrasi horisontal.
BCG Matrix
Interpretasi pemetaan :

Dari pemetaan di atas dapat dikatakan bahwa PT Vale Indonesia Tbl berada pada market share yang tinggi dan business growth yang tinggi , ini berarti posisi PT Vale Indonesia ada di bagian STARS.

Alternatif strategi yang diusulkan :

Berdasarkan hasil pemetaan di atas, strategi yang sebaiknya dilakukan oleh PT Vale Indonesia adalah growth strategy dengan melakukan investasi.Hal ini diusulkan mengingat bagusnya pertumbuhan bisnis dan pangsa pasar yang dimiliki.
Strategic Alternatives-pro and contra
Ranking of Selected Strategy
Strategy Integration to Financial Aspects
*(Forecast 3% ,4 %, 5%dari 2012) asumsi menggunakan pertumbuhan ekonomi global
menurut IMF (International Monetary Fund)
Strategy Alternative Mapping
Financial Ratio Analysis
Corporate Governance,
Business Ethics & CSR
Marketing
Analisis pemasaran yang PT Vale Indonesia lakukan berdasarkan pada konsep marketing mix yang terdiri dari product, price, place, promotion. Karena PT Vale Indonesia memproduksi barang sehingga PT Vale Indonesia menggunakan konsep marketing mix 4P.
Product
Place
a). Kantor pusat dari PT Vale Indonesia berada di Bapindo Plaza II Lantai 22 Jl. Jend Sudirman Kav.54-55 Jakarta 12190.

b). Kantor Operasi berada di Sorowako 92984 Jl. Somba Opu PO Box 1143 Makassar 90001 South Sulawesi Indonesia.

PT Vale Indonesia beroperasi di Sulawesidibawah perjanjian Kontrak Karya (KK) dengan pemerintah Indonesia.Dibawah ini daerah Kontrak Karya PT Vale Indonesia.
Price
Harga Produk PT Vale Indonesia Tbk ditentukan di London Metal Exchange (LME) dan tergantung dengan kondisi ekonomi global.
Promotion
Promosi yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia adalah promosi pasif. Ini dikarenakan PT Vale Indonesia memiliki pasar yang sulit dimasuki oleh perusahaan lain. Adanya Kontrak penjualan jangka panjang dan konsep pemasaran “harus ambil” dengan Perusahaan Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining (SMM).Sehingga seluruh produksi dijual kepada dua pelanggan utama, yang wajib membeli seluruh produksi nikel PT Vale Indonesia.

Posisi PT Vale Indonesia yang hanya sebagai produsen nikel membuat PT Vale Indonesia tidak mengeluarkan biaya pemasaran dan penjualan.ini menjadi keunggulan kompetitif PT Vale Indonesia di bagian promosi.
Finance (Obtaining, Allocating & Dividend Policy)
Obtaining Fund
Sumber dana yang didanai oleh hutang turun sebesar AS$40.5 juta dengan rincian hutang jangka pendek turun sebesar AS$ 11.7 dan hutang jangka panjang turun sebesar AS$ 47.7

Equitas turun sebesar AS$ 47.7 juta

Selain itu juga sumber pendanaan diperoleh dari kepemilikan saham dengan proporsi Vale Canada 58.73%, Sumimoto 20.09%, dan publik sebesar 21.18%
Allocation
a). Pembayaran kepada pemasok sebesar AS$ 56 juta

b). Pembayaran untuk barang modal sebesar AS$147 juta yang digunakan untuk proyek – proyek perbaikan seperti konversi ke batu bara

c). Pembayaran angsuran atas pinjaman dari SEFA sebesar AS$150.00 juta
Dividen
Kebijakan dividen merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk memberi hasil yang optimal bagi pemegang saham.

Rasio pembayaran dividen naik dari sebesar 73% di tahun 2011 menjadi 164% di tahun 2012, karena penurunan laba tahun berjalan lebih tinggi dari penurunan dividen.

Volume saham yang diperdagangkan naik sebesar 13% dari 1,96 miliar saham pada tahun 2011 menjadi 2,20 miliar saham pada 2012.

