Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of PPT FISIKA

No description
by

Febry Harwinto

on 5 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of PPT FISIKA

FISIKA
SIFAT CAHAYA
Difraksi cahaya adalah peristiwa pelenturan cahaya yang akan terjadi jika cahaya melalui celah yang sangat sempit. Kita dapat melihat gejala ini dengan mudah pada cahaya yang melewati sela jari-jari yang kita rapatkan kemudian kita arahkan pada sumber cahaya yang jauh,misalnya lampu neon. Atau dengan melihat melalui kisi tenun kain yang terkena sinar lampu yang cukup jauh.
DIFRAKSI
Difraksi Celah Tunggal
Gambar tadi memperlihatkan gelombang cahaya yang datang pada sebuah celah yang sangat sempit.

Pada titik O di layar B, semua sinar memiliki panjang lintasan optis yang sama. Karena semua sinar yang jatuh di O memiliki fase yang sama maka titik O memiliki intensitas maksimum.

Titik P Akan minimum pada pola difraksi dan memiliki intensitas nol. Syarat keadaan ini adalah:
Difraksi pada Kisi

Difraksi cahaya juga terjadi jika cahaya melalui banyak celah sempit terpisah sejajar satu sama lain dengan jarak konstan. Celah semacam ini disebut kisi difraksi atau sering disebut dengan kisi O Pada gambar, Skema difraksi pada kisi P B ada di titik P 

Maka akan terjadi terang jika memenuhi persamaan berikut.
DISPERSI
Dispersi yaitu peristiwa terurainya cahaya putih menjadi cahaya yang berwarna-warni, seperti terjadinya pelangi. Pelangi merupakan peristiwa terurainya cahaya matahari oleh butiran-butiran air hujan. Peristiwa peruraian cahaya ini disebabkan oleh perbedaan indeks bias dari masing-masing cahaya, di mana indeks bias cahaya merah paling kecil, sedangkan cahaya ungu memiliki indeks bias paling besar. 
Cahaya putih yang dapat terurai menjadi cahaya yang berwarna-warni disebut cahaya polikromatik sedangkan cahaya tunggal yang tidak bisa diuraikan lagi disebut cahaya monokromatik. Peristiwa dispersi juga terjadi apabila seberkas cahaya putih, misalnya cahaya matahari dilewatkan pada suatu prisma.
Cahaya polikromatik jika dilewatkan pada prisma akan terurai menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Kumpulan cahaya warna tersebut disebut spektrum. Lebar spektrum yang dihasilkan oleh prisma tergantung pada selisih sudut deviasi antara cahaya ungu dan cahaya merah.
Sudut deviasi (D):
Besar sudut penyimpangan arah sinar datang dan keluar dari prisma,
Jika i1 = r2 , maka akan terjadi deviasi minimum
Sudut deviasi dipengaruhi oleh :
1. Indeks bias prisma (n)
2. Sudut pembias prisma ()
Pada peristiwa dispersi :
1. Sinar ungu terdeviasi paling besar karena indeks biasnya terbesar
2. Sinar merah terdeviasi paling kecil karena indeks biasnya terkecil
Selisih sudut deviasi antara dua warna cahaya disebut sudut dispersi
Interferensi adalah penjumlahan superposisi dari dua gelombang cahaya atau lebih yang menimbulkan pola gelombang yang baru.
Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut.
INTERFERENSI
Interferensi bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling menghilangkan.
Syarat Interferensi Cahaya :
Kedua sumber cahaya harus bersifat koheren (Kedua sumber cahaya mempunyai beda fase, frekuensi dan amplitude sama)
Penelitian mengenai interferensi cahaya dilakukanoleh Thomas Young. Young melewatkan cahaya mata-hari melalui lubang kecil (So) yang dibuat pada layar A. Sinar yang keluar melebar karena adanya difraksi dan jatuh pada lubang kecil (S1 dan S2) yang dibuat pada layar B. Dari sini kemudian diteruskan ke layar C. seperti pada gambar S1 dan S2 dapat dianggap sebagai sumber cahaya.

Selisih panjang lintasan optis keduanya adalah:
POLARISASI
Polarisasi cahaya adalah pembatasan atau pengutuban dua arah getar menjadi satu arah getar. Pada gambar, cahaya yang belum terpolarisasi mempunyai dua arah getar. Ketika cahaya tersebut dilewatkan pada sebuah celah (polarisator), cahaya mengalami pengutuban (polarisasi) sehingga cahaya hanya mempunyai satu arah getar.
1. Penyerapan
Polarisasi akibat penyerapan terjadi jika cahayamelalui zat yang dapat memutar bidang polarisasi gelombang cahaya. Zat semacam ini disebut zat optik aktif.Contoh zat ini adalah larutan gula.
2.Hamburan
Salah satu gejala polarisasi cahaya akibat hamburan adalah langit yang berwarna biru. Hal ini disebabkan gelombang cahaya warna biru lebihbanyak dihamburkan oleh atmosfer. Atmosfer kita cenderung lebih banyak menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang yang pendek daripada panjang gelombang yang panjang.
3.Pemantulan
Ketika cahaya mengenai bidang batas dua medium optik dengan kerapatan berbeda, sebagian cahaya akan dipantulkan. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya polarisasi. Tingkat polarisasi bergantung padasudut datang dan indeks bias kedua medium. Cahaya yang terpantulkan terpolarisasi seluruhnya ketika sudut datang antara sinar bias dan sinar pantul saling tegak lurus.
Berdasarkan hukum Snellius, besarnya sudut datang saat terjadi polarisasi adalah:



Berdasarkan trigonometri sin (90° –ɵp) = cos ɵp, sehingga
Contoh Soal:
Seorang anak melakukan percobaan dengan menyusun cahaya tegak lurus dengan suatu polarisator dan analisator yang merupakan kristal kwarsa berisi penuh larutan gula seperti gambar berikut.
Jika panjang Analisator 20 cm, konsentrasi larutan 1 M dan sudut putar jenis larutan 60,
Tentukan besar sudut perubahan polarisasi cahaya tersebut
Diketahui:
L= 20 cm = 0,2 m
C= 1 M
= 60

Ditanya:

Jawab:
= CL
= 0,2 x 1 x 60
= 12
THANK
YOU
Full transcript