Introducing
Your new presentation assistant.
Refine, enhance, and tailor your content, source relevant images, and edit visuals quicker than ever before.
Trending searches
DOSEN :
DINAR SAPUTRA, M.Psi., Psikolog
118207017
118207007
(b) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi membuat dokumentasi atas karya profesional dan ilmiah mereka untuk :
i. memudahkan pengguna layanan psikologi mereka dikemudian hari baik oleh mereka sendiri atau oleh profesional lainnya.
ii. bukti pertanggung jawaban telah dilakukannya pemeriksaan psikologi.
iii. memenuhi prasyarat yang ditetapkan oleh institusi ataupun hukum.
(c) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menjaga kerahasiaan Klien dalam hal pencatatan, penyimpanan, pemindahan, dan pemusnahan catatan/data di bawah pengawasannya.
(d) Psikolog dan/atau ilmuwan Psikologi menjaga dan memusnahkan catatan dan data, dengan memperhatikan kaidah hukum atau perundang - undangan yang berlaku dan berkaitan dengan pelaksanaan kode etik ini.
(e) Apabila Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi mempunyai dugaan kuat bahwa catatan atau data mengenai jasa profesional mereka akan digunakan untuk keperluan hukum yang melibatkan penerima atau partisipan layanan psikologi mereka, maka Psikolog dan/ atau Ilmuwan Psikologi bertanggung jawab untuk membuat dan mempertahankan dokumentasi yang telah dibuatnya secara rinci, berkualitas dan konsisten, seandainya diperlukan penelitian dengan cermat dalam forum hukum.
(f) Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi yang melakukan pemeriksaan layanan psikologi terhadap seseorang dan menyimpan hasil pemeriksaan psikologinya dalam arsip sesuai dengan ketentuan, karena sesuatu hal tidak memungkinkan lagi menyimpan data tersebut, maka demi kerahasiaan pengguna layanan psikologi, sebelumnya Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi.
a. Laporan pemeriksaan Psikologi untuk kepentingan khusus hanya dapat diberikan kepada personal atau organisasi yang membutuhkan dan berorientasi untuk kepentingan atau kesejahteraan orang yang mengalami pemeriksaan psikologi.
b. Laporan pemeriksaan psikologi untuk kepentingan khusus dibuat sesuai dengan kebutuhan dan tetap mempertimbangkan unsur - unsur ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan serta menjaga kkerahasiaan menjaga kerahasiaan orang yang mengalami pemerikasaan psikologi.
Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dalam rangka pemberian layanan psikologi, hendaknya memenuhi hal-hal sebagai berikut:
(1) Materi Diskusi
a. Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi membicarakan informasi kerahasiaan data dalam rangka memberikan konseling dan/atau konsultasi kepada pengguna layanan psikologi (perorangan, organisasi, mahasiswa, partisipan penelitian) dalam rangka tugasnya sebagai profesional. data hasil pemberian layanan psikologi hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmiah atau profesional.
b. Psikolog dan/atau Ilmuwan psikologi dalam melaksanakan tugasnya harus berusaha untuk tidak mengganggu kehidupan pribadi pengguna layanan psikologi, kalaupun diperlukan harus diusahakan seminimal mungkin.
c. dalam hal diperlukan laporan hasil pemeriksaan psikologi, maka psikolog dan/atau Ilmuwan psikologi hanya memberikan laporan, baik lisan maupun tertulis, sebatas perjanjian atau kesepakatan yang telah dibuat.
(2) Lingkup Orang
a. pembicaraan yang berkaitan dengan layanan psikologi hanya dilakuakn dengan layanan psikologi hanya dilakukan dengan mereka yang secara jelas terlibat dalam permasalahan atau kepentingan tersebut.
b. keterangan atau data yang diperoleh dapat diberitahukan kepada orang lain atas persetujuan pemakai layanan psikologi atau penasehat hukumnya.
c. Jika pemakai jasa layanan psikologi masih kanak-kanak atau orang dewasa yang tidak mampu untuk memberikan persetujuan secara sukarela, maka psikolog dan/atau Ilmuwan Psikkolog wajib melindungi agar pengguna layanan psikologi serta orang yang menjalani layanan psikologi tidakk mengalami hal-hal yang merugikan.
d. apabila Psikolog dan/atau Ilmuwan psikologi melakukan konsultasi antar sejawat, perlu diperhatikan hal berikut dalam rangka menjaga kerahasiaan. psikolog dan/atau ilmuwan psikologi tidak saling berbagi untuk hal-hal yang seharusnya menjadi rahasia pengguna layanan psikologi (peserta riset atau pihak manapun yang menjalani pemeriksaan psikologi), kecuali dengan izin yang bersangkutan atau pada situasi dimana kerahasiaan itu memang tidak mungkin ditutupi. saling berbagi informasi hanya diperbolehkan kalau diperlukan untuk pencapaian tujuan konsultasi, itupun sedapat mungkin tanpa menyebutkan identitas atau cara pengungkapan lain yang dapat dikenali sebagai identitas pihak tertentu.
(1) sejak awal psikolog dan/atau pilmuwan psikologi harus sudah merencanakan agar data yang dimiliki terjaga kerahasiaannya dan data itu tetap terlindungi, bahkan sesudah ia meninggal dunia, tidak mampu lagi, atau sudah putus hubungan dengan posisinya atau tempat praktiknya.
(2) psikolog dan/atau ilmuwan psikologi perlu menyadari bahwa untuk pemilikan catatan dan data yang termasuk dalam klasifikasi rahasia, penyimpanan, pemanfaatan dan pemusnahan data atau catatan tersebut diatur oleh prinsip legal.
(3) cara pencatatan data yang kerahasiaannya harus dilindungi mencakup data pengguna layanan psikologi yang seharusnya tidak dikenai biaya atau pemotongan pajak. dalam hal ini, pencatatan atau pemotongan pajak mengikuti aturan sesuai hukum yang berlaku.
(4) dalam hal diperlukan persetujuan terhadap protokol riset dari dewan penilai atau sejenisnya dan memerlukan identitas personal, maka identitas itu harus dihapuskan sebelum datanya dapat diakses.
(5) dalam hal diperlukan pengungkapan rahasia maka psikolog dan/atau ilmuwan psikologi dapat membuka rahasia tanpa persetujuan klien hanya dalam rangka keperluan hukum atau tujuan lain, seperti membantu mereka yang memerlukan pelayanan profesional, baik secara perorangan maupun organisasi serta untuk melindungi pengguna layanan psikologi dari masalah atau kesulitan.
(1) pemanfaatan untuk tujuan pendidikan data dan informasi hasil layanan psikologi bila diperlukan untuk kepentingan pendidikan, data harus disajikan sebagaimana adanya dengan menyamarkan nama orang atau lembaga yang datanya digunakan