Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

KERAJAAN JAMBI & RIAU

No description
by

Anis Nurrohmah

on 6 May 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KERAJAAN JAMBI & RIAU

Gambar Istana Kerajaan Pelalawan
Pendahuluan
Pendahuluan
TERIMAKASIH :)
Kerajaan Jambi
Kerajaan Jambi
KERAJAAN RIAU-LINGGA
Kesultanan Jambi adalah Kerajaan Islam yang berkedudukan di Provinsi Jambi sekarang. Kerajaan ini berbatasan dengan Kerajaan Indragiri dan Kerajaan - Kerajaan Minangkabau seperti Siguntur dan Lima Kota dii utara. Di selatan kerajaan ini berbatasan dengan Kesultanan Palembang (kemudian Keresidenan Palembang).

Kesultanan Jambi juga mengendalikan Lembah Kerinci, meskipun pada masa akhir kekuasaannya, kekuasaan nominal tidak lagi diperdulikan. Ibukota Kesultanan Jambi terletak di Kota Jambi, yang terletak di pinggir sungai Batanghari.
Lingga pada awalnya merupakan bagian dari Kesultanan Malaka, dan kemudian Kesultanan Johor. Pada 1811 Sultan Mahmud Syah III mangkat.Ketika itu, putra tertua, Tengku Hussain sedang melangsungkan pernikahan di Pahang. Menurut adat Istana, seseorang pangeran raja hanya bisa menjadi Sultan sekiranya dia berada di samping Sultan ketika mangkat. Dalam sengketa yang timbul Britania mendukung putra tertua, Husain, sedangkan Belanda mendukung adik tirinya, Abdul Rahman. Traktat London pada 1824 membagi Kesultanan Johor menjadi dua: Johor berada di bawah pengaruh Britania sedangkan Riau-Lingga berada di dalam pengaruh Belanda. Abdul Rahman ditabalkan menjadi raja Lingga dengan gelar Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah, dan berkedudukan di Daik, Kepulauan Lingga.
Kelompok 2
Wednesday, May 6, 2015
Rumusan Masalah
KESIMPULAN
KERAJAAN JAMBI & RIAU
Bagaimana kehidupan politik, ekonomi, agama, dan sosial budaya Kerajaan Jambi ?
Bagaimana kehidupan politik, ekonomi, agama, dan sosial budaya Kerajaan Riau ?
Pada permulaan abad ke-8 salah seorang raja Melayu Jambi (Sri Maharaja Srindrawarman) menganut agama Islam. Namun, pada permulaan abad ke-8 dan permulaan abad ke-12 terjadi masa vakum dakwah Islam di Jambi. Agama Islam mazhab Syafi'i baru mulai berkembang di Jambi, setelah daerah ini takluk di bawah kekuasaan Samudra Pasai (1285-1522). Yang memberi corak khusus dan yang menentukan jalannya perkembangan seta yang nyata-nyata mengubah kebudayaan Melayu Jambi adalah pengaruh-pengaruh dari agama Islam.
Pengaruh ini menciptakan ciptaan-ciptaan yang memberi ciri tertentu kepada kebudayaan Melayu Jambi. Agama Hindu/Budha, yang dalam zaman purba menentukan corak dan disebut Kebudayaan Melayu didesak oleh agama Islam.
Dalam pembentukan kebudayaan baru, yang tumbuh dan berkembang adalah kebudayaan pengaruh Islam. Pengaruh islam pulalah yang memberikan dan menentukan arah baru serta corak khusus kebudayaan material dan spiritual.
AGAMA
Perdagangan lada merupakan komoditas yang sangat menguntungkan. Pada mulanya pihak kesultanan (yang juga bertindak sebagai pengumpul dan penjual) melakukan perdagangan dengan orang-orang Portugis, perusahaan dagang Inggris dan juga Hindia Timur Belanda. Para perusahaan dagang tersebut juga melibatkan orang-orang Cina, Melayu, Bugis dan Jawa. Dari monopoli perdagangan dan bea Impor Ekspor inilah para Sultan Jambi menjadi kaya dan membiayai perjalanan Pemerintahannya. Dengan posisi demikian Jambi ikut berperan aktif dalam hubungan Internasional.

