Introducing
Your new presentation assistant.
Refine, enhance, and tailor your content, source relevant images, and edit visuals quicker than ever before.
Trending searches
Komunikasi dan Koreksi atas Kesalahan Penyajian
Auditor harus mengomunikasikan secara tepat waktu semua kesalahan penyajian yang dikumpulkan selama audit dengan tingkat manajemen yang tepat, kecuali jika dilarang oleh peraturan perundang-undangan. Auditor harus meminta manajemen untuk mengoreksi kesalahan penyajian tersebut.
Jika manajemen menolak untuk mengoreksi beberapa atau semua kesalahan penyajian yang dikomunikasikan oleh auditor, auditor harus memperoleh pemahaman tentang alasan manajemen untuk tidak membuat koreksi dan harus memperhitungkan pemahamannya tersebut pada waktu mengevaluasi apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material.
Pengevaluasian Dampak Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi
6. Keadaan yang berkaitan dengan beberapa kesalahan penyajian dapat menyebabkan auditor untuk mengevaluasi kesalahan penyajian tersebut sebagai material, meskipun kesalahan penyajian tersebut lebih rendah dari materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan,
Pengevaluasian Dampak Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi
Kondisi yang dapat mempengaruhi pengevaluasian mencakup luasnya kesalahan penyajian tersebut:
• Mempengaruhi kepatuhan terhadap persyaratan pada peraturan;
• Mempengaruhi kepatuhan terhadap persyaratan hutang
• Berkaitan dengan pemilihan atau penerapan yang salah atas suatu kebijakan akuntansi yang berdampak tidak material terhadap laporan keuangan periode kini namun akan berdampak material terhadap laporan keuangan periode yang akan datangMenutupi suatu perubahan dalam laba atau tren lainnya, terutama dalam konteks ekonomi umum atau kondisi industri;
• Mempengaruhi rasio yang digunakan untuk mengevaluasi posisi keuangan hasil operasi atau arus kas suatu entitas.
• Mempengaruhi informasi segmen yang disajikan dalam laporan keuangan
• Memiliki pengaruh terhadap peningkatan kompensasi manajemen,
• Berkaitan dengan unsur yang melibatkan pihak tertentu
• Merupakan suatu penghilangan informasi yang tidak secara spesifik diharuskan oleh kerangka dasar pelaporan keuangan namun, menurut pertimbangan auditor, informasi tersebut penting bagi pemakai untuk memahami tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, atau arus kas entitas; atau
• Mempengaruhi informasi lainnya yang akan dikomunikasikan dalam dokumen yang berisi laporan keuangan auditan
Pengumpulan Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi
Auditor dapat menentukan suatu jumlah yang kesalahan penyajian di bawah jumlah tersebut secara jelas tidak penting dan tidak perlu untuk dikumpulkan karena auditor mengharapkan bahwa kumpulan jumlah tersebut secara jelas tidak akan berdampak material terhadap laporan keuangan.
Untuk membantu auditor dalam mengevaluasi dampak kesalahan penyajian yang dikumpulkan selama audit dan dalam mengomunikasikan kesalahan penyajian tersebut kepada manajemen dan pihak yang bertangung jawab atas tata kelola, akan berguna untuk membedakan antara kesalahan penyajian faktual, kesalahan penyajian yang bersifat pertimbangan, dan kesalahan penyajian proyeksian.
• Kesalahan penyajian faktual
• Kesalahan penyajian yang bersifat pertimbangan
• Kesalahan penyajian projeksian
Pengevaluasian Dampak Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi
4. Jika suatu kesalahan penyajian secara individual dipandang material, maka kecil kemungkinan kesalahan penyajian tersebut dapat di saling hapus (offset) dengan kesalahan penyajian yang lain
5. Penentuan apakah suatu kesalahan penyajian klasifikasi adalah material mencakup pengevaluasian pertimbangan kualitatif, kondisi yang di dalamnya auditor menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian klasifikasi tidak material dalam konteks laporan keuangan secara keseluruhan, meskipun kesalahan penyajian tersebut melebihi tingkat materialitas atau tingkat yang diterapkan dalam mengevaluasi kesalahan penyajian lainnya.
