Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Wulandari

ujiane wulan 31 Oktober 2012
by

Krisna candra

on 30 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Wulandari

Oleh:
Wulandari
NIM. 08105244002 PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOY-BOYAN UNTUK ANAK TAMAN KANAK-KANAK KELOMPOK B BAB I PENDAHULUAN
1. Menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini
2. Permainan secara langsung mempengaruhi seluruh area
perkembangan anak.
3. Permainan memberikan anak-anak kebebasan untuk berimajinasi,
menggali potensi diri atau bakat dan untuk berkreativitas.
4. Berdasarkan hasil observasi di TK ABA Karangmalang kelompok B.
Anak-anak cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran,
5. Beberapa anak kurang memperhatikan guru, mereka terlihat bosan
dikarenakan kurang adanya interaksi antar anak yang bisa
menggugah semangat seperti permainan beregu ataupun
permainan menarik lainnya
6. Guru juga memiliki keterbatasan alat permainan edukatif terpadu.
7. Pendekatan tematik belum secara keseluruhan diterapkan guru ke
dalam pembelajaran, salah satunya dalam alat permainan edukatif. A. Latar Belakang Masalah 1. Kurangnya variasi kegiatan permainan yang
mengintegrasikan beberapa aspek perkembangan anak di TK
ABA Karangmalang
2. Masih minimnya penggunaan alat permainan edukatif
terpadu dari guru yang dapat mengembangkan berbagai
aspek atau indikator kemampuan dasar.
3. Anak cenderung pasif karena kurang adanya interaksi antar
anak yang bisa menggugah semangat.
4. Guru mengalami kendala untuk memilih atau menyediakan
alat permainan edukatif yang tepat untuk menciptakan
suasana yang menyenangkan dan menarik bagi anak dalam
kegiatan bermain sambil belajar.
5. Belum adanya alat permainan eduaktif Boy-boyan di sekolah
tersebut yang sesuai dengan kurikulum dan tema yang ada. B. Identifikasi Masalah Pengembangan alat permainan eduaktif Boy-boyan untuk anak taman kanak-kanak kelompok B yang dapat mengembangkan berbagai aspek kemampuan dasar di Taman Kanak-kanak Aisyah Bustanul Athfal Karangmalang. Aspek tersebut antara lain aspek motorik, intelektual, sosial dan emosi. C. Batasan Masalah Alat permainan edukatif Boy-boyan bagaimanakah yang baik untuk mengembangkan beberapa aspek motorik, intelektual, sosial, dan emosi anak taman kanak-kanak kelompok B. Menghasilkan alat permainan edukatif Boy-boyan yang baik untuk mengembangkan aspek motorik, intelektual, sosial dan emosi anak TK kelompok B. E. Tujuan Pengembangan 1. Alat permainan edukatif Boy-boyan
2. Aspek perkembangan peserta didik
3. Motorik
4. Aspek intelektual
5. Aspek sosial dan emosi
6. Anak taman kanak-kanak kelompok B F. Definisi Operasional D. Rumusan Masalah BAB II KAJIAN TEORI A. Kedudukan Alat Permainan Edukatif Boy-boyan dalam Kawasan TP 1. Pengertian alat permainan edukatif
Menurut Mayke S.Tedjasaputra (2001:81), alat permainan edukatif adalah alat permainan yang dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan dan mempunyai beberapa ciri : (a) dapat digunakan dalam berbagai cara, (b) ditujukan terutama untuk anak-anak usia prasekolah dan berfungsi mengembangkan berbagai aspek perkembangan kecerdasan serta motorik anak, (c) segi keamanan sangat diperhatikan baik dari bentuk maupun penggunaan cat. (d) membuat anak terlibat secara aktif, (e) sifatnya konstruktif.
2. Jenis-jenis alat permainan edukatif B. Tinjauan Tentang Alat Permainan Edukatif 1. Definisi alat permainan edukatif Boy-boyan
