Loading…
Transcript

METODE GEL

INTERPRETASI HASIL

Komposisi Gel :

  • LISS (Low Ionic Strength Solution) Mengandung protein Albumin dan Enzim.
  • AHG (Anti HUman Globulin)

KEKURANGAN :

  • Alat yang digunakan khusus sesuai dengan microtube kolom gel produk tertentu sehingga faktor ketergantungan pada label produk tertentu cukup tinggi
  • Biaya pemeriksaan lebih mahal

METODE GEL

4+ :

aglutinasi eritrosit berbentuk pita solid di bagian atas kolom gel. Biasanya tidak terdapat eritosit yang terlihat di bagian dasar kolom.

KELEBIHAN

  • Hasil reaksi stabil dan dapat discan, disimpan, difoto, atau bahkan difoto copy.
  • Titik akhir aglutinasi terlihat jelas dan dapat diamati dalam jangka waktu yang lama.
  • Volume sampel yang dibutuhkan sedikit.
  • Mudah dan cepat dalam pemeriksaannya.
  • Pembacaan reaksi secara makroskopis.
  • FUNGSI METODE GEL :
  • Sistim golongan darah ( ABO, Phenotyp Rhesus, subgroup A dan H, Kell, Duffy, Kidd, Lewis, MNS, P1, Lutheran, dan profil antigen lainnya.
  • Uji Cocok Serasi
  • Skrining antibodi
  • Identifikasi antibodi

INTERPRETASI HASIL

PRINSIP :

Antigen + Antibodi →--> setrifugasi -->→ dibaca (terjadi aglutinasi atau tidak)

Negatif :

digambarkan dengan terbentuknya endapan eritrosit yang jelas di dasar microtube. Gel diatas endapan eritrosit jernih dan bebas aglutinat

1+ :

aglutinat eritrosit mendominasi di bagian setengah bawah kolom gel dengan terdapat juga di dasar microtube. Reaksi bisa lemah dengan gambaran sedikit aglutinat tepat di atas endapan eritrosit di dasar microtube

METODE GEL

  • Ditemukan pertama kali oleh Y. Lapierre pada tahun 1984 di Regional Blood Transfusion Center of Lyon. Lapierre telah melakukan bermacam-macam percobaan, misalnya dengan Gelatin, polyacrylamide,Solid nets, Silica Beads, Ficoll dan Dextran gels.

ANALITIK

  • Dan akhirnya Lapierre menemukan bahwa pemeriksaan yang terbaik untuk dapat membedakan antara reaksi positip dengan reaksi negatip secara jelas dan stabil, yaitu dengan menggunakan Sephadex G 100 Superfine yang secara kebetulan ditemukan, oleh karena kesalahan teknisi laboratorium saat memesan Sephadex G 100 yang seharusnya Sephadex G 25.
  • Menyiapkan ID LISS card / Coombs Card
  • Memberi label dengan identitas Pasien / Donor pada ID Card
  • Buka penutup alumunium foil pada card.
  • Dengan bantuan mikropipet, masukkan :

MAYOR  :   50 ul Suspensi Sel Donor 1% + 25 ul Serum Pasien

MINOR   :   50 ul Suspensi Sel Os 1% + 25 ul Serum Donor

A.C         :   50 ul Suspensi Sel Os 1% + 25 ul Serum Pasien

  • Masukkan kartu ke Inkubator.
  • Inkubasi 37º  C, selama15 menit.
  • Putar / centrifuge ID card selama 10 menit dalam centrifuge
  • Baca Reaksi secara makroskopis

Pada microtube mengandung gel dextran-acrylamide dan coombs serum yang akan membuat aglutinasi terjadi

INTERPRETASI HASIL

PRA ANALITIK

Persiapan Alat :

INTERPRETASI HASIL

PRA ANALITIK

Persiapan Bahan :

2+ :

aglutinat eritrosit terpencar di sepanjang kolom gel dengan sedikit aglutinat di dasar microtube. Aglutinat terdistribusi di setengah bagian atas dan bawah kolom gel

Persiapan Sampel :

Pemisahan Serum / Plasma Dari Sel Darah Merah :

  • Dimasukkan darah (cair) kedalam sebuah tabung yang telah diberi tanda sesuai dengan sampel.
  • Diputar / dicentrifuge 3300 rpm selama 60 detik.
  • Dipisahkan serum / plasma yang jernih dari sel darah merah kedalam tabung lain yang sudah diberi tanda sesuai dengan sampel.

3+ :

aglutinat eritrosit mendominasi di bagian atas kolom gel dengan sedikit aglutanat berada di bawah pita tebal. Sebagian besar aglutinat terletak di setengah atas kolom gel

Pembuatan Suspensi Sel Darah Merah 1%

  • Masukkan  0,5 ml (500 μl) Larutan Diluent 2 dengan mikropipet ke dalam  tabung
  • Ambil 5 μl sel darah merah pasien / donor.
  • Campur dan homogenkan  Suspensi 1% (dalam larutan Diluent 2)

CROSSMATCH METODE GEL