Definisi Kesalahan Penyajian
Kesalahan penyajian dapat merupakan hasil dari:
a. Suatu ketidakakuratan dalam pengumpulan atau pengolahan data yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan;
b. Suatu penghilangan jumlah atau pengungkapan;
c. Suatu estimasi akuntansi yang tidak tepat yang timbul dari kealpaan, atau penafsiran suatu fakta yang secara jelas salah; dan
d. Pertimbangan manajemen tentang estimasi akuntansi yang oleh auditor dipertimbangkan tidak masuk akal atau pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi yang oleh auditor dipertimbangkan tidak tepat.
Dokumentasi
Dokumentasi auditor atas kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi dapat memerhitungkan:
Pertimbangan atas dampak agregasi kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi;
Pengevaluasian apakah tingkat, atau tingkat-tingkat materialitas golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan tertentu, jika ada, telah dilampaui; dan
Pengevaluasian atas dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi terhadap rasio-rasio kunci, atau trend, dan kepatuhan terhadap persyaratan peraturam perundang-undangan, dan persyaratan kontraktual (sebagai contoh persyaratan hutang)
Representasi Tertulis
Penyusunan laporan keuangan menuntut manajemen dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk menyesuaikan laporan keuangan dengan mengoreksi kesalahan penyajian yang material, auditor diharuskan untuk meminta mereka untuk memberikan representasi tertulis tentang kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi.
Pertimbangan Spesifik atas Entitas Sektor Publik
Dalam audit atas suatu entitas sektor publik, pengevaluasian apakah suatu kesalahan penyajian adalah material juga dipengaruhi oleh tanggung jawab auditor yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan atau otoritas lain untuk melaporkan hal-hal spesifik, termasuk, sebagai contoh, kecurangan.
Isu seperti kepentingan publik, akuntabilitas, integritas, jaminan pengawasan legislatif yang efektif, secara khusus, dapat berdampak terhadap penentuan apakah suatu unsur adalah material menurut standar moral tinggi. Hal ini terutama untuk unsur yang berkaitan dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan atau otoritas lain.
Dokumentasi
Auditor harus mencantumkan dalam dokumentasi audit:
a) Jumlah yang kesalahan penyajian di bawah jumlah tersebut dipandang tidak penting
b) Semua kesalahan penyajian yang dikumpulkan selama audit dan apakah kesalahan penyajian tersebut telah dikoreksi
c) Kesimpulan auditor tentang apakah kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi tersebut adalah material, secara individual atau agregasi, dan dasar kesimpulannya.
Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
Jika kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi telah dikomunikasikan kepada pihak yang memiliki tanggung jawab manajemen, dan pihak tersebut juga memiliki tanggung jawab tata kelola, kesalahan penyajian tersebut tidak perlu dikomunikasikan lagi kepada pihak yang berperan dalam tata kelola.
Jika terdapat banyak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi yang secara individual jumlahnya tidak material, auditor dapat mengomunikasikan jumlah kesalahan penyajian dan dampak moneter secara keseluruhan dari kesalahan yang tidak dikoreksi tersebut.
SA 260 mengharuskan auditor untuk mengomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola yang daripadanya auditor meminta representasi tertulis.
Representasi Tertulis
Auditor harus meminta suatu representasi tertulis dari manajemen dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola apakah mereka yakin bahwa dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi adalah tidak material, secara individual dan agregasi, terhadap laporan keuangan secara keseluruhan. Suatu ringkasan atas unsur-unsur tersebut harus dicantumkan dalam atau dilampirkan pada representasi tertulis.
Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
Auditor harus mengomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi dan dampaknya, secara individual atau agregasi, terhadap opini dalam laporan audit, kecuali jika dilarang oleh peraturan perundang- undangan.
Auditor harus juga mengomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi yang berkaitan dengan periode lalu terhadap golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan yang relevan, serta laporan keuangan secara keseluruhan.
Pengevaluasian atas Dampak Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi
Suatu kesalahan penyajian yang, atau mungkin, merupakan akibat dari kecurangan harus dipertimbangkan dalam hubungannya dengan aspek audit lainnya, meskipun jika ukuran kesalahan penyajian tersebut tidak material dalam hubungannya dengan laporan keuangan.
Dampak kumulatif kesalahan penyajian tidak material yang tidak dikoreksi yang berkaitan dengan periode sebelumnya dapat berdampak material terhadap laporan keuangan periode kini. Terdapat beberapa pendekatan yang berbeda yang dapat diterima tentang pengevaluasian auditor atas kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi tersebut pada laporan keuangan periode kini.
