Introducing
Your new presentation assistant.
Refine, enhance, and tailor your content, source relevant images, and edit visuals quicker than ever before.
Trending searches
Jenis EBA:
1. EBA Arus Kas Tetap
Investor menerima pembayaran bunga yang besarnya tetap dalam jangka tertentu.
2. EBA Arus Kas Tidak Tetap
3. Investor menerima pembayaran bunga yang besarnya tidak tetap.
Untuk bisa menerbitkan EBA, harus didirikan suatu Special Purposes Vehicles (SPV) atau PT Khusus. Suatu PT yang didirikan membatasi kegiatannya dengan hanya untuk memiliki aset kredit, namun tidak mengelola aset kredit tersebut. Dengan pembatasan ini dan pembatasan lainnya, SPV distruktur agar sulit dipailitkan.
Manfaat EBA:
Bagi penerbit/originator (umumnya Bank dan Lembaga Pembiayaan):
1. Meningkatkan likuiditas dengan cara memutar “uang tidur”
2. Membantu memperbesar penyaluran kredit, tanpa membahayakan rasio kecukupan modal (capital adequasi ratio/CAR)
3. Bagi Public Service Utilities (PLN dan Telkom), portofolio tagihan bisa segera dijadikan dana untuk modal kerja, dibandingkan harus menerbitkan obligasi.
Bagi investor:
1. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibanding deposito, reksadana.
2. Peringkat/rating EBA lebih tinggi dari Obligasi
3. Namun karena EBA produk baru, tidak dijamin oleh Pemerintah, investor perlu berhati-hati.
Convertible Bonds adalah obligasi yang bisa ditukar menjadi saham biasa pada waktu tertentu. Pemilik Convertible Bonds sebenarnya memiliki obligasi dan opsi call terhadap saham perusahaan. Untuk meng-exercise-kan opsi tersebut pemilik Convertible Bonds harus melepaskan obligasi yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan kepemilikan warrant yang memungkinkan meng-exercise-kan warrant untuk uang tunai tanpa harus melepaskan obligasi di mana warrant melekat.
Di samping convertible bonds yang biasa (artinya menawarkan tingkat bunga tertentu, meskipun lebih rendah dari tingkat bunga yang umum berlaku), kadang-kadang perusahaan menerbitkan zero coupon convertible bonds. Convertible bonds jenis ini tidak menawarkan bunga apapun (tingkat bunga yang ditawarkan adalah 0%). Hanya saja obligasi tersebut kemudian ditawarkan pada waktu emisi dengan discount. Discount inilah yang sebenarnya merupakan bunga yang bisa diterima oleh pembeli convertible bonds.
Berdasarkan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor Kep-19/PM/2002 Peraturan Nomor IX.K.1 tentang Pedoman Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset, Efek beragun Aset (EBA) yang dikenal dengan Asset Backed Securities (ABS) adalah Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, sewa guna usaha, perjanjian jual beli bersyarat, perjanjian pinjaman cicilan, tagihan kartu kredit, pemberian kredit termasuk kredit pemilikan rumah atau apartemen, Efek bersifat hutang yang dijamin oleh pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit (Credit Enhancement)/Arus Kas (Cash Flow), serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut. Karena berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, maka dalam proses pengelolaannya akan melibatkan Manajer Investasi sebagai mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.
Right Issue merupakan hak pembeli saham tambahan yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara memesan terlebih dahulu dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya untuk tanggal tertentu. Istilah right issue di Indonesia dikenal pula dengan istilah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), karena emiten mengeluarkan saham baru dalam rangka penambahan modal perusahaan dengan terlebih dahulu ditawarkan kepada pemegang saham saat ini. Dengan demikian, pemegang saham memiliki preemptive right.
Misalnya PT.ABC menawarkan kepada setiap pemegang satu lembar saham lama untuk membeli tiga lembar saham baru. Berarti bila saudara Ali memiliki 500 lembar saham lama, ia berhak untuk membeli 1500 lembar saham baru.
1. Exercise Price (X)
Exercise price adalah harga yang telah tertera pada warrant.
2. Expiration Date
Meskipun ada beberapa warrant yang tidak memiliki batas usia, pada umumnya warrant memiliki tanggal jatuh tempo.
3. Detachability
Meski dijual bersama obligasi atau sekuritas lainya (attached), warrant dapat diperjualbelikan secara terpisah dari sekuritas tersebut.
4. Exercise Ratio
Exercise ratio menyatakan berapa lembar saham yang dapat dibeli pada exercise price untuk satu lembar warrant.
Warrant (dalam bahasa Indonesia disebut “waran”) adalah suatu opsi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pada harga yang telah ditentukan. Warrant serupa dengan opsi jenis call (call option) yang diterbitkan oleh perusahaan. Biasanya warrant diterbitkan bersama dengan penerbitan atau penjualan obligasi (surat tanda hutang) suatu perusahaan. Pembeli obligasi akan memperoleh sejumlah warrant sebagai bonus. Waktu untuk pembelian saham atau exercise warrant biasanya dapat dilakukan kapan saja selama masih dalam suatu periode yang telah ditentukan. Jika model exercise sewaktu-waktu sebelum tanggal jatuh tempo. Perusahaan juga mungkin menerbitkan warrant yang hanya dapat di-exercise pada waktu yang telah ditentukan atau meniru model “European call option”.
Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas saham induk (underlying stock) dalam jumlah dan harga pelaksanaan (strike price/exercise price) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu.
Kontrak futures adalah sebuah perjanjian atau komitmen dua pihak, untuk mengirimkan atau menerima instrumen finansial atau komoditas pada tanggal tertentu di masa datang, dengan harga yang telah ditentukan pada waktu penandatanganan kontrak
Harga Pasar Saham > Exercise Price
Harga Pasar Saham < Exercise Price
Nilai Waktu = Nilai Opsi – Nilai Intrisik
Nilai Pasar Opsi = Nilai Intrisik + Nilai Waktu
Asumsi model Black-Scholes adalah sebagai berikut:
Salah satu model yang terkenal untuk menghitung nilai pasar dari opsi adalah model harga opsi Black-Scholas (Blacks-Scholas Option Pricing Model) yang dikembangkan oleh Fisher Black dan Myron Scholes di tahun 1973. Penilaian opsi dari Black-Scholas ini dimaksudkan untuk opsi Eropa.
Ketika pasar saham menurun protective put memberikan jalan keluar guna menghindari kerugian lebih besar dengan membatasi kerugian investor. Disini yang disorot adalah kemampuan protective put dalam membatasi kerugian, atau asuransi. Seseorang ketika membayar premi asuransi atas mobil, properti, atau bahkan nyawanya, ia tidak pernah akan tahu kapan persisnya ia sangat memerlukannya. Pada saat yang sangat diperlukan tentu seseorang pasti mengingat kembali ke masa lalu dan memuji diri sendiri atas tindakannya. Namun sebaliknya jika ia tidak memegang asuransi tentu besar penyesalannya.
Covered call ini dilakukan dengan membeli sejumlah saham dan pada saat yang bersamaan menjual kontrak options yang meliputi jumlah saham tersebut. Cara kerja strategi ini pada intinya adalah investor mengharapkan premium, apa yang mereka terima karena menjual kontrak options ke pihak lain. Tapi tidak berhenti disini saja.
Dengan investor memegang posisi covered call, selain premium yang diperoleh ia mendapatkan keuntungan berupa asuransi (perlindungan) sebesar premium yang diterimanya ketika harga saham mengalami penurunan.
Dalam praktek banyak dilakukan suatu transaksi derivatif dengan tujuan/motif sebagai salah satu cara menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging). Perusahaan yang akan melakukan lindung nilai dapat juga menempuh lindung nilai dengan hak pilih (opsi). Dalam hal ini yang dilakukan adalah melakukan lindung nilai dengan memakai sarana derivatif berbentuk option.
Call Option atau opsi beli adalah suatu hak untuk membeli sebuah aset pada harga kesepakatan dan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati, baik pada akhir masa jatuh tempo ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo. Call option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk membeli sejumlah tertentu dari sebuah instrument yang menjadi dasar kontrak tersebut. Call option, hak untuk membeli saham atau indeks saham atau produk lain yang ada di option market, dan hak tersebut dimiliki oleh pembeli (buyer), sedangkan penjual (writer) mempunyai kewajiban menjual. Pembeli dapat melaksanakan hak beli atau tidak melaksanakan hak beli.
0
$100
Value of Common Stock at Expiration
Diagram diatas menunjukkan hockey stick diagram dari nilai call option. Jika harga saham kurang dari $100, call option dikatakan sebagai out of the money dan kurang bernilai. Sedangkan apabila harga saham lebih besar dari $100, call option dikatakan in the money dan nilai nya meningkat seiring dengan setiap kenaikan harga saham. Call option tidak akan pernah mempunyai nilai negatif. Hal ini disebut limited liability instrument, yang berarti bahwa semua pemegang opsi dapat kehilangan initial amount yang dia bayar untuk opsi tersebut.
Stock option adalah perdagangan saham untuk tujuan spekulasi ataupun hedging. Penjual akan mempunyai risiko yang tak terbatas sedangkan keuntungannya terbatas. Sebaliknya, pembeli akan memiliki keuntungan yang tak terbatas dengan risiko terbatas. Di samping itu, pembeli juga memiliki opsi beli dan opsi jual. Pada opsi beli, penjual mempunyai kewajiban untuk menjual, sedangkan pada opsi jual, penjual mempunyai kewajiban untuk membeli. Jadi opsi atau hak selalu dilihat dari sudut pandang pembeli. Pembeli memiliki hak, sedangkan penjual mempunyai kewajiban. Suatu hak dapat dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, sedangkan kewajiban harus dilaksanakan. Ini berarti penjual mempunyai risiko yang lebih tinggi daripada pembeli, sehingga pembeli wajib membayar suatu premium kepada penjual.
Opsi adalah kontrak resmi yang memberikan hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah aset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Opsi pertama kali secara resmi diperdagangkan melalui Chicago board Exchange (CBOE) pada tahun 1973. Istilah-istilah penting yang berhubungan dengan opsi adalah sebagai berikut:
Sekuritas derivatif yaitu sebuah sekuritas yang nilainya tergantung pada aset yang mendasarinya. Macam-macam sekuritas derivatif yang umumnya ditransaksikan dalam suatu pasar modal, yaitu futures, options, forward, swaps. Mekanisme perdagangan futures dan options dapat dilakukan melalui dua sarana, yaitu perdagangan di bursa efek maupun melalui over the counter market. Sementara untuk forward dan swaps, umumnya dilakukan melalui over the counter market saja.