EKONOMI
Susunan pemerintahan Jambi pada zaman Belanda masih memperhatikan susunan adat seperti di zaman kesultanan, namun disertai dengan beberapa penyesuaian, disesuaikan dengan politik jajahannnya. Singkatnya, pemerintahan Jambi di era penjajahan Belanda berturut-turut dari level teratas sampai terbawah adalah Residen-Kontrolir-Demang-Asisten Demang-Kepala Adat/Pasirah-Penghulu/Kepala dusun-Rakyat.
Karena adanya pengaruh dari Jawa, tahun 1939 lahir beberapa partai politik di Jambi. Adanya partai politik ini membuka mata masyarakat Jambi bahwa mereka harus berjuang mencapai kemerdekaan. Kesadaran ini juga muncul karena melalui partai-partai ini, mereka mengetahui bahwa di Eropa sedang terjadi peperangan sehingga terdapat ruang bagi rakyat di negeri jajahan untuk bangkit.

Menurut buku
Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi
, perkembangan seni budaya di wilayah Kesultanan Jambi pada umumnya merupakan kelanjutan dari masa sebelumnya. Hanya saja untuk beberapa hal terdapat kreasi baru seperti dalam musik dan tari. Sedangkan jenis seni budaya kesultanan Jambi meliputi :
Seni Ukir : Ukiran bunga tampuk manggis, Ukiran akar China, Ukiran Tawang
Seni Tari dan Lagu : Tari Tauh, Tari nan Belambai
Seni Kriya
SOSIAL BUDAYA
Kerajaan jambi berulang kali diserang oleh Kerajaan Colamandala dari India yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa. Kerajaan taklukan jambi (Ligor, Tanah Genting Kra, Kelantan, Pahang, dan Sunda) banyak yang melepaskan diri dari jambi.Terdesak oleh perkembangan kerajaan di Thailand yang meluaskan pengaruhnya ke arah selatan .
Mundurnya perekonomian dan perdagangan Kerajaan jambi karena bandar-bandar pentingnya sudah melepaskan diriAdanya serangan dari Raja Dharmawangsa 990 M.Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 – 1292.Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.Adanya serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477.
KERUNTUHAN
Dilihat dari komposisi penduduk provinsi Riau yang penuh kemajemukan dengan latar belakang sosial budaya, bahasa, dan agama yang berbeda, pada dasarnya merupakan aset bagi daerah Riau sendiri. Agama-agama yang dianut penduduk provinsi ini sangat beragam, diantaranya Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Berbagai sarana dan prasarana peribadatan bagi masyarakat Riau sudah terdapat di provinsi ini, seperti Mesjid Agung An-nur (Mesjid Raya di Pekanbaru), Masjid Agung Pasir Pengaraian, dan Masjid Raya Rengat bagi umat muslim. Bagi umat Katolik/Protestan diantaranya terdapat Gereja Santa Maria A Fatima, Gereja HKBP di Pekanbaru, GBI Dumai, Gereja Kalam Kudus di Selatpanjang, Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Bagansiapiapi, Gereja Methodist (Jemaat Wesley) di Bagansiapiapi.[butuh rujukan] Bagi umat Buddha/Tridarma ada Vihara Dharma Loka dan Vihara Cetia Tri Ratna di Pekanbaru, Vihara Sejahtera Sakti di Selatpanjang, Kelenteng Ing Hok Kiong, Vihara Buddha Sasana, Vihara Buddha Sakyamuni di Bagansiapiapi. Bagi Umat Hindu adalah Pura Agung Jagatnatha di Pekanbaru.[butuh rujukan]

AGAMA
kehidupan sosial budaya di kerajaan melayu riau/Kerajaan riau menyerupai kerajaan Sriwijaya para bangsawan nya memeluk agama buddha dan rakyatnya memiliki kepercayaan tradisional. Kerajaan melayu riau, memiliki penduduk yang religius dan memiliki seni yang tinggi. Terdapat beberapa kebudayaan yang ada di kerajaan ini , yaitu : 1. Prasasti Grahi 2. Prasasti Padang Roco 3. Prasasti Suruaso 4. Arca Amoghapasa.