Pada bulan November 2012, Dewan Komisaris menyetujui pembagian dividen interim untuk tahun 2012 sebesar AS$0,00252 per saham. Sebelumnya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yangberlangsung pada 25 April 2012, pemegang saham mengumumkan pembagian dividen final untuk tahun buku 2011 sebesar AS$0,0086 per saham
Research & Development
PT Vale Indonesia melakukan evaluasi terhadap Indonesian Growth Projects

Rencana untuk mencapai efisiensi operasional di peleburan Sorowako,termasuk rencana penambangan secara selektif untuk mendukung rencana pertumbuhan PT Vale Indonesia, program peningkatan operasional dan pemeliharaan, penangkap debu, rencana pengembangan tambang dan Indonesian Growth Project sebagai basis dari rencana jangka panjang untuk mencapai target kapasitas produksi nikel tahunan sebesar 120.000 ton. Biaya penelitian ini dibukukan sebagai biaya pengembangan proyek sebagai bagian dari akun beban lainnya dalam Laporan Laba Rugi Perseroan.

Operasi
Operasi bisnis PT Vale terdiri dari penambangan dan pengolahan bijih menjadi produk nikel dalam matte yang dijual berdasarkan perjanjian penjualan

Bijih dari tambang melalui berbagai proses penyaringan dan menjadi produk yang PT Vale Indonesia sebut produk stasiun penyaringan, yang mengandung nikel, besi, magnesia, mineral-mineral silika, kerikil, dan sejumlah kecil kobalt.

PT Vale Indonesia telah membangun dan memiliki infrastruktur pendukung yang mencakup fasilitas pelabuhan dan jalan untuk mengangkut dan mengapalkan produk akhir PT Vale Indonesia serta terminal bahan bakar minyak di Mangkasa yang didukun dengan pompa bahan bakar minyak bertekanan tinggi dan dihubungkan dengan pipa-pipa 12 inci ke tangki penyimpanan bahan bakar minyak di wilayah pabrik PT Vale.


Perusahaan juga memiliki dan mengoperasikan tiga fasilitas pembangkit listrik tenaga air dengan total kapasitas rata-rata 365 megawatt (MW).
Produksi nikel dalam matte PT Vale Indonesia mencapai 70.717 ton pada tahun 2012, dibandingkan 66.900 ton pada tahun 2011, yang merupakan peningkatan 6% atau 3.817 ton

Proses dari bijih menjadi nikel dalam matte

1. Rotary Dryer (Dryer Klin)
2. Rotary Kiln (Reduction Klin)
3. Electric Furnace

Proses Penambangan
1. Pembersihan lahan (land clearing)
2. Pengupasan tanah pucuk (top soil).
3. Dispose Overbuden
4. Mine ROM
Logistik
1. Jalur distribusi darat yang digunakan Perseroan adalah kendaraan Dump Truck yang digunakan di dalam tambang untuk mengangkut bahan mentah yang berupa bijih nikel.

2. Pemeriksaan awal terhadap kondisi jalan telah memperlihatkan tanda-tanda kerusakan dan keausan pada badan jalan serta permukaan jalan yang telah melampaui usia pakai yang dirancang

Human Resources
PT Vale Indonesia mengelola segenap pegawai melalui Human Capital Division (HCD) yang dalam kegiatan operasionalnya berfungsi melengkapi setiap sumber daya manusia (SDM) agar menjadi ahli dan unggul di bidangnya yang pada akhirnya membantu dalam proses pencapaian visi dan misi perusahaan. Demi mencapai tujuan tersebut, HCD bertanggung jawab mengelola SDM mulai dari proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, manajemen karir, hingga peningkatan kesejahteraan.

PT Vale memiliki dua institusi pendidikan, yaitu Program Pelatihan Industri (PPI) dan Akademi Teknik Sorowako (ATS) guna mempersiapkan potensi tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja bersama PT Vale Indonesia. Keberadaan kedua institusi tersebut tidak saja mampu menyediakan kebutuhan tenaga kerja PT Vale, namun juga meningkatkan penerimaan oleh masyarakat terhadap PT Vale. Sekitar 60% dari para lulusan tersebut saat ini bekerja di PT Vale, sementara 40% selebihnya diserap di berbagai perusahaan di Indonesia.Ini merupakan program yang memberikan manfaat bersama sejalan dengan strategi pengembangan masyarakat PT Vale Indonesia, dimana PT Vale berupaya memastikan tersedianya tenaga kerja terlatih dan sekaligus membantu masyarakat agar lebih produktif.Sejak tahun 1993, ATS telah menghasilkan 569 lulusan terlatih yang bekerja di berbagai industri di berbagai daerah.

