Introducing 

Prezi AI.

Your new presentation assistant.

Refine, enhance, and tailor your content, source relevant images, and edit visuals quicker than ever before.

Loading…
Transcript
  • emulsi minyak dalam air (santan, susu, lateks, minyak ikan)
  • emulsi air dalam minyak (mentega, minyak bumi)

Contohnya: saat mobil berkendara malam hari, maka akan terlihat partikel-partikel debu/kabut yang ditembus cahaya lampu mobil

Gerak Brown

Gerak Brown adalah gerakan senantiasa partikel-partikel koloid dengan alur zig-zag, dan gerakan ini semakin cepat semakin meningkatnya suhu.

Gerak Brown juga membedakan koloid dari larutan dan suspensi dimana pada larutan gerak Brown tidak dapat diamati dan suspensi tidak mengalami gerak Brown sama sekali (karena ukuran partikel besar).

Gerak Brown merupakan salah satu faktor untuk menstabilkan koloid dengan gerakan tumbukannya.

  • 'suka cairan'
  • gaya tarik menarik antar medium dengan zat terdispersi besar (medium diadsorbsi)
  • dapat dibuat dengan konsentrasi besar
  • tidak mudah digumpalkan dengan penambahan elektrolit
  • punya gugus ionik/polar di permukaannya
  • bersifat reversibel, akan membentuk sol lagi ketika ditambah medium pendispersinya
  • gerak Brown dan efek Tyndall kurang terlihat
  • dibuat dengan cara dispersi
  • viskositas lebih besar dari mediumnya
  • dapat mengadsorpsi molekul mediumnya, sehingga membentuk selubung (solvatasi/hidratasi)

terhindar dari agregasi/pengelompokkan

  • 'benci air'
  • tidak mengadsorbsi mediumnya
  • stabil hanya dalam konsentrasi kecil
  • mudah mengalami koagulasi pada penambahan elektrolit
  • viskositas hampir sama dengan mediumnya
  • tidak bersifat reversibel
  • efek Tyndall dan gerak Brown terlihat lebih jelas
  • umumnya dibuat dengan cara kondensasi

Percobaan pembuatan koloid dengan cara kondensasi (hidrolisis) dan dispersi (mekanik)

Thanks for the attention! :)

Percobaan efek Tyndall

Efek Tyndall

Adsorpsi

Efek Tyndall adalah suatu sifat koloid yakni partikelnya yang membelokkan cahaya.

Cahaya yang disinarkan pada koloid akan dihamburkan oleh partikel-partikelnya, berbeda dengan larutan yang akan meneruskannya.

Peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan partikel-partikel koloid

Sifat-Sifat Koloid

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengetahui sifat koloid, yaitu:

  • Efek Tyndall
  • Gerak Brown
  • Muatan Koloid
  • Adsorpsi
  • Koagulasi
  • Kestabilan Koloid
  • Koloid Liofil dan Koloid Liofod

Kestabilan Koloid

Koloid merupakan sistem dispersi yang relatif kurang stabil dibandingkan larutan. suatu produk industri dalam bentuk koloid umumnya diinginkan dalam kondisi yang stabil, misalnya krim minyak rambut. untuk menjaga kestabilan koloid dapat dilakukan dengan cara berikut:

Koagulasi

Koloid dengan Medium Dispersi Cair

Koloid hidrofob

Apabila muatan suatu koloid dilucuti, maka kestabilannya akan berkurang dan mengakibatkan koagulasi/penggumpalan.

2 hal yang bisa mengakibatkan terjadinya:

  • mengalirkan arus listrik dalam waktu lama ke dalam sel elektroforesis
  • menambahkan elektrolit ke dalam sistem koloid

Koloid Liofil

koloid bermuatan negatif digumpalkan di anoda, koloid bermuatan positif digumpalkan di katoda

cara - cara nya:

a. Menghilangkan muatan koloid

b. Penambahan stabilisator koloid

Sol (koloid dalam fase padat)

  • Sol padat (padat dalam padat)
  • Sol cair (padat dalam cair)
  • Sol gas/ aerosol padat (padat dalam gas)

FASE - FASE PADA SISTEM KOLOID

tinta, contoh sol cair

intan hitam, contoh sol padat

Emulsi (koloid berfase cair)

asap, contoh sol gas/aerosol padat

  • emulsi padat (cair dalam padat)
  • emulsi cair (cair dalam cair)
  • emulsi gas/ aerosol cair (cair dalam gas)

jelly, contoh emulsi padat

santan, contoh emulsi cair

awan, contoh emulsi gas/ aerosol cair

Buih (koloid berfase gas)

  • buih padat (gas dalam padat)
  • buih cair (gas dalam cair)

dibagi 2

batu apung, contoh buih padat

buih sabun, contoh buih cair

Cara Dispersi

Melalui cara ini koloid dibentuk dengan cara memecah partikel kasar menjadi partikel koloid.

