Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus

No description
by

Andy Shariff

on 26 January 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus

Angka kejadian abortus ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.2 Rumusan Masalah
Apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Dr. A.K. Gani Palembang periode Januari – Agustus 2014 ?
1.1 Latar Belakang
Etiologi Abortus
1. Faktor Genetik
Klasifikasi Abortus
Ab. Imminens
2.1 Landasan Teori
3.2 Waktu dan Lokasi
Agustus - November 2014.
3.1 Jenis Penelitian
Survei analitik dengan metode
case control
BAB I
PEDAHULUAN
BAB II
TINJAUN PUSTAKA
BAB III
METODE PENELITIAN
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus
di Rumah Sakit Dr.A.K. Gani Palembang
Periode Januari - Agustus 2014

SKRIPSI
Oleh

Muhammad Apriliandy Shariff
70 2011 054

Penguji : dr. Severina Adella Tobing, Sp.OG
Pembimbing 1 : dr. Hibsah Ridwan, M.Sc
Pembimbing 2 : dr. Ratika Febriani

1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Dr. A.K. Gani Palembang periode Januari – Agustus 2014.
1.3.2 Tujuan Khusus
Untuk Mengetahui
Distribusi Frekuensi:
umur ibu
ABORTUS ?
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
1. Menyumbang ilmu pengetahuan
2. Informasi kepada ibu hamil
3. Landasan penelitian berikutnya
1.4.2 Manfaat Praktisi
1. Menambah wawasan
2. Saran kepada suami-istri
1.5 Keaslian Penelitian
ABORTUS ?
Janin keluar rahim
< 20 minggu
< 500 gr
Ab. Insipiens
Ab. Kompletus
Ab. Inkompletus
Missed Abortion
Ab. Habitualis
Abortus Infeksiosus dan Abortus Septik
Blighted Ovum
(Prawirohardjo, 2010)
Klasifikasi Lain
Ab. Elektif
Ab. Terapetik
Cunningham dkk, 2012
TERIMA KASIH
Faktor Risiko Abortus
Usia Ibu
Penatalaksanaan Abortus
Ab. Imminens
Ab. Insipiens
Ab. Kompletus
Ab. Inkompletus
Ab. Habitualis
Ab. Infeksiosus
Komplikasi Abortus
Mochtar, 2012
Perdarahan
Syok
Cedera Serviks
Hematometra Akut
Infeksi
Perforasi
2.2 Kerangka Teori
2.3 Hipotesis
Ho (Hipotesis null)
&
Ha (Hipotesis Alternatif)
Rumah Sakit Dr. A.K. Gani Palembang
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi
1042 Ibu hamil yang berobat ke Rumah Sakit Dr. A.K. Gani Palembang periode Januari - Agustus 2014.
Sampel
Kasus
60 Ibu abortus
Kontrol
60 Ibu tidak abortus
Kriteria Inklusi
Sampel Kasus
a. Ibu hamil yang mengalami abortus yang berobat ke Rumah Sakit Dr. A.K. Gani Palembang periode Januari – Agustus 2014.
b. Data rekam medik yang lengkap

Kriteria Inklusi
Sampel Kontrol
a. Ibu hamil yang tidak mengalami abortus yang berobat ke Rumah Sakit Dr. A.K. Gani Palembang periode Januari – Agustus 2014.
b. Data rekam medik yang lengkap.
Kriteria Eksklusi
Sampel Kasus
Data rekam Medik tidak lengkap

Kriteria Restriksi
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi
Kasus
Kontrol
Kasus
Kontrol
Cara Pengambilan Sampel
Total sampling
Matching
Kasus
Kontrol
3.4 Variabel Penelitian
Variabel Dependen
Variabel Independen
3.5 Definisi Operasional
1. Umur Ibu
2. Paritas
3. Riwayat Abortus
3.6 Cara Pengumpulan Data
: Rekam Medik
3.7 Cara Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan Data