Proses Seleksi
• Tahap-tahap tersebut dijabarkan di bawah ini :
1. Authority to recruit (ATR)
2. Rekrutmen Internal
3. Rekrutmen Lokal
4. Rekrutmen Regional
5. Rekrutmen Nasional
Pengecualian untuk siklus regional dan nasional dapat diberlakukan berdasar alasan-alasan tertentu, seperti :

1. Tidak ada kandidat dari wilayah tersebut
2. Kandidat dari wilayah tersebut tidak memenuhi persyaratan jumlah, kompetensi dan pengalaman yang ditentukan. Siklus rekrutmen nasional baru dapat dimulai apabila kriteria-kriteria di atas terpenuhi. Rekrutmen memiliki cara standard untuk menilai para kandidat yang akan mengisi posisi-posisi lowong, antara lain:
3. Penilaian persyaratan minimum; Rekrutmen akan mengkaji pemenuhan persyaratan minimum seperti pendidikan, pengalaman, kompetensi dll, berdasarkan persyaratan di posisi tersebut.
4. Penilaian kemampuan
5. Penilaian BEI
6. Penilaian tertulis
7. Penilaian lapangan (jika diperlukan)
8. Penilaian lisan
9. Presentasi (jika diperlukan)
10. Check up kesehatan pra-bekerja
11. Hanya kandidat yang lolos semua tahapan penilaian akan memeroleh Surat Penawaran (bagi kandidat staf ke atas) atau akan diundang untuk menandatangani kontrak (bagi kandidat non staf).

Pelatihan & Pengembangan

1. Pelatihan Karir
2. Pengembangan karir
3. Pemeliharaan
Hak-hak karyawan

1. Karyawan berhak mendapatkan gaji dan tunjangan sesuai peran dan jabatannya.
2. Setiap karyawan berhak mendapatkan bonus dari perusahaan, tunjangan hari raya (THR), pinjaman (loan), cuti, dan asuransi kesehatan
3. Perusahaan menyediakan layanan kesehatan kepada karyawan dan keluarganya di rumah sakit milik perusahaan dan rekanannya.
4. Saving plan adalah program tabungan hari tua untuk karyawan yang dikelola oleh badan asuransi yang disepakati, yang polisnya dipegang oleh pengusaha. Karyawan juga diikutsertakan dalam program jaminan sosial tenaga kerja.
5. Perusahaan menyediakan fasilitas dormitory bagi karyawan lajang dan perumahan bagi karyawan yang sudah berumah tangga.
6. Perusahaan menyediakan fasilitas olahraga, seperti lapangan golf, lapangan tennis, lapangan sepakbola, lapangan basket, lapangan futsal, dan jogging track.
7. Perusahaan menyediakan sarana pendidikan dari tingkat kanak-kanak hingga sekolah menengah atas untuk anak-anak karyawan.
8. Perusahaan menjamin kesetaraan gender dalam kesempatan kerja.

Evaluasi
1) Evaluasi terhadap job description sebagai dasar penyempurnaan proses operasional pada tahun 2011. (Evaluasi jabatan)
2) Evaluasi sistem training need analysis. (Evaluasi terhadap pelatihan yang diberikan)
3) Mengevaluasi klasifikasi kantor cabang yang diterapkan secara rutin dan menyesuaikan kelas cabang berdasarkan kinerja yang dicapainya (Evaluasi kinerja).
4) Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi (Evaluasi terhadap kompensasi).

Komposisi SDM
Berdasarkan data terakhir per 31 Desember 2012, jumlah pegawai tetap PT Vale Indonesia mencapai 3.161 orang.Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan jumlah pegawai tetap di tahun 2011 yang berjumlah 3.210 orang.Sedangakn untuk pegawai kontraktor pada tahun 2012 mencapai 4.234 orang, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 5.511 orang.
Information System
Piagam Unit Audit Internal (IAU)

Piagam tersebut menetapkan bahwa IAU bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris melalui Komite Audit, dan secara administratif kepada Presiden Direktur Perseroan.Anggota Direksi dapat meminta IAU untuk melakukan audit/assessment khusus tertentu, bersama dengan alokasi sumber daya yang diperlukan, dengan persetujuan Komite Audit dan Presiden Direktur

Other organizational function
Bidang Manajemen Resiko

PT Vale menyadari bahwa keberhasilan PT Vale Indonesia juga bergantung pada seberapa baik PT Vale Indonesia mengelola risiko yang ada di setiap aspek operasional perseroan.Perseroan telah memiliki standar manajemen risiko serta sistem, proses dan sumber daya manajemen risiko yang memungkinkan pencegahan dan mitigasi risiko secara proaktif dan sistematis. Standar, sistem, proses dan sumber daya tersebut telah dikembangkan selaras dengan standar Vale dan disesuaikan seperlunya dengan konteks PT Vale.

