Introducing 

Prezi AI.

Your new presentation assistant.

Refine, enhance, and tailor your content, source relevant images, and edit visuals quicker than ever before.

Loading…
Transcript

M

S

O

TRADISI-TRADISI TEORI KOMUNIKASI

Dr. A. Vita Sukmarini, M. I. Kom

Tradisi-Tradisi Teori Komunikasi

Dr. A. Vita Sukmarini, M. I. Kom

S. Little Jhon & Karen Foss:

7 Tradisi Teori Komunikasi

7T

1. Semiotik

2. Fenomenologi

3. Sibernetika

4. sosiopsikologis

5. Sosiokultural

6. Kritis

7. Retoris

Tradisi Semiotik

Penyelidikan simbol-simbol, membentuk tradisi pemikiran yang penting dalam teori komunikasi

Tradisi ini terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda- tanda (signs) mempresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, dan kondisi di luar tanda- tanda tidak hanya memberikan cara untuk melihat komunikasi, melainkan memiliki pengaruh kuat pada hampir semua perspektif yang sekarang diterapkan pada teori komunikasi..

Gagasan Utama Tradisi Semiotik

1. Konsep dasar yang menyatukannya adalah Tanda (Sign) yang didefinisikan sebagai stimulus yang menandakan atau menunjukkan beberapa kondisi lain— seperti ketika asap menandakan adanya api.

SEMIOTIK

2. Konsep dasar kedua, simbol (symbol) yang biasanya menandakan tanda yang kompleks (rumit) dengan banyak arti, termasuk makna yang sangat khusus.

Jadi basis Semiotik adalah tanda dan simbol, semiotik menyatukan berbagai teori yang sangat luas terkait bahasa, wacana, dan tindakan nonverbal.

Fenomenologi

• Fenomenologi memandang komunikasi sebagai pengalaman melalui diri sendiri atau diri orang lain melalui dialog.

• Tradisi memandang manusia secara aktif menginterpretasikan pengalaman mereka sehingga mereka dapat memahami lingkungannya melalui pengalaman personal dan langsung dengan lingkungan.

• Tradisi fenomenologi memberikan penekanan sangat kuat pada persepsi dan interpretasi dari pengalaman subjektif manusia.

• Pendukung teori ini berpandangan bahwa cerita atau pengalaman individu adalah lebih penting dan memiliki otoritas lebih besar dari pada hipotesa penelitian sekalipun

digunakan dalam teori-teori tentang pesan, hubungan interpersonal, budaya dan masyarakat.

SIBERNETIKA

1. Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu sistem dimana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.

2. Komunikasi dipahami sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian atau variabel-variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain.

3. Sibernetika digunakan dalam topik-topik tentang diri individu, percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya dan masyarakat.

Inti dari pemikiran sibernetika adalah sistem.

Sistem adalah : seperangkat komponen yang saling berinteraksi yang secara bersama sama membentuk sesuatu yang bukan hanya sekedar kumpulan.

Contoh dalam sibernetika, terlihat dari hubungan dalam keluarga, organisasi sebagai sebuah sistem.

SOSIOPSIKOLOGI

Tradisi sosiopsikologis adalah studi yang memandang individu sebagai makhluk sosial.

Teori teori yang berada di bawah tradisi sosiopsikologis memberikan perhatian pada perilaku sosial individu, variabel psikologis, pengaruh individu, kepribadian dan sifat, persepsi serta kognisi.

SOSIOPSIKOLOGI

Sosiopsikologis dapat dibagi kedalam 3 cabang besar yaitu:

Teori perilaku atau behavioral: teori perilaku ini memberikan perhatian, bagaimana seseorang berperilaku atau bertindak dalam berbagai situasi komunikasi yang dihadapinya.

Teori kognitif: bagaimana individu,memperoleh, menyimpan dan mengolah informasi yang akan menghasilkan perilaku dan tindakan.

Teori biologis:menjelaskan bagaimana peran dari struktur dan fungsi otak serta faktor-faktor genetik yang dimiliki mempengaruhi perilaku seseorang.

TRADISI SOSIOKULTURAL

Pendekatan sosiokultural (sociocultural) terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pemahaman kita terhadap makna, norma, peran, serta peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam komunikasi.

Tradisi sosiokultural memfokuskan diri pada bentuk-bentuk interaksi manusia daripada karakteristik individu atau model mental.

Interaksi merupakan proses dan tempat makna, peran, peraturan, dan nilai budaya yang dijalankan. Walaupun individu memproses informasi secara kognitif, namun tradisi ini kurang tertarik pada komunikasi level individu.

Sosiokultural lebih tertarik untuk mempelajari pada cara bagaimana masyarakat secara bersama-sama menciptakan realitas dari kelompok sosial, organisasi dan budaya mereka.

TRADISI KRITIS

Dalam kajian komunikasi, para penganut mazhab kritis umumnya tertarik dengan bagaimana pesan memperkuat penekanan dalam masyarakat.

Tradisi kritis memandang komunikasi sebagai bentuk pemikiran yang menentang ketidakadilan.

Pertanyaan-pertanyaan mengenai kekuasaan (power) dan keistimewaan (privilege) yang diterima kelompok tertentu di masyarakat menjadi topik yang sangat penting dalam teori kritis.

Tradisi kritis digunakan dalam topik-topik tentang diri individu, pesan, percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya dan masyarakat.

Meski para penganut pendekatan kritis tertarik pada tindakan sosial, mereka juga fokus pada wacana dan teks-teks yang mempromosikan ideologi-ideologi tertentu, membentuk dan mempertahankan kekuatan, meruntuhkan minat-minat kelompok atau kelas tertentu.

Analisis wacana kritis memperhatikan fitur-fitur aktual dalam teks yang memunculkan rangkaian penekanan tersebut, tanpa memisahkan komunikasi dari faktor lain pada keseluruhan sistem kekuatan yang bersifat menekan.

TRADISI RETORIS

Retorika didefinisikan sebagai seni membangun argumentasi dan seni berbicara.

awalnya, ilmu ini berhubungan dengan persuasi, sehingga retorika adalah seni penyusunan argumen dan pembuatan naskah pidato. Kemudian, berkembang sampai meliputi proses penyampaian segala jenis pesan.

Fokus dari retorika telah diperluas, bahkan lebih mencakup segala cara manusia dalam menggunakan simbol untuk memengaruhi lingkungan di sekitarnya serta guna membangun dunia tempat mereka tinggal.

Dalam perkembangannya retorika juga mencakup proses untuk ‘menyesuaikan ide dengan orang dan menyesuaikan orang dengan ide melalui berbagai macam pesan

Learn more about creating dynamic, engaging presentations with Prezi