2. Bentuk dan Ciri Alat Permainan Edukatif Boy-boyan
3. Langkah-Langkah Menggunakan Alat Permainan Edukatif
Boy-boyan
4. Manfaat Alat Permainan Edukatif Boy-boyan C. Tinjauan Tentang Alat Permainan Edukatif Boy-boyan 1. Pengertian anak usia dini
2. Ciri-ciri tahap perkembangan anak usia dini
3. Kurikulum taman kanak-kanak D. Tinjauan Tentang Pendidikan Taman Kanak Kanak 1. Jenis Penelitian
2. Prosedur Penelitian Pengembangan
3. Metode pengumpul data
a. Angket
b. Observasi
c. Wawancara E. Tinjauan Tentang Metodologi Penelitian Pengembangan BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah Research and Development atau penelitian dan pengembangan. Penelitian difokuskan pada pengembangan alat permainan eduaktif Boy-boyan pada tema angka untuk anak taman kanak-kanak kelompok B. A. Jenis Penelitian 1. Studi Pendahuluan
2. Perencanaan Desain Awal Produk
3. Pengembangan Produk
4. Uji Coba Lapangan Terbatas
5. Revisi Hasil Uji coba
6. Uji Coba Lapangan Lebih Luas
7. Produk Akhir B. Prosedur Penelitian Pengembangan 1. Subyek Penelitian
a. Ahli Materi : Dosen PGPAUD UNY
b. Ahli Media : Dosen TP UNY
c. Subyek Penelitian : anak TK kelompok B TK ABA Karangmalang
2. Lokasi Penelitian : TK ABA Karangmalang, Depok, Sleman, Yogyakarta. C. Subyek dan Lokasi penelitian 1. Metode angket
2. Metode observasi
3. Metode wawancara
4. Metode dokumentasi D. Metode Pengumpul Data 1. Mengembangkan kisi-kisi instrument,
2. Mengkonsultasikan kisi-kisi instrumen dengan
ahli,
3. Menyusun dan melengkapi instrumen yang
telah mendapatkan expert judgement. E. Pengembangan Instrumen Penelitian Menggunakan expert judgement. Melalui konsultasi dan meminta penilaian dari ahli yaitu dosen pembimbing. F. Validasi Instrumen BAB IV HASIL PENGEMBANGAN Dari hasil observasi dan wawancara terhadap responden ditemukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Anak menjadi bosan jika terlalu lama duduk dalam ruang kelas
2. Alat permainan yang ada belum mencukupi untuk kegiatan
pembelajaran.
3. Anak cenderung berlari-lari berkejar-kejaran selama pembelajaran
di kelas.
4. Alat permainan edukatif yang ada belum mencapai aspek
perkembangan anak seperti aspek motorik, intelektual, sosial dan
emosi. A. Hasil Studi Pendahuluan 5. Belum adanya alat permainan edukatif yang beraneka ragam
sehingga kegiatan peramainan anak terkesan monoton.
6. Guru mengalami kendala untuk memilih atau menyediakan
alat permainan edukatif yang tepat untuk menciptakan suasana
yang menyenangkan dan rasa ketertarikan anak, yaitu bermain
sambil belajar
7. Masih minimnya penggunaan alat permainan edukatif terpadu
dari guru yang dapat mengembangkan berbagai aspek bidang
pengembangan kemampuan dasar anak.
8. Belum adanya alat permainan edukatif Boy-boyan di sekolah
tersebut yang sesuai dengan kurikulum dan tema yang ada. Lanjutan... a. Mengumpulkan Materi Gambar yang Dibutuhkan
b. Mengumpulkan bahan yang diperlukan
c. Produksi Bangun Geometri
d. Produksi Kartu Warna
e. Produksi buku petunjuk permainan
f. Pemilihan bola
g. Produksi kotak kemasan
h. Produksi pembatas lapangan dan alas menara
geometri
i. Validasi ahli materi
Dengan mendapatkan skor 3,88 kategori baik C. Pengembangan Produk B. Perencanaan Desain Awal
Produk j. Validasi ahli media
1. Mendapatkan skor 4,00 kategori baik
2. Revisi ahli media
a. Pembatas lapangan Lanjutan... Sebelum revisi Sesudah revisi Mencari skor (X) dengan menggunakan rumus rata-rata :X = (∑X)/n

X= skor rata-rata∑x= jumlah skor n= jumlah responden b. Gambar kelinci sebelumnya kurang jelas menggambarkan hewan kelinci, sekarang gambar kelinci diganti dengan gambar kelinci baru yang lebih jelas. Sebelum revisi Sesudah Revisi Sebelum direvisi c. Alas menara geometri Sesudah direvisi Sebelum direvisi d. Huruf depan bangun geometri Sesudah direvisi D. Uji Coba Lapangan Terbatas Tidak ada revisi F. Uji Coba Lapangan lebih Luas a. Di TK ABA Karangmalang kelompok B2 E. Revisi Hasil Uji Coba b. Di TK ABA Karangmalang Kelompok B3 G. Produk Akhir Alat permainan edukatif ini terdiri dari 20 bangun geometri yang membentuk menara geometri. Masing-masing bangun geometri bernomor urut dari angka 1 sampai 20. Pada sisi belakang bangun geometri tertulis perintah untuk membuka kartu warna. Regu main bertugas merubuhkan menara kemudian menyusun kembali sesuai urutan angka yang benar. Tugas regu lawan adalah menembakkan bola kearah regu main tetapi bola tidak boleh dibawa lari melainkan harus dioper ke teman satu regu. Sebelum dioper bola terlebih dahulu dilambungkan tiga kali. Setelah permainan usai, tugas pendamping adalah meneliti susunan bangun geometri yang telah diurutkan anak. Jika terdapat urutan yang salah maka anak harus melakukan perintah yang tertulis pada sisi belakang bangun geometri yang salah tersebut. Pendamping membacakan perintah maupun pertanyaan yang ada pada kartu warna. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Alat permainan edukatif yang dihasilkan dari pengembangan ini berupa alat permainan edukatif Boy-boyan berbentuk tiga dimensi berbahan kayu ringan yang terdiri dari satu paket alat permainan edukatif Boy-boyan tema angka berisi 20 buah bangun geometri tiga dimensi, kartu warna, bola plastik, bola tennis, pembatas lapangan dan alas menara geometri. Alat permainan edukatif ini terdiri dari 20 bangun geometri yang membentuk menara geometri. Masing-masing bangun geometri bernomor urut dari angka 1 sampai 20. Pada sisi belakang bangun geometri tertulis perintah untuk membuka kartu warna. Kartu warna berisi perintah maupun pertanyaan yang harus dilakukan anak.
Secara keseluruhan alat permainan edukatif Boy-boyan dikategorikan baik untuk mengembangkan aspek motorik, intelektual, sosial dan emosi anak TK kelompok B. Pada tahap uji ahli materi dan media mendapat penilaian baik dengan skor rata-rata 3,88 saat uji ahli materi dan 4,00 saat uji ahli media. Pada uji coba lapangan terbatas dan lapangan luas masing-masing aspek anak berkembang saat menggunakan alat permainan edukatif ini B. Saran Bagi peneliti atau pengembang selanjutnya, diharapkan mengembangkan sebuah alat permainan edukatif baru yang lebih inovatif
Bagi guru, diharapkan dapat memanfaatkan atau menggunakan alat permainan edukatif Boy-boyan sebagai alat permainan yang dapat dikombinasikan dengan metode pembelajaran di kelas sehingga proses pembelajaran lebih bervariasi.
Bagi anak TK Kelompok B, diharapkan alat permainan edukatif Boy-boyan dimanfaatkan atau digunakan sebagai alat permainan yang dapat membantu mengembangkan aspek Thanks for your attention
Full transcript