APPENDICES
PT Vale Indonesia Tbk (Vale Indonesia) sebelumnya dikenal sebagai PT International Nickel Indonesia, Tbk (PTI), adalah sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang mendapatkan izin usaha dari pemerintah Indonesia untuk melakukan eksplorasi, kegiatan penambangan, pengolahan dan produksi nikel. Perusahaan ini didirikan pada Juli 1968.

Saat ini Vale Indonesia beroperasi di Pulau Sulawesi di bawah perjanjian Kontrak Karya (KK) dengan pemerintah Indonesia. Vale Indonesia menandatangani perjanjian KK pertama dengan pemerintah pada 27 Juli 1968. Lalu pada 15 Januari 1996, Vale Indonesia menandatangani perjanjian modifikasi dan perpanjangan kontrak awal KK, yang berlaku mulai 1 April 2008 sampai 28 Desember 2025.

Pada awalnya, luas area konsesi awal perusahaan Vale Indonesia sebesar 218,528 hektar: 118,387 hektar di Sorowako, Sulawesi Selatan; 63,506 hektar di Pomalaa, Sulawesi Tenggara; dan 36,635 hektar di Bahodopi, Sulawesi Tengah. Namun demikian, pemerintah menyetujui pelepasan area KK dari total sekitar 28,000 hektar, atau sekitar 12.8 persen dari luas total KK pada 2010. Setelah pelepasan lahan tersebut, luas total area KK Vale Indonesia saat ini meliputi 190,000 hektar.

Tahapan operasional Vale Indonesia mencakup kegiatan penambangan dan pengolahan bijih nikel menjadi nikel dalam matte tingkat menengah, yang mengandung rata-rata 78 persen nikel dan 20 persen sulfur/belerang.

Vale Indonesia telah siap menjadi salah satu produsen nikel utama di dunia, dengan menciptakan manfaat jangka panjang melalui nilai-nilai keunggulan dan semangat kerja yang tinggi bagi manusia dan Bumi kita.


Industry coverage where the company operates
Persaingan antar perusahaan yang semakin ketat menuntut perusahaan mengalokasikan dana yang dimilikinya dengan efisien. Oleh karena itu perusahaan harus dapat memilih strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan produknya serta agar bisa bersaing dengan pesaing-terutama perusahaan dari China- yang juga selalu membuat suatu strategi untuk selalu memenangkan persaingan, terutama di dalam industry mining bukan hal yang mudah dalam menyusun strateginya. Terlebih begitu kompleksnya permasalahan di industry nikel diantaranya :
Kontrak Karya dan UU Pertambangan
Risiko struktural
Risiko otonomi daerah
Risiko harga nikel
Risiko operasional
Risiko bahan bakar minyak

Problems and challenges in the company

Tujuan penelitian ini tidak lain adalah untuk mengetahui profil dan karakteristik
perusahaan yang PT Vale Indonesia teliti, yakni PT Vale Indonesia Tbk, untuk kemudiandianalisa potensinya agar didapat suatu analisa rencana strategis yang lengkap dan menyeluruh atas bank tersebut. Kemudian dari analisa-analisa tersebut akan didapat suatu gambaran mengenai kondisi perusahaan dan lingkup bisnisnya. Sehingga, PT Vale Indonesiasebagai mahasiswa akan dapat mengerti karakteristik sebuah bank dan mampu menganalisa altematif rencana strategis yang mungkin berguna bagi PT Vale Indonesia Tbk.