Pengevaluasian Dampak Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi
Auditor harus menentukan apakah kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi adalah material, secara individual atau secara agregasi. Dalam membuat penentuan ini, auditor harus mempertimbangkan:
a) Ukuran dan sifat kesalahan penyajian tersebut baik dalam hubungannya dengan golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan tertentu dan laporan keuangan secara keseluruhan, dan kondisi tertentu tentang terjadinya kesalahan penyajian tersebut; dan
b) Dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi yang berkaitan dengan periode lalu atas golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan yang relevan, serta laporan keuangan secara keseluruhan.
Pertimbangan atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit Berlangsung
Suatu kesalahan penyajian mungkin bukan merupakan suatu kejadian yang terisolasi. Bukti bahwa kesalahan penyajian yang lain mungkin ada mencakup, sebagai contoh, jika auditor mengindentifikasi bahwa suatu kesalahan penyajian timbul dari tidak berfungsinya pengendalian internal atau dari asumsi yang tidak tepat atau metode penilaian yang diterapkan secara luas oleh entitas.
Jika agregasi kesalahan penyajian yang dikumpulkan selama audit mendekati materialitas yang ditentukan berdasarkan SA 320, ada kemungkinan terdapat risiko yang lebih besar dari tingkat risiko rendah yang dapat diterima bahwa kesalahan penyajian yang mungkin tidak terdeteksi, bila diperhitungkan dengan kesalahan penyajian agregasi selama audit, dapat melebihi materialitas. Kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi dapat terjadi karena adanya risiko sampling dan risiko nonsampling.
Auditor dapat meminta manajemen untuk memeriksa golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan agar manajemen memahami penyebab suatu kesalahan penyajian yang diidentifikasi oleh auditor, melaksanakan prosedur untuk menentukan jumlah kesalahan penyajian aktual dalam golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan, serta membuat penyesuaian yang tepat terhadap laporan keuangan. Permintaan seperti itu dapat dibuat, sebagai contoh, berdasarkan projeksi auditor tentang kesalahan penyajian yang diidentifikasi dalam suatu sampel audit ke seluruh populasi yang terkait dengan sampel.
Pengevaluasian Dampak Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi
1. Sebelum auditor mengevaluasi dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi auditor mungkin perlu merevisi materialitas awal sesuai dengan ketentuan SA 320
2. Materialitas dengan jumlah yang lebih rendah dari materialitas awal, maka materialitas pelaksanaan (performance materiality) serta sifat, saat dan luas dari prosedur-prosedur audit lanjutan dipertimbangkan kembali untuk mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat, yang menjadi dasar dari opini audit.
3. Setiap kesalahan penyajian secara individual dipertimbangkan untuk mengevaluasi dampaknya atas golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan yang relevan, termasuk apakah tingkat materialitas untuk golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan tertentu.
Tujuan auditor adalah untuk mengevaluasi:
(a) Dampak kesalahan penyajian yang diidentifikasi atas audit; dan
(b) Dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi, jika ada, terhadap laporan keuangan.
a) Kesalahan penyajian: Suatu perbedaan antara jumlah, klasifikasi, penyajian, atau pengungkapan suatu unsur laporan keuangan yang dilaporkan dengan jumlah, klasifikasi, penyajian, atau pengungkapan yang disyaratkan agar penyajian unsur tersebut sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku. Kesalahan penyajian dapat terjadi dari kesalahan atau kecurangan.
b) Kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi: Kesalahan penyajian yang telah dikumpulkan oleh auditor selama audit dan belum dikoreksi.
Pengumpulan Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi
Auditor harus mengumpulkan kesalahan penyajian yang diidentifikasi selama audit, selain kesalahan penyajian yang secara jelas tidak penting.
Pertimbangan atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit Berlangsung
Auditor harus menentukan apakah strategi audit dan rencana audit secara keseluruhan perlu direvisi jika:
a) Sifat kesalahan penyajian yang diidentifikasi dan keadaan keterjadiannya menunjukkan bahwa kesalahan penyajian lain mungkin ada yang, jika diagregasikan dengan kesalahan penyajian yang telah dikumpulkan selama audit, dapat menjadi material; atau
b) Agregasi kesalahan penyajian yang dikumpulkan selama audit mendekati materialitas yang ditentukan berdasarkan SA 320.
design by Dóri Sirály for Prezi