SOSIAL BUDAYA
Ada dua kepala pemerintahan di Kesultanan Riau-Lingga. Pertama adalah sultan (secara de jure) yang berkedudukan di Daik (Lingga) kemudian pindah ke Pulau Penyengat. Kedua adalah Yang Dipertuan Muda di Riau yang berkedudukan di Pulau Penyengat. Yang Dipertuan Muda di Riau merupakan kedudukan yang menjadi hak turun temurun bagi bangsawan Bugis di Kesultanan Riau-Lingga. Yang Dipertuan Muda di Riau mempunyai hak prerogatif (de facto) dan tidak jarang mampu memainkan peran Sultan. Kedudukan Yang Dipertuan Muda di Riau berada di bawah kedudukan Sultan. Akan tetapi, pada prakteknya fungsi Yang Dipertuan Muda di Riau ini mampu menggantikan posisi Sultan. Sebut saja Yang Dipertuan Muda di Riau Raja Jaafar yang menjadi pemangku jabatan Sultan ketika Kesultanan Riau-Lingga diperintah oleh Sultan Abdulrahman Muadzam Syah


PEMERINTAH DAN POLITIK
Wilayah Kesultanan Riau-Lingga merupakan daerah yang potensial sebagai bandar perdagangan. MInimal ada dua komoditi yang berasal dari Kesultanan Riau-Lingga, yaitu rempah-rempah (terutama lada) dan timah. Belanda telah menguasai sektor perdagangan (perekonomian) di Kesultanan Riau-Lingga.
Kekuatan Belanda mulai melemah ketika VOC dinyatakan bangkrut pada 1799. Mulai saat itulah Inggris mengambil alih peran Belanda di Riau. Kebetulan pula Inggris melakukan cara moderat dalam memperlakukan Kesultanan Johor, Riau-Lingga, dan Pahang di Riau. Selain menguasai Malaka pada 1795, Inggris juga mengakui Riau sebagai kerajaan merdeka. Inggris juga membebaskan para pedagang di Riau (terutama pedagang lada) untuk melakukan perdagangan dengan Inggris tanpa adanya ikatan atau perjanjian yang merugikan.

EKONOMI
runtuhnya kerajaan riau dikarenakan belanda menyerang kerjaan tsb habis-habisan mengakibatkan kerajaan tsb tertekan dan sultan2 yg memerintah dikerajaan itu mengumumkan agar tidak melakukan perlawanan dikarenakan banyak pertimbangan,seperti akn banyak terbunuhnya masyarakat yg ada di pulau penyemngat, riau.
dengan demikian berakhirlah kerajaan riau dan dimulailah kekuasaan belanda di kerajaan itu
KERUNTUHAN
POLITIK DAN PEMERINTAHAN
POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Setelah peristiwa pembangkangan tersebut, belanda semakin memperketat ruang gerak rakyat dengan mengadakan pembatasan-pembatasan berbagai kegiatan perkumpulan dan organisasi politik. Akibatnya, semua perkumpulan dan organisasi politik vakum dan akhirnya mati. Jambi, akhirnya menjadi daerah yang kosong dari organisasi politik.
Kerajaan Jambi dan Riau merupakan kerajaan yang letaknya strategis di jalur perdagangan. Maka dari itu, banyak kerajaan silih berganti merebut dan menguasai kerajaan lain. Melalui pergantian tersebut, Jambi dan Riau memiliki banyak ragam budaya dan peninggalan.
Full transcript