Aims of the strategic planning

Kondisi politik dan regulasi di suatu negara akan sangat mempengaruhi perusahaan, dalam hal ini pengaruh politik dan regulasi terhadap perusahaanmining, beberapa peraturan yang ditetapkan untuk mengatur kegiatan penambangan yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan dari PT Vale Indonesia agar kegiatan operasionalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pada tanggal 16 Desember 2008, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Undang – Undang Pertambangan Mineral dan BatuBara yang telah disahkan oleh Presiden pada tanggal 12 Januari 2009 dan menjadi UU Pertambangan tahun 2009 . UU ini mengindikasikan bahwa walaupun Kontrak Karya yang ada sekarang, seperti yang dimiliki oleh Perseroan, akan tetap berlaku namun ketentuan peralihan dalam undang – undang memuat substansi yang tidak jelas.
Politics and Regulation

Ekonomi
Kondisi ekonomi yang tidak dapat dipisahkan dari inflasi yang membuat harga barang dan jasa semakin tinggi menuntut perusahaan untuk menekan biaya agar kegiatan operasional perusahaan dapat dijalankan dengan efektif dan efisien.

Pada tahun 2012 harga tunai nikel berada pada rata-rata US$17.526 per ton, lebih rendah 23% bila dibandingkan pada tahun 2011.Walaupun pada saat itu permintaan terhadap nikel meningkat, namun harga nikel mengalami tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global maupun pasokan nikel yang terus meningkat di LME. Sekitar dua-pertiga dari produksi nikel dunia dikonsumsi oleh industri baja tahan karat, yang produksinya meningkat dan diperkirakan mencapai 35,3 juta ton pada tahun 2012.

Sosial dan budaya
Kegiatan pertambangan ini membutuhkan tanah yang luas, dan tidak menutup kemungkinan akan ada pemukiman warga yang nantinya akan digunakan sebagai tempat untuk berlangsungnya kegiatan pertambangan. Namun, tidak semua masyarakat mengerti dan mau untuk menjual tanahnya dan kemudian pindah walaupun dibayar mahal oleh Perseroan.
dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat akibat adanya kegiatan pertambangan diantaranya adanya bantuan di bidang sosial budaya, pendidikan, dan perkebunan serta mendapat pekerjaan tambahan atau lapangan pekerjaan .

PT.Vale Indonesia berusaha untuk selalu menerapkan teknologi baru dalam proses produksinya. Pada tahun 2012, Perseroan melaksanakan beberapa inisiatif terkait dengan Program
Peningkatan Operasional dan Pemeliharaan (OMIP), antara lain :

1. Pengurangan penggumapaln di tanur dengan melalui perbaikan operasional pembakar.
2. Pengurangan penghentian operasi tanur karena pergeseran elektoroda
3. Perbaikan pada kiln feeds untuk mengurangi penghentian operasi pelebur dan memperbaiki efisiensi bahan bakar
4. Perbaikan pada proses pemeliharaan flow meter sehingga mengurangi kesalahan alat yang dapat mengakibatkan contact unit trips
5. Memperbaiki keutuhan seluruh sistem konveyor utama

Dengan adanya kondisi demikian dapat menjadi peluang bagi Perseroan karena dengan penerapan OMIP ini telah memberikan kontribusi peningkatan volume produksi sebesar 1% dan menjadikan biaya menjadi lebih efisien.

TEKNOLOGI
ECOLOGY
Kegiatan pertambangan kerap kali membutuhkan tanah yang luas , penambahan jalan untuk kegiatan operasional, dan kegiatan di pertambangan ini melepaskan debu dan gas ke udara. Hal seperti itu yang menjadikan penyebab utama deforestasi dan polusi udara. Dengan deforestasi ini akan menyebabkan musnahnya habitat sejumlah besar hewan dan mempertaruhkan kelangsungan hidup sejumlah besar spesies hewan. Selain itu meskipun limbah yang dibuang melalui pipa disalurkan ke sungai – sungai terdekat, namun hal demikian akan menyebabkan kandungan zat yang ada di dalam tanah berkurang. Karena adanya akibat seperti yang telah dijelaskan di atas, maka pemerintah mengeluarkan Undang – Undang RI No 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Keadaan ini jelas merupakan sebuah ancaman bagi Perseroan, karena kegiatan usaha meskipun menguntungkan tetap saja perlu memperhatikan dampak terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.
Task Environment
Consumer Analysis
PT.Vale Indonesia memberikan pelayanan kepada pasar atau pelanggan dengan jenis korporasi.Pelanggan jenis ini seringkali disebut pelanggan B2B (Business to Business). Berikut merupakan Tabel Analisis Pelanggan (Pasar) Perseroan .
Competitors & Industry Analysis
Berikut ini merupakan analisis kekuatan dalam persaingan industri yang dihadapi oleh PT Vale Indonesia :