A. Analisa Data Univariat
B. Analisa Data Bivariat

Analisis Data
Mencari hubungan yang bermakna antara variabel dependen dengan variabel independen
3.8 Alur Penelitian
WASSALAMUALAIKUM WR.WB.
Data Sekunder
Masih tinggi
CDC pada tahun 2010, terdapat 765.651 kasus abortus. dari 49 negara. Diperkirakan tingkat kejadian abortus tahun 2010 mencapai 14,6 per 1000 wanita pada umur 15-44 tahun dan rasio abortus 228 kejadian abortus berbanding 1000 kelahiran hidup
Abortus di Indonesia sebesar 37 ab per 1000 perempuan usia reproduksi(15-49 tahun)
Penyebab ?
Multifaktorial
Abortus di negara-negara lain di Asia; dalam skala regional sekitar 29 abortus per 1000 perempuan usia reproduksi
Collecting
Processing
Cleaning
Tabulating
Definisi ?
Instrumen ?
Cara Ukur ?
Hasil Ukur ?
Skala Ukur ?
1. Penelitian oleh Rosi Kurnia Sugiharti pada tahun 2011, dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Abortus di RSIA Amanah umpiuh Kelurahan Kebokura, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas”. Variabel independen; umur, paritas, anemia, penyakit ibu dan sosial ekonomi ibu, sedangkan variabel dependen; kejadian abortus.
2. Penelitian oleh Agung Prasetya Dwilaksana pada tahun 2009, dengan judul “Faktor Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus di RSUD Banyumas Unit II Purwokerto”. Variabel independen; usia, riwayat abortus, pendidikan, sedangkan variabel dependen; kejadian abortus.
3.Penelitian oleh Siti Mulyati pada tahun 2003, dengan judul “Hubungan Riwayat Infeksi Saluran Reproduksi Dengan Kejadian Abortus Spontan di Lima Rumah Sakit Wilayah DKI Jakarta pada Tahun 2002”. Variabel independen; umur ibu, status penggunaan alat kontrasepsi, ANC, paritas ibu dan status infeksi, sedangkan variabel dependen; kejadian abortus. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan bermakna antara umur ibu, status penggunaan alat kontrasepsi dan ANC dengan kejadian abortus. Namun tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara paritas ibu dan status infeksi dengan kejadian abortus.

2. Penyebab Anatomik

3. Penyebab Autoimun

4. Penyebab Infeksi

5. Faktor Lingkungan

6. Faktor Hormonal
A. Kadar Progesterone Rendah
B. Defek Fase Luteal

7. Faktor Hematologik
(Prawirohardjo, 2010)
paritas
riwayat
abortus
Paritas
Riwayat
Abortus
Sampel Kontrol
D
ata rekam Medik tidak lengkap

Umur Ibu
Paritas
Riwayat Abortus
Kejadian
Abortus
5.1 Kesimpulan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
1042 Ibu Hamil
4.3 Keterbatasan Penelitian
4.1 Hasil
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
60 kasus
60 kontrol
matching
Univariat
Bivariat
A. Umur Ibu
Untuk keperluan analisis bivariat, maka kelompok umur dibagi menjadi dua yaitu dibawah 20 tahun dan antara 20-35 tahun; serta diatas 35 tahun.
Tabel 4.1 Distribusi sampel kasus berdasarkan kelompok umur (n=60)
B. Paritas
Tabel 4.2 Distribusi sampel kasus berdasarkan paritas (n=60)
C. Riwayat Abortus
Tabel 4.3 Distribusi sampel kasus berdasarkan riwayat abortus (n=60)
A. Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Abortus (n=120)
B. Hubungan Paritas dengan Kejadian Abortus (n=120)
C. Hubungan Riwayat Abortus dengan Kejadian Abortus (n=120)
Univariat
Bivariat
A. Umur Ibu
Proporsi umur ibu antara 20-35 tahun menempati proporsi terbesar yaitu 37 ibu (61,7%), diikuti proporsi umur ibu diatas 35 tahun (30%) dan ibu berumur dibawah 20 tahun (8,3%)
B. Paritas
A. Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Abortus
B. Hubungan Paritas dengan Kejadian Abortus
Diatas 35 tahun lebih berisiko untuk mengalami abortus
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Yudiantin (2014) di RSUD BARI Palembang : diatas 35 tahun (41 ibu) > dibawah 20 tahun (21 ibu)

