Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

elompok 1

No description
by

Mundzir el

on 24 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of elompok 1

elompok 1
Ulfa Maulda Farid (201210070311132)
Henik Kurniawati (201210070311141)
Yugi Putri Wilujeng (201210070311143)
Ahmad Mundzir R (201210070311150)
Riska Mahargian (201210070311151)
Fithri Wening Sasmita (201210070311163)


KROMOSOM
Sejarah Kromosom
Istilah kromosom dikenalkan oleh W.Waldayer yang mengatakan bahwa kromosom berasal dari dua kata, yaitu chroma yang berarti warna dan soma berarti badan. Dari asal katanya tersebut kromosom dapat diartikan sebagai badan-badan halus yang berbentuk batang panjang atau pendek, lurus atau bengkok yang mudah menyerap zat warna. Menurut Wilhelm Roux (1883), kromosom adalah pembawa faktor keturunan. Eksperimen T. Bovery dan Ws. Sutton (1902) membuktikan bahwa kromosom membawa material genetik.

Apa itu Kromosom ?
Kromosom merupakan struktur mikroskopik dalam sel yang membawa molekul asam nukleat yakni asam deoksiribonukleat (ADN) dan ARN. Kromosom berfungsi membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Ilmu yang mempelajari tentang kromosom disebut sitogenetik.
Penyusun Kromosom
Cara penyusunan molekul DNA dan protein sebenarnya cukup rumit. Pengemasan DNA dalam kromosom terjadi pada tahap profase. Secara ringkas pengemasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Untai DNA dipintal pada suatu set protein, yaitu histon yang menjadi suatu bentukan yang disebut unit nukleosom. Unit-unit nukleosom tersusun padat membentuk benang yang lebih padat dan terpintal menjadi lipatan-lipatan solenoid. Lipatan solenoid tersusun padat menjadi benang kromatin. Benang-benang kromatin tersusun memadat menjadi lengan kromatid. Lengan kromatid kembar disebut kromosom.

Sumber : http://biologigonz.blogspot.com
Sumber :http://biologigonz.blogspot.com
Sifat-sifat Kromosom
1. Hanya terlihat pada waktu sel membelah yaitu berupa kromatin.
2. Mempunyai ukuran panjang antara 0,2 – 40 m (mikron) dan diameter 0,2-20 mikron
3. Pada manusia ukuran kromosom kurang lebih 6 mikron
4. Kromosom pada sel prokariotik hanya memiliki satu kromosom dan tidak terletak di
dalam inti sel.
5.Kromosom sel eukariotik, jumlahnya bervariasi menurut jenis organisme dan
terdapat di dalam nukleus.
6. Umumnya memiliki susunan kimia yang terdiri dari kromatin 60%, DNA 35%, RNA
5% dan protein.
7. Protein terdiri dari histon (bersifat basa) dan nonhiston (bersifat netral atau asam).
Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga
menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA.
8. Memiliki beberapa enzim yang terlibat dalam sintesis DNA dan RNA.

Sumber :http://biologigonz.blogspot.com
Struktur Kromosom
a. Sentromer (kinetokor)
Merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan penghubung antara lengan yang satu dengan lainnya dan berfungsi sebagai tempat melekatnya benang gelendong (spindle fober) pada waktu kromosom akan bergerak menuju ke kutub sel, pada fase anafase pembelahan kromosom.
b. Lengan
Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung gen. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua, tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan. Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema.
e. Kromomer (granula besar)
f. Kromiol (granula kecil)

Kromosom yang mengalami sedikit penebalan.
c. Selaput (membran)
Lapisan tipis yang menyelaputi kromosom.
d. Kromonema (kromatid)

Pita berbentuk spiral, tempat melekatnya kromiol dan kromomer. Kromonema merupakan filamen yang sangat tipis yang terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada tahap interfase).
Kromonema yang mengalami penebalan di beberapa tempat dan merupakan bahan nukleoprotein yang mengendap serta sebagai tempat lokus gen. Kromomer merupakan struktur berbentuk manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatin yang terkadang terlihat saat interfase. Kromomer sangat jelas terlihat pada kromosom politen (kromosom dengan DNA yang telah direplikasi berulang kali tanpa adanya pemisahan dan terletak berdampingan sehingga bentuk kromosom seperti kawat).
Sumber :http://biologigonz.blogspot.com

Bagian yang terdapat pada ujung kromosom dan berfungsi untuk menghalangi bersambungnya kromosom satu dengan lainnya.