1. Threat of New Entrants (Ancaman Pendatang Baru)

A). Birokrasi untuk pendirian pabrik baru dapat dikatakan cukup sulit. Mengingat bahwa perusahaan pertambangan merupakan perusahaan yang mempunyai resiko cukup tinggi dan ini dapat dikatakan merupakan salah satu ancaman bagi pendatang baru yang ingin mendirikan perusahaan pertambangan, ditambah karena belum tentu perusahaan pendatang baru ini sulit untuk membangun kepercayaan masyarakat luas dan pemerintah tentunya.

B). Adanya PP No. 24/ 2012 yang mengatur mengenai kewajiban divestasi oleh pemegang ijin usaha pertambangan (IUP) dan ijin usaha pertambangan khusus (IUPK) dengan penyetoran modal asing yang tadinya 20% menjadi minimum 51% harus dimiliki oleh investor pada tahun ke-10 setelah produksi dimulai.

2. Rivalry Among Existing Firms
( Persaingan di antara perusahaan yang telah ada)

Dalam kegiatan operasional PT Vale Indonesia mempunyai beberapa pesaing perusahaan yang memiliki industry bisnis yang sama diantaranya PT Aneka Tambang Tbk,MMC Norilsk Nickel (Rusia), Jinchuan Group Ltd.(China), Xstrata Plc, BHP Billiton Ltd.(Australia), Eramet SA (Prancis), Anglo American Plc (UK), Sherritt International Corp., Minara Resources Ltd.(Australia)

3. Threat of Substitute Products or Services
(Ancaman Produk atau jasa pengganti)

Perusahaan yang memproduksi barang atau produk akan menghadapi ancaman dari produk pengganti (bila ada) adan bila produk itu terbatas atau mahal harganya. Perusahaan dalam suatu industri bersaing dengan perusahaan yang bergerak di industri lainnya yang memproduksi produk pengganti. Produk pengganti muncul dalam bentuk berbeda, tetapi dapat memuaskan kebutuhan yang sama dari produk yang ditawarkan perusahaan.

4. Relative Power From Other Stakeholder
(Kekuatan Relatif dari Stakeholder Lain)

Adapun peran Stakeholders dalam aktivitas pertambangan dan pengolahan barang tambang ini yaitu dalam tingkatan yang tinggi, di mana pemerintah sebagai salah satu stakeholder membuat suatu undang – undang dan peraturan – peraturan yang mengatur tentang aktivitas pertambangan, kemudian peraturan otonomi daerah Sulawesi, kemudian PT. Vale pun harus mengikuti pergerakan harga nikel, hal tersebut dilakukan ketika perusahaan menjual produknya kepada konsumennya. serta berbagai peraturan – peraturan lainnya yang perlu dipatuhi seperti peraturan otonomi daerah yang berlaku di Sorowako, yang di mana daerah tersebut merupakan lokasi dari daerah pertambangan PT. Vale Indonesia.


Tabel Competitors ( Industry ) Analysis
Supply Chain Analysis
Berikut ialah klien dari PT Vale :
1. PT Vale Canada Limited (VCL)
2. PT Sumimoto Metal Mining Co, Ltd

Industry Value Chain Analysis
Key Success Factor Analysis (Industri Matrix)
Strategic Groups
REMOTE ENVIRONMENT
Produk yang ditawarkan oleh PT. Vale Indonesia yaitu perusahaan ini memproduksi nikel matte, yang di mana nikel tersebut merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan baja tahan karat (stainless steel)
Nickel Matte
Stainless Steel
Introduction
Research Object
History, products/services, market segment
Research Method
Dalam penelitian ini, dilihat dari tujuannya, penelitian ini dilakukan sebagai bentuk penelitian terapan, karena penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk menganalisa strategi perusahaan.Kemudian dilihat dari metode yang digunakan, penelitian ini menggunakan metode Eksperimen yang berarti suatu penelitian yang melibatkan keterlibatan peneliti memanipulasi beberapa variable, mengamati dan mengobservasi efeknya. Jika dilihat dari tingkat eksplanasinya, penelitian ini berupa penelitian deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara lengkap dan menyeluruh agar diketahui karakteristik objek penelitiannya guna dianalisa rencana stratejiknya. Selain itu, dilihat dari analisis dan jenis datanya, penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan sekunder yang didapat dari membaca buku, berita, informasi intemet, dan sumber-sumber lainnya yang berupa data sekunder.
Case Study
Gambaran dari penelitian yang kelompok PT Vale Indonesia lakukan adalah sebagai berikut :
• Studi kasus analisis internal perusahaan dan eksternal perusahaan
• Studi kasus terhadap strategi yang dilaksanakan oleh perusahaan
• Studi kasus mengenai strategi yang direkomendasikan kepada perusahaan sesuai dengan hasil analisis faktor internal dan eksternal perusahaan, sehingga perusahaan dapat menjadikan strategi yang kelompok PT Vale Indonesia rekomendasikan sebagai alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan.