Proporsi paritas ibu terbanyak Multipara 24 ibu (40%), diikuti Nullipara 19 ibu (31,7%), Primipara 17 ibu (28,3%) dan Tidak terdapat ibu Grande Multipara.
Ibu dengan status Multipara berisiko tinggi untuk mengalami abortus
Sesuai dengan temuan Nurjaya dkk. (2005) di RSIA Siti Fatimah, dari 144 ibu abortus 89,6%) dengan paritas rendah (1-3 kali partus) dan 15 ibu (10,4%) idengan paritas tinggi (>4 kali partus).
C. Riwayat Abortus
38 ibu (63,3%) dengan riwayat abortus, hal ini lebih banyak daripada ibu tanpa riwayat abortus yaitu 22 ibu (36,7%).
Ibu yang tidak pernah abortus memiliki kecendrungan untuk mengalami abortus dari pada ibu yang pernah mengalami abortus
Penelitian Perdana (2012) Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, dari 83 ibu abortus didapatkan proporsi yang pernah abortus 21 ibu (25,3%) dan belum pernah abortus 62 ibu (74,6%).
Dari hasil penelitian ini didapatkan
tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu dan kejadian abortus
Tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Prawirohardjo (2010), bahwa angka kejadian kelainan kromosom/trisomi akan meningkat setelah ibu usia 35 tahun.
Menurut Nurjaya dkk. (2005), umur diatas 35 tahun dikatakan berisiko tinggi mengalami abortus karena alat reproduksi sudah mengalami kemunduran atau penurunan elastisitas.
Sejalan dengan penelitian Perdana (2012) yang dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Periode 1 Januari – 31 Desember 2011. Dalam penelitiannya disimpulkan bahwa umur ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian abortus spontan (p=0,484)
Akibat
aktifitas ibu muda
yang sangat padat
nutrisi, faktor lingkungan dll
Dari hasil penelitian didapatkan
tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian abortus
Berbeda dengan teori yang dikemukakan oleh Cunningham dkk. (2012) bahwa risiko terjadinya abortus meningkat dengan meningkatnya jumlah kehamilan dan kelahiran, usia ibu dan umur ayah serta jarak kelahiran.
Sejalan dengan penelitian Mahdiyah, Rahmawati dan Lestari (2013) pada RSUD. Dr. H. Moch. Ansari Saleh bahwa responden yang mengalami abortus, 66 orang (54,1%) termasuk kategori paritas tidak aman dan 56 orang (45,9%) pada paritas aman. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas dan kejadian abortus
(p=0,562)
.
faktor-faktor lain yang tidak diteliti
variabel-variabel perancu yang dapat mempengaruhi kejadian abortus, misal pemasangan alat kontrasepsi
C. Hubungan Riwayat Abortus dengan Kejadian Abortus
Hasil analisis bivariat menunjukkan
tidak ada hubungan yang bermakna antara riwayat abortus dengan kejadian abortus

Berbeda dengan Cunningham, dkk. (2012), risiko abortus pada trimester pertama setelah 1 kali keguguran adalah 24%, setelah 2 kali keguguran 26% dan setelah 3 kali keguguran menjadi 32%
Sejalan dengan penelitian Kusniati (2007) di RSIA An Ni’mah, Banyumas yang mendapati hubungan antara ibu yang mengalami abortus dengan riwayat abortus (23,5%) adalah tidak bermakna (p=0,302)
riwayat abortus
bukanlah faktor utama penyebab abortus
serviks ibu yang inkompeten
yang akan meningkatkan risiko abortus
rekam medik
tempat penelitian
waktu penelitian
1. Persentase umur ibu <20 tahun yang mengalami abortus sebesar 4,2%, 20-35 tahun sebesar 37% dan >35 tahun sebesar 30%
2. Persentase paritas ibu Nullipara yang mengalami abortus sebesar 31,7%, Primipara 28,3%, sedangkan Multipara 40% dan tidak terdapat ibu dengan status Grande Multipara
3. Persentase ibu dengan riwayat abortus yang mengalami abortus sebesar 36,7% dan tanpa riwayat abortus 63,3%
4. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur ibu, paritas dan riwayat abortus dengan kejadian abortus.
Survei awal
yang lebih efektif untuk menentukan variabel yang diteliti
Perlu diperhatikan penulisan yang lebih baik, lengkap dan jelas dalam pengisian
rekam medis
yang ada Rumah Sakit Dr. A.K. Gani Palembang
Periksa kehamilan
sedini mungkin
Full transcript