Cairan sitoplasma (endoplasma) yang agak memadat dan terdapat di dalam kromosom.




Bagian yang berfungsi sebagai tempat pembawa sifat-sifat keturunan (hereditas).




Bagian tambahan yang terdapat pada ujung kromosom dan tiap kromosom belum tentu memilikinya. Satelit terbentuk karena adanya konstriksi sekunder di ujung kromatid.
g. Telomer
h. Matriks
i. Lokus gen
j. Satelit
Klasifikasi Kromosom
Berdasarkan jenis dan fungsinya, kromosom diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:

Kromosom autosom (kromosom tubuh)
kromosom yang tidak ada hubungannya dengan penentuan jenis kelamin. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina, dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. Autosom berisi gen yang mengendalikan ciri-ciri tubuh secara umum. Autosom biasanya disimbolkan dengan A.
Kromosom gonosom (kromosom seks)
Sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin dan bersifat haploid (n), Kromosom ini tidak mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina dan pada umumnya dibedakan atas dua macam, yaitu kromosom seks X dan kromosom seks Y (misalnya pada manusia).
Sedangkan berdasarkan lokasinya pada individu,kromosom dibedakan menjadi 2, yaitu:
Kromosom Prokariotik

kromosom yang sangat sederhana dan hanya terdapat pada organisme prokariotik. Misalnya: kromosom virus mozaik pada tembakau hanya berupa pita ARN tunggal dan kromosom pada bakteri E. coli berupa benang ADN tunggal yang melingkar atau diikuti oleh molekul ARN.
Kromosom Eukariotik

kromosom yang terdapat pada organisme multiseluler. Pada umumnya terdiri dari dua pita ADN (sense dan antisense) yang sangat panjang dan dibungkus oleh membran inti.
Sumber :http://biologigonz.blogspot.com
Sumber :http://biologigonz.blogspot.com
Berdasarkan posisi sentromer, kromosom diklasifikasikan menjadi 4 tipe, yaitu:
Telosentrik, bila hanya memiliki satu lengan dan sentromer terletak pada ujung kromosom.

Akrosentrik, bila satu lengan sangat pendek dibandingkan dengan lengan yang lain sehingga sentromer sangat dekat dengan salah satu lengan (sentromer mendekati ujung). Biasanya membentuk huruf J
Submetasentrik, bila kedua lengan kromosom tidak sama panjangnya dan sentromer tidak berada di tengah (lebih dekat dengan salah satu lengan). Biasanya membentuk huruf L.

Metasentrik, bila kedua lengan kromosom sama panjangnya dan sentromer berada persis di tengah-tengah lengan kromosom pada jarak yang sama. Biasanya membentuk huruf V.

Ukuran dan Jumlah Kromosom Organisme
a. Ukuran dan jumlah kromosom pada setiap organisme sangat bervariasi dari berbagai spesies. Sel tubuh kromosom selalu berada dalam keadaan berpasang-pasangan. Dalam sel yang sama, tiap pasangan kromosom berbeda satu dengan yang lainnya. Dua kromosom pada tiap pasangan berisi gen-gen sesuai dengan variasi karakter yang diwariskan, tergantung pada jenis spesies masing-masing.

b. Kromosom yang berpasangan dengan memiliki bentuk, ukuran dan komposisi sama disebut kromosom homolog. Hal ini dapat dijumpai pada sel tubuh lalat buah yang memiliki 4 macam kromosom homolog, sedangkan manusia mempunyai 23 macam kromosom homolog.

c. Perangkat kromosom disebut genom, pada sel tubuh terdapat sepasang kromosom yang disebut diploid (2n), sedangkan pada sel gamet hanya terdapat satu pasang kromosom saja yang disebut dengan haploid (n). Seseorang yang mengalami penyakit kanker maka set kromosomnya lebih dari dua, kemungkinan terjadi triploid, tetraploid, dan poliploid.

d. Set komplit kromosom dalam sel disebut kariotipe. Kariotipe digunakan untuk mengetahui adanya kelainan genetic. Jumlah kromosom tidak ada hubungannya dengan tingkat atau derajat individu.


Kariotipe kromosom pada manusia
Full transcript