Introducing
Your new presentation assistant.
Refine, enhance, and tailor your content, source relevant images, and edit visuals quicker than ever before.
Trending searches
A. DASAR PEMIKIRAN
DAN
URGENSI
PENDIDIKAN
PANCASILA
PENGANTAR MEMAHAMI PENDIDIKAN PANCASILA
KELOMPOK 1
Pada zaman kerajaan-kerajaan terdahulu jauh sebelum kemerdekaan Indonesia masyarakat di wilayah Nusantara memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat .
Visi pendidikan Pancasila :
- Terwujudnya kepribadian sivitas akademika yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila
Misi pendidikan Pancasila :
- Mengembangakan potensi
- Menyiapkan peserta didik untuk hidup dan berkehidupan dalam masyarakat, bangsa dan Negara
- Membangun budaya ber Pancasila
- Mengkaji dan mengembangkan pendidikan Pancasila sebagai sistem pengetahuan terintergrasi atau disiplin ilmu sintetik, sebagai misi akademik
Problema social yang membahayakan masa depan bangsa dan Negara :
- Dekadensi moral
- Maraknya peredaran dan penggunaan narkoba
- Ancaman disintegrasi bangsa
- Korupsi
- Penegakan hokum yang masih tebang pilih
- Masalah lingkungan hidup dll.
Guna meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai pancasila. Diharapkan nilai-nilai pancasila yang menjadi kepribadian bangsa dapat meresap ke dalam jiwa
- Tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri
- Memiliki pedoman atau kaidah penuntun dalam berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-sehari
- Dapat memperkokoh jiwa kebangsaan mahasiswa
- Tidak terpengaruh oleh paham-paham asing yang negative
(1998) sebagai pembentuk civic disposition yang dapat menjadi landasan untuk pengembangan civic knowledge dan civic skills mahasiswa.
B. DASAR FILOSOFIS, HISTORIS, YURIDIS DAN SOSISOLOGIS PENDIDIKAN PANCASILA
Hegemoni dunia terbagi menjadi 2 kekuatan ideologi yaitu ideologi kapitalisme dengan ideologi komunisme. Adanya hegemoni dua ideologi dunia ini melahirkan pertentangan ideologi yang telah menimbulkan perang dingin dan akibatnya terasa diseluruh dunia. Namun para pendiri Negara Republik Indonesia mampu melepaskan diri dari tarik menarik dua kutub hegemoni ideologi dunia, dan merumuskan pandangan dasar (Philosophis Che Grondslag) pada sebuah konsep filosofis yang bernama pancasila.
Secara historis nilai-nilai luhur pancasila telah ada sejak zaman kerajaan, seperti dijelaskan dalam sebuah kitab Sutasoma Karya Empu Tantular. Dalam buku itu terdapat istilah Pancasila yang diartikan sebagai pelaksanaan kesusilaan yang 5 ( Pancasila Krama), yaitu :
1. Tidak boleh melakukan kekerasan
2. Tidak boleh mencuri
3. Tidak boleh berwatak dengki
4. Tidak boleh berbohong
5. Tidak boleh mabuk minuman keras
Sila-sila Pancasila yang tertuang dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945 secara filosofis-sosiologis berkedudukan sebagai norma dasar Indonesia dan dalam konteks Politis-Yuridis sebagai Dasar Negara Indonesia. Konsekuensi dari Pancasila tercantum dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945, secara yuridis konstitusional mempunyai kekuatan hukum yang sah, kekuatan hukum berlaku, dan kekuatan hukum mengikat.
Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi-budaya penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatu. Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu nila-nilai pancasila perlu dilestarikan dari generasi ke generasi umtuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa.
C. DINAMIKA DAN TANTANGAN
PENDIDIKAN PANCASILA DI INDONESIA
Pada masa orde baru dibawah kepemimpinan presiden soeharto lahirlah :
• Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 P-4
• Tap MPR RI No. II/MPR/1988 tentang GBHN
Dalam rangka menyempurnakan perkuliahan pendidikan pancasila yang digolongkan dalam mata kuliah dasar umum di perguruan tinggi Dirjen DIKTI menerbitkan :
• SK, Nomor 25/DIKTI/KEP/1985
• SK tertanggal 5 Desember 1983, Nomor 86/DIKTI/KEP/1983
• SK Kepala BP-7 Pusat tanggal 2 Januari 1984, Nomor KEP/ 01/BP-7/I/1984.
• SK tanggal 13 April 1984, Nomor KEP-24/BP-7/IV/1984.
Tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan pancasila di era globalisasi dan era distrupsi teknologi industry digital 4.0.
1. Terjadinya proses globalisasi dalam segala aspeknya.
2. Perkembangan gagasan HAM yang tidak diimbangi dengan kewajiban asasi manusia.
3. Lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat