Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Ekonomi & Kesejahteraan Umat

No description
by

iman santoso

on 24 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Ekonomi & Kesejahteraan Umat

Ekonomi dan& Kesejahteraan Umat Universitas Airlangga Ilmu dan teknologi lingkungan EKONOMI ISLAM DAN KESEJAHTERAAN UMAT Ekonomi Islam adalah: Ilmu yang mempelajari bagaimana manusia itu memenuhi kebutuhan hidupnya, sesuai dengan lingkungan dan masanya, dengan sarana-sarana atau sumberdaya yang Tersedia guna mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat yang didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Merupakan bagian dari sistem Islam yang menyeluruh
Ekonomi Islam merealisasikan keseimbangan antara antara kepentingan individu dan masyarakat, serta kehidupan dunia dan akhirat.
Ekonomi Islam didasarkan pada sumber hukum Islam Al-Qur’an , Al-Hadits serta hasil ijtihad ulama yang mencerminkan nilai-nilai Al-Quran dan Al- Hadits.
Ekonomi Islam merupakan konsep tersendiri yang berbeda dengan Ekonomi konvensional. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam

Secara garis besar ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dasar:
1.Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atautitipan dari Allah swt kepada manusia.
2.Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.
3.Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama.
4.Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja.
5.Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang.
6.Seorang muslim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti.
7.Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab)
8.Islam melarang riba dalam segala bentuk. Kelompok 9

Fakri ammar (081211133012)
Yesi Akmaliyah (081211133013)
Dea Monica (081211133014)
Januar Jody Ferdiansyah (081211133015)
Iman Santoso Adji (081211133016) Ciri-ciri Ekonomi islam Asumsi dasar atau norma pokoknya berdasarkan syari’ah Islam
Prinsipnya: Penerapan asas efisiensi dan manfaat dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup
Motifnya: Mencari keberuntungan dunia dan akhirat dengan beribadah dalam arti yang luas. perbedaan ekonomi islam dengan ekonomi konvensional Bukti filantropis Islam yang bersifat larangan:
Islam melarang riba (memungut tambahan dari harta pokok dengan cara yang tidak dibenarkan)
Islam melarang jual beli ghoror (jual beli yang mengandung ketidakpastian/berspekulasi)
Islam melarang ikhtikar (menimbun)
Islam melarang menipu dalam semua bentuknya
Islam melarang mubadzir (boros/berlebih-lebihan)
Islam melarang jual beli najasy (memuji/mengaku telah ditawar lebih mahal pada barang dagangannya sendiri)
Islam melarang talaqqi rukban (membeli dengan mencegat pedagang yang tidak tahu harga pasar), dll. Manajemen Zakat, Infaq, dan Shadaqah Pengertian dan dasar hukum zakat

Kata zakat berarti suci, menyucikan. Zakat juga semakna/dapat diartikan dengan nama’ (pertumbuhan), thaharah (suci), barakah (tambah kebaikan)

Zakat adalah pengambilan tertentu dari harta yang tertentu untuk diberikan pada golongan tertentu

Menurut UU No 38 Than 1999 Tentang Pengelolaan Zakat, zakat adalah : Harta yang wajib disisihkan oleh seorang Islam atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan pada yang berhak menerimanya. Islam dan Kesejahteraan Umat

Ajaran Islam sangat perhatian terhadap terwujudnya kesejahteraan umat (Islam sangat filantropis). Hal ini dibuktikan dengan adanya ajaran tentang perintah-perintah dan larangan-larangan:
Adanya perintah membayar zakat bagi umat Islam yang memenuhi syarat
Adanya anjuran untuk waqaf, infaq, shadaqoh bagi umat Islam yang mampu.
Adanya perintah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan, dan menyintaisesama umat. Pengertian Infaq dan Shadaqah Infaq adalah pengeluaran sukarela yang dilakukan oleh seseorang setiap kali ia memperoleh rizki sebanyak yang dikehendakinya sendiri
Shadaqah adalah pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang pada orang lain dengan tidak ditentukan jenis, jumlah, maupun waktunya, dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada Allah.
Infaq biasanya secara khusus diberikan pada mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kita Dasar Hukum zakat antara lain: Q.S. 9:103, Q.S. 2:110, Q.S. 9:60, dll., dan banyak Hadits Nabi.
Harta yang wajib dibayarkan zakatnya adalah:
Emas, perak, dan uang.
Barang yang diperdagangkan
Hasil peternakan
Hasil bumi
Hasil tambang dan barang temuan. Manajemen zakat produktif Berhasilnya pengelolaan zakat tidak hanya bergantung pada banyaknya zakat yang terkumpul, tetapi juga pada dampak dari pengelolaan zakat itu sendiri
Pengelolaan zakat baru dikatakan berhasil jika benar-benar mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial dalam masyarakat. Inilah makna manajemen zakat yang produktif.
Keadaan ini sangat bergantung dari kinerja Amil dan political will pemerintah
Pijakan untuk mencapai hal tersebut telah ada, yaitu Undang-Undang No 38 tahun 1999 Tentang Pengelolaan zakat, juga telah dibentuk Direktorat Zakat dan Wakaf dalam Departemen Agama. Dalam pengelolaan zakat produktif, setidaknya diperlukan beberapa prinsip antara lain:
Pengelolaan harus berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah
Keterbukaan/transparansi/akuntabilitas.
Menggunakan manajemen dan administrasi modern
Berpegang teguh pada tujuan utama pengelolaan zakat, yaitu:
Mengangkat harkat dan martabat mustahiq, juga bangsa dan negara
Membantu memecahkan persoalan ekonomi yang dihadapi para mustahiq
Meningkatkan syiar Islam
Mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial masyarakat. Manajemen Wakaf Wakaf dan Permasalahannya di Indonesia

Wakaf secara bahasa berasal dari kata : waqafa-yaqafu-waqfan yang berarti: menghentikan, berdiam di tempat, menahan sesuatu
Dalam Ensiklopedi Islam: Wakaf adalah memelihara suatu barang atau benda dengan jalan menahannya agar tidak menjadi milik pihak ketiga.
Menurut PP No. 28 Tahun 1977 Tentang Perwakafan Tanah Milik: Wakaf adalah perbuatan hukum dari seseorang yang dengan sengaja memisahkan atau mengeluarkan harta bendanya yang tertentu untuk digunakan atau diberikan manfaatnya bagi keperluan di jalan Allah/kebaikan. rukun dan syarat-syarat Wakaf Waqif, yaitu orang yang berwakaf. Syaratnya: Aqil, baligh, rasyid, tak terhalang melakukan tindakan hukum, dan atas kehendak sendiri.
Mauquf alaih, yaitu sasaran atau pihak yang dituju dalam wakaf. Syaratnya tidak boleh bertentangan nilai-nilai ibadah.
Mauquf, yaitu barang yang diwakafkan. Syaratnya: Barang kekal tak lekas rusak, milik waqif, jelas wujud dan batas-batasnya, lepas dari kekuasaan wakif.
Shighat, pernyataan serah terima wakaf baik secara lisan atau tulisan. Syaratnya harus jelas dan dapat dimengrti, serta tegas untuk seseorang atau umum.
Di samping itu dalam wakaf juga sebaiknya ada mutawalli/nadzir yaitu orang atau badan yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus harta wakaf dengan sebaik-baiknya sesuai dengan wujud dan tujuannya. Any question?
Full transcript