PERBEDAAN LARUTAN,KOLOID DAN SUSPENSI

Larutan

Koloid

Suspensi

Perbedaan

seperti dalam memblender jus

Ukuran Partikel

1nm - 100nm

<100nm

>100nm

Penampilan fisik

dapat diamati tanpa menggunakan mikroskop

Hanya dapat diamati menggunakan mikroskop ultra

Cara Busur Bredig- gabungan cara dispersi dan kondensasi

Pembuatan Koloid

Digunakan untuk membuat sol-sol logam.

Cara pembuatan:

  • logam yang akan dijadikan koloid dicelupkan ke medium dispersi (sebagai elektroda)
  • kedua ujungnya diberi loncatan listrik
  • atom-atom logam yang tadinya meloncat akan jatuh ke air, lalu mengalami kondensasi dan menggumpal jadi partikel koloid

Sulit terpisah

Tidak terpisah

Kestabilan

Mudah terpisah (mengendap)

Cara Peptisasi

Cara Mekanis

Ada 2 cara dalam pembuatan koloid, yaitu dengan mengagregasikan partikel larutan (cara kondensasi) atau dengan menghaluskan bahan suspensi kemudian didispersikan ke dalam medium dispersi (cara dispersi)

Pembuatan koloid dari zat-zat kasar dengan ntuan suatu zat pemecah/ peptisasi. Zat pemecah memecah partikel-partikel kasar menjadi partikel koloid.

Contoh: agar-agar dipeptisasi oleh air, NiS oleh H2S, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh bensin.

Filtrasi

Tidak dapat disaring

Cara pemisahan

Butiran-butiran kasar digerus secara manual dengan lumpang alu sampai halus, kemudian diaduk dengan medium dispersi.

Contoh:

pembuatan sol belerang dengan menghaluskan serbuk belerang dengan suatu zat inert (gula pasir), lalu dicampur dengan air.

Filtrasi dengan

saringan ultra

Sistem Dispersi

Jika suatu zat dicampurkan dengan zat lain, akan terjadi penyebaran secara merata dari suatu zat kedalam zat lain yang disebut dengan sistem dispersi. Berdasarkan ukuran partikelnya, sistem dispersi dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu :

A. Suspensi

B. Larutan

C. Koloid

Cara Kondensasi

Di dalam cara ini, partikel-partikel larutan sejati bergabung dan menggumpal (koagulasi) menjadi partikel koloid. Cara ini umumnya dilakukan dengan reaksi-reaksi kimia.

Filtrasi dengan saringan ultra

Reaksi Redoks

Reaksi yang disertai perubahan biloks.

Contoh:

2H2S (g) + SO2 (aq) 2H2O (l) + 3S (koloid)

Persamaan di atas adalah reaksi pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke larutan SO2.

Hidrolisis

Penggantian Pelarut

Reaksi yang terjadi antara suatu zat dengan air.

Contoh:

FeCl3 (aq) + 3H2O (l) Fe(OH)3 (koloid) + 3 HCl (aq)

Reaksi di atas adalah pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3 dengan air.

Dekomposisi Rangkap

Berikut ini bukan cara kondensasi dengan reaksi kimia, melainkan mengganti pelarut zat terdispersi.

Contoh:

mencampurkan alkohol berkadar tinggi (96%) dengan kalsium asetat jenuh, maka akan terbentuk gel.

Contoh:

2H3AsO3 (aq) + 3H2S (g) As2S3 (koloid) + 6 H2O

Reaksi di atas adalah pereaksian gas H2S ke dalam larutan H3AsO3 untuk membentuk sol As2S3.

Sistem Koloid

NAMA KELOMPOK 1 :

1. Amru Rizal Basri (03)

2. Bayu Aji P (08)

3. Ibra Fadilla NS (15)

4. Kenyo Alfiani H (16)

5. Nur Nabilah (20)

6. Paramitha NP (21)

Learn more about creating dynamic, engaging presentations with Prezi