Teknik pengumpulan data yang diterapkan berupa studi pustaka dan penelitian terapan pada objek penelitiannya, PT Vale Indonesia. Hal tersebut PT Vale Indonesia lakukan karena penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, menggunakan data sekunder, sehingga data-data yang menjadi sumber informasi penelitian adalah gabungan dari data-data yang sudah tersedia di berbagai media tertentu dan siap untuk dianalisa serta data mentah yang harus diolah kembali agar menjadi bentuk informasi penelitian.

Data-data sekunder tersebut didapat dari browsing di intemet, metode kliping, annual report, surat kabar, pencarian dasar-dasar teori dari buku-buku yang tersedia, dan cara-cara lainnya yang mendukung untuk meraih informasi penting yang dibutuhkan dan akurat.

Setelah data terkumpul dan diolah menjadi informasi penelitian, informasi-informasi tersebut PT Vale Indonesia analisa secara menyeluruh agar didapat gambaran yang jelas mengenai kondisi peruasahaan dan lingkuangan bisnisnya.Berbagai metode analisa, seperti analisis SWOT, IFAS, EFAS, dan metode lainnya PT Vale Indonesia gunakan. Sehingga diharapkan akan didapat altematif altematif yang masuk akal dan berguna untuk strategi perusahaan.

Data collection method
Produk / services

PT. VALE Indonesia, Tbk adalah salah satu produsen utama nickel di dunia.Nickel adalah logam serba guna yang penting bagi taraf hidup yang semakin membaik dan bagi pertumbuhan ekonomi. Selama lebih dari tiga dekade sejak kontrak karya ditandatangani dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1968, perseroan telah menyediakan pekerajaan yang membutuhkan keterampilan, memperlihatkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dimana perseroan beroperasi, memberikan keuntungan bagi para pemegang saham dan memberi sumbangan yang positif kepada ekonomi Indonesia.

PT. VALE Indonesia, Tbk menghasilkan nickel dalam matte, yaitu product setengah jadi, dari bijih laterit di fasilitas pertambangan dan pengolahan yang terpadu dekat Soroako, Sulawesi.Keseluruhan produksinya dijual dalam Dollar Amerika Serikat berdasarkan kontrak-kontrak jangka panjang untuk dimurnikan di Jepang. Daya saing PT. VALE Indonesia, Tbk terletak pada cadangan bijih dalam jumlah besar, tenaga kerja yang terampil dan terlatih baik, listrik tenaga air berbiaya rendah, fasilitas produksi yang modern dan pasar yang terjamin untuk produknya

Market Segment

Seluruh produksi PT Vale dijual kepada dua pelanggan utama, yang wajib membeli seluruh produksi nikel dalam matte PT Vale Indonesia (VCL – 80% dan SMM – 20%).Perjanjian penjualan ini bersifat jangka panjang “harus ambil” dalam denominasi dollar AS, dengan jangka waktu sampai Kontrak Karya berakhir.VCL dan SMM memiliki kepentingan strategis jangka panjang terhadap kesinambungan keberhasilan operasi PT Vale.PT Vale Indonesia juga memperoleh manfaat dari perjanjian bantuan manajemen dan teknologi jangka panjang dengan VCL, yang berlangsung hingga Kontrak Karya berakhir.



Unpad Bdg
Arip Perbawa
120310100029
Akbar Nuraufa
120310100029
Masitoh
120310100010
Aini Nur Fadhilah
120310100013
4.AM Consultant
-Kelompok